
Malam ini keluarga adam tengah berkumpul di meja makan, termasuk melia yg sudah menjadi bagian dari keluarga itu.
Mereka makan malam bersama.
"Ternyata kakak memang sangat cantik ya" celetuk selvi di sela sela makannya.
"Kamu juga cantik" ucap melia kepada adik iparnya.
"Untung saja yg menjadi kakak iparku kak melia bukan nenek sihir itu" sambung selvi lagi.
Ratna menyenggol lengan putrinya, bermaksud agar anak itu berhenti bicara.
Selvi langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Maaf melia ke kamar dulu" melia beranjak dari duduknya menuju ke kamar, ia tak menghabiskan makanannya.
Adam melihat punggung istrinya yg mulai menjauh.
"Selvi hati hati jika kamu sedang berbicara dengan kakak ipar" ucap mama ratna.
"Iya maaf ma, aku gak sadar" jawab selvi merasa bersalah.
Dikamar melia duduk di atas sofa di dekat jendela, ia melihat langit langit yg di penuhi bintang.
Di lihatnya dan dicium cincin pemberian atnan.
Ia telah berjanji tidak akan menangis, meski hatinya tersayat.
Ceklek...
Adam membuka pintu dan masuk menemui istrinya.
Ia duduk di samping melia.
"Mau keluar?" Tanya adam
"Tidak mas" jawab melia.
"Sepertinya sangat menyenangkan berkeliling naik motor" rayu adam, ia berharap istrinya tidak menolaknya.
"Iya baiklah, aku bersiap dulu mas" kata melia, dan di balas anggukan oleh adam.
Akhirnya istrinya mau berkencan dengannya, ya anggap saja kencan lah.
"Mas kok masih disitu?" Tanya melia, yg melihat suaminya masih terduduk di sofa.
"Nungguin kamu" jawab adam.
"Tapi aku mau ganti baju mas" sahut melia dengan wajah kesal.
Adam lupa jika istrinya pasti masih malu jika tubuhnya di lihat oleh dirinya.
Sabar... Adam akan sabar menunggu melia.
"Baiklah aku akan melihat bintang bintang itu, cepat ganti aku tidak akan melihatmu" kata adam, ia membalikkan tubuhnya ke arah jendela.
Dirasa sudah aman melia mulai mengganti pakaiannya.
Mata adam terbelalak melihat pantulan istrinya dari jendela.
Niatnya tidak ingin melihat, tapi adam harus menyaksikan istrinya yg tengah tak memakai baju dalam pantulan kaca jendela.
Adam menelan salivanya dengan kasar, tubuhnya terasa panas. Dan pastinya ada sesuatu yg terasa sesak di bawah sana.
**Seharusnya aku keluar saja dari sini, kalau sudah begini sangat tanggung jika tidak memeluk tubuh mungilnya aaaghhhh!!" Umpat adam dalam hati.
"Mas adam sudah" kata melia, yg sudah bersiap.
"Mas" panggil melia lagi. Membuyarkan adam dari lamunannya.
"I..iya ayo" kata adam gugup, ia mengambil sebuah kotak di dalam lemari dan memasukkan ke dalam tas kecil yg melinggar di lehernya.
Adam dan melia segera turun untuk berpamitan kepada orang tuanya.
Dan tidak lupa meminjam motor milik papanya, karena adam tidak memiliki motor.
Setelah berpamitan adam mengeluarkan motornya dari garasi, dan melia langsung naik di jok bagian belakang.
Adam melajukan motornya mengelilingi kota.
__ADS_1
"Mau kemana?" Tanya melia.
"Kalau ke taman gimana?" Tawar adam
Dan melia mengangguk setuju.
"Ehem.. apa kamu tidak takut jatuh?" Tanya adam, yg sejatinya sangat ingin di peluk istrinya.
"Memangnya kenapa mas?"
"Biasanya kan kalau naik motor yg di belakang akan meme.. ah lupakan saja" adam tidak melanjutkan kata katanya, ia cukup malu untuk meminta itu kepada istrinya.
Deg....
Tiba tiba melia melingkarkan tangannya di pinggang adam.
Wushhh... Kini wajah adam yg berubah merah seperti kepiting rebus.
Disepanjang jalan adam sangat tidak fokus, bagaimana ia bisa fokus.
Ia merasakan sesuatu yg menempel di punggungnya.
"Mas bukannya kita tadi udah lewat sini ya?" Tanya melia dan melepas pelukannya.
Ternyata adam memutari jalan yg sama sebanyak 2 kali.
"Benarkah?" Adam mengedarkan pandangannya. Ia tidak sadar jika sudah melewati jalanan itu.
"Sepertinya aku gak fokus" gumam adam
"Kenapa mas?" Tanya melia
"Ehh.. gakpapa"
Setelah berputar putar tidak jelas.
Kini adam sudah sampai di sebuah taman, di parkirkan motornya di sana.
Melia segera turun, dan adam menggandeng tangan istrinya untuk berjalan bersama.
Mereka duduk di sebuah kursi, ternyata taman itu cukup ramai.
Adam mengelurkan sebuah kotak dari dalam tasnya, diberikan kotak itu kepada melia.
"Apa ini?" Tanya melia dan mengambil kotak itu.
"Buka saja" kata adam.
Perlahan melia membuka kotak berwarna coklat itu.
"Uang" melia melihat setumpuk uang seratus ribuan di dalamnya.
"Iya, kamu ingat pertama kali kita bertemu? Kamu memberikan aku sejumlah uang" jelas adam.
"Apa ini..."
"Iya itu uang yg kamu berikan kepadaku saat itu" jelas adam lagi.
Melia mengingat pertemuan pertamanya dengan pria yg sekarang sudah menjadi suaminya. Ia tersenyum karena tidak menyangka bisa menikah dengan pria yg sangat menyebalkan.
Adam duduk bersimpuh di depan melia, membuat gadis itu terkejut.
"Mas ngapain?" Tanya melia.
"Aku minta maaf atas perlakuan burukku, maaf jika aku pernah menghina dirimu" kata adam sambil memegang tangan istrinya.
Ia sangat merasa bersalah karena dengan sengaja mengatakan hal yg buruk kepada gadis yg sekarang sudah menjadi istrinya.
"Bangun mas, aku sudah memafkan kamu dari dulu. Dan aku sudah melupakan" kata melia, sambil membantu suaminya beranjak dan duduk di sampingnya lagi.
"Benar?" Tanya adam. Dan melia mengangguk.
"Berapa kamu membelinya?" Tanya adam, yg melihat melia menggunakan kalung dengan batu berbentuk Love.
"Aku tidak membelinya mas, ini pemberian naufal" jawab melia, membuat adam membulatkan matanya.
Adam sangat kesal mengapa melia masih menggunakan kalung pemberian pria jadi jadian itu.
Adam menganggap naufal seperti pria jadi jadian, karena wajahnya memiliki paras yg cantik, Dan sama sekali tidak keren. Begitu pikir adam.
__ADS_1
"Kamu masih memakainya?" Tanya adam namun tak melihat wajah melia.
"Iya, kenapa mas?" Tanya melia balik.
"Kalau kamu mau aku bisa membelikan yg lebih bagus dari itu" sungut adam dengan wajah yg sudah kesal.
Adam bisa menerima jika melia masih menggunakan cincin pertunangannya dengan mendiang atnan, mungkin belum bisa melupakan.
Tapi kalung itu?? Bahkan adam tidak tau sedekat apa mereka dulu.
"Mas" panggil melia
"Iya?"
"Bagaimana dengan sherin?" Tanya melia.
"Aku sudah putus dengannya, dia tidak akan berani menampakkan wajahnya lagi" jawab adam.
Flasback on
"Adam tolong dengarkan aku" kata sherin yg sudah menangis dan memegang kaki adam
"Berdiri!! Aku tidak mau mendengar apapun" sahut adam.
"Dam aku khilaf melakukan itu, aku merasa kesepian pada saat di luar negeri" jelas sherin yg menyesal karena sudah berselingkuh.
"Aku tidak perduli kamu mau melakukan apa pun disana, tapi apa kamu sadar kesalahan terbesarmu?" Tanya adam dengan mata yg berapi api.
"A..apa maksudmu dam?"
"Masih bertanya?? Baiklah... Bukankah kamu yg membayar orang untuk membunuh melia di jurang pada malam itu"
Sherin segera memundurkan tubuhnya, ternyata adam sudah mengetahui siapa dalang di balik penculikan melia.
"Kenapa? Apa kamu mau menyangkal sherin?" Tanya adam.
"Adam maafkan aku, aku melakukan itu karena.. karena aku.." ucapan sherin terhenti.
"Karena kamu egois, karena kamu membencinya, kamu tidak ingin dia mendekatiku tapi kamu mendekati pria lain?? Apa itu adil jika aku terus bersamamu?? Dengar sherin pergilah sejauh mungkin, dan jangan pernah memperlihatkan wajahmu di hadapanku. Aku tidak akan melaporkanmu karena aku tau, kamu pernah menjadi orang yg sangat berarti di hidupku" jelas adam panjang kali lebar.
"Pernah? Apa maksud kamu adam?" Tanya sherin.
"Kita sudah putus, dan aku tidak ingin memiliki hubungan apapun denganmu. Pergilah dengan begitu aku akan memaafkanmu" ucap adam, dan ia segera pergi meninggalkan sherin.
Brukk...
Sherin bersimpuh di laintai, ia menyesal telah menghianati adam dan mencoba menghabisi melia. Kini sekarang tidak ada lagi jalan baginya untuk mempertahankan hubungannya dengan adam.
"Aaaagghhhhh" jerit sherin.
Hukuman ini cukup pantas untuk dirinya.
Flasback off
"Jadi sherin yg melakukannya?" Tanya melia.
"Iya, ada satu lagi tapi aku belum mengetahuinya" jawab adam
"Apa maksudnya ada lagi mas?"
"Eh sudah malam, kita pulang ayo" adam mencoba mengalihkan obrolannya.
Melia pun mengangguk dan segera naik ke atas motor.
Adam mengendarai motornya menuju rumah.
Tidak ada pembicaraan di antara mereka.
"Eh apa ini" adam terkejut.
Lagi lagi melia memeluk adam dari belakang, dan sekarang ia meletakkan kepalanya di pundak adam.
**Istriku kenapa kamu mengujiku??** Batin adam..
*****
happy reading, jangan lupa like n vote ya🥰🥰
maaf jika masih ada typo🙏
__ADS_1