
Keesokan harinya...
Pagi ini melia bersiap untuk berangkat kerja, penampilannya seperti biasa selalu simpel namun sangat memukau.
Dimeja makan sudah ada kakek wili yg menunggunya.
"Sarapan dulu nak" ajak kakek wili
"Iya kek" jawab kamelia yg langsung duduk di sebelah kakeknya.
Kakek wili sudah mengetahui jika kamelia sudah bekerja, bahkan insiden kecelakaan sudah melia ceritakan kepada kakeknya.
"Jika kamu bekerja bagaimana dengan kuliahmu?" Tanya kakek wili
"Kebetulan kuliahku online kek, dan mungkin hanya beberapa kali bertatap muka dalam sebulan" jelas melia
Sebenarnya kakek tidak setuju jika melia bekerja.
Selain usianya yg masih muda ia ingin cucunya fokus kuliah terlebih dahulu.
Namun melia sudah meyakinkan kakek wili jika ia mampu menghandle ke duanya.
"Kalau begitu kakek antar kamu kerja ya..." Kata kakek wili
"Gak perlu kek, melia bisa naik taksi kok.. kakek jangan khawatir ya" jawab melia.
Merekapun menyelesaikan sarapannya.
"Melia berangkat ya kek,, assalamualaikum" melia berpamitan dengan kakeknya.
"Waalaikumsalam.. hati-hati nak" jawab kakek wili.
Melia berjalan menuju pagar rumahnya,, dilihatnya sebuah mobil mewah berwarna hitam sedang menunggu di luar pagar.
"Mas atnan ngapain ??" Tanya melia
"Jemput kamu, cepet naik" jawab atnan
Melia akhirnya masuk ke dalam mobil atnan, seperti biasa melia duduk di sebelahnya..
Atnan menjalankan mobilnya menuju kantor melia.
15 menit kemudian mereka sudah sampai di depan kantor melia.
"Mel nanti mas jemput ya"
"Gak usah mas, melia nanti biar naik taksi aja" tolak melia secara halus.
"Gak apa-apa nanti biar aku jemput, bagaimanapun juga aku yg melarang kamu naik motor.. jadi aku akan rutin mengantar jemput kamu"
Pasca kecelakaan motor melia sudah di antar balik oleh atnan, namun atnan tak mengijinkan melia untuk mengendarai motor sendiri... Karena khawatir hal yg sama akan terjadi lagi.
"Yaa udah nanti aku telpon mas atnan kalau sudah pulang yaa.. aku masuk dulu yaa mas assalamualaikum"
"Waalaikumsalam hati-hati ya" atnan menyaksikan kamelia masuk ke kantornya hingga punggung melia tak terlihat lagi.
Kemudian ia berangkat menuju kantornya sendiri.
Kini melia sudah ada di depan lift ia menuju lantai 20 di mana ruangannya berada.
Melia sudah berada di pantry karena seperti biasa dia akan menyiapkan kopi setiap pagi dan makan di siang hari untuk adam sesuai isi kontrak kerjanya.
Melia mulai terbiasa dengan kegiatan-kegiatan kecil yang sebenarnya tak berguna itu.
Tokk...tok..tok..
"Masuk" jawab adam di dalam sana
Melia masuk dengan membawa secangkir kopi.
"Ini kopinya tuan" melia meletakkan kopinya di atas meja adam.
"Hmm" jawab adam singkat
**Apa tidak ada kata-kata yg lain selain hmm** batin melia
"Apa jadwalku hari ini" tanya adam
"Akan ada miting dengan perusahaan Alqodiri jam 09.00 tuan" jawab melia
"Lalu?"
"Untuk hari ini hanya itu saja tuan" jawab melia lagi.
"Oke, siapkan semuanya jangan sampai ada kesalahan sedikitpun ini proyek yg besar" kata adam, yg tak menoleh sedikitpun kepada melia
"Baik tuan, saya akan menyiapkan semuanya 30 menit lagi saya akan menemui tuan, permisi tuan" saat akan membalikkan tubuhnya untuk keluar .
"Tunggu" kata adam. Membuat langkah melia terhenti
"Iya tuan"
"Apa pria kemarin adalah kekasihmu?" Tanya adam
"Maksudnya tuan??" Bukan menjawab melia justru bertanya balik
"Aghh lupakan, bukan apa-apa" jawab adam
"Ini ambillah" atnan memberikan sebuah kotak kepada melia.
"Maaf ini apa tuan"tanya melia
"Parfum"
__ADS_1
"Maaf saya tidak bisa menerimanya" tolak melia sambil menyerahkan kembali kotak hitam itu
"Jangan besar kepala dulu, aku membelikan untuk kekasihku tapi ternyata dia tidak menyukainya.. dari pada aku buang lebih baik ku berikan padamu" jelas adam yg tentu ia berbohong
Melia masih menimbang-nimbang apa harus dia menerima pemberian bossnya itu
"Kenapa masih disini, keluarlah" kata adam
"Baik tuan" akhirnya melia keluar dengan membawa kotak pemberian adam.
Sesampainya di ruangannya,,,, melia membuka kotak tersebut.
**Bukan kah ini parfum favoritku?? Bagaimana dia bisa membelikan kekasihnya parfum mirip dengan punyaku?? Atau hanya kebetulan???** Melia bertanya-tanya di dalam hati
Tanpa di sadari melia menyemprotkan parfum itu di telapak tangannya dan sekitar tengkuk lehernya.
Di sebrang negeri yg lain.....
Seorang pria tengah merawat ayahnya yg tengah berbaring di rumah sakit.
Dia membagi waktunya untuk kuliah, kerja, dan merawat sang ayah.
Di lihatnya foto seorang wanita di ponselnya.
"Haii.. apa kabar melia?? Apa kamu baik-baik saja?? Apa kamu merindukanku?? Apa kamu sudah bahagia??" Tanya pria itu kepada foto yg tengah ia lihat.
Tentu saja pria itu adalah naufal sahabat laki-laki melia yg sama-sama memiliki rasa .
Sering kali ia melamun memikirkan gadis pujaannya.
Ingin sekali ia menghubungi melia, namun selalu di tahannya.
Karena tau dia tak akan bisa lagi kembali disisi gadis itu.
Banyak gadis-gadis yg mencoba mendekatinya, tapi selalu saja naufal menolak dan menjauhinya.
Tepat pukul 08.30 melia sudah siap dengan segala berkasnya.
Segera ia melangkahkan kaki menuju ruangan adam.
Tok..tok..tok..
"Masuk"
"Permisi tuan kita harus siap\-siap menuju ruang miting" kata melia
"Berikan berkasnya masih ada waktu 30 menit, aku ingin membaca ulang" kata adam.
Melia memberikan berkasnya kepada adam.
"Permisi tuan, direktur alqodiri sudah berada di loby" ucap asisten wayan
"Segera ikut aku ke ruang miting sekarang" yg di balas anggukan oleh melia.
Tepat pukul 09.00 semuanya sudah berkumpul di ruang miting.
Adam mulai memberikan sambutan\-sambutan, dan menjelaskan proyeknya sesempurna mungkin.
"Baik tuan dari sini mungkin ada yg ingin di tanyakan" ucap adam kepada para investornya.
"Saya tidak setuju" ucap salah satu investor bernama Danu
"Alasannya?" Tanya adam
"Bagaimana anda bisa membangun sebuah mall besar di kota yg tidak padat penduduk, itu sangat merugikan untuk kita" tanya Danu
"Tapi saya yakin tuan, dengan membangun mall di kota YY akan memberikan keuntungan untuk perusahaan kita" jawab adam.
"Maaf tapi hanya bermodal keyakinan kita tidak bisa melakukan kerja sama ini dan mengambil resiko cukup besar" kini direktur utama alqodiri angkat suara.
Terjadilah perdebatan-perdebatan kecil di antara mereka.
"Bolehkah saya memberikan pendapat" ucap melia, seketika mereka semua terdiam dan pandangannya fokus kepada melia.
"Diamlah.. jangan membuat semakin kacau " kata adam pelan ke telinga melia namun masih bisa di dengar direktur utama alqodiri yg tak lain adalah tuan Maulana
"Tuan adam biarkan sekertaris anda menjelaskannya." Ucap maulana. Mau tak mau adam membiarkan sekertarisnya itu menjelaskan.
**Apa yg akan di lakukan gadis payah ini, jika sampai proyek ini gagal aku akan menghukummu** batin adam sambil menatap melia dengan tatapan ingin menerkam.
"Baik terimakasih atas kesempatannya, menurut saya membangun mall di kota YY sangat menguntungkan untuk kita, memang penduduknya sangat minim namun kota ini cukup luas,, bahkan belum ada 1 mall pun disana. Jika kita membangun mall di kota ini maka itu akan menjadi pusat mall satu-satunya dimana mereka akan berbondong-bondong datang, dan dilihat lagi dari banyaknya pengangguran di kota-kota lain yg padat penduduk mereka akan mencari pekerjaan. Ini kesempatan kita untuk merekrut para pekerja. Mereka akan merantau ke kota YY kemudian akan menetap disana , membawa keluarganya mungkin bisa juga temannya. Blaa...bla...bla..." Melia terus menjelaskan dengan sangat detail dan hati\-hati
Prokk...prokkk..prokkk
Mereka semua berdiri dari duduknya.
Terkecuali adam yg masih terduduk seperti patung.
"Sungguh anda luar biasa nona" puji maulana
"Iya benar ini sangat luar biasa"
"Luar biasa"
"Bagus sekali"
"Hebat"
Itulah pujian-pujian yg keluar dari mulut mereka
__ADS_1
"Terimakasih tuan" ucap melia terlukis senyum indah di bibirnya.
"Tuan adam anda sangat beruntung memiliki sekertaris seperti nona kamelia ini" kata maulana, yg membuat lamunan adam berhamburan
"I..iya terimakasih tuan" jawab adam terbata
"Saya akan menyetujui kerja sama ini tuan" ucap maula
"Benarkah tuan?" Tanya adam
"Tentu, tidak ada alasan untuk saya menolaknya" jawab maulana.
Merekapun berjabat tangan dan mitingpun selesai.
Adam mengantar maulana hingga ke loby kantornya.
"Baik tuan adam saya permisi dulu" pamit maulana
"Baik tuan" sekali lagi mereka berjabat tangan
"Nona melia" maula mendekati melia
"Iya tuan"
"Selamat anda sangat memukau"
"Terimakasih tuan" ucap melia.
Mereka berdua pun berjabat tangan.
Menyaksikan sekertarisnya yg bersalaman cukup lama membuat adam sedikit tak suka.
"Eham..!!" Dehem adam
Seketika mereka melepas jabatan tangannya.
"Baiklah saya permisi sampai jumpa" pamit maulana untuk ke dua kalinya.
Merekapun berjalan menuju ruangan masing-masing.
"Siapkan makan siangku" kata adam kepada melia dan langsung berlalu menuju ruangannya.
"Tidak bisakah kau mengucap tolong" gerutu melia yg menyaksikan bossnya itu sudah berlalu masuk kedalam ruangannya.
20 menit kemudian.....
Tok..tok..tok..
"Masuk"
"Permisi tuan ini makan siang anda" melia meletakkan sepiring nasi lengkap dengan lauknya di atas meja adam.
"Duduklah" perintah adam.
Dan melia segera duduk berhadapan dengan adam.
Seketika adam mencium aroma yg ia kenali.
**Ternyata dia memakai perfum pemberianku** batin adam dan tersenyum senang.
"Ada apa tuan? Kenapa anda tersenyum?"
Tanya kamelia.
"Apa ada larangan aku tidak boleh tersenyum" jawab adam.
" Tentu tidak tuan"
Ingin rasanya melia mengumpat kesal terhadap bossnya itu, semakin hari semakin menyebalkan. Begitulah menurut kamelia.
Bahkan adam tidak mengucapkan terimakasih kepadanya, Atas perolehan kerja sama itu.. mungkin jika melia tak angkat suara kerja sama itu sudah gagal dan pasti membuat perusahaannya rugi.
"Jika tidak ada yg di bicarakan saya pamit tuan" kata melia
"Makanlah" adam memberikan makanan yg di bawa melia tadi
"Tidak. Ini untuk anda" tolak melia
"makan saja itu sebagai tanda terimakasih" kata adam
"apa?? bukankah ini aku yg membawanya tadi" ucap melia kesal
"iya kamu memberikan padaku, dan aku meberikan padamu lagi" jawab adam asal-asalan.
"tidak ! aku bisa membeli makan sendiri" melia berdiri dari duduknya hendak keluar dari ruangan adam.
namun dengan sangat cepat adam memegang tangan melia dengan kuat.
"duduk dan makanlah" perintah adam yg masih terus memegang tangan melia
"lepaskan tuan" melia mencoba melepaskan tangan adam namun tetap saja tidak bisa.
"duduk dan makanlah" menarik tangan melia dan kini lagi-lagi jarak mereka sangat dekat.
dilihatnya mata yg indah dan bibirnya yg ranum membuat adam menatap lekat wajah kamelia.
Degg....
kini jantung keduanya sama\-sama saling berdegup tak bisa terkontrol.
*****
haii semuanya,, semoga kalian suka ya sama ceritanya.
__ADS_1
jangan lupa like komen dan vote🥰🥰**