Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Permintaan terakhir


__ADS_3

Semua yg disana turut bersedih, menyaksikan atnan yg terbaring tidak berdaya.


Uhuk.. uhuk..


"Mas kamu udah sadar?" Tanya melia


"H...heii" ucap atnan terbata


"Mas kenapa kamu bisa seperti ini?" Tanya melia yg masih terus saja menangis.


"Boleh aku ber..bicara de..nganmu d..dan a..adam?" Tanya atnan dengan suara terbata, seolah menahan sesak di dadanya.


"Iya udah sayang, mama dengan yg lain tunggu luar ya" kata sari.


Mereka meninggalkan melia adam dan atnan di dalam ruangan itu.


"Mas... Kamu harus kuat ya.. kamu harus bertahan" ucap melia, dengan memegang tangan atnan.


Atnan tersenyum melihat calon istrinya yg sangat cantik terbalut gaun pengantin.


"Ka..mu cantik s..sa..yang" kata atnan kepada melia.


"Iya mas aku cantik karena akan menikah denganmu" jawab melia.


Atnan mengatur nafasnya, ia ingin mengatakan sesuatu kepada kamelia.


"Maafkan a..ku yg belum bisa membahagiakan kamu" kata atnan "Tuan adam, apakah anda mencintai melia?" Tanya atnan.


Membuat melia dan adam saling bertatapan, melia seoalah tidak mengerti apa maksud dari perkataan atnan.


"Apa maksudmu tuan atnan?" Tanya adam.


Atnan memegang tangan melia dan adam.


"Aku tau jika ka..mu mencintai calon istriku i..ni seca..ra diam diam, maukah kamu terus mencintai gadis kecilku ini?" Tanya atnan.


"Mas kamu bicara apa? Kita akan menikah, aku mohon jangan bicara seperti itu" sahut melia.


Ia terus menangis, sambil memandang calon suaminya yg sudah sangat pucat.


"Sa..yang apakah ka..mu mencintaiku?" Tanya atnan kepada melia, dan melia menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu maukah ka..mu mengabulkan 2 permintaanku?" Tanya atnan lagi.


"Iya mas.. aku akan memenuhi semua permintaanmu" jawab melia.


"Mau kah kamu menciumku disini?" Tanya atnan sambil menunjuk bibirnya.


Tanpa menjawab melia langsung memberikan ciumannya kepada bibir atnan.


Adam yg melihat itu seolah dadanya sangat sesak, ia hendak keluar dari ruangan itu. Namun tangannya di pegang dengan sangat erat oleh atnan.


Mau tidak mau adam menyaksikan adegan romantis itu didepan matanya.

__ADS_1


Ia melihat sekertarisnya mencium dengan lembut dan mesrah kepada calon suaminya. Melia ******* dengan sangat lembut.


Padahal selama ini adam mencium gadis itu secara sembunyi sembunyi, dan tak ada balasan, kini ia menyaksikan sekertarisnya itu begitu agresif.


Kemudian melia melepas ciumannya, ia mengusap lembut bibir atnan dengan jarinya.


Ternyata bukan hanya adam yg menyaksikan itu, Naufal yg berdiri di luar juga menyaksikan keromantisan itu dari balik kaca pintu.


"Terima kasih sa..yang" kata atnan tersenyum puas.


"Apapun demi kamu mas atnan" kata melia.


"Ada sa..tu lagi permintaanku"


"A..apa mas? Tanya melia


"Maukah ka..mu menikah dengan tuan adam?" Tanya atnan, membuat melia dan adam menatap secara bersamaan.


"Aku hanya akan menikah denganmu mas, aku mohon jangan bicara seperti itu" kata melia sambil memeluk tubuh atnan.


"Berjanjilah kalian a..kan me..nikah, menikah ha..ri ini juga, tuan adam aku mo..hon jagalah gadis kecilku ini. Sayangi dan cintai dia. Jangan membuatnya me..nangis, karena jika itu terjadi a..ku tidak akan pernah me..maafkanmu" atnan menyatukan tangan melia dan adam.


"Aku berjanji kepadamu tuan atnan" jawab adam, dan atnan melihat ke arah melia. Nampak gadis itu terdiam tidak memberi jawaban, bahkan untuk menelan ludah sangat sulit bagi melia.


"Sayang" panggil atnan kepada melia.


"Iya mas aku berjanji" ucap melia, ia menutup matanya seolah tidak percaya dengan apa yg baru saja ia katakan.


TIIIIIIIIIIIIT..............


Detak jantung atnan berhenti saat itu juga.


"Mas.. mas atnan, bangun mas bangun melia mohon bangun mas..." Kata melia sambil menggoyangkan tubuh atnan.


"Mas atnan aku mohon, kita akan segera menikah mas. bukankah itu yg kamu inginkan, mas atnan....." teriak melia


Namun pria itu sudah tidak bisa mendengarkan apapun lagi.


Jantungnya berhenti, mata nya tertutup rapat.


Dengan cepat adam berlari untuk memanggil dokter.


Mereka yg sedari tadi menunggu di luar langsung panik yg melihat adam berlari keluar dari ruangan atnan.


"Pa ada apa ini?" Tanya sari kepada suaminya.


Dokter masuk keruangan atnan dan di susul dengan semua orang yg sedari tadi menunggu di luar.


"Dokter tolong... Tolong calon suami saya" kata melia, airmatanya berhamburan di wajahnya.


"Dokter kenapa anak saya?" Tanya feri


Dokter melepas semua alat yg terpasang di tubuh atnan.

__ADS_1


"Maaf pak, putra anda sudah meninggal" kata dokter.


DEG...


Membuat mereka disana tak percaya, mama dan papa atnan menangisi putranya ia mencoba membangunkan atnan.


Sedangkan orang tua adam turut menenangkan orang tua atnan.


"Tuan kenapa anda pergi secepat ini? Maafkan saya yg tidak bisa menjaga anda tuan" kata kim ia bersimpuh di kaki atnan.


Baginya atnan adalah kakak yg sangat baik padanya, meskipun ia seorang asisten tapi atnan memperlakukannya selayaknya saudara.


"Aku berjanji akan mencari siapa pelakunya tuan" gumam kim, ia curiga pasti sudah ada yg menyabotase mobil atnan.


Melia memundurkan kakinya, tubuhnya bergetar raut wajahnya sendu dan pandangan gadis itu mulai kosong.


Meninggal?? Calon suaminya telah meninggal.


Sekali lagi ia kehilangan orang yg ia sayangi.


Kenapa dengan nasibnya, selalu yg ia sayangi akan pergi meninggalkannya.


Hari ini adalah hari pernikahannya, seharusnya ia menangis bahagia karena akan bersatu dengan pria yg ia cintai.


Tapi sekarang ia harus menangis karena calon suaminya meninggalkan dirinya untuk selama lamanya.


Melia berjalan keluar dari ruangan itu.


Dengan langkah yg gontai dan air mata yg terus mengalir namun tak bersuara, melia terus berjalan keluar dari rumah sakit itu.


Ia menaiki taksi yg terparkir.


Adam yg menyadari melia tidak ada di sana mulai kebingungan.


"Ma dimana melia?" Tanya adam


Naufal juga kebingungan. Tidak ada yg tau kemana gadis itu pergi.


"Nak adam pak bagas dan bu ratna saya berterimakasih karena sudah menemani kami disini. Kami akan mengurus pemakaman putra saya, kami akan membawa jenazah putra saya untuk di makamkan di bandung. Karena keluarga dan saudara kami ada disana. Kami mohon maaf jika selama ini putra saya memiliki salah" kata feri selaku papa atnan.


"Iya pak feri, sekalipun anak bapak di makamkan cukup jauh kami akan terus mengirimkan doa kepada atnan" sahut bagas.


"Nak adam, tunaikan janjimu kepada putraku, aku sudah mendengar semuanya, jaga kamelia. Dan titipkan salamku untuk keluarga besar Kamelia." Ucap sari.


Ternyata sari mendengar permintaan terakhir putranya yg menginginkan melia menikah dengan adam.


Namun entah kemana melia, ia ingin sekali berpamitan kepada gadis itu sebelum membawa jenazah putranya ke bandung.


*****


happy reading, jangan lupa like n vote🄰


maafkan jika masih ada typo

__ADS_1


__ADS_2