
Sementara itu di sebuah cafe MAX turun seorang pria dari sebuah mobil mewah, pria itu mengenakan setelan jas berwarna navy yg sangat keren digunakannya.
"Silahkan tuan" asistennya mempersilahkan tuannya untuk masuk ke dalam cafe tersebut.
Tuan muda dengan tinggi 178cm dengan badan yg tegap, kulitnya yg putih bersih dan sangat tampan itu bernama Adam. Setiap wanita yg melihatnya pasti sangat terpikat. Adam Aji Brawijaya melangkahkan kakinya memasuki cafe dimana disana sudah terdapat beberapa rekan kerjanya yg sudah menunggu, seketika semua wanita menatapnya dengan sangat kagum.
Ada yg memujinya secara blak-blakan ada juga yg berbisik.
"Selamat siang" sapa Adam kepada kliennya dan menjulurkan tangannya.
"Selamat siang tuan" merekapun bergantian menjabat tangan adam.
Adam memanggil asistennya "wayan".
Wayan adalah asisten adam, tak beda jauh dari bosnya itu wayan juga memiliki perawakan yg tampan, sifatnya yg tak banyak bicara namun cekatan dalam bertindak. Dia sudah kerja bersama adam selama 3th.
"Ini tuan silahkan" wayan menyerahkan dokumen kepada adam. Adampun menerimanya tanpa berkata apapun, itulah adam di usia 26 tahun dia memiliki wajah yg mempesona, namun sikapnya yg dingin, tegas, dan sombong membuat para wanita berfikir 100x untuk mendekatinya.
Setelah pembahasan kerja sama yg cukup lama akhirnya mitingpun selesai, mereka berjabat tangan tanda bahwa kerja sama diantara mereka sudah disetujui bersama, klien adam pun berpamitan untuk undur diri, tersisalah adam dan asistennya di sana.
"Akan kemana kita setelah ini tuan?" Tanya wayan kepada adam.
"Kita akan makan siang disini saja" jawab adam.
Wayanpun memanggil pelayan untuk mencatat pesananan tuannya tersebut, pelayan yg di panggil pun datang menghampiri meja adam. Dia sedikit bergetar, bagaimana tidak dia bertemi dengan laki²yg sangat tampan dan kaya.
"Ssilahkan tuan" pelayan itu memberikan buku menu kepada adam, dan segera mencatatnya dengan cepat.
"Wayan pesanlah makananmu juga, dan temani aku disini" ajak adam, wayanpun mengangguk dia tidak mungkin berani menolak ajakan bosnya itu.
__ADS_1
~~
Tepat jam 1 siang melia sudah sampai di kampusnya, dia memarkirkan motornya dan berlari sekuat kilat nemuju ruang keuangan. Karna hari ini adalah hari terakhirnya untuk membayar uang semester.
Tokk...tok..tokk
Melia mengetuk pintu
"Permisi...." Sapa melia sambil clingak clinguk
"Yaa silahkan.. ehh kamu mel" jawab bapak aryo, selaku bagiam keuangan. Meliapun masuk.
"Iya pak, pak apa saya terlambat?" Tanya melia sambil ngos-ngosan. Pak aryo tertawa kecil karna melihat melia seperti dikejar depkolektor.
"Belum mel.. gimana kamu sudah ada uang buat bayar"tanya pak aryo
Selesai melakukan pembayaran melia mendapagkan struk pembayaran disana tertera Rp. 7.000.000 melia bernafas kasar.
"Pak apa gak ada potongan yaa buat saya" melia bertanya dengan wajah memelas.
"Gak ada kamelia tohh ini pembayaran terakhirmu" kata pak aryo yg membuat melia bingung.
"Maksudnya apa pak pembayaran terakhir? Apa saya di DO?? hahhh apa salah saya pak?" Tanya melia secara borongan
Pak aryo yg mendengar melia pun tertawa, dam memberikan amplop kepada melia.
"Ini mel, kamu buka dan baca semua jawabannya ada disana" jelas pak aryo, meliapun mengambil amplop tersebut dan membukanya dengan sangat hati".
"SURAT PERNYATAAN" amel membaca dan kemudian terhenti karena sudah mulai panik, belum apa² dia sudah mendapatkan surat penyataan.
__ADS_1
"Ya Allah apa salah saya pak? Kenapa saya di skors??" Rengek melia. Pak aryo yg melihat itu tak mampu menahan tawanya
"Hahahah mel baca dulu sampai selesai" akhirnya kamelia pun membacanya sampai selesai.
Binar² kebahagian muncul di wajah cantik itu, dia tak menyangka .
"Alhamdulillah, pak serius ini saya dapat beasiswa sampai 3 smester kedepan?" Tanya melia pada pak aryo. Pak aryopun hanya mengangguki.
Melia keluar dari keuangan dengan perasaan sangat senang.
**Tapi kenapa aku bisa dapet beasiswa, kan aku gak daftar, atau salah yaa** melia membatin dia bingung karena dia tidak merasa mendaftar beasiswa.
"Sudahlah aku pikirkan nanti, sekarang aku sangat lapar" melia bermaksud untuk makan di cafe di depan kampusnya.
Sebelumnya melia mampir ke kantin kampus untuk membeli air mineral .
Kini melia sudah sampai di cafe MAX cafe yg tidak terlalu jauh dari kampus melia.
Ia memarkirkan motornya, dan masuk ke dalam cafe sepetri biasa melia duduk di bangku pojok dekat cendela. Pelayanpun datang menghampiri melia dan memberikan buku menu padanya.
"Silahkan nona" melia mengambil buku menu tersebut dan memesan makanan favoritnya.
"Mbak saya pesan udang asam pedasnya 1, sama minumnya..... Gak usah minum deh mbak saya udah bawak" pesan melia.
"Baik nona, silahkan di tunggu" pelayan pun pergi meninggalkan meja melia.
sambil menunggu pesanan tiba melia tak sengaja menatap seorang pria yg duduk tak jauh dari dirinya.
**apa aku pernah bertemu dengannya?? seperti tidak asing bagiku** batin melia, yang di tatapnya tak lain adalah Adam
__ADS_1