Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Malam pertama


__ADS_3

Kini mereka sudah sampai, wayan memarkirkan mobilnya di halaman rumah adam.


"Kamu istirahat dulu ya" kata adam kepada melia.


"Iya mas" melia segera masuk ke dalam rumah.


"Tuan apa anda memikirkan sesuatu?" tanya wayan.


"Iya. aku hampir saja melupakan peneror itu, cari tau siapa yg sudah mengunci istriku di toilet lestoran itu. bila perlu cek CCTV disana" perintah adam kepada wayan.


"Baik tuan"


Adam segera masuk menyusul melia yg sudah berada di kamar.


di lihat istrinya sudah berganti baju, dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Kamu udah mau tidur?" tanya adam


"Belum mas" jawab melia.


Adam segera naik menghampiri istrinya.


adam merentangkan tangannya, agar istrinya masuk ke dalam pelukannya.


Dengan sedikit malu melia segera mendekatkan tubuhnya, dan adam memeluk tubuh melia. di usapnya rambut istrinya itu.


"Jangan khawatir ya, kita akan segera menemukan pelakunya" kata adam.


"Mas itu tadi bukan ke sengajaan, aku yakin tadi aku salah masuk toilet mas" sahut melia. ia tidak ingin suaminya terlalu memikirkan kejadian itu.


Agar suaminya tenang melia membalas pelukan adam.


"Ehem..." dehem adam.


jantungnya lagi lagi seakan ingin melompat dari tempatnya.


Ia ingin mencoba sekali lagi, akankah istrinya itu sudah siap.


Adam memegang wajah istrinya, dan merapikan rambut melia yg menutupi sedikit wajahnya.


Melia membulatkan matanya, menatap wajah suaminya yg sudah mulai memerah.


"M...mas" ucap melia sambil sedikit memundurkan tubuhnya.


Sudah tidak bisa, adam sudah tidak mampu menahannya lagi. segera di tarik lagi tubuh mungil melia kedalam pelukannya.


hingga tidak ada jarak di antara ke duanya.


Adam memegang dagu istrinya..


"Mas..." ucap melia lagi, ia sangat gugup. wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.


Dengan cepat adam mendekatkan wajahnya, dan mencium bibir istrinya.


Deg....


Gadis itu mematung, ia tidak menolak namun ia juga masih terkejut.


**ciuman pertamaku** batin melia.


Ia berfikir bahwa itu adalah ciuman pertamanya, adam terus menciumi bibir melia sekalipun istrinya diam tak membalas.


Melia mendorong tubuh adam pelan.


"Mas!! aku gak bisa napas" kata melia sambil sedikit ngosngosan.


"Kamu belum terbiasa, aku akan melatihmu sampai kamu terbiasa" ucap adam menggoda.


"Tidak!! aku tidak mau" melia menutup bibirnya dengan ke dua tangannya.

__ADS_1


"Kalau begitu, langsung saja tanpa pemanasan. bagaimana?" sahut adam kembali menarik tubuh istrinya.


Belum sempat menjawab adam langsung merebahkan tubuh istrinya.


dan menciumnya lagi, namun ciuman itu terasa sangat lembut. tanpa disadari melia membalas ciuman suaminya, meski sedikit kaku.


tentu itu membuat adam sangat bahagia.


Sedangkan satu tangan adam mulai melepaskan kancing yg melekat di baju tidur istrinya.


"Apakah sudah boleh?" tanya adam di telinga sang istri.


Melia mengangguk pelan, karena sebenarnya tubuhnya sudah mulai panas.


Adam tersenyum dan mencium kening istrinya.


"T..api mas"


"Aku akan melakukannya dengan pelan, tahanlah sedikit" ucap adam. ia tau bahwa istrinya masih takut untuk memulainya.


Adam mencium bibir melia lagi, dan melucuti baju yg di kenakan istrinya.


Malam ini akan menjadi malam yg panjang bagi mereka, dimana melia melakukan tugasnya sebagai istri. dan adam mendapatkan haknya sebagai seorang suami.


"Awhh" pekik melia. di saat adam sudah memulai aksinya.


karena merupakan pengalaman pertama bagi melia, adam sedikit kesusahan dan harus berjuang ekstra:'


melia menutup matanya sedangkan adam terus memberikan ciuman lembut, agar mengurangi rasa sakit kepada istrinya.


Merekapun mulai menikmati malam pertama yg sempat tertunda.


tanpa terasa hampir 1 jam mereka melakukannya.


Adam mengusap lembut wajah istrinya yg sudah di penuhi keringat. benih benih cinta adam sudah bertaburan di rahim sang istri.


"Terimakasih sayang" bisik adam di telinga melia.


Adam segera mengangkat tubuh istrinya ke dalam kamar mandi.


dan membersihkan tubuh melia dengan air hangat.


melia menutup bagian dadanya dengan kedua tangannya.


"Apa yg kamu sembunyikan, aku sudah melihatnya semua" kata adam.


**apakah ini mimpi?? apa aku benar benar melakukannya??** batin melia bertanya tanya.


ia tidak menyangka bahwa dirinya benar benar melakukan itu dengan suaminya.


melia berharap, dirinya akan segera mencintai adam sepenuhnya.


Setelah selesai dengan aktifitasnya, adam lebih dulu mengambil pakaian untuk di pakai istrinya.


saat hendak membuka lemari adam melihat bercak darah di atas tempat tidur.


adam segera melepas seprei yg terkena noda darah istrinya.


dan menggantinya dengan yang baru.


"Mas adam... kok lama?" teriak melia dari dalam kamar mandi.


"Astaga" adam menepuk dahinya.


ia lupa jika istrinya masih menunggu di dalam kamar mandi.


adam masuk lagi dengan membawa baju ganti melia.


"Maaf sayang aku masih mengganti seprei tempat tidur" kata adam.

__ADS_1


"Biar aku saja mas" sahut melia.


ia merasa malu jika suaminya yg melakukannya.


"gakpapa, aku lanjutin dulu ya" kata adam.


Setelah sudah selesai semuanya mereka berbaring di atas tempat tidur.


"Sini" kata adam.


melia mendekatkan tubuhnya, dan tidur di pelukan suaminya.


karena sudah malam dan lelah, dengan cepat mereka tertidur dengan pulasnya.


 


Pagi harinya, melia dan adam sudah bersiap.


melia akan ikut ke kantor menemani adam dan melihat calon sekertatis barunya.


"Awhhh" rintih melia.


ia berjalan sedikit terseok.


"Masih sakit?" tanya adam,


"Iya mas, apa semalam terlalu lama ya" tanya melia, sambil mengingat berapa ronde semalam.


Adam tersenyum melihat tingkah istrinya.


"Kita harus sering mengulangnya agar kamu terbiasa" kata adam.


"Ihh dasar kamu mas" sungut melia mencubit pinggang suaminya.


Mereka sudah siap untuk berangkat kekantor, karena wayan sudah menunggunya disana bersama 2 kandidat yg akan menjadi sekertaris adam.


20 menit kemudian mobil adam sudah sampai di kantornya, segera ia menggenggam tangan istrinya dan berjalan ber iringan.


banyak pasang mata yg melihat mereka. ada yg sudah tau jika adam sudah menikah, ada juga yg belum mengetahui kabar itu.


karena memang adam belum melakukan acara resepsi.


"Selamat pagi tuan" sapa siska, sekaligus wanita yg sangat membenci kamelia.


siska menatap melia dengan tatapan mematikan.


**trik apa lagi yg digunakan gadis ini untuk mendekati pak adam** batin siska.


"Apa kamu tidak mau menyambut istriku?" tanya adam.


"Istri??" tanya siska terkejut.


**what!! melia istri pak adam?? bukannya pak adam pacaran sama mbak sherin** batin siska lagi tak percaya.


"I..iya tuan, selamat pagi no...na kamelia" kata siska terbata.


Melia hanya tersenyum. dan adam kembali berjalan menuju ruangannya.


"Mas aku buatin kamu teh dulu yaa" kata melia.


"Tidak perlu, itu sudah bukan tugasmu"


"Maksudmu? itu tugas sekertaris barumu mas?? huhh" tanya melia dengan raut kesal.


"Tidak, mulai sekarang wayan yg akan membuatkannya. atau jangan jangan kamu cemburu yaa" jawab adam


"Cemburu? tidak mas. ayo cepet masuk" kilah melia yg sudah mulai malu.


*****

__ADS_1


happy reading, jangan lupa like n vote 🥰🥰


 


__ADS_2