
mereka segera duduk di salah satu meja.
melia memanggil salah satu pelayan.
pelayan menghampiri dengan membawa buku menu.
"silahkan pesanannya kak" kata salah satu pelayan.
melia mengambil buku menu dari pelayan tersebut.
"tante silahkan pilih dulu, menunya enak enak kok tan.. dijamin tante pasti suka"
"oh ya?? tante percaya sama melia" mengelus pucuk kepala melia.
melia dan ratna sudah memilih menu.
kini giliran adam dan sherin
"kamu pesen apa sher?" tanya adam
"emm apa ya sayang, aku gak berselera makan di tempat kayak gini" jawab sherin yg melihat sinis ke arah melia.
"ya kamu gak usah ikut makan juga gakpapa" sahut ratna "adam pesen apa nak?" tanya ratna lagi.
"sama kayak mama aja deh" jawab adam
kini mereka tengah menunggu pesanan.
"oh ya adam mama denger denger melia berhasil mendapatkan kontrak penting kamu ya" tanya ratna
"iya ma, mama tau dari mana?"
"mama tanya tanya sama wayan" jawab ratna.
ratna memandang wajah kamelia dengan sangat bangga.
"tante bangga banget sama kamu, bukan hanya cantik tapi kamu juga pinter" puji ratna kepada melia.
tentu saja melia merasa sangat tidak enak.
terus saja sherin memandanginya dengan sangat sinis.
**berhentilah memujiku tante,, lihatlah wajah calon menantumu** batin melia.
tak butuh waktu lama makananpun sampai.
mereka menikmati makanan yg sudah di hidangkan.
kecuali sherin. dia hanya meminum minuman botol yg di beli nya.
menurutnya sangat tidak cocok makan di tempat rendah seperti itu.
"oh ya sayang, katanya kemarin kamu habis di culik ya" tanya ratna yg membuat mereka ber 3 terkejut.
"uhukk uhukkk uhukkk" sherin tersedak karena terkejut mendengar pertanyaan ratna.
"kamu kenapa?" tanya adam
"e.engak papa sayang" jawab sherin gelagapan.
"mama tau dari mana?" tanya adam
"pokoknya mama tau apapun yg menyangkut kamelia,, kamu harus cari tau siapa pelakunya dam. mama gak akan tinggal diam" ucap mama adam yg melirik ke arah sherin
makan siang merekapun selesai.
kini mama ratna akan pulang kerumahnya sherin juga pulang dengan naik taksi.
adam dan melia kembali ke kantor untuk bekerja.
di kantor atnan ia sedang tidak fokus dengan pekerjaannya.
"jadi kangen sama dia. lagi apa melia sekarang ya" kata atnan.
di mengambil ponselnya dan berencana untuk menelfon gadis kecilnya itu.
tapi setelah di lihat jam di tangannya ia mengurungkan diri.
"pasti dia sudah makan, dan sekarang tengah bekerja. semangat gadis kecilku" berbicara dengan foto yg ada di ponselnya.
"permisi tuan" suara kim mengejutkan atnan dari lamunannya.
"iya kim kemarilah"
kim segera duduk di depan atnan
__ADS_1
"bagaimana?? apa saja yg kamu peroleh?" tanya atnan.
"iya tuan, jadi pada saat malam itu nona kamelia tengah di bawa paksa olah beberapa orang, kemudian di bawa ke suatu tempat terpencil" kata kim
"lanjutkan" perintah atnan
"namun kemudian ada yg menolong nona tuan, dengan bantuan polisi. dan tersangka kini sudah berada di kantor polisi" jelas kim lagi.
atnan meremas tangannya dan mengeretkan rahangnya. ia sangat marah
siapa yg berani mencelakai wanita yg ia sayangi.
dan memikirkan siapa yg sudah menolongnya??
setelah di selamatkan dia dibawa kemana??
"kim cari tau semuanya secara detail" kata atnan.
"baik tuan, saya permisi kembali ke ruangan"
kim kembali keruangannya meninggalkan atnan yg tengah menghawatirkan sesuatu.
"tidak bisa menunggu lagi, aku harus membicarakannya denga melia. dengan begitu akan mudah bagiku untuk menjaganya" kata atnan.
jam sudah menunjukkan pukul 16.00 seluruh karyawan Brawijaya bersiap untuk pulang.. begitu juga dengan kamelia.
kamelia segera turun menuju parkiran, karena atnan sudah menunggunya disana dari 1 jam yg lalu.
saat sampai di parkiran
"tunggu" kata adam
melia membalikkan tubuhnya.
"iya tuan?" tanya melia.
"masuklah ke mobilku, aku akan mengantarmu" kata adam
"maaf tuan saya sudah di jemput, saya permisi" melia segera meninggalkan adam dan berjalan menuju mobil atnan.
tampak raut kecewa di wajah adam
di lihatnya gadis itu naik ke sebuah mobil dan berlalu meninggalkannya.
"mas maaf ya tadi nunggunya lama" kata melia kepada atnan.
sebenarnya banyak yg ingin ia tanyakan kepada melia.
tapi ia tidak mau jika melia akan salah paham dengan nya.
jika melia tidak menceritakan berarti ia tidak ingin bahwa atnan mengetahuinya.
begitu pikir atnan.
"mel"
"iya mas?"
atnan memberhentikan mobilnya di pinggir.
"ada yg mau aku bicarakan" kata atnan.
"iya ada apa mas?" tanya melia penasaran
"besok aku akan berangkat ke jakarta ada pekerjaan yg harus aku urus, hanya 2 hari" kata atnan, yg membuat wajah melia langsung murung.
atnan tersenyum melihat wajah menggemaskan gadisnya itu.
"hy jangan sedih ya, hanya 2 hari.. setelah aku pulang persiapkan dirimu" kata atnan lagi, sambil memegang pipi melia yg menggemaskan.
"persiapan untuk apa mas?"
"kejutan" kata atnan.
melia hanya mengangguk, maskipun dia tidak tau akan ada apa.
atnan mendaratkan bibirnya di kening melia, melia yg tanpa persiapan hanya bisa terkejut.. dan lagi lagi tubunya membatu.
pipi nya mulai memerah membuat atnan semakin gemas.
"kita lanjut jalan lagi ya" melia mengangguk.
*haduhh jangan baper mell jangan baper.. haduhh apa mas atnan denger jantungku yg mau loncat ini ya* batin melia.
mereka sudah sampai di depan rumah melia.
"mel di dalam ada kakek?" tanya atnan
__ADS_1
"kakek udah balik ke bandung mas" jawab melia.
"aku temenin kamu disini ya, nanti jam 7 aku pulang" atnan ingin menemani gadisnya sebelum ia berangkat ke jakarta besok
"boleh mas.. yuk masuk"
merekapun masuk ke dalam rumah melia.
di sudut yg lain seseorang di dalam mobil sedang memperhatikan melia yg masuk kerumahnya,, tak lupa ia mengambil beberapa foto.
dan mobil itupun pergi.
"mas atnan ke ruang tengah aja yuk,, biar mas atnan bisa istirahat sambil nonton tv" ajak melia yg di setujui oleh atnan.
"mas atnan mau makan apa? biar aku masakin"
"emang kamu bisa masak?"
"bisa dong" jawab melia dengan bangga.
"apa aja dehh pasti aku suka" kata atnan.
melia segera pergi kedapur diikuti oleh atnan.
melia tidak mengijinkan atnan untuk membantunya..
"udah mas duduk sini aja ya" melia menunjuk ke arah meja makan.
"oke aku duduk sini sambil liyat kamu masak" jawab atnan.
melia segera bertempur dengan alat masaknya.
atnan melihat dengan sangat kagum.. begitu cekatan.
di usianya yg masih muda melia sudah bisa melakukan banyak hal.
di keluarkan ponsel atnan dari dalam kantung celananya.
ia mengabadikan beberapa foto gadis kecilnya yg tengah memasak. tepung yg menempel di pipinya membuat atnan tertawa lucu..
setelah beberapa jam
"taraaaa..... sudah dehh" kata melia sambil menata makanan di atas meja.
prokk prokk prokk
atnan bertepuk tangan sambil tertawa.
dilepaskan celemek yg menempel di bajunya.
"ayo makan mas" kata melia, ia duduk di depan atnan.
melia mengambilkan nasi dan beberapa lauk pauk di letakkannya di piring atnan..
merekapun menikmati makan malam bersama
"gimana mas? enak?" tanya melia
"ini enak banget" jawab atnan sambil memberikan dua jempolnya.
makan malam pun selesai, atnan segera pamit untuk pulang.
melia mengantarnya sampai depan rumah.
"kamu hati hati ya, jaga dirimu.. aku akan segera pulang. kabari aku apapun yg terjadi" ucap atnan sambil memegang tangan melia.
tentu melia tidak menolak, karena ia sudah merasa nyaman dengan kehadiran atnan.
"iya mas kamu juga ya, jangan telat makan" kata melia
segera atnan menaiki mobilnya dan berlalu meninggalkan melia.
saat akan masuk ke dalam rumahnya, langkah melia terhenti.
dia melihat mobil putih yg berhenti di seberang rumah melia.
melia mencoba mendekati, melangkahkan kakinya menuju gerbang.
namun mobil itu langsung tancap gas..
\*
happy reading🥰
jangan lupa like n ratenya yaa... biar author makin semangat😘
__ADS_1