
Keesokan harinya atnan sudah berangkat ke jakarta.
sebelumnya ia sudah menelfon melia, untuk memberitahukan bahwa dirinya akan berangkat.
"belum juga sehari di tinggal kok udah kangen aja yaa" ucap melia.
hari ini melia berangkat kerja dengan naik taksi online.
tinn.. tinn..
taksi yg di pesan sudah berada di depan.
ia segera naik dan berangkat menuju kantornya..
15 menit kemudian melia sudah sampai.
diberikan uang kepada pak sopir, dan ia segera masuk ke dalam kantornya.
sebelum masuk ke dalam lift seseorang memegang tangan melia.
"sherin ngapain kamu?" tanya melia
"ikut aku" kata sherin
"lepaskan sher aku bisa berjalan sendiri" melia melepas paksa tangan sherin
"ada apa ?"
"nih undangan perkumpulan alumni SMP" sherin memberikan sebuah undangan kepada melia.
"kamu narik narik aku kayak gini cuman buat ngasih undangan?" tanya melia
"denger ya mel selain ngasih undangan aku juga mau bilang sama kamu.. jauhi adam dan jauhi tante ratna. kamu itu pengganggu di hubungan aku sama adam,, kita udah mau nikah. jangan kamu selalu mencari simpatik adam" jelas sherin dengan wajah emosi.
"aku sama sekali gak ada apa apa sama tuan adam" melia mencoba menjelaskan.
"dari sekarang jauhi adam kalo kamu masih nekat deketin dia awas aja" ancam sherin
sherin pergi meninggalkan melia. segera melia masuk ke dalam kantor.
melia memasuki lift dan di tekannya angka 20.. ia segera menuju pantry membuatkan kopi untuk adam, sesuai kontrak kerja.
setelah membuat kopi. melia menuju ke ruangan wayan.
"permisi pak wayan" melia masuk ke ruangan wayan
"iya nona, ada yg bisa di bantu?" tanya wayan
"iya pak, saya minta tolong antarkan kopi ini ke meja pak adam" kata melia.
"kenapa bukan anda nona?"
"maaf saya buru buru pak, makasih pak wayan" setelah memberikan kopi kepada wayan, melia segera pergi menuju ruangannya.
"permisi tuan" wayan masuk ke ruangan adam.
"kenapa yan?" dilihatnya wayan membawa secangkir kopi.
"maaf tuan,,. nona melia meminta saya untuk mengantar kopi ini kepada anda" wayan meletakkan kopi di atas meja adam
"kenapa bukan dia?" tanya adam lagi.
"nona sibuk tuan" jawab wayan
"pergilah," wayan segera meninggalkan ruangan adam.
"sibuk.. sibuk apa dia, bukannya hari ini tidak ada miting" adam segera bergegas pergi menuju ruangan melia.
tanpa mengetuk pintu adam membuka pintu ruangan melia.
di lihatnya melia sedang mengambil dokumen di atas lemari yg cukup tinggi.
adam tak langsung menghampiri ia memperhatikan gadis kecil itu yg tengah kesusahan.
"dasar boncel" ucap adam, yg membuat melia terkejut dan membalikkan tubuhnya.
"t..tuan mengapa anda kemari?" tanya melia terbata.
__ADS_1
"aku sedang ingin melihat sekertarisku yg boncel" ledek adam.
"bukan saya yg boncel tapi lemarinya yg tinggi" jelas melia .
adam berjalan menuju melia, membuat melia gugup dia takut jika bosnya akan menjahilinya lagi, saat sudah semakin dekat, adam mendekatkan wajahnya di depan wajah melia.
yg membuat melia seketika menutup matanya.
"ini" ternyata adam mengambil dokumen yg hendak di ambil melia.
melia membuka matanya.
"kenapa? kamu pikir aku akan menciummu?? jika kamu mau kenapa tidak" goda adam.
yg membuat wajah melia memerah.
"terimakasih" melia mengambil dokumennya dan segera pergi meninggalkan adam.
ia teringat ancaman sherin,, bagaimana pun melia harus bisa menjauhi adam
"tunggu" adam memegang tangan melia, membuat melia menghentikan langkahnya.
"i..iya tuan" kata melia tanpa menoleh.
"kenapa wayan yg mengantar kopiku?" tanya adam
"karena saya sedang sibuk tuan" jawab melia memberi alasan.
"sibuk? bukankah ruangan kita berdekatan" kini adam membalikkan tubuh melia.
di lihatnya gadis itu tengah tertunduk
"ada apa?" tanya adam lagi
"tidak ada tuan. saya permisi masih ada pekerjaan" mencoba melepas tangan adam
dan seperti biasa,,. kekuatan melia tak sebanding dengan adam.
"t..tuan saya mohon lepaskan saya" rintih melia,, adam semakin menguatkan tangannya.
"hai sakit. lepaskan tanganmu" kini melia mulai emosi karena tangannya terasa sakit
"apa kamu tidak mau memberiku hadiah?" ucap adam penuh arti.
"hadiah? hadiah untuk apa?" tanya melia gugup.
"bukankah aku sudah menyelamatkan nyawamu, sampai aku terluka.. tidak kah kamu memberiku hadiah untuk kebaikanku??"
"lepaskan dulu tuan, saya bisa mentraktir anda" jawab melia.. dia berusaha melepaskan pelukan bosnya itu.
"apa kamu pikir aku tidak punya uang untuk membeli makan?" kata adam yg semakin mengeratkan pelukannya.
"lalu tuan mau apa? lepaskan dulu saya sangat susah bernafas"
sebenarnya bukan susah bernafas,, hanya saja jantung melia tidak bisa di ajak kerja sama.. selalu saja bergemuruh sehingga membuat dia sesak.
"janji kamu akan memberikan apapun yg aku minta?" tanya adam
"iya janji tuan" jawab pasrah melia
adam segera melapas pelukannya.
membuat melia bernafas lega.
"baiklah kalau begitu aku akan memintanya suatu hari nanti" ucap adam sambil tersenyum licik kepada melia.
"suatu hari??" tanya melia
"iya suatu hari. baiklah selesaikan pekerjaanmu.. sampai jumpa" adam meninggalkan melia yg termenung di ruangannya.
"aghh sial dasar pria tidak tau malu.. aku membencimu adam" umpat melia, adam yg masih bisa mendengarkan ucapan melia tersenyum puas.
dirumah adam, ratna dan suaminya tengah membicarakan perjodohan putranya.
"pa, kapan kita memberitahu mereka tentang perjodohan ini?" tanya ratna kepada suaminya.
"lebih baik kita temuin pak wili dulu ma, kita harus tanyakan kepada beliau" jawab bagas.
__ADS_1
"mama kemarin udah sempet minta nomernya ke melia pa,. tapi masih ragu mau menghubungi pak wili" kata ratna.
"coba aja di telpon ma, lebih cepat lebih baik.. sebelum melia di ambil orang"
ratna segera mengubungi kakek wili.
awalnya kakek wili terkejut dan merasa senang bisa berhubungan dengan keluarga bagas,, karena kakek wili sedang di bandung maka kakek wili akan memutuskan kembali ke surabaya 5 hari lagi.
kakek wili juga masih sangat antusias dengan perjodohan cucunya yg sudah lama terlupakan..
"gimana ma?" tanya bagas.
"pak wili setuju pa.. dia akan ke surabaya 5 hari lagi" jawab ratna.
"lagi ngomongin apa sih??" tanya selvi yg tiba tiba datang tak di undang
"eh selvi sudah pulang nak?" tanya ratna
"sudah ma" jawab selvi yg menyalami mama dan papanya.
"tadi ngomongin apa sih ma serius banget??" tanya selvi penasaran
"ngomongin kakakmu, mama mau menjodohkan dia sama wanita lain.. karena mama gak suka sama sherin" jelas ratna
"ma selvi mau di jodohin juga dong" rengek selvi yg membuat ratna dan bagas bingung.
"selvi kan masih sekolah" jawab bagas.
"iya nanti kalo udah lulus" kata selvi lagi
"memangnya selvi mau di jodohkan sama sapa?" tanya ratna.
"sama mas wayan" jawab selvi mantap.
jelas itu membuat ratna dan bagas melongo..
"udah udah sana selvi mandi dulu. di bahas nanti aja ya" selvi pun segera masuk kedalam kamarnya.
"ada ada aja anak gadismu ma" kata bagas menggelengkan kepalanya.
di Jakarta atnan baru saja sampai.
ia masuk ke dalam hotel dan merebahkan tubuhnya.
di ambil ponsel dan segera menelfon pujaan hatinya.
📞melia : hallo assalamualaikum mas
📞atnan : waalaikumsalam mel, aku sudah sampai di jakarta
📞melia : alhamdulillah mas.. ya udah kamu segera istirahat ya biar ga capek.
📞atnan : iya, tapi aku mau memastikan kamu baik baik aja kan disana?
📞melia : iya aku baik baik aja mas.. jangan khawatir ya
di saat mereka tengah asik mengobrol.
adam masuk ke ruangan melia.
"ehem.." dehem adam
"ada apa tuan?" tanya melia.
"ke ruanganku sekarang" kata adam
"baik tuan"
📞melia : mas melia tutup dulu ya, mas atnan jaga kesehatan disana ya. assalamualaikum
📞atnan : waalaikumsalam
melia menutup panggilannya dan berlari menuju ruangan atnan.
*****
happy reading🥰🥰
__ADS_1