
Disudut yg lain Adam sedang makan bersama asistennya. "Yan nanti malam siapkan lestoran terbaik, aku akan dinner bersama sherin" perintah adam kepada asistennya.
"Siap tuan, saya akan menyiapkan semuanya" yg hanya di angguki oleh Adam.
Sherin adalah kekasih Adam, mereka sudah berpacaran selama 2th. Tapi ibu Adam belum merestui hubungan mereka , itu sebabnya Adam belum menikah sampai sekarang.
Setelah beberapa menit, pesanan melia telah datang.
Melia menyantapnya dengan lahap, karena dari pagi dia memang belum makan.
Setelah selesai makan dan membayar pesanannya melia bermaksud untuk langsung pulang.
Kamelia membuka botol minumnya dan meminum air di dalam botol tesebut, kemudian melia beranjak dari duduknya, setelah beberapa langkah kaki melia tersandung di salah satu kursi.
Dan minumannya tanpa sengaja tumpah di pakaian seorang laki².
"Aaaghh...." Teriak melia
"Heiii apa yg kamu lakukan" teriak Adam. Melia yg mendengar itu segera mendongokkan wajahnya, tepat di depan wajah adam.
Deg...
Jantung melia seketika berdegup kencang.
**Tampan sekali, apakah dia malaikat** ucap melia dalam hati.
Adam yg semakin emosi mendorong pundak melia sedikit kebelakang. "Apa kamu gak punya mata" bentak adam yg membuat melia seketika menundukkan kepalanya.
"Maaf tapi saya tidak sengaja" lirih melia, meliapun langsung mengambil tisu dan berniat membersihkan tumpahan minumannya di celana adam.
"Heii apa ini" adam terkejut, "hentikan!!" Perintah adam, namun kamelia tetap membersihkannya karna dia merasa bersalah.
__ADS_1
Wayan yg sudah melihat tuannya emosi segera mengambil tindakan.
"Hentikan nona, apa yg kamu lakukan !" Wayan menarik tangan melia pelan.
"Aku hanya ingin membersihkannya tuan" jawab melia pelan. Adam berdiri dari duduknya.
"Selain tidak bisa melihat kamu juga tuli hah" adam mulai berteriak , dan membuat orang yg berada di sana menyaksikan kejadian itu.
Melia terkejut baru kali ini ada yg membentaknya di depan banyak orang.
"Apa yg kau maksud aku" tanya melia sambil menunjuk dirinya.
"Iya kamu, memang siapa lagi. kamu mencoba membersihkan celanaku apa menurutmu dengan cara itu aku akan memaafkanmu?!!" Kata adam.
Melia masih terdiam dia tidak tau apa yg harus di katakan.
"Ohh ya ya aku sering menjumpai wanita semacam dirimu, mendekati pria dengan cara seperti ini" adam mulai menekan suaranya. Melia yg mendengar hinaan dari laki² didepannya didak terima.
"Apa yg kamu katakan tidaklah benar, aku tidak sengaja dan bermaksud untuk bertanggung jawab" kata melia tegas mencoba memberikan pelbelaan pada dirinya
Entah apa yg ada dipikiran kamelia, seketika ia merasa di rendahkan.
"Memang berapa harga celanamu?? Aku akan menggantinya" tantang melia iapun tak sadar apa yg sudah dia katakan.
**Astaga apa yg baru saja aku katakan** kata melia dalam hati
"Wahh...wahh kamu akan menggantinya? Apa kamu punya uang? Apa kamu akan membayar dengan tubuhmu ini, tapi sayang aku tidak tertarik dengan wanita rendah sepertimu" hina adam, yg membuat melia sudah tidak sanggup menahan dirinya lagi. Melia mengepalkan tangannya dan satu tamparan mendarat di pipi adam.
Plak...!!!!
Seketika wayan memegang tangan melia "apa yg anda lakukan nona" tanya wayan.
__ADS_1
Melia melepaskan tangan wayan, dia tak menjawab.
Melia mengambil tasnya dia merogo kedalam tas.
Mereka hanya melihat melia, dan adam memegang pipinya yg sedikit panas..
"Ini ambillah, memang uang ini tidak cukup untuk mengganti celanamu itu, ini hanya untuk biaya loundry" jelas melia yg sudah sangat emosi, ia meletakkan uang seratusan ribu sejumlah 1juta di atas meja adam.
"Aku tidak akan memberikan harga diriku kepadamu, sekalipun harga diriku lebih murah di banding celanamu itu" ucap melia lagi dan langsung beranjak pergi meninggalkan mereka.
Banyak pasang mata yg menyaksikan itu "apa kalian tidak ada kerjaan. Bubar!!!" Teriak wayan yg seketika membuat orang² disana kalangkabut.
Adam terduduk kembali, dan memgang kepalanya.
"Tuan apa anda baik²saja" tanya asisten wayan kepada adam.
"Hmm" jawab adam singkat
"Kita pulang !" Kata adam lagi
"Baik tuan" jawab wayan.
Adampun berdiri dan berjalan menuju mobilnya.
"Jangan lupa bawak uang wanita itu"perintah adam pada wayan.
Wayanpun mengambil uangnya dan segera berjalan di belakang adam..
sesampainya di mobil wayan hanya terdiam ia mengeratkan rahangnya, sesekali ia mengumpat kesal.
wayan yg mengetahui itu hanya diam, ia tak berani bertanya.
__ADS_1
****
haii semuanya ini novel pertama author,, jangan lupa like ya. kasih saran juga boleh🥰