Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Bukan menantu idaman


__ADS_3

1 bulan telah berlalu....


Kamelia sudah terbiasa bekerja di kantornya, setiap hari bossnya itu akan selalu marah pada kamelia, sekalipun hanya masalah biasa,


Sherin pun sudah kembali ke indonesia. Hubungannya masih baik-baik saja dengan adam


Dan lebih menyenangkan lagi kini kaki melia sudah sembuh, tak perlu lagi ia memakai tongkat.


Namun tidak dengan atnan, pria itu harus merelakan gadis kecilnya untuk kembali ke rumahnya. Karena sudah berjanji untuk mbawanya pulang setelah dia sembuh.


**sudah sebulan naufal pergi, dan ia belum juga memberi kabar padaku.. bagai mana kabarmu fall, apa kamu baik-baik saja** melia memegang kalung pemberian naufal, ia berdiri di dekat cendela.. wanita itu benar-benar merindukan sosok sahabat laki-lakinya itu.


"sudah siap untuk pulang" atnan menepuk bahu melia pelan, menyadarkan gadis itu dari lamunannya.


"sudah mas, aku gak sabar untuk pulang. apa lagi hari ini kakek akan mengunjungi" jawab melia.


wajah sendunya berubah menjadi bahagia karena kakeknya akan mengunjunginya.


"baguslah kalau begitu, ayo kita berangkat" atnan membantu membawakan koper melia untuk di taruh ke dalam bagasi mobilnya.


sebelum keluar dari kamar melia membalikkan tubuhnya, ia menatap kembali kamar yg selama 1 bulan ini di tempatinya.


"selamat tinggal" ucapnya pelan namun masih bisa di dengar oleh atnan.


"bukan selamat tinggal, tapi sampai jumpa" atnan memperbaiki kata-kata melia.


melia hanya tersenyum ia tak tau apa maksud atnan.


mereka berdua pun berlalu menuju mobilnya.


mereka berdua segera naik ke dalam mobil, atnan segera melajukan mobilnya menuju rumah melia..


tak ada yg bersuara selama perjalanan, mereka masih terdiam dengan lamunannya masing-masing.


"mel kita makan malam dulu ya" atnan memecah keheningan


"boleh mas, emang mas atnan mau makan apa?" tanya kamelia


atnan setengah berfikir, dia mengingat satu persatu lestoran mana yg bisa membuat mood gadis disebelahnya ini membaik.


"aku ikut kamu aja, kamu mau makan di lestoran mana?" tawar atnan pada melia


"kalo gitu ke tempat favorit aku aja ya mas" melia antusias menawarkan tempat favoritnya.. atnanpun mengangguk tanda setuju.


melia mengarahkan dimana letak tempat makan itu,, setelah sekitar 10 menit atnan memberhentikan mobilnya di pinggir jalan, dia menoleh kanan-kiri ia mencari dimana letak lestorannya yg ia lihat hanya warung kecil yg menjual mi goreng dan nasi goreng.


"mas atnan cari apa?" tanya melia yg memperhatikan atnan sedang kebingungan.


"aku tidak melihat lestoran di dekat sini" jawab atnan.


"ayoo turun dulu mas" mereka berdua turun dari mobilnya, atnan mengikuti langkah melia yg berjalan di depannya.


dan benar saja melia masuknke sebuah warung kecil di pinggir jalan itu.


"mel, kita makan disini?" tanya atnan ragu-ragu yg di angguki oleh melia.


mereka duduk di kursi panjang dan saling berhadapan.


"eeehh mbak melia, lama gak kesini gimana kabare mbak" sapa si ibuk-ibuk penjual nasi goreng sebut aja namanya buk nur.


"alhamdulillah baik buk nur" jawab melia sambil menunjukkan senyum manisnya.


atnan hanya memperhatikan keakraban mereka berdua..


"terakhir kali mbak melia kesini sama mas naufal yaa, kenapa mas naufalnya gak ikut mbak" tanya buk nur lagi, tampak raut sedih di wajah melia.

__ADS_1


"ehemm..." dehem atnan agar si penjual itu tak banyak bertanya lagi.


"ohh iya mau makan apa ni mbak melia sama masnya"


"mas atnan mau makan apa? kalo aku mau makan nasi goreng sama es teh" tawar melia


"emm.. iya aku juga sama mel sama kayak kamu aja" segera buk nur membuatkan nasi goreng spesial untuk mereka berdua.


di malam yg sama adam juga tengah berada di pusat kota bersama kekasihnya sherin..


taksengaja sherin melihat sebuah kotak berwarna hitam yg di simpan di di sebelah kemudi, sherin terus memperhatikan kotak tersebut dan bermaksut ingin melihatnya.


adam yg sadar langsung menggenggam tangan sherin.


"sayang ini kotak apa" tanya sherin yg masih penasaran.


"itu milik wayan yg tertinggal di mobil" elak adam.


mendengar itu sherin pun tak memikirkannya lagi.


Ciiittttt..... tiba-tiba mobil adam terhenti


membuat sherin terjungkal kedepan.


"aaww kok tiba-tiba ngerem sihh" kata sherin


adam tak memperdulikan itu, arah matanya tertuju pada gadis yg tengah berada di warung bersama seorang laki-laki.


"sayang kamu kenapa??" tanya sherin


"gak apa-apa, tadi seperti ada kucing yg lewat" jawab adam asal


"mana sihh kok aku gak kelihatan" sherin memperhatikan sekitar.


tiba-tiba sherin melihat kamelia di sebuah warung.


"sayang aku melihat temanku di sana, aku menghampiri dia dulu ya" sherin segera turun dari mobil adam ia berlari menuju melia.


adam memperhatikan kekasihnya yg berlari menghampiri melia.


"haii mell...." sapa sherin mengagetkan melia yg tengah asik makan.


"astaga sher kamu mengagetkan aku" balas melia yg memang ia sangat terkejut.


sherin memperhatikan pria yg tengah duduk di depan melia.


"apa dia kekasihmu mel" tanya sherin tanpa ragu-ragu


"emm bu..bukan sher, dia temanku" jawab melia sambil menatap atnan.


tadinya atnan sangat senang jika sherin mengira bahwa dia kekasih melia, karna sesungguhnya atnan memang sudah menyukai melia saat pertama kali bertemu.


namun ia belum berani mengungkapkan.


"kalian sangat cocok kenapa tidak pacaran aja, ohh ya perkenalkan namaku sherin aku teman SMP kamelia, dan aku seorang model" sherin meberikan tangannya dan memperkenalkan diri kepada atnan.. sangat percaya diri


"atnan" jawabnya singkat.


"sherin" terdengar suara adam yg berdiri di samping sherin.


sedari tadi ia hanya menunggu dam memperhatikan mereka dari dalam mobilnya, namun karena melihat tingkah kekasihnya yg genit ia segera turun.


"eh sayang, melia atnan kenalin ini adam kekasihku..." belun selesai memperkenalkan, shein sudah di tarik adam.


"tidak perlu ayo pergi" sherin langsung berdiri dari duduknya. tampak raut wajahnya sangat kesal.

__ADS_1


sebelum meninggalkan mereka adam menat melia .


"besok jangan sampai telat, atau kau tau akibatnya" ucap adam pelan yg hanya bisa di dengar oleh melia.


melia hanya membulatkan matanya.


dan adam pergi meninggalkan mereka.


"kau kenal dengannya mel" tanya atnan


"iya dia atasanku mas, pemilik perusahaan dimana aku bekerja" jawab melia.


"apa kamu ada masalah dengannya, sepertinya dia tidak suka dengan kita" tanya atnan lagi.


"dia memang seperti itu mas, ya udah kita pulang yukk mas"


akhirnya atnan segera mengantar melia kembali kerumahnya.


dirumah melia sudah ada kakek willi yg menunggu sedari magrib.


atnan hanya mengantar melia sampai depan rumahnya saja. karena melia melarang atnan untuk bertemu kakeknya.


mungkin belum saatnya begitu pikir melia.


dan atnanpun tak masalah akan hal itu, ia segera melajukan mobilnya menuju rumahnya sendiri.


 


"adam kamu yakin akan membawaku kerumahmu untuk bertemu orangtuamu" tanya sherin, karena saat ini juga adam akan memperkenalkan sherin secara langsung kepada orang tuanya.


agar mereka segera memperoleh restu.


"iya sayang, kenapa apa kamu tidak mau?" tanya adam sambil fokus menyetir


"tentu mau sayang, aku hanya belum siap aja, takut mereka mengusirku" sherin menundukkan wajahnya, ia khawatir kalo orang tua adam benar-benar tak merestuinya.


"berlakulah baik kepadanya, aku yakin mereka akan segera menyukaimu" balas adam .


merekapun sampai di rumah adam.


setelah memarkirkan mobilnya adam berjalan masuk kerumahnya dengan menggandeng tangan sherin.


di lihatnya mama papa dan adiknya tengah menonton tv.


"malam semua" sapa adam kepada keluarganya. seketika mereka melihat siapa yg datang, dan lebih tepatnya siapa yg tengah di bawa oleh adam.


adam menghampiri keluarganya yang sedang berdiri tertegun melihat ke arag sherin.


"pah... ma ini sherin calon istri adam" adam memperkenalkan sherin.


"selamat malam om.. tante" sapa sherin, dengan gugup sherin memberikan tangannya untuk bersalaman.


merekapun membalas salam sherin.


mama ratna memperhatikan penampilan sherin dari atas sampai bawah.


dilihatnya baju yg ketat seperti kurang bahan, mengekpos bagian\-bagian tertentu yg mungkin membuat pria diluaran jadi tergoda.


*dia memang model, tapi apa tidak bisa menyesuaikan pakaiannya di tempat seperti ini, benar\-benar bukan menantu idamanku* batin ratna


"dam bawa dia duduk di ruang tamu, mama akan menyuruh bibi untuk menyiapkan minum untuknya"


adam membawa sherin duduk di ruang tamu.


"kenapa tanganmu dingin" tanya adam.

__ADS_1


"aku takut dengan mata mama kamu, dia menatapku seakan ingin menerkamku" jawab sherin mendengus kesal.


 *****


__ADS_2