Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Mencari pelaku #1


__ADS_3

Melia dan adam turun dari mobilnya


"tuan tunggu" panggil melia


"iya kenapa lagi?" tanya adam.. karena dia sudah tidak sanggup menahan laparnya.


"bagaimana aku bisa masuk dengan pakaian seperti ini" kata melia, adam segera melihat rok melia yg sobek karena ulah petakilannya itu.


dilepaskan jas adam, dan ia berjongkok menghadap melia..


"eh ngapain" tanya melia kaget


adam segera mengikat jasnya di pinggang melia, menutupi bagian yg robek.


"jauh lebih baik" kata adam


"t...terimakasih tuan" kata melia malu malu.. yg pasti pipi melia sudah merah jambu.


dasar melia cepet banget baper :'


Mereka berdua segera masuk ke rumah makan tersebut.


pelayan menghampiri dan memberikan buku menu.


"tuan anda mau makan apa?" tanya melia


"terserah apa saja yg penting enak" jawab adam


"kalau gitu pesen ini 2 ya mbak sama ini 2" melia menunjuk beberapa menu


"kenapa makan disini lagi?" tanya adam


"gakpapa tuan saya suka makan disini" jawab melia sambil memakan kerupuk yg tersedia di atas meja.


"kenapa kamu masih saja formal? ini sudah di luar jam kerja, jangan memanggilku seperti itu" ucap adam.


"emm yaa baiklah tuan, maksudku pak adam" kata melia


"bukan kah itu sama saja panggil namaku,, apa aku terlihat tua?" kata adam tak terima. dia ingin sekali jika melia memperlakukan dirinya seperti pria lain, memanggil nama atau sebutan yg pas untuk dirinya.


"baiklah kalau begitu adam saja" ucap melia


"oke tidak terlalu buruk" sahut adam


pesanan pun datang, mereka segera menikmati dengan lahapnya.


di seberang jalan lagi lagi sudah ada yg memperhatikan. dia mengambil beberapa foto melia bersama adam dan mengirimnya kepada seseorang.


"brengsek !!" umpat seseorang setelah mendapatkan kiriman foto dari anak buahnya.


mereka sudah selesai makan dan hendak pulang.


"kamu ikut saja bersamaku, untuk sementara waktu tinggal lah di rumahku" kata adam, ia tau jika melia tinggal sendirian dan kekasihnya tengah tak bersamanya.


"tidak bisa adam terimakasih" tolak melia, dia masih ingat tingkah konyol adam saat dia bermalam di apartemen.


"jangan mesum, aku bawak kamu kerumahku bukan ke apartemen ku. bukankah kamu sudah dekat dengan mama" jelas adam


"bukannya kamu yg mesum. lagian aku sudah terbiasa tinggal sendir" lagi lagi melia menolak.


adam sudah enggan berdebat dengan melia.


hari sudah mulai malam adam segera mengantar melia kembali kerumahnya.


di tengah perjalanan adam mengirim pesan kepada wayan.


📨adam : pergilah sekarang kerumah melia, tunggu aku disekitar sana


send


📩wayan : baik tuan


adam sudah sampai di rumah melia.


"terimakasih sudah mengantar" kata melia


adam masih memperhatikan rumah melia dan sekelilingnya..


"dam" panggil melia


"iya, kamu masuk dulu. aku ingin memastikan kamu baik baik saja sampai dalam" kata adam


"baiklah sampai jumpa" melia segera masuk kedalam rumahnya. ia mengunci pagar dan pintu rumah secara rapat.


adam melajukan mobilnya dan menemui wayan.


tukk tukk tukk

__ADS_1


wayan mengetuk kaca mobil adam.


adam segera turun dari mobilnya.


"ada apa tuan?" tanya wayan


"aku ingin menukar mobil, aku akan pakai mobilmu.. dan bawalah mobilku"


"untuk apa tuan?" tanya wayan penasaran


sebenarnya adam masih penasaran dengan mobil yg mengintai rumah melia, maka dari itu adam berniat akan menjaga rumah melia semalaman.


adam akan menunggu di mobil memperhatikan setiap sesuatu yg mencurigakan.


untuk berjaga jaga adam menukar mobilnya dengan milik wayan, ia takut jika seseorang yg mengincar melia mengetahui mobil adam.


mereka sudah bertukar mobil.


adam mengendarai mobil wayan kembali menuju rumah melia.


ia memarkirkan mobilnya dari kejauhan.


kaca mobil wayan gelap jika di lihat dari luar, jadi tidak ada yg tahu di dalamnya sedang ada orang atau tidak.


adam masih menunggu.


belum ada tanda tanda mencurigakan di sana.


tepat pukul 7 malam, adam sudah mulai capek dan bosan.


sepertinya dia tidak akan menemukan sesuatu, begitu pikirnya.


namun tiba tiba sebuah mobil putih berhenti tepat didepan rumah melia.


"siapa itu??" tanya adam pada dirinya sendiri.


di lihatnya dua laki laki turun dari mobil putih tersebut. namun wajahnya tidak terlihat karena menggunakan masker.


"untuk apa mereka mengambil foto rumah melia?? sepertinya ini tidak beress"


adam masih setia menunggu di dalam mobil


sekitar 15 menit pria itu menaiki mobilnya dan menghidupkan mesin mobilnya, mereka segera pergi meninggalkan rumah melia.


adam sesegera mungkin mengikuti mobil itu. namun tidak terlalu dekat.


adam segera menelfon wayan.


📞wayan : selamat malam tuan


📞adam : yan aku butuh bantuanmu


adam menjelaskan jika dirinya tengah mengikuti mobil yg meneror melia


sesuai perintah, wayan segera melaju ke setiap titik yg di tunjuk adam..


kini mobil putih itu masuk ke sebuah pekarangan yg cukup jauh dari penduduk


adam memarkirkan mobilnya cukup jauh.


dilihanya 2orang pria itu masuk ke sebuah rumah yg lumayan besar.


adam segera turun dari mobil.


dan pelan pelan berjalan menuju rumah tersebut.


dilihatnya dari cela cela jendela


hanya ada 2 pria tengah menikmati minuman ber alkohol.


**shittt!! ternyata hanya 2 orang.. tau begitu aku tidak perlu menghubungi wayan**


"tuan" panggil wayan mengejutkan adam


"hssssst mereka ada di dalam" adam berbisik pada wayan.


kini mereka berbicara dengan suara yg pelan.


"lalu bagaimana tuan?" tanya wayan


"aku yakin mereka yg telah meneror melia. kita harus bisa membuat mereka keluar, karena kita tidak mungkin masuk" jawab adam.


wayan segera mencari posisi aman, dan adam mematikan saluran listrik mebuat semua lampu di rumah itu mati.


dan benar saja, salah satu dari mereka keluar


"gimana??" tanya pria yg ada di dalam rumah.

__ADS_1


"bentar gue cek" sahut pria yg sudah berada di luar.


dengen cepat wayan membungkam mulut pria itu, dan mengunci tubuhnya, pria itu memberontak. namun kekuatan wayan masih bisa menyeimbangi.


diikat dengat kuat tubuh pria itu, dan wayan segera membawa pria itu kedalam mobilnya.


"woii gimana lama amat loe" teriak pria yg masih ada di dalam


"iya gue udah datang" sahut adam, ia masuk kedalam. membuat pria itu terkejut


"siapa loe?" pria itu clingak clinguk mencari temannya yg tadi keluar.


"cari siapa hah??" tanya adam, tak gentar adam terus melangkahkan kakinya.


pria itu mengeluarkan sebuah pistor di tangannya. di todongkan ke hadapan adam


"hahaha ternyata loe kekasih wanita ****** itu" kata sang penjahat.


#anggap aja pria itu penjahat yaa#


"siapa yg loe sebut ****** hah?" tanya adam


langkah adam terhenti di saat matanya tak sengaja menangkap sebuah foto di dinding.


"melia" adam terkejut karena foto itu adalah foto kamelia yg sudah di beri tanda silang di wajahnya. adam semakin yakin jika memang mereka yg meneror kamelia.


saat adam tengah memperhatikan foto tersebut.


DORRR....


sebuah peluru lepas dari pelatuknya,


"Aagghh" teriak adam, peluru itu menggores lengan adam


"haii jangan lari" jerit adam .


penjahat itu berlari keluar dari rumah itu.


adam terus mengejarnya dengan tangan yg masih terluka.


adam terus berlari mengejarnya, tiba tiba sebuah mobil berhenti. dibukanya pintu dan penjahat itu segera masuk..


mobil itu melaju kembali.


"sial !!" umpat adam


dia kembali lagi menuju mobilnya.


"bagaimana tuan" tanya wayan


"dia berhasil kabur" jawab adam dengan suara yg mulai lirih


"tuan tangan ada terluka" kata wayan setelah melihat lengan tuannya mengeluarkan darah.


"aku baik baik saja, dimana dia??" adam menanyakan seorang penjahat yg lebih dulu tertangkap.


"didalam mobil tuan" jawab wayan


"baiklah bawa dia ke villa NX kita harus membuat dia membuka suara, dan mengatakan siapa dalang ini semua" kata adam


"baik tuan, bagai mana dengan anda?"


"pergilah sekarang, aku bisa mengatasi ini" ucap adam. wayan segera pergi menuju villa, dan menghubungi semua anak buah adam.


adam masih terduduk di sebelah mobilnya, ia melepaskan kemeja yg di pakai dan merobeknya.


segera mengikat lengannya yg terluka..


beruntung peluru itu hanya numpang lewat dan tidak bersarang di lengan adam.


ia segera naik ke mobilnya dan menuju ke rumah sakit..


 


di tempat yg lain, melia menjatuhkan gelas dari tangannya. gelas itupun pecah


*ada apa ini? kenapa perasaanku tidak enak, apa terjadi sesuatu dengan mas atnan?? dari tadi dia tidak ada kabar* batin melia.


melia segera membereskan pecahan gelas yg berserakan..


\*


happy reading🥰


jangan lupa like n rate yaa


 

__ADS_1


__ADS_2