
Keesokan paginya...
melia sudah menyiapkan sarapan untuk dirinya dan kakek, sebelum berangkat kerja.
"kakek ayo sarapan dulu" ajak melia kepada kakeknya yg tengah menonton tv
"iya nak" kakek segera duduk disebelah melia.
mereka menikmati sarapannya.
"tantemu apa gak pernah kesini??" tanya kakek wili.
"terakhir kesini udah lama kek" jawab melia.
lisa memang tidak pernah mengunjungi melia, selalu saja beralasan jika butiknya lagi banjir orderan.
"tantemu itu selalu saja seperti itu, kenapa gak kamu ambil alih aja butik ibumu nak?" tanya kakek.
"gak papa kek, melia juga ga begitu tertarik. melia takut nanti malah keteteran kalo melia yg handle.. lagian kan itung-itung bantu tante dari pada gak ada kerjaan"
ya begitulah melia,, masih memikirkan orang lain sebelum dirinya sendiri.
melia sudah selesai sarapan, ia berpamitan kepada kakeknya untuk berangkat kerja. seperti biasa atnan sudah menunggunya di luar..
mereka selalu berangkat dan pulang kerja bersama.
kakek wili sebenarnya tau akan hal itu, namun enggan untuk bertanya.. selama pria yg dekat dengan cucunya berbuat baik maka tidak akan ada masalah jika hanya berteman.
Ā
setelah beberapa menit atnan sudah sampai di depan kantor melia.
"nanti aku jemput ya" kata atnan
"iya mas,, maaf ya mas jadi harus ngerepotin gini" kata melia.
"jangan bicara seperti itu,, aku melakukan ini dengan senang hati" atnan memegang pucuk kepala melia.
seketika pipi melia berubah menjadi merah seperti tomat..
entah apa yg di rasakan melia terhadap atnan.
atnan selalu baik dan memberikan perhatian padanya..
sesaat membuat melia lupa akan kesedihannya jika mengingat sahabatnya yg pernah mengisi hatinya.
" sudah sana mas berangkat kerja. melia masuk dulu yaa assalamualaikum"
"waalaikumsalam" atnan menjawab dengan tersenyum,, melihat tingkah gadis kecilnya yg sangat menggemaskan
segera atnan masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju kantornya.
kini melia sudah sampai di loby .
saat akan menaiki lift dilihatnya sherin tengah bergandengan bersama adam.
semua karyawan memberikan salam kepada adam termasuk melia.
"selamat pagi tuan" sapa mereka
"pagi" jawab adam dengan wajah datarnya.
sherin dan adam menaiki lift khusus,, sedangkan melia menggunakan lift karyawan..
"ehemm... sepertinya hawa di kantor ini berubah jadi panas nihh" kata siska salah satu staf disana,
melia yg tak menghiraukan itu segera berlalu menaiki lift, di tekannya angka 20
karena merasa tidak di hiraukan siska ikut masuk ke dalam lift itu bersama melia.
"heh mel.. kamu lihat kan tadi pak adam sama mbak sherin.. mereka serasi banget kan" kata siska sinis.
namun tetap tidak dihiraukan oleh melia.
anggap saja angin lalu.
siska memang tidak begitu suka terhadap melia, karena dari awal melia bekerja disana selalu saja menjadi pusat perhatian karyawan yg lain.
ia merasa bahwa dirinya memiliki saingan.
__ADS_1
"kamu tuli yaa !!!!" bentak siska
bahkan sampai pintu liftnya terbuka melia tetap saja tidak menghiraukannya.
melia keluar lift dan berjalan menuju ruangannya.
tiba-tiba
gubrakkk !!!!
melia terpental dan kakinya terhantam di pot bunga .
seketika membuat karyawan disana melihat kearah melia.
"mbak melia gakpapa?" tanya salah satu karyawan.
melia hanya terdiam merasakan kakinya yg sakit.
"kamu sengaja ya sis narik mbak melia sampek jatuh gini" kata rahma
"kalo fitnah jangan sembarangan yaa, dia nya aja yg jalan gak pelan-pelan.. makannya jangan sok kecantikan dehh" jawab ketus siska.
padahal siska sengaja menarik tangan melia dan mendorongnya hingga terpental.
dia sangat puas melihat melia meringai kesakitan.
siska berlalu menuju meja nya meninggalkan melia.
disudut yg lain adam melihat karyawan nya sedang berkerumun.
adam segera menghampirinya.
"ada apa ini" tanya adam
di lihatnya melia terduduk di lantai dengan memar di kakinya
"ini pak, mbak kamelia jatuh, sepertinya kakinya terluka pak" kata rahma
adam mendekati melia dan berusaha untuk membantunya.
"tidak perlu" ucap melia
"diam ! biarku bantu" jawab adam
rahma pun segera membantu melia berdiri dan memapahnya ..
"lama" kata adam, dan tanpa aba\-aba langsung menggendong tubuh melia .
melia terkejut dengan tingkah adam.
ia mencoba memukul dada bidang adam,,
namun tetap saja pria itu tak akan mau mendengarkannya.
sherin yg melihat itu sangat tidak suka, bagaimana bisa adam menggendong wanita lain di hadapannya..
kebenciannya terhadap melia semakin besar.
ia berfikir pasti melia pura-pura jatuh untuk mendapatkan simpatik dari adam.
adam segera masuk ke ruangannya di ikuti asisten wayan dan sherin.
di letak kan melia di atas sofa.
"wayan segera ambil air panas dan handuk kecil" kata adam
"untuk apa tuan" jawab wayan
"jangan banyak bertanya.. cepat!!!" bentak adam.
"baik tuan"
"saya baik-baik saja tuan, saya akan kembali ke ruangan saya sendiri" kata melia
"tetap duduk dan jangan kemana\-mana atau ku patahkan kakimu" kata adam tegas.
membuat nyali melia menciut
sherin yg menyaksikan semua itu menjadi geram..
adam yg terkenal dingin dan cuek, bisa begitu perduli dengan seorang sekertaris biasa.
__ADS_1
tak berapa lama wayan datang membawa handuk kecil dan air panas.
adam segera mengambilnya.
"perlu saya bantu tuan" tanya wayan
"tidak! " sahut adam
wayan terheran-heran melihat bosnya begitu perhatian kepada orang lain.
**ada angin apa tuan adam begitu perhatian pada nona, bahkan wajahnya sangat khawatir** batin wayan
"saya bisa sendiri " melia mencoba mengambil handuk yg di pegang adam.
"diamlah aku bisa melakukannya" kata adam
melia selalu teringat-ingat dengan ucapan adam, bahwa kebaikannya hanya untuk balas dendam.
"hentikan tuan saya bisa melakukannya sendiri !!" kini melia mulai menaikkan nada suaranya..
membuat adam sangat kesal.
"terserah " ucap adam.
dilemparkan handuk itu ke pangkuan melia
"bawa dia kembali keruangan nya" perintah adam pada wayan.
"baik tuan"
"mari nona saya bantu" melia pun berdiri dan berjalan menuju ruangannya, dilihatnya wajah adam yg memerah seakan terbakar.
kini melia sudah sampai di ruangannya. dan segera mengompres kakinya yg memar.
"adam kamu kenapa?" tanya sherin
"pulanglah, aku masih banyak pekerjaan" jawab adam.
yg membuat sherin sangat kesal.
sherin segera pergi dari ruangan adam, dan berganti masuk ke ruangan melia.
brakk !!!
sherin membuka pintu ruangan melia dengan emosi.
melia masih menatap sherin yg di lihatnya begitu sangat marah.
"a..ada apa sher?" tanya melia
"berhenti berpura-pura di balik wajah polosmu"
melia masih tidak mengerti apa yg di maksud sherin.
"aku tau kamu pura-pura jatuh untuk mendapat simpatik adam kan" kata sherin lagi.
"sherin tenanglah jangan emosi.. untuk apa aku berpura-pura "
"cukup mel,, aku tau kamu memang wanita murahan. setelah kamu putus dengan kekasihmu itu, sekarang kamu ingin mendekati adam hah?? cari laki\-laki lain. aku dan adam akan segera menikah" jelas sherin
jika saja kaki melia tidak terluka pasti sudah di tampar mulut sherin yg berbicara senaknya .
kini melia tidak bisa melakukan apa-apa,. menjelaskanpun sangat percuma baginya.
sherin segera meninggalkan melia.
di dalam ruangan itu lagi-lagi melia menangis..
tak disangka nasibnya akan seperti ini.
dulu mereka berteman.. namun sekarang nampaknya sherin sangat membencinya.
jika melia tidak menandatangani kontrak gila itu,, pasti dia sudah mengundurkan diri
*****
**haii semua semoga kalian suka yaa.
jangan lupa like dan terus dukung author yaa
happy readingš„°**
__ADS_1
Ā