
Satu jam kemudian melia telah selesai bersiap.
ia segera berjalan kehalaman rumanya.
karena atnan sudah menunggu disana.
"mas" sapa melia.
"udah siap?" tanya atnan
"udah mas"
atnan menghampiri melia, dan menggandeng tangannya.
di bawalah melia menuju mobilnya.
mereka sudah berada di dalam mobil.
segera atnan menghidupkan mesin mobilnya dan melaju ketempat tujuan.
di dalam mobil melia sangat tidak tenang, ia gelisah. rasanya sangat gugup bertemu dengan orang tua atnan.
"kamu baik-baik aja??" tanya atnan
"aku sebenernya gugup mas" jawab melia
atnan tersenyum melihat gadisnya yg tengah malu-malu.
dipegangnya tangan melia.
"jangan gugup orang tua ku baik kok.. kamu pasti suka"
meliapun tersenyum.
kini mereka sudah sampai di depan rumah atnan. dibuka kan pintu mobil melia..
digandeng lagi tangannya.
**kok aku makin deg-degan yaa, kayak mau ketemu calon mertua** batin melia.
atnan dan melia segera masuk kerumah mewah itu.
melia memperhatikan bagian rumah yg pernah ia tinggali selama satu bulan, ternyata masih tetap sama.
membuat dia rindu akan momen-momen bahagianya dengan atnan.
kini mereka naik ke lantai dua.
dimana mama dan papa atnan sedang berkumpul di ruang keluarga.
"pa.. ma" sapa atnan.
membuat pasangan paruh baya itu menengok ke arahnya.
dilihat gadis cantik yg tengah di gandeng putranya.
mereka segera berdiri dari duduk dan menghampiri putranya.
"atnan ini siapa nak?" tanya Sari, yg merupakan mama atnan.
"kenalin ma ini kamelia" atnan memperkenalkan kamelia kepada orang tuanya.
"assalamualaikum tante om saya kamelia" melia mencium punggung tangan mama dan papa atnan bergiliran.
"ohh jadi ini toh gadis cantik yg membuat putra tante gak bisa tidur yaa,, ihh mana cantik banget" gemas sari sambil mencubit pipi melia pelan.
**hah?? mas atnan gak bisa tidur ** batin melia sambil menatap atnan.
"mama kok bilang gitu, atnan jadi ga enak sama melia" kata atnan malu-malu .
"ohh iya sayang ini suami tante papanya atnan, namanya om Fery" jelas sari.
"ma mending duduk kasian kan calon mantu kita berdiri terus" kata fery
melia semakin bingung dengan kata-kata mama dan papa atnan.
apa yg sudah di ceritakan atnan kepada mereka.
__ADS_1
"mas kamu hutang penjelasan sama aku" bisik melia kepada atnan.
gara-gara orangtuanya atnan harus menyiapkan penjelasan yg masuk akal untuk melia.
"i..iya" jawab atnan gugup.
"ayo sayang makan dulu yukk. tante udah siapin semuanya" ajak mama atnan, sambil menggandeng melia.
"bukannya si pelayan yg nyiapin ma" kata papa atnan
"ih papa,, gak perlu di jelasin kan mama jadi malu sama melia"
mereka sudah duduk di meja makan.
mama dan papa atnan mempersilahkan melia untuk makan.
beberapa menu sudah di ambilnya.
melia mulai melihat keluarga atnan yg makan bersama dengan sangat hangat.
teringat akan orang tuanya dulu.
selalu makan bersama, dan bercerita.
tak terasa air mata melia menetes.
**andai ibu dan ayah masih ada, pasti aku bisa merasakan kebersamaan ini setiap hari** batin melia
"sayang kamu baik-baik aja?" tanya sari.
iya melihat wajah melia tiba-tiba menjadi sedih.
segera di hapus air matanya.
"gak papa tante" jawab melia.
"terus kok nangis?" tanya sari lagi.
atnan segera melihat wajah melia.
"kamu kenapa?" tanya atnan.
"memang orang tua kamu kemana?" tanya fery
"ibu dan ayah melia sudah meninggal pa" jawab atnan.
mereka merasa kasian kepada melia.
ia pasti sangat merindukan orang tuanya.
sari segera beranjak dari duduknya dan menghampiri melia.
"jangan sedih ya sayang, anggap tante dan om orang tua kamu" kata sari, seraya memeluk tubuh melia.
lagi-lagi melia menangis di pelukan sari.
"makasih ya tante" kata melia.
atnan hanya tersenyum melihat mama dan gadis kecilnya sangat dekat.
atnan khawatir jika mereka tidak menyukai melia.
"ehemm.. pelukannya nanti dulu ma. lanjut makan dulu" kata fery.
merekapun melanjutkan makannya.
setelah makan keluarga atnan membawa melia duduk di taman belakang rumahnya.
menggelar tikar, dan tak lupa para pelayan menyiapka teh hangat dan camilan.
mereka bercerita tentang kehidupan masing-masing.
kadang suasana menjadi sedih, kadang juga menjadi menyenangkan.
tak butuh waktu yg lama untuk membuat melia menjadi dekat dengan keluarga atnan.
karena keluarga atnan sangat menerima kehadiran melia.
__ADS_1
"oya sayang tante ke dalam dulu yaa masih ada urusan bentar, kamu disini dulu ya sama atnan.. ayo pa" sari menarik suaminya agar meninggalkan putranya disana.
mama atnan sengaja meninggalkan mereka ber dua agar bisa ngobrol.
"perlu apa sih ma" tanya fery kepada istrinya.
"hssstt... jangan keras-keras pa. mama sengaja ninggalin mereka berdua biar bisa ngobrol" kata sari sambil berbisik.
"ohh gitu kirain ada urusan apa" kata fery.
"mama suka sama kamelia pa, dia cocok buat atnan.. menurut papa gimana?" tanya sari kepada suami.
"pasti papa setuju dong ma"
mereka segera pergi sebelum ketahuan anaknya.
sedangkan mereka yg berada di taman serasa canggung. padahal udah pernah tinggal satu rumah.
tapi masih saja malu-malu.
"emm mas" melia memulai obrolan
"iya?"
"makasih ya udah kenalin aku sama orang tua kamu" kata melia.
"apa kamu senang?" tanya atnan.
dan melia mengangguk.
"eh mas atnan punya hutang penjelasan sama aku" kini melia memasang waja selidik
"yg mana?" tanya atnan pura-pura lupa
"yg tadi mas, buruan ceritain kenapa bisa kayak gitu"
"mungkin karena papa sangat menyukai kamu makannya dia ingin sekali memiliki menantu sepertimu" jelas atnan
"terus yg mas atnan gak bisa tidur?"tanya melia lagi
"i..itu karena kemarin kamu hilang jadi aku kepikiran" jawab atnan.
sebenarnya setiap malam atnan tidak bisa tidur, entah kapan perasaan itu tumbuh. ia mulai menyukai gadis kecilnya.
tak sabar ia ingin segera mengungkapkan perasaan hatinya kepada melia.
atnan juga melihat jika melia sangat senang bersamanya, bahkan orang tua atnan memberikan jalan.
di usianya yg tidak lagi muda atnan ingin memantapkan hatinya untuk segera melamar melia.....
jam sudah menunjukkan pukul 19.00
kini melia berpamitan kepada keluarga atnan untuk pulang.
"besok kesini lagi yaa" kata sari sambil merangkul bahu melia.
"iya in shaa allah tante. makasih banyak ya om tante" melia bersalaman dengan mama dan papa atnan
"ma.. pa... atnan antar melia dulu ya" kata atnan.
"iya. hati-hati ya sayang"
mereka segera menaiki mobilnya,,, atnan melajukan mobilnya menuju rumah melia dengan kecepatan sedang.
"kerjaan kamu gimana? lancar?" tanya atnan.
"a..alhamdulillah mas" jawab melia terbata.
jika membahas pekerjaan ia jadi teringat dengan malam bersama bosnya.
"kamu menikmati kerja disana?" tanya atnan lagi
"iya. kenapa mas tanya gitu?"
"gakpapa, aku pengen kamu kerja di perusahaan milik ku saja.. agar aku dengan mudah bisa menjagamu" ucap atnan sambil mengelus pucuk kepala melia.
lagi lagi melia merasa malu, pipinya berubah menjadi merah jambu.
__ADS_1
*****
happy reading🥰🥰