
"Sudah sampai mbak" kata supir taksi.
Melia segera memberikan beberapa lembar uang dan keluar dari taksi tersebut. Melia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantor, dan menaiki lift.
Kini ia sudah berada di ruangannya, melia meluruskan kakinya di atas sofa. kakinya sedikit ngilu..
"Semua ini karena adam benar benar keterlaluan" gumam melia. ia segera kembali kemejanya dan menyelesaikan beberapa laporan.
Tepat pukul 12.00 waktunya seluruh karyawan istirahat.
Melia keluar dari ruangannya hendak membeli makan, ia melewati ruangan adam.
"Kok sepi?? apa dia gak balik ke kantor yaa" tanya melia pada dirinya sendiri.
Melia mencoba membuka pintu ruangan adam sedikit demi sedikit. Di lihatnya bosnya tengah tertidur pulas di atas sofa.
Melia menutup kembali pintu itu dan segera membeli makan.
20 menit kemudian...
Melia kembali lagi dengan membawa 2 kotak makanan, ia ingin memberikan 1 untuk bosnya itu.
Melia masuk lagi ke ruangan adam .
**masih tidur?? apa dia semalam gak tidur??** batin melia.
Di saat akan membangunkan adam, melia melihat bercak darah yg berada di lengan kemeja adam.
Melia penasaran, ia mendekati adam dan sedikit membungkuk kan tubuhnya.
Karena tidak seimbang...
Brukkk!!!
Tubuh melia terjatuh di atas tubuh adam, membuat sang empuhnya terbangun.
Mereka berdua saling ber adu pandang,,
**astaga jantungku meronta ronta** batin melia.
"Enak ya tidur di atasku" ucap adam, yg membuat melia terkejut.
"Aaa tidak,, aku tadi tidak sengaja" jawab melia gugup.
"Sudah ketahuan masih saja mengelak" kata adam.
Tidak ingin menjadi salah tingkah akhirnya melia memberikan kotak makan yg sudah dibelinya kepada adam.
"Makanlah tuan" kata melia.
"Iya, kamu juga makan. makan disini saja" perintah adam.
Meliapun makan bersama adam.
Adam dengan sengaja menatap melia yg tengah asik makan.
Membuat melia beberapa kali salah tingkah.
"Bisakah tidak melihatku seperti itu" ucap melia, namun tidak berani memandang adam.
"Apa? aku hanya melihat wajahmu yg merah itu" goda adam.
**apakah dia seperti ini? sedikit marah sedikit baikan.. sangat susah ditebak** batin melia
"Berhenti menatapku" kata melia
"Tidak mau" sahut adam
PLAKK....
Melia memukul lengan adam karena kesal yg terus saja menggodanya.
"Awww" teriak adam
"Ehh apa aku memukul anda terlalu keras?" tanya melia khawatir.
__ADS_1
Dilihatnya darah segar mengalir menembus baju adam.
"T..tuan tanganmu terluka ya??" tanya melia.
"Sedikit" jawab adam
Adam segera membuka kemejanya, ia hanya menggunakan kaos hitam.. memperlihatkan tubuhnya yg atletis.
Dengan cepat melia menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Jangan mesum disini" teriak melia
"Buka matamu" perintah adam
"Gak mau" tolak melia
"Cepet buka, dan bantu aku" perintah adam lagi.
Melia segera membuka matanya, dan melihat luka di tangan adam.
Segera melia mengambil kotak obat.. membersihkan luka adam dan mengganti perbannya.
"Ini kenapa bisa di jahit gini tuan?" tanya melia.
"Biasa cowok kalau gak terluka gak maco" jawab adam ngawur.
"Heii lihat kamu sudah bukan remaja tuan, bisa bisanya berantem kayak anak kecil. dihh maco anda bilang" melia terus saja komat kamit ngomelin adam, tapi tangannya terus bekerja mengobati luka adam.
Adam tersenyum karena mendapatkan perhatian dari sekertaris cantiknya itu. tidak sia sia ia terluka.
"Kalian ngapain?" teriak sherin yg tiba tiba masuk ke ruangan adam.
Membuat melia terkejut dan segera berdiri dari duduknya.
"Sherin.. jangan salah paham aku hanya.." ucap melia terhenti.
"Keluar kamu" usir sherin
Melia meletakkan gunting dan plester di atas meja dan ia beranjak untuk pergi.
"Berhenti" kata adam "Kamu belum menyelesaikan ini" sambung adam lagi.
"Kamelia Pratiwi... apa kamu mendengarku" panggil adam kepada melia.
"Tapi sudah ada sherin tuan, dia bisa menyelesaikan itu" tolak melia
"Aku membayarmu bukan untuk membantahku, cepat selesaikan!! dan kamu duduk di tempat lain" membuat sherin pindah dari duduknya.
dan melia kembali duduk lagi di samping adam.
Melia melanjutkan lagi. dari sudut lain terus saja sherin memperhatikan itu dengan tidak suka, melia sudah tidak memperdulikan itu menurutnya ia hanya membantu adam.
Setelah selesai melia kembali ke ruangannya.
"Kamu kenapa sih?" tanya sherin
"Pergilah" usir adam
"Adam kamu kok gini sih? baru 2 hari aku tinggal kamu berubah" kesal sherin.
"Aku bilang pergilah, dan jangan temui aku sampai aku memintanya!" bentak adam.
Sherin segera pergi dari ruangan adam, ia sangat kesal kenapa kekasihnya itu bisa berubah seperti itu kepadanya. ingin sekali dia mengacak acak melia saat itu juga.
Melia sudah bersiap untuk pulang, namun hari ini dia mampir ke ruangan adam untuk memastikan apa dia baik baik saja.
"Tuan bagai mana luka anda?" tanya melia
"Sudah mendingan,, tumben kesini dulu?" kini adam bertanya balik.
"Gakpapa tuan hanya ingin memastikan. baiklah kalau begitu saya pamit pulang tuan,, sampai jumpa" melia segera keluar dari ruangan adam
Adam tak menjawab dia hanya tersenyum, melihat sekertarisnya kembali perhatian padanya.
__ADS_1
"Assalamualaikum mas, udah lama?" sapa melia kepada atnan. Atnan sudah menunggunya di parkiran beberapa menit yg lalu.
"Waalaikumsalam mel, baru aja aku sampai" jawab atnan.
Melia segera masuk ke mobil atnan, dan melajukan mobilnya menuju rumah melia.
"Nanti malam siap siap yaa"
"Ada apa sih mas?" tanya melia penasaran.
"Kencan" jawab atnan. membuat melia kaget kaget senang.
"Apa mas, kencan?" tanya melia yg di balas anggukan oleh Atnan.
15 menit kemudian mereka sudah sampai di rumah melia.
Melia segera turun dari mobil atnan.
"Mas makasih yaa, mas atnan hati hati" kata melia.
"Iya, nanti jam 7 malam aku jemput ya cepet masuk sana" kata atnan, melia segera masuk ke dalam rumahnya.
Tidak lupa pagar dan pintunya dikunci dengan rapat.
Kemudian atnan segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah melia.
Melia masuk ke dalam kamarnya, ia mengacak acak lemarinya. mencari pakaian yg cocok digunakan untuk kencan pertamanya.
"Aaaa gak ada yg bagus" kesal melia.
"Iya , baju ibu" melia segera berlari menuju kamar mendiang ibunya.
Melia mulai mencari pakaian mana yg cocok untuknya.
Matanya tertuju pada dress berwarna hitam, terlihat simpel namun sangat cantik.
"Ibu maaf ya aku lagi lagi pinjem baju ibu" ucap melia pada foto ibunya yg menempel di dinding.
Melia segera membawa baju itu menuju kamarnya. diletakkan dres cantik itu di tempat tidur dan ia merebahkan tubuhnya di samping bajunya, melia pun terlelap.
Di apartemen,, adam sedang berbicara dengan wayan. wayan memberikan beberapa vidio kepada adam, membuat adam menghembuskan nafasnya secara kasar.
Banyak yg harus dia selesaikan, dia harus mencari dalang dari pembunuhan pertama melia, dan mencari tau siapa sebenarnya laki laki yg menyuruh orang lain untuk menabrak melia.
Belum masalah itu di selesaikan, adam menemukan bukti bahwa kekasihnya yg ia pacari selama 2 tahun berselingkuh..
Aaghhh seperti mau meledak kepala adam.
Jam sudah menunjukkan pukul 18.00.
Melia pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, tak butuh waktu lama ia segera berganti baju dan memoles wajahnya dengan makeup.
Beberapa kali melia selalu menatap cermin. memperhatikan apa sudah sempurna atau belum.
Ting ponsel melia berbunyi, dibukanya pesan dari atnan.
📩atnan : Sudah siap? aku sudah di depan yaa
Begitu isi pesan atnan, tak perlu membalas melia segera berlari keluar dari rumahnya.
dilihat atnan sudah berdiri di sebelah mobilnya dengan setelan jas berwarna hitam
**bajunya kok sama** batin melia.
melia segera melangkahkan kakinya menghampiri atnan.
"Kita berangkat ya" atnan mengulurkan tangannya kepada melia, dengan mengangguk melia menerima uluran tangan atnan.
*****
happy reading🥰🥰
__ADS_1
maaf ya kalo masih ada typo🙏