Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Perjodohan Adam #2


__ADS_3

"Seperti apa ma gadis itu??" tanya papa adam


"cuantikk paa, manis lagi pokok sempurna pa... dia juga kerja di kantor adam pa sebagai sekertarisnya" kata ratna.


flasback on


20 tahun yg lalu.....


di bandung,


"sofi,, gimana tadi kata dokternya waktu periksa?" tanya ratna kepada sofi


"alhamdulillah bayinya sehat rat, in shaa allah minggu depan udah lahiran" jawab sofi.


"alhamdulillah gak sabar nunggu anak gadisku lahir. pasti cantik banget" hati ratna berbunga-bunga


seminggu kemudian.. di rumah sakit Bandung lahir putri cantik manis dan menggemaskan, lahir secara sempurna tanpa kekurangan satupun..


kebahagian terpancar dari 2 keluarga itu.


"Alhamdulillah cucu pertamaku lahir dengan sehat" seru kakek wili sambil menimang-nimang cucu pertamanya.


"gantian dong pak, saya juga mau gendong anak gadisku" ucap ratna,,


"ini bukan anak kamu rat, ini anak sofi" kata kakek wili tak terima..


Sofi dan Handoyo hanya tertawa melihat Bapak dan Sahabatnya itu tengah merebutkan putrinya.


"dia juga bakal jadi putriku pak, jangan lupa kita sudah menjodohkan mereka berdua lohh" sahut ratna.


"Rat jam berapa suami dan anakmu akan tiba" tanya sofi


"bentar lagi sof, tadi sihh katanya udah di jalan"


beberapa menit kemudian...


"Assalamualaikum" salam Bagas dan putranya


"Waalaikumsalam" balas mereka semua


"mama adek udah lahir ma?" tanyak anak laki-laki yg datang bersama bagas


"Udah sayang, coba lihat dehh, adeknya cantik kan" ucap ratna sambil memperlihatkan wajah bayi perempuan itu.


anak laki-laki itu melihatnya secara berurutan, dari alis mata hidung dan bibirnya,, di tatapnya begitu dalam


"cantiikk" ucap laki-laki itu membuat se isi kamar tertawa.


"iya adeknya memang cantik" ucap bagas.


"Adam suka gak sama dedeknya?" tanya ratna


"suka banget ma, boleh adam bawak pulang??" tanya Adam.


anak laki-laki itu adalah adam usianya baru 6 tahun.. dia memang sudah di jodohkan. sedari bayi cantik itu masih ada di dalam kandungan..


"boleh, tapi belum bisa di bawa sekarang adeknya masih terlalu kecil" kata sofi sambil memberikan ukuran dengan jarinya.

__ADS_1


adam pun mengangguk..


terus saja di pandangi wajah mungil itu,, sesekali adam tersenyum saat melihat bayi cantik itu menangis.


"sof, apa kamu sudah menyiapkan nama buat anak ini?" tanya ratna


"sudah rat"


"siapa namanya?" tanya ratna lagi


"Kamelia Pratiwi" jawab sofi


"namanya cantik sekali mirip sama wajahnya" sahut bagas.


"haii adek tiwi" sapa adam kepada melia.


adam hanya mendengar sofi mengucapkan pratiwi jadi ia memnggil bayi perempuan itu dengan sebutan tiwi..


5 bulan sudah berlalu....


bayi perempuan itu tumbuh sehat, setiap hari ia akan di jemput oleh keluarga ratna, ratna selalu membawa kamelia main dirumahnya.. karena sofi dan handoyo masih sama-sama bekerja. setelah pulang kerja mereka akan menjemput putrinya.


setiap hari ratna selalu menimang kamelia saat akan tidur memberi susu dan mengganti popoknya.


begitupun dengan adam.. setiba pulang sekolah dia langsung menjaga kamelia.


ia tak pernah main dengan teman-temannya.


"hai cantik cepet besar, temani aku bermain" ucap adam


"adam. apa adam mau menjaga adek tiwi??" tanya ratna.


"mau dong ma, adam pasti akan menjaga adek tiwi, nanti kita akan main bersama.. adam mau nanti adek tiwi dan adam hidup bersama seperti papa dan mama" ucap polos adam.


"Assalamualaikum" salam sofi handoyo dan kakek wili


"waalaikumsalam" jawab mereka berdua


"adam lagi main sama adek yaa" tanya kakek wili. dan hanya di angguki oleh adam


"ratna dimama suamimu?" tanya kakek wili.


"ada pak sebentar biar saya panggil dulu" ratnapun memanggil suaminya.


merekapun berkumpul di ruang keluarga.


melia di titipkan kepada adam.


sudah pasti laki-laki itu akan menjaga adik kecilnya.


"ratna..bagas.. ada yg mau kita bicarakan sama kalian" kata kakek wili. membuat pasangan suami istri itu saling pandang


"iya pak silahkan" kata bagas.


"ratna dan handoyo besok harus berangkat kesurabaya untuk tinggal disana" lanjut kakek wili.


membuat ratna dan suaminya terkejut.

__ADS_1


"lohh ngapain kok sampek kesurabaya? trus gimana sama anak-anak kita??" kata ratna dengan wajah yg sedih.


"perjodohan ini pasti berlanjut rat, aku sangat mendukung.. maka dari itu jaga putramu baik-baik dan aku akan menjaga putriku... kita pertemukan mereka lagi saat mereka sudah dewasa" jelas sofi.


sebenarnya sofi berat untuk pindah ke surabaya, terpaksa mereka lakukan karena keluarga sofi tinggal disana, terlebih lagi ibu dari sofi tengah sakit keras.. sekalian akan mencoba usaha baru disana.


merekapun setuju, dan membiarkan sofi dan keluarganya untuk tinggal di surabaya.. ratna juga akan berniat pindah kesurabaya tapi entah kapan mereka akan pindah.


keesokan harinya,, bagas dan ratna mengantar kekuarga sofi menuju bandara, mereka saling berpamitan berpelukan, dan saling menangis. terlebih lagi saat melihat kamelia yg masih berusia 5bulan, ratna tidak akan mungkin bisa menggendongnya lagi.. sangat sedih harus berpisah dengan putri kecilnya itu.


merekapun sudah berangkat.


ratna dan suaminya kembali kerumah mereka.. bagas masih menatap istrinya yg masih saja bersedih.


"sudah lah ma, jangan nagis gitu.. doakan saja semoga mereka baik-baik disana" ucap bagas mencoba menenangkan istrinya.


"mama...papa..." panggil adam yg baru saja pulang sekolah.


"iyaa nak, kamu sudah pulang" jawab bagas


"pah.. dimana adek tiwi kok adam cari-cari gak ada ya??" tanya adam


ratna dan bagas saling menatap, mereka lupa tidak memberi tahu putranya jika melia akan pindah.


"mama kenapa nangis?" tanya adam yg melihat mata mamanya seperti habis menangis.


"gak apa-apa nak, sini adam duduk deket mama"


adam berjalan dan duduk di samping mamanya.


"adam sayang kan sama adek tiwi?" adam mengangguk


"adam mau nunggu adek tiwi sampai besar" lagi-lagi adam mengangguk.


ratna memegang kepala putranya dengan lembut..


"nak adek tiwi tadi sudah berangkat, ikut tante sofi ke rumah barunya" kata ratna


"terus kenapa mama sedih, kan kita bisa dateng ke rumah tante sofi tiap hari" jawab adam.


"rumahnya jauh nak, adam harus naik pesawat buat kesana, naik mobil juga bisa tapi lama nyampeknya" jelas ratna lagi.


"terus adam gak bisa main dong sama adek tiwi??" tanya adam.. adam mulai bersedih dan sedikit lagi air matanya akan jatuh dari mata adam.


"adam yg sabar yaa besok kalau adam sudah besar adam bisa jemput adek tiwi, terus bisa main bareng lagi dehh" kata bagas..


"gak mau pokoknya adam mau sama adek tiwi sekarang, adam sudah janji mau jagain adek tiwi mau main juga.. kalau adek tiwinya jauh adam gak bisa jagain.. bawa balik adeknya pokok bawak balik, mama sama papa jahat kenapa biarin adek tiwi perggi huuuu....huuuu.huuuu" adampun berlari sambil menangis menuju kamarnya..


sejak saat itu adam menjadi anak yg pemarah dingin dan tak perduli dengan orang yg tidak ia kenal..


flasback off


*****


haiii semuanya jangan lupa terus dukung author yaa🥰🥰


happy reading

__ADS_1


__ADS_2