Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Interview


__ADS_3

Pagi ini melia sudah menyiapkan semuanya, bahkan dia sudah menyiapkan sarapannya karena dia tidak ingin jika interviewnya nanti akan terganggu karena perutnya yg kelaparan.


Selesai mandi melia memilih-milih baju apa yg akan ia kenakan. Seluruh isi lemarinya ia keluarkan semua.


"Ini sangat mendadak, bahkan aku belum sempat membeli pakaian baru. Belum bekerja saja aku sudah merasa di kerjain gini aghhhhh....!!" Kesal melia.


Ia benar² tidak menemukan pakaian yg cocok, melia mulai frustasi


"Ibu" melia mengingat sesuatu.


"Bukankah ibu masih memiliki banyak pakaian yg masih bagus, aku akan mencoba mencari di lemari ibu" melia bergegas masuk kedalam kamar mendiang ibunya.


Ibu melia adalah pemilik butik sekaligus desainer, dia banyak membuat baju untuk dirinya sendiri dan anaknya.


Baju buatannya sangat modern karna memang ibu melia bisa dikatakan masih muda. Jadi selera penampilannya tidak jauh berbeda dari melia.


Akhirnya melia menemukan baju yg sangat cocok untuk dia kenakan.


Kemeja putih dengan lengan pendek di tambahkan bross batu ruby milik ibunya membuat baju melia yg polos nampak sangat mewah, untuk bawahannya melia memilih span di atas lutut berwarna navy yg senada dengan bross dan gelang milea. Tak lupa spatu heals yg membuat penampilan milea semakin sempurna.


Melia mengikat rambut panjangnya sedikit ke atas yg memperlihatkan lehernya yg putih bersih.


"Ya Allah bener ini aku, hihihi cantik sekali. Ibu ayah doakan aku ya semoga aku bisa segera mendapatkan pekerjaan ini" melia berdiri di depan kaca ia memperhatikan baju ibunya yg melekat di tubuhnya


"Ibu aku merindukanmu" ucap melia lagi.


Kemudian melia kembali lagi ke kamarnya untuk mengambil tas, dan ia segera menuju meja makan untuk sarapan.


Setelah selesai melia sudah siap untuk berangkat sesampai di depan rumahnya dia melihat motornya yg terparkir.


"Astaga.. kenapa pakai acara kempes sihh" motor yg biasa melia pakai ternyata kempes .


Sedangkan waktu sudah menunjukkan 08.15. akhirnya melia memutuskan untuk naik taksi online


Tak beberapa lama taksi yg di pesan melia sudah berada di depan gerbang,


"Mbak kamelia ya" tanya sopir tersebut yg hanya di balas anggukan oleh melia.


"Silahkan masuk mbak"


"Makasih mas, sesuai titik ya mas" melia pun masuk kedalam taksi tersebut. "Siap mbak" sopir pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Wayan bagaimana dengan gadis itu?" Tanya adam pada asistennya.


"Dia akan datang tepat pukul 9 tuan. Dan sepertinya nona melia tidak mengenali saya" jawab wayan, adam sudah menyiapkan rencana untuk melia.


"Sayang..." Adam terkejut karena tiba² sherin datang ke kantornya dan langsung memeluk adam.


"Sherin apa yg kamu lakukan" adam melepas pelukannya, dia masih marah karena kejadian kemarin.


"Adam kamu kenapa? Biasanya kamu senang kan kalo aku datang kemari" rengek sherin yg masih bergelayut di tangan adam.


"Sherin aku sedang sibuk lagi pula bukankah aku sudah tidak penting bagimu" kata adam.


"Sayang kamu masih marah masalah itu? Aku minta maaf ya aku benar² tidak bisa menemuimu" jawab sherin


"Iya aku memaafkanmu . Sekarang pergilah aku banyak pekerjaan" sahut adam , ia berbicara namun tidak menatap sherin


"Aku datang kesini untuk berpamitan denganmu sayang, aku akan berangkat ke jerman" ucap sherin ia takut jika adam akan marah lagi, seharusnya ia berangkat 5 hari lagi. Ternyata keberangkatannya di majukan.


"Pergilah" jawab adam singkat


Sherin yg melihat adam begitu tak peduli padanya membuat ia khawatir.


"Sayang kenapa kamu bicaranya gitu banget sih? Aku gak lama kok disana aku akan segera pulang sayang" jelas sherin.


Adam yg tidak ingin bedebat dengan kekasihnya itu akhirnya mengalah.


Adam berdiri dari duduknya. Ia memegang tangan sherin dan memeluknya.

__ADS_1


"Berangkatlah sherin, hati-hati sesampainya disana kabari aku. Dan ingat akan semua janjimu aku akan menunggumu disini" ciuman singkat mendarat di bibir sherin.


"Makasih ya sayang" sherin tersenyum lega. Akhirnya ia keluar dari ruangan adam untuk segera berangkat ke bandara.


Di luar gedung brawijaya kamelia sudah tiba ia turun dari taksinya dan memberikan uang pada sopir tersebut.


Lalu ia berjalan menuju loby kantor tersebut.


"Permisi mbak saya ada interview di lantai 20 apa anda bisa membantu saya?" Tanya sherin pada resepsionis.


"Tentu nona tuan presdir sudah menunggu anda, anda bisa menggunakan lift disebelah sana" resepsionis menunjukkan lift yg harus melia gunakan.


"Terimakasih mbak" meliapun pergi menuju lift tersebut. Baru saja ia melangkahkan kakinya


Brugggh!!!


Melia menabrak seorang wanita.


"Heii!! Apa kamu gak bisa melihat" bentak wanita itu.


"Maaf mbak saya gak sengaja" kata melia yg memegang tangannya karena sakit.


Mereka berdua saling menatap.


"Sherin"..."kamelia"


Mereka berdua saling terkejut.


Sherin adalah teman melia semasa SMP hanya saja pada saat kelas 3 sherin harus pindah keluar kota .


"Melia kamu apa kabar" tanya sherin sambil memeluk melia.


"Alhamdulillah kamu sendiri apa kabar sher"


"Aku baik mel, oya kita lanjut lain hari ya aku harus segera berangkat. Ini kartu namaku nanti kamu hubungi aku yaa. Seeuu melia" sherin memeluk melia dan segera pergi meninggalkan melia.


"See you sherr" jawab melia


Ting ! Pintu lift terbuka melia segera berjalan menuju ruangan presdir.


Banyak pasang mata yg menatap melia mereka kagum dengan kecantikan melia.


"Siapa wanita itu?"


"Wahh cantik banget, bodynya kenapa bisa perfect gitu ya"


"Gila ini mahh cantik parahhh"


Ucap beberapa orang disana, melia hanya terus berjalan tanpa memperdulikan mereka.


"Selamat pagi nona" sapa wayan mengejutkan melia. "Pagi pak wayan" mereka berjabat tangan.


"Silahkan ikuti saya nona" melia mengikuti wayan. Ia berjalan menuju ruangan wayan.


"Pak bukankah interviewnya di ruangan yg sana" tanya melia. Namun wayan tidak menjawab ia terus berjalan.


Sesampainya di ruangan wayan "silahkan masuk nona dan duduklah disini" wayan mempersilahkan melia.


Meliapun duduk di kursi yg sudah di sediakan wayan.


"Serahkan cv anda nona."


"Ini pak" melia memberikan berkasnya kepada wayan.


Tanya jawab pun berlangsung.


"Selamat nona kamelia anda di terima kerja disini sebagai sekertaris pribadi presdir Brawijaya" wayan mengulurkan tangannya namun melia masih terdiam. Seolah tak percaya dengan apa yg di dengarnya barusan.


"Nona" panggil wayan

__ADS_1


"Eh iya pak. Tadi pak wayan bilang apa" tanya melia, ia ingin memastikan sekali lagi.


"Nona melia anda di terima bekerja disini mulai besok anda sudah bisa bekerja, tepat jam 8 pagi nona harus sudah disini karena selama 1 bulan nona dalam masa trining" wayan memperjelas ucapannya.


"Alahamdulillah makasih banyak pak wayan" melia langsung menjabat tangan wayan.


"Nona ini kontrak kerja anda, silahkan nona baca secara baik² sebelum menandatanganinya" wayan menyerahkan beberapa lembar kontrak kerja. Melia menerimanya dan mulai membacanya.


Satu persatu melia baca dengan sangat teliti.


"Apa ini? Poin ke 5 saya harus menyiapkan segala kebutuhan presdir termasuk membuat minuman dan menyiapkan makanan? Apa ada kontrak semacam ini" tanya melia pada wayan


"Tentu nona itu sudah menjadi tugas anda sebagai sekertaris" jelas wayan sambil menahan tawa. Adam benar² membuat kontrak yg sedikit tak masuk akal.


"Haihh lalu apa tugas anda sebagai asistennya pak wayan" melia melanjutkan membaca.


**Wanita ini benar-benar luar biasa ** batin wayan.


"Bisa anda jelaskan poin ke 7 ini pak? Saya harus bekerja 24jam??" Tanya melia lagi.


"Benar nona, tetapi maksud 24 jam disana jika tiba² ada pekerjaan kantor di luar jam kerja seperti miting dan lainnya anda harus siap, dan semua itu akan di hitung lembur" jelas wayan lagi.


"Whattt!!!!!" Kali ini melia benar² terkejut


"Ada apa nona??" Tanya wayan


Melia mencoba membacanya sekali lagi.


"Poin terakhir jika saya berhenti kerja tidak sesuai masa kontrak maka saya akan di denda 500juta?" Tanya melia kini melia mulai manaikkan nada suaranya.


"Tentu nona, kontrak itu di buat agar para karyawan tidak seenaknya dalam bekerja. Tapi nona bisa melihat sendiri para karyawan disini sangat betah bekerja disini sehingga mereka tidak memikirkan untuk mengundurkan diri" jelas wayan.


**Benarkah ada kontrak semacam ini, semua isi kontrak ini benar-benar tak masuk akal**


"Bagaimana nona? Ada yg perlu di tanyakan lagi" tanya wayan


"Tidak"


"Kalau begitu silahkan tanda tangan disini dan disini" wayan menunjuk materai yg ada di kontrak kerja tersebut.


Melia pun menandatanganinya.


"Pak wayan bagaimana dengan kuliah saya"tanya melia, karena dia sangat takut jika pekerjaannya mengganggu kuliahnya begitupun sebaliknya.


"Nona tidak perlu khawatir presdir akan mengurus kuliah nona, sehingga nona bisa kuliah secara online. Dan hanya beberapa kali bertatap muka di kampus" kata wayan


"Baiklah pak wayan saya sangat berterimakasih"


"Sama-sama nona, anda bisa meninggalkan ruangan ini, dan besok jangan sampai terlambat" melia hanya mengangguk tanda mengerti.


Melia keluar dari ruangan wayan, ia berjalan sambil memainkan ponselnya.


Mengecek ada pemberitahuan apa di grup kampusnya.


Brugg..


Lagi² melia menabrak seseorang, tapi orang ini bukanlah wanita melainkan seorang pria yg memiliki postur tubuh yg ideal.


"Maaf saya tidak sengaja" ucap melia tanpa menatap orang tersebut.


"Kau di lahirkan hanya untuk menabrakku ya" pria itu berkata kepada melia sedikit keras.


**Suara ini. Aku mengenal suara ini**batin melia. Secepat kilat melia langsung memandang pria itu.


"Kamu !!!" Kata melia


**Bukankan dia pria yg di cafe, mengapa dia ada disini? Wahh dia mengikutiku sampai sini rupanya.** Ucap melia membatin.


"Kenapa kamu memandangku seperti itu? Ingat aku sama sekali tidak tertarik dengan wanita sepertimu" ucap adam yg membuat melia tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Kenapa kamu disini? Kamu mengikutiku yaa. Apa uang yg kuberikan padamu kemarin tak cukup? Sampai kamu harus mengikutiku" cecar melia, suaranya cukup keras sehingga membuat orang² yg berada disana mendengar ucapan melia..


*****


__ADS_2