Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Hari pernikahan


__ADS_3

Akhirnya hari yg di tunggu tunggu telah tiba, dimana sepasang kekasih akan mengikat janji suci dalam sebuah pernikahan.


Melia sebagai calon pengantin sudah bangun sedari subuh.


MUA pilihan sudah siap memoles wajah cantik melia, gaun pernikahan juga sudah di siapkan.


"Mel ini yg mau makeupin kamu udah dateng" kata lisa.


"Iya tante ini melia baru selesai mandi. Suruh masuk aja tan" kata melia.


Perias itu masuk ke kamar kamelia dengan membawa seluruh perkakasnya.


"Sudah siap mbak?" Tanya perias itu.


"Hehe iya udah siap mbak" jawab melia.


Melia pun segera di rias.


Begitu juga dengan atnan. Keluarga atnan tengah bersiap.


Keluarganya menggunakan pakaian yg senada.


Atnan juga sudah menggunakan setelan jas pernikahannya yg membuat ketampanan atnan bertambah berkali kali lipat.


"Anak mama ganteng banget" kata sari kepada putranya.


"Mama juga cantik banget" puji atnan.


"Iya udah siap siap ya sayang setengah jam lagi kita berangkat ke rumah kamelia" kata sari.


"Iya ma, atnan akan menjemput kim dulu ma." Kata atnan.


"Berarti kamu berangkat sama kim ya" kata sari dan atnan mengangguk.


Setengah jam kemudian.


Atnan berangkat terlebih dahulu untuk menjemput asisten kim.


Sedang keluarga atnan langsung berangkat menuju rumah kamelia.


Butuh waktu 20 menit untuk sampai di rumah kamelia.


"Assalamualaikum" sapa naufal yg datang ke rumah melia.


"Waalaikumsalam" jawab kakek dan beberapa orang disana.


Sedangkan melia masih di kamarnya tengah bersiap.


Tak berapa lama keluarga adam juga sudah datang.


Adam selvi dan ke dua orang tuanya masuk ke dalam rumah melia.


Mereka bersalaman dengan kakek willi dan juga beberapa orang disana.


"Yah ternyata kita datang sebagai tamu undangan kak" celetuk selvi.


"Husst selvi gak boleh bilang gitu" kata ratna.


"Pak willi selamat ya, akhirnya cucu satu satunya pak willi akan segera menikah" kata bagas selaku papa adam.


Kakek willi segera memeluk bagas, kakek willi merasa tidak enak hati karena sudah membatalkan pernikahan antara melia dan putranya.


Adam mengedarkan pandangannya, ia mencari sosok sekertarisnya itu.


Pasti gadis itu sangat bahagia, Pasti ia sangat cantik. Begitu pikir adam.


Terdengar beberapa suara mobil berhenti di depan rumah melia, mereka adalah keluarga dari atnan.

__ADS_1


Semua segera keluar untuk menyambut calon besannya itu, termasuk ratna. Ia mewakili sebagai orang tua melia.


Mereka semua bersalaman dan saling berpelukan, dan mempersilahkan keluarga atnan untuk masuk.


Bapak penghulu dan beberapa ustadz juga sudah berada disana, hanya menunggu calon mempelainya tiba.


"Nak tolong bawak melia turun ya" kata kakek kepada lisa.


Lisa segera menuju kamar melia, dilihatnya melia masih terduduk di atas tempat tidur.


"Ayo mel, keluarga calon suamimu sudah datang" kata lisa.


"Iya tante" jawab melia


Lisa segera menuntun melia untuk turun.


Kini melia melangkahkan kaki menuruni tangga.


Semua mata tertuju kepada kecantikan melia termasuk adam.


Ia tercengang melihat kecantikan calon istri orang lain.


**Andai hari ini aku yg menikah denganmu** batin adam


Melia segera duduk di samping kakeknya.


Mereka semua sudah siap, namun atnan belum juga tiba.


"Ma, coba telpon atnan" kata feri kepada istrinya


Sari segera menghubungi putranya namun tidak ada jawaban.


"Gak di angkat pa" kata sari


Sudah setengah jam tapi atnan belum juga datang.


Setelah menunggu cukup lama, sebuah mobil berhenti di depan rumah melia.


Binar binar kebahagian muncul di wajah kamelia.


Ia melihat asisten kim keluar dari mobil dan berjalan menuju rumahnya.


"Kamu sudah datang kim? Kenapa lama sekali?" Tanya feri.


"Dimana atnan?" Tanya sari


Melia yg baru menyadari jika calon suaminya tidak datang bersama kim mulai kebingungan.


"Pak kim mas atnan kemana?" Tanya melia gelisah.


"Tuan dan nyonya saya mohon maaf" ucapan kim terhenti "T..tuan atnan mengalami kecelakaan saat akan menjemput saya" sambung kim. Membuat semua orang yg berada disana terkejut tak percaya.


"Pak kim katakan kepada mas atnan, jangan bercanda sekarang" ucap melia, ia segera berjalan keluar rumah untuk melihat apakah ada atnan di dalam mobil.


"Mas.. mas atnan" panggil melia. Namun ternyata di dalam mobil itu sudah tidak ada siapa siapa.


Melia berlari keluar pagar, berharap atnan sedang bersembunyi di sana.


Gadis itu mulai panik, ia tidak menemukan calon suaminya.


"Pak kim dimana mas atnan?" Tanya melia kepada asisten kim.


"Maaf nona saya berkata jujur, tuan atnan kecelakaan dan sekarang berada di rumah sakit baktiXX" Jelas kim


Brug....


Melia sudah tidak bisa menahan kakinya lagi, ia bersimpuh di lantai dengan memakai gaun pernikahannya.

__ADS_1


"Kim kamu berbohong kan?" Tanya sari tak percaya. Namun kim hanya terdiam.


Flasback on


Atnan mengendarai mobilnya hendak menuju rumah kim. Sebanarnya kim tidak bisa hadir karena ia kurang enak badan.


Atnan memaksa asistennya itu untuk turut hadir, atnan memaksa menjemput kim.


Di dalam perjalanan atnan terus melantunkan beberapa sholawat karena ia sangat gugup.


"Atnan rileks jangan gugup" gumam atnan kepada dirinya sendiri.


Untuk mengurangi rasa gugupnya atnan mengambil ponsel untuk melihat foto calon istrinya.


"Kamu sangat cantik sayang, aku sangat mencintaimu" ucap atnan.


Dan ia segera menelpon kim, untuk memberi taukan bahwa dirinya akan segera sampai.


Atnan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Tak di sangka di tengah jalan ada sebuah mobil yg hampir menabrak mobil atnan. Dengan segera atnan membanting setir untuk menghindari mobil tersebut.


"Astaga" ucap atnan saat mengetahui rem nya tidak berfungsi.


BRAK.....!!!


Dan kecelakaan itu terjadi, mobil atnan menabrak tiang, membuat kepala atnan terluka parah.


Warga yg mengetahui itu segera membawa atnan kerumah sakit.


Dan menelpon seseorang yg terakhir kali di hubungi oleh atnan.


Flasback off


"Tidak.. tidak mungkin mas atnan kecelakaan kamu berbohong!" kata melia sambil bersimpuh air matanya menetes begitu deras. begitu juga dengan sari dan feri..


"Nak tenangkan dirimu" kata ratna yg memeluk kamelia.


Naufal yg melihat itu sangat tidak tega, kenapa musibah itu harus menimpa sahabatnya, terlebih lagi di acara pernikahannya.


"Aku harus menemui mas atnan tante, pak kim antar aku menemui calon suamiku sekarang!!" ucap melia.


Akhirnya mereka semua menuju ke rumah sakit.


10 menit kemudian mereka sudah sampai, Naufal dan keluarga adam juga ikut.


Melia berlari memasuki rumah sakit menggunakan gaun pernikahannya.


wajahnya di penuhi air mata.


Sedang yg lain juga ikut berlari menyusul melia dan kim.


melia sudah berada di depan pintu ruangan atnan, tubuhnya bergetar.


Dibuka pintu kamar atnan secara perlahan, melia melangkahkan kakinya. betapa terkejutnya ia melihat calon suaminya tengah berbaring lemah dengan beberapa alat yg menempel di tubuhnya.


"Mas...." lirih melia


Ia melangkahkan kakinya mendekati atnan.


"Mas atnan" panggil melia pelan, bibirnya bergetar. bagaimana ini lagi lagi menimpa dirinya.


Ia sangat takut jika calon suaminya akan meninggalkannya sama seperti orang tuanya.


"Atnan" panggil sari, ia tidak sanggup melihat putranya dalam keadaan seperti itu.


*****

__ADS_1


happy reading, maaf kalo masih ada typo ya🙏🙏🥰


__ADS_2