
Kini mereka ber dua sudah sampai di sebuah hotel yg dipesan atnan. segera ia menutup mata gadis kecilnya itu.
Atnan menuntun langkah melia, menaiki lift yg akan mendarat di lantai paling atas.
Dimana terlihat langit terbentang luas,, dengan sorotan bulan dan butiran bintang.
Meja bundar dengan dekorasi bunga, dan lampu kerlap kerlip sudah ditata cantik. bahkan beberapa menu telah di hidangkan di atas meja dengan 1 lilin di tengahnya.
Semua telah siap,, tinggal menunggu dua sejoli yg sedang OTW :'
"Mas masih jauh ya?" tanya melia
"Dikit lagi nyampek kok" jawab atnan
Beberapa pelayan membuka kan pintu, mempersilahkan atnan untuk melewatinya.
Kini atnan dan melia sudah sampai, atnan mencoba membuka pengikat mata melia.
"Jangan di buka mata dulu ya" kata atnan, yg di angguki oleh melia. Semua pelayan meninggalkan mereka berdua.
"Satu"
"Dua"
"Tiga"
Dengan pelan pelan melia membuka matanya.
"Bagaimana?" tanya atnan.. melia masih mencoba mengfokus kan pikirannya.
Matanya bagaikan tersihir.
Belum pernah ia mendapatkan kejutan manis seperti ini.
Tanpa di sadari butiran air mata menetes dari mata indahnya.
"Kenapa? kok kamu nangis?" tanya Atnan.
"Aku terharu mas, ini bagus banget" jawab melia.
Dengan lembut atnan mengusap air mata melia.
"Ini semua buat kamu, jadi aku harap kamu jangan sedih lagi ya" atnan membawa melia untuk duduk di meja makan yg sudah di hias.
"Mas ini semua boleh dimakan?" tanya melia, ia melihat cake yg lucu lucu seperti sayang sekali jika harus dimakan.
Atnan tertawa gemas mendengar pertanyaan gadis kecilnya.
"Tentu ini semua boleh dimakan.. semua buat kamu" jawab atnan.
Merekapun menikmati makan malam romantis,, tak lupa atnan memberikan suapan demi suapan kepada gadis kecilnya, begitu pun sebaliknya.
Di saat mereka sudah selesai makan malam, atnan menggenggam tangan melia.
Membuat gadis itu deg degan..
"Mel" sapa atnan
__ADS_1
"i..iya mas" jawab melia kikuk.
"Aku gak tau kapan perasaan ini mulai tumbuh, aku hanya merasakan nyaman saat di dekatmu dan gelisah saat harus jauh" atnan mulai mengungkapkan perasaannya. membuat melia membatu, ia terus mencoba mencerna kata kata pria di depannya.
"Melia,, aku menyayangimu dan aku mencintaimu" tiba tiba atnan berjongkok di depan melia, mengeluarkan kotak kecil berwarna merah di kantung celananya.
Dibuka kotak itu dan di hadapkan kepada melia, dan di pegangnya satu tangan gadis itu.
"Maukah kamu menikah denganku?" ungkapan terakhir atnan akhirnya lolos dari mulutnya. Membuat gadis di depannya terkejut, dan seketika menaikkan bibirnya,, senyum manis terpancar di wajahnya.
Atnan menganggukkan kepalanya sekali, tanda ia sedang menunggu jawaban.
Melia memegang kalung pemberian sahabatnya sekaligus cinta pertamanya.
**Naufal,, apa kamu tau malam ini aku sangat bahagia, dimana kamu saat ini? ada seorang pria yg mencintaiku dan menyayangiku seperti dirimu.. Dia juga telah menjagaku. Naufal bolehkan aku berbahagia bersamanya?? bolehkan aku menerimanya?? bolehkah dia mengisi hatiku?? Sampai kapanpun kamu akan berada di hatiku** batin melia
Ia menutup matanya sejenak, dan membukanya seiring dengan hembusan nafasnya "Iya aku mau" itulah yg ter ucap dari mulut melia.
Membuat pria yg didepannya bahagia, segera di pasangkan cincin cantik itu di jari melia. Atnan berdiri begitu juga dengan melia.
Dipeluknya gadis itu dengan perasaan berbunga bunga.
Di tempat lain, adam membolak balikkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Pikiran dan Hatinya tidak tenang.
"Kenapa ini?? perasaanku benar benar gak enak" kata adam.
"Kenapa aku merindukan mama?" tanya adam kepada dirinya sendiri.
Ia segera mengambil kunci mobilnya, ia hendak pulang kerumah orang tuanya.
Adam segera keluar dari apartemennya dengan terburu buru ia melangkahkan kakinya menuju mobilnya yg tengah terparkir.
Segera dihidupkan mesin mobilnya dan melaju menuju rumahnya.
15 menit kemudian adam sudah sampai, ia segera masuk kedalam rumah dan mencari ke dua orang tuanya.
"Ma.. mama" teriak adam, tak ada seorangpun yg menjawab.
"Mama.. Paa..." panggil adam lagi.
"Iya sayang ada apa nak?" mama dan papa adam turun dari tangga menemui putranya.
"Mama sama papa baik baik aja kan?" tanya adam yg membuat ratna dan bagas bingung.
"Sini sini duduk dulu" ratna membawa putranya untuk duduk di ruang keluarga. Adam pun duduk di sebelah mamanya.
"Ada apa sayang?" tanya ratna lagi
"Emm gak tau ma, cuman perasaan adam gak enak aja. adam cuman takut mama sama papa kenapa kenapa" jawab adam
"Mama sama papa baik baik aja kok sayang, justru kamu yg kenapa? wajah kamu pucat loh" tanya mama ratna yg melihat wajah putranya seperti sedang sakit.
"Iya dam, kamu sakit?" tanya bagas.
__ADS_1
"Enggak pa, adam gakpapa" jawab adam
Kini adam merebahkan tubuhnya di sofa, di letakkan kepalanya di atas pangkuan sang mama. ratna dan bagas saling melempar tatapan.
Mereka bingung apa yg sebenarnya terjadi pada putranya. yg ia tau adam adalah sosok pria yg dingin dan cuek. dan itu terjadi 20 tahun yg lalu saat dirinya di tinggal kamelia pindah ke surabaya.
Selama itu adam tak lagi menunjukkan wajah hangatnya.
Tanpa terasa air mata adam menetes di pelupuk matanya, pandangannya kosong.
Sebenarnya dia sendiri tidak tau apa yg terjadi.
"Nak kamu nangis?" tanya ratna. dengan segera adam menghapus air matanya.
"Ma pa adam kekamar dulu ya" adam berdiri dan berlari menuju kamarnya.
Ratna dan bagas masih tercengang.
"Ma kenapa adam?" tanya bagas
"Mama juga gak tau pa" jawab ratna.
Di dalam kamar adam mondar mandir, perasaannya gelisah.
"Aaggghhh ada apa sih ini, kenapa jadi gak tenang" adam mulai frustasi.. Adam segera naik ke atas tempat tidurnya dan menutup wajahnya dengan bantal.
Ciiittt.... mobil atnan berhenti di depan rumah melia, dibukakan pintu mobil untuk gadis kecilnya.
"Makasih ya mas" kata melia
"Aku yg seharusnya makasih, aku akan segera bertemu kakekmu untuk membahas pernikahan kita" kata atnan yg tak lepas dari senyumnya.
"Iya mas, besok lusa kakek datang" jelas melia.
"Iya udah kalau gitu kamu masuk gih, terus istirahat ya" kata atnan.
Melia segera masuk kedalam rumahnya, dan atnan pulang dengan perasaan bahagia.
Di sudut lain
Cekrek ! seseorang telah mengambil foto melia saat bersama atnan. orang itu mengeratkan rahangnya, dan mengepalkan tangannya kuat kuat.
Melia duduk di depan meja riasnya, di pandangi cincin cantik yg melingkar di jarinya, ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada atnan yg secara tidak langsung telah menjadi tunangannya.
📨melia : selamat istirahat mas I LOVE YOU
send
Setelah mengirim pesan melia segera mengganti bajunya dan naik ke tempat tidur.. tak butuh waktu lama melia telah terlelap dalam mimpi indahnya..
*****
happy reading,, maaf kalo masih ada yg typo🙏
jangan lupa like rate n vote yaa🥰🥰🥰
__ADS_1