
Tidak berapa lama melia sudah sampai di danau hijau, diparkirkan motornya.
Melia berjalan Kaki, dan sesekali ia mengeluh karena jarak dari parkiran menuju Danau Hijau lumayan jauh.
"Danau sebesar ini aku harus mencari tuan dimana?" guman melia, ia mengedarkan pandangannya.
melia mulai menyusuri danau tersebut.
Tepat di bawah pohon yg cukup rindang adam duduk di kursi berwarna putih, di pejamkan matanya dan sesekali menghembuskan nafasnya secara kasar.
Melia yg melihat itu langsung berlari kecil menuju bossnya.
Kini melia sudah berdiri tepat di belakang adam.
di tutupnya mata adam dengan ke dua tangannya.
"Hei siapa ini!!" kata adam terkejut, namun melia tidak menjawab, ia terus menutup mata adam.
"Beraninya kamu ya!!!" bentak adam.
Adam segera memegang tangan melia, menarik tangannya sehingga melia jatuh di pangkuan adam.
"Eh t..tuan ini aku" kata melia dengan perasaan takut.
"Kamu!" adam segera melepaskan tangan melia dan sedikit mendorongnya untuk menyingkir dari pangkuannya.
"Beraninya kamu ya" kata adam.
"Maaf tuan" ucap melia, kemudian melia duduk di sebelah adam.
Melia melihat danau itu sangat indah, ia memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya secara kasar, mirip dengan apa yg di lakukan adam.
Adam memperhatikan gadis itu, kenapa ia bisa tau jika dirinya ada disini.
Padahal adam berusaha menghindarinya.
"Kamu ngapain kesini?" tanya adam tanpa melihat melia.
"Aku sedang menyusul tuan" jawab melia.
"Untuk apa?" tanya adam lagi
"Aku tidak mau bekerja sendirian di kantor, sedangkan anda sedang asik berlibur kemari. jadi aku menyusulmu" jawab melia sambil tersenyum di hadapan adam.
"Kembali ke kantor!" perintah adam
"Tidak mau"
"Berani kamu melawanku?"
"Kalau iya kenapa?" sahut melia dengan wajah menantang.
"Aku akan memecatmu!!" ancam adam.
"Itu lebih baik, dari pada aku harus mengundurkan diri dan mambayar denda kepadamu wekkkk" sahut melia, sambil meledek adam dan beranjak dari duduknya.
"Heii beraninya kamu!!" teriak adam,
namun melia tidak menghiraukan, ia terus berjalan meninggalkan adam.
Adam segera menyusul sekertarisnya.
"Heii kamu makin berani ya" kata adam sambil menarik tangan melia.
__ADS_1
"Untuk apa aku tidak berani, sama saja kan sebentar lagi aku juga di pecat" jawab melia sambil mememonyongkan bibirnya.
"Katakan kenapa kamu kemari?"
"Aku menghawatirkan mu, karena kamu berubah menjadi tuan adam yg dulu"
"Tidak ada hubungannya denganmu" kata adam, ia melepas tangan melia dan berjalan kembali menuju kursi yg telah ia duduki.
Melia tidak tau apa yg terjadi dengan bosnya, tapi dia berusaha untuk mencari tau. karena tidak ingin melihat adam kembali ke sosok lamanya.
Melia kembali lagi duduk di sebelah adam.
"Tuan" panggil melia
"Hmm" jawab adam singkat
"Sedekat apa kita dulu?" tanya melia.
"Kita tidak pernah dekat" jawab adam
"Tuan.... Aku serius, sedekat apa dulu kita pada saat masih kecil" tanya melia lagi.
"Dulu kamu masih sangat kecil, dari kamu lahir kita sudah dekat. bermain bersama, dan aku selalu menjagamu" jawab adam, ia melihat danau yg begitu tenang, tanpa terasa air mata adam menetes.
Melihat itu melia langsung menghapus air mata tuannya.
Melia mendekatkan tubuhnya dan menyandarkan kepalanya di pundak adam.
Adam terkejut, namun ia juga tidak menolak melia yg meletakkan kepala di pundaknya.
"Lalu?" tanya melia.
"Lalu... entahlah aku sangat bahagia pada saat itu, setiap pulang sekolah melihat kamu sudah berada di kamarku, kamu. tertidur disana dan aku tidur di sebelahmu" lanjut adam lagi.
"Tuan.. apa kamu tidak menolak perjodohan itu?"
"Kenapa? bukankah kamu sudah punya kekasih??"
"Karena aku di jodohkan dengan gadis kecilku, seandainya itu orang lain mungkin aku menolaknya" jawab adam. sekarang adam sudah tidak bisa menutupi apapun, saat berdekatan dengan gadis itu hatinya terasa lemah.
"Tuan maafkan aku, dia sudah melamarku lebih dulu, dan aku telah menerimanya" kata melia, ia mulai menatap wajah adam.
Adam langsung memeluk tubuh melia, ia menangis di pundak gadis itu. tubuh melia mematung. baru kali ini ia melihat bosnya menangis, tentu jantungnya sangat sulit di kondisikan.
Ada apa ini?? melia seolah ikut merasakan kesedihan pria itu..
Melia juga memeluk tubuh adam, di tepuknya punggung adam.
"Tuan..."
"Ijinkan aku memelukmu seperti ini" ucap adam.
Melia hanya mengangguk "Iya tuan".
seandainya bisa, adam ingin menghentikan waktu di saat ini dimana ia memeluk gadis yg sudah lama ia cintai.
dulu melia akan menangis di gendongan adam, kini adam menangis dipelukan melia.
**maafkan aku tuan, maafkan aku** batin melia.
Di sudut lain atnan tengah berdiri menyaksikan calon istrinya tengah berpelukan dengan bosnya.
flasback on
__ADS_1
Atnan sedang menuju kantornya, karena baru selesai miting di sebuah lestoran.
Ditengah jalan kim melihat melia tengah mengendarai motor.
"Tuan bukankah itu nona melia?" tanya kim, menunjuk seorang wanita yg mengendarai motor.
Atnan segera melihat wanita yg di tunjuk kim, ternyata benar itu melia.
Akan kemana melia di jam kerja seperti ini?
Atnan memerintahkan kim untuk mengikuti kamelia dengan jarak yg cukup jauh.
Melia menghentikan motornya di sebuah danau.
untuk apa melia kesini?? akhirnya atnan turun dari mobilnya dan berjalan mengikuti melia.
flasback off
Dan begitulah atnan menyaksikan semuanya, hatinya memang sakit. tapi bagaimanapun ia tidak ingin egois, ia yakin melia mampu menyelesaikan semua dengan adam yg pernah menjadi masa lalunya.
"Tuan bagaimana? apa kita temui nona?" tanya kim
"Tidak perlu kim, kita kembali ke kantor. aku percaya pada calon istriku" jawab atnan.
dengan sedikit berat hati atnan berjalan menuju mobilnya, meninggalkan melia dan adam disana.
Adam melepaskan pelukannya, masih ada air mata yg tersisa di pelupuk mata adam. melia mengusapnya dengan lembut.
"Apa sudah lebih baik tuan?" melia menatap wajah adam, dan adam hanya mengangguk.
"Sepertinya sudah lama kita disini, ayo kembali kekantor" ajak adam, ia hendak mengeluarkan ponselnya untuk menelpon wayan.
"Eh ngapain?" tanya melia.
"Tadi wayan membawa mobilku, aku ingin menelponnya" jawab adam.
"Tidak perlu tuan, balik sama aku aja ya. naik motor" kata melia.
"Tidak! pasti sangat panas dan melelahkan" tolak adam
"Sudah ayo... naik motor lebih menyenangkan tuan" melia menarik tangan adam sampai menuju parkiran.
"Tunggu.. bukankah ini motor bututnya rahma?" tanya adam setelah melihat motor yg terparkir.
"Iya tuan aku meminjamnya" jawab melia.
Melia segera naik ke atas motor.
"Ayo tuan" ajak melia, ia hendak membonceng adam.
"Mundur.. biar aku yg menyetir"
"Memangnya tuan bisa?" tanya melia tidak percaya jika bosnya bisa mengendarai motor.
"Bisa, aku dulu pembalap" jawab adam asal.
"Oke baiklah tuan" melia segera berpindah posisi.
"Tuan berhati hatilah, aku belum menikah" kata melia, ia takut jika adam tidak bisa mengendarai motor.
"Baguslah jika kamu batal menikah" ledek adam, membuat melia refleks memukul punggung adam.
*****
__ADS_1
happy reading, jangan lupa like n vote yaš„°
maaf jika masih ada typoš