Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Salah Tingkah


__ADS_3

Siang harinya melia terus saja berada di ruangannya, karena memang tidak ada miting jadi ia hanya fokus dengan laporan-laporan yg menumpuk di mejanya.


di tambah lagi kakinya yg masih nyeri membuat melia hanya bisa mematung di kursi kerjanya..


di ruangan yg lain entah kenapa adam seperti tak tenang,, sesekali ia melawati ruangan melia hanya untuk memastikan apakah gadis itu baik-baik saja.


semakin gelisah karena melia tak menyiapkan makan siangnya.


apa dia baik-baik saja?? apa kakinya masih sakit?? apa dia sudah makan?? mengapa dia tidak keluar dari ruangannya???


pertanyaan-pertanyaan kecil seperti itu terus saja berputar di kepalanya.


segera ia menelfon asistennya untuk membelikan makanan dan minuman masing-masing dua porsi.


setelah 20 menit wayan datang membawa pesanan yg dipesan bossnya itu.


"permisi tuan ini pesanan anda" kata wayan


"iya letakkan saja di sana" kata adam sambil menunjuk meja yg berada di dekat sofa


"ada lagi tuan?" tanya wayan


"tidak ada, jika ada yg mencariku katakan aku sedang tidak ada di tempat"


"baik tuan" wayan segera kembali ke ruangannya.


di ambilnya 2 kantong kresek yg berada di mejanya, dibawa keruangan melia.


didepan pintu adam selalu saja mengucap mantra.. entah apa yg di ucapkannya


dia begitu gugup.. bukan seperti adam yg biasanya.


segera ia masuk keruangan melia.


melia yg masih fokus dengan laporannya terkejut.


untuk apa bossnya masuk ke ruangannya.


dilihat dua kantuk kresek menggantung di tangannya.



"tidak perlu berdiri duduk saja disana" kata adam.. melia pun duduk lagi di kursinya


"ada apa tuan?" tanya melia


"aku pikir kamu akan kelaparan jika hanya duduk disini" ledek adam..


ia segera memberikan 1 kantong kresek yg berisi makanan dan jus kepada melia.


karena melia sama sekali tidak menyentuhnya maka adam berinisiatif untuk membuka dan menyiapkan semuanya.


"jangan hanya di lihat,, apa perlu aku suapi?" kata adam, membuat melia salah tingkah.


"t..tidak ! seharusnya tuan tidak perlu repot-repot seperti ini" kata melia


"sudah cepat makan, aku juga akan makan disini" kata adam lagi.


merekapun mulai menikmati makanannya,, namun melia masih sangat malu.


beberapa kali ia salah tingkah karena adam mencuri-curi pandang..


"apa tuan tidak bisa makan dengan benar?" tanya melia


"memang apa dari tadi makanku salah?" bukan menjawab adam malah bertanya balik..


"maksud saya, bisakah tuan fokus dengan makanannya saja" ucap melia,, entah kenapa jantungnya terasa berdebar..


"kamu kenapa? gerah??" tanya adam


"iya tuan, sepertinya AC nya mati" jawab melia, ntah kenapa ia merasa sangat panas di ruangannya. ntah ruangan yg panas atau dadanya yg sesak..


"AC nya nyala kok, kalau masih panas buka saja baju mu" kata adam. sontak membuat melia tersedak.


"uhuukkk....uhukk..."

__ADS_1


dengan sigap adam memberikan segelas air kepada melia.


melia segera meminumnya.


"tuan jika anda sudah selesai, bisakah saya melanjutkannya lagi?" kata melia, secara tak langsung ia mengusir adam dari ruangannya.


**bahaya jika dia terus saja berada disini.. akan membuatku semakin salah tingkah** batin melia


"ya yaa baiklah,, lanjutkan pekerjaanmu, jangan lupa periksalah ke dokter. wajahmu merah seperti udang rebus.. sepertinya kamu alergi" kata adam dengan sedikit mengedipkan matanya. dan berlalu pergi meninggalkan ruangan melia.


"apa maksudnya?? wajahku? ada apa dengan wajahku"


segera melia mengambil kaca di dalam tasnya.. dilihatnya wajahnya tampak merah terutama dipipi nya.


"aghh tampaknya AC nya benar-benar rusak" teriak melia frustasi.


sementara adam terus saja tertawa di dalam ruangannya..



ia nampak puas karena sudah menjahili sekertarisnya itu.


 


jam sudah menunjukkan pukul 4 sore, melia sudah menelfon atnan untuk menjemputnya.. tapi entah kenapa hari ini atnan tak menjawab panggilan dari melia.


bahkan biasanya ia mengingatkan melia untuk makan, kini sama sekali tidak ada.


"apa aku pulang sendiri ya, tapi nanti mas atnan kesini. coba aku tunggu aja dehh di depan" gumam melia


melia berjalan menuju parkiran kantornya,, ia duduk di bawah pohon, sesekali melihat ponselnya berharap atnan akan menghubunginya.


dikantor atnan...


atnan tengah sibuk mengurusi proyeknya.


sampai ia lupa bahwa harus menjemput melia.


"tuan semua sudah selesai sebaiknya kita pulang sekarang" kata asisten kim


📞atnan : hallo mama


yg menelfon atnan ternyata mama nya.


📞mama : iya sayang, mama sudah di bandara nih sama papa. kamu jemput mama sekarang ya.


📞atnan : astaga atnan lupa kalau mama pulang sekarang. ya udah atnan segera kesana ma.


atnan segera mematikan panggilannya dan beralih menelfon melia.


ia memberitahukan jika tidak bisa menjemput. karena harus menjemput orang tuanya di bandara.


melia pun bisa mengerti itu.


jam sudah menunjukkan pukul 6 sore, melia sudah 2 jam menunggu atnan.


akhirnya ia segera memesan taksi online.. belum sempat memesan ponsel melia mati.


"yahh batrenya abis, terus gimana ini" kata melia.


terpaksa melia harus berjalan sampai menemukan taksi yg lewat.


namun tak ada satupun taksi disana.


karena merasa lelah melia duduk di bangku pinggir jalan.


hari sudah mulai gelap namun melia masih belum beranjak dari duduknya.


"wihh !!! sendirian aja nihh neng" tiba-tiba muncul 6 orang laki-laki tak di undang.


melia hanya diam tak menjawab.


ia berharap segera ada taksi atau bis yg lewat.


melia berdiri dari duduknya dan berjalan menghindari gerombolan laki\-laki itu.

__ADS_1


mereka terus saja mengikuti melia.


melia mencoba menambah kecepatan langkah kakinya.


"kok buru-buru banget neng" dipegangnya bahu melia


melia segera menepisnya.


"jangan kasar dong neng" kini kedua tangan melia mulai di pegang oleh laki-laki itu


"lepasin.. kalian mau apa" kata melia histeris


melia benar-benar tidak bisa berkutik.


dua tangannya terus saja di tarik, dan mulut melia di bungkam dari belakang.


melia mencoba terus merontah namun tetap saja itu akan percuma.


mereka membawa kamelia sampai masuk ke dalam mobilnya.


diikat tangan melia ke belakang dan mulutnya di bungkam dengan sapu tangan.


mobil itu melaju menuju sebuah hutan.


melia memperhatikan setiap jalanan.


karena hari sudah gelap ia tidak tau akan di bawa kemana.


**ya Allah tolong aku** rintih melia di dalam hati.


ia sangat ketakutan.


kini air matanya terurai membasahi wajahnya. ia berharap siapapun bisa membantunya.


melia selalu memanggil nama ibu dan ayahnya di dalam hati.


mobil itu berhenti di suatu tempat, di turunkan melia dari mobil itu.


dilihatnya lahan yg kosong, tidak ada rumah bahkan tanda-tanda kehidupan disana.


diseret lagi melia sampai ke pinggir tebing, masih dalam kondisi tangan dan mulut terikat.


kini melia sudah berdiri di pinggir tebing itu, dilihatnya kebelakang sebuah jurang yg dalam..


"silahkan neng, mau loncat sendiri apa perlu kita bantu hahahah" kata laki-laki itu yg tak lain mereka adalah segerombolan penculik.


kaki melia bergetar, jika ia salah langkah sedikit saja sudah pasti tubuhnya akan terjun bebas.


melia hanya mampu menangis dan menggeleng kan kepalanya.


**jangan mendekat ! menjauhlah** jerit melia di dalam hati


"kenapa neng apa kau takut?? baikalah sini abang bantuin yaa hahahahah" tawa mereka semakin membuat melia ketakutan.


di saat salah satu dari mereka akan mendorong tubuh melia.


Bugggg !!!!


laki-laki itu terpental.


mereka langsung membalik kan badannya, dilihatnya seorang pria, bertubuh gagah, satu tangannya memegang besi yg cukup besar.


sehingga bila di pukulkan di kepala.. maka bisa membuat isi kepala itu berhamburan


**tuan adam** batin melia.


"wahh elu mau jadi jagoan ni" kata si ketua penculik


adam hanya menatap mereka satu persatu dengan tatapan mematikan.


*****


happy reading🥰


 

__ADS_1


__ADS_2