
Siang ini rumah adam tampak sunyi. Ratna dan bagas memutuskan untuk pergi berkunjung ke bandung untuk menenangkan fikirannya, mereka belum menceritakan tentang penolakan melia kepada adam.
Karena setelah melia pergi adam juga pergi untuk kembali ke apartemennya.
Dan selvi lebih memilih barmain dirumah temannya.
Sesampainya di apartemen adam segera menghubungi asistennya untuk membawa beberapa berkas ke kamarnya.
"Permisi tuan, ini berkas yg anda minta" wayan meletakkan beberapa berkas di meja kerja adam.
"Yan segera buat jadwal kerja sama di luar kota" kata adam sambil membuka beberapa berkas.
"Maaf tuan tetapi jadwal luar kota ada pada nona melia" kata wayan "apa perlu saya menyuruh nona kemari tuan?" Sambung wayan.
"Tidak ! Aku tau kamu bisa menghandle semua" kata adam, adam menunjukkan sikap dinginnya lagi.
"Tapi tuan..."
"Jika kamu tidak sanggup, aku sendiri yg akan turun tangan" sahut adam
"Baik tuan saya akan segera mengurus semuanya" ucap wayan yg hanya di angguki oleh adam
"Tuan, saya mendapat kabar jika dalang dari percobaan pembunuhan pertama kepada nona melia sudah menemukan titik terang" kata wayan lagi.
Membuat adam menatap ke arah asistennya itu.
"Tutup kasusnya" kata adam.
"Maksudnya tuan?"tanya wayan yg masih tidak mengerti
"Jangan selidiki apapun tentang kasus gadis itu. Fokus kepada perusahaan kita, selama ini kita membuang waktu dengan percuma" jawab adam.
"Baik tuan"
Wayan merasakan ada sesuatu yg berbeda dari tuannya, jika di ingat lagi adam akan melakukan apapun demi sekertarisnya itu. Bahkan ia rela jika peluru harus menembus dirinya. Wayan berpikir apakah tuannya akan kembali menjadi Adam brawijaya yg dulu.
Akhirnya wayan menghentikan penyelidikan kasus yg menimpa melia, bahkan pria yg di sekap di villa akan segera di bebaskan..
Adam menyibukkan dirinya dengan beberapa pekerjaan.
Sudah cukup baginya di buat lemah hanya karena wanita.
Malam harinya keluarga atnan berkunjung kerumah melia.
Melia sudah menyiapkan beberapa cemilan untuk calon mertuanya itu.
Tidak lama keluarga atnan telah tiba, nampak mereka mambawa beberapa bingkisan di tangannya.
"Assalamualaikum" salam atnan dan ke dua orang tuanya.
"Waalaikumslam" jawab melia dan kakek yg menunggu di depan rumah.
Melia tidak lupa mencium punggung tangan calon mertuanya itu.
"Silahkan masuk" ajak kakek willi, atnan dan keluarganya pun segera masuk ke dalam rumah melia.
Melia menyuguhkan beberapa cemilan dan minuman.
"Jangan repot repot nak" ucap sari kepada melia.
"Gakpapa tante, silahkan om tante dan mas atnan" kata melia .
"Perkenalkan saya william kakeknya melia" kata kakek memperkenalkan dirinya.
"Saya feri dan ini istri saya sari pak, kami orang tua atnan" kata papa atnan yg juga memperkenalkan dirinya.
Akhirnya ke dua keluarga itu membahas pernikahan putra dan putrinya, pernikahan akan di adakan 1 minggu lagi.
__ADS_1
Sebenarnya kakek willi tidak setuju jika waktunya terlalu dekat.
Namun ia juga ingin jika cucunya segera ada yg menjaga.
Akhirnya mereka pun sepakat jika pernikahan akan di adakan 1 minggu kemudian.
Dan melia akan mengambil cuti 1 hari sebelum pernikahannya.
Selama seminggu kedepan keluarga melia dan atnan akan sibuk mempersiapkan semua.
Keluarga atnan sudah pulang, melia dan kakeknya masih terduduk di ruang tamu.
"Nak, kamu sudah bertemu adam?" Tanya kakek.
"belum, aku hanya bertemu tante ratna, kenapa kek?"
"Lebih baik kamu juga bicara sama adam" saran kakek willi.
Kakek sangat tau jika adam memiliki rasa kepada cucunya, itu terlihat saat bertemu kemarin. Dan adam sangat menginginkan perjodohan itu.
"Iya kek, besok kan aku kerja sekalian ngomong sama dia" jawab melia.
Sebenarnya melia ragu untuk membicarakan ini kepada adam, tapi agar tidak ada masalah di kemudian hari melia harus menemuinya..
Melia masuk ke dalam kamarnya, ia berniat untuk menghubungi adam.
melia mencoba menghubunginya beberapa kali, namun tetap saja adam tidak menjawab panggilan melia.
"Tumben dia tidak menjawab, apa sibuk??" gumam melia. akhirnya melia memilih untuk tidur dan meletakkan ponselnya kembali.
Pagi ini melia kembali beraktifitas, untuk sementara atnan tidak mengantar melia bekerja. Karena mereka dilarang bertemu sampai hari pernikahannya.
Dan akhirnya melia berangkat dengan kakeknya.
Melia masuk ke pantry membuat kopi untuk bosnya, sekalian ia ingin membicarakan pembatalan perjodohan itu.
Melia segera melangkahkan kakinya menuju ruangan adam.
"Permisi tuan" melia masuk keruangan adam.
Dilihatnya adam tengah sibuk bersama wayan.
Melia merasakan sesuatu yg beda di dalam ruangan itu.
Biasanya, adam akan langsung bertanya dan membahas kerja sama itu dengan melia, tapi hari ini tampak bosnya tengah sibuk dengan asistennya.
"Tuan ini kopinya" kata melia sambil meletakkan kopi di atas meja adam. Namun adam tetap fokus kepada berkas kerjanya, wayan memperhatikan kedua orang itu. Nampaknya ada sesuatu.
"Tuan berhubung nona melia ada disini sepertinya kita perlu mencocokkan berkas saya dengan nona" ucap wayan.
"Berkas yg mana pak wayan?" Tanya melia.
"Beberapa kerja sama di luar kota nona" jawab wayan.
"Baik, saya akan mengambilnya" melia hendak mengambil berkas tersebut.
"Tidak perlu" sahut adam.
Wayan dan melia hanya terdiam, padahal mereka memang perlu mencocokkan data datanya.
"Segera pindahkan dia ke defisi lain" kata adam kepada wayan.
Wayan dan melia kembali terkejut, siapa yg ia maksud harus pindah.
"Maksudnya tuan?" Tanya wayan.
"Segera pindahkan nona kamelia ke defisi lain" tegas adam.
__ADS_1
"Bukankah saya sekertaris anda? Mana mungkin saya bisa dipindah begitu saja tuan" sahut melia.
Ia tidak tau apa yg membuatnya harus di pindahkan.
Sedangkan adam sudah tidak mampu jika harus bertemu dengan gadis itu setiap hari, yg membuat dirinya akan semakin sakit.
"Jika memang tidak bisa, silahkan ajukan surat pengunduran diri anda dan saya akan langsung menyetujuinya" kata adam, ia berdiri dari duduknya dan segera meninggalkan melia.
"Apa ini? Kenapa dia??" Tanya melia.
"Nona saya permisi" wayan segera pergi menyusul tuannya.
"Kemarin masih baik baik saja, bukankah di kontrak sudah menerangkan, jika aku mengundurkan diri maka aku membayar denda.. apa itu caranya untuk mendapatkan uang??" Gerutu melia .
Melia kembali ke ruangannya, memikirkan ada apa dengan bosnya.
Apa mungkin karena perjodohan? Tapi tidak mungkin, karena menurutnya adam sama sekali tidak menyukai melia, dan melia bukanlah tipe adam.
Pasti tidak akan ada masalah jika perjodohan itu di batalkan.
Lalu apa yg membuat adam menjadi berubah kepadanya.
Sebenarnya melia sangat nyaman dengan sikap adam yg usil kepadanya saat di kantor, mereka akan berdebat masalah apapun, berbeda dengan adam yg ia temui pertama kali.
adam sudah banyak berubah, ia lebih hangat dengan sekitarnya. Dan tidak kejam seperti dulu.
Akhirnya melia segera mengirim pesan kepada wayan.
📨melia : pak wayan ada dimana? jangan katakan apa pun kepada tuan adam.
send..
tidak berapa lama ponsel melia berdering, sebuah pesan masuk, dengan cepat melia membuka pesan itu.
📩wayan : saya sedang berada di kantor nona, setelah mengantar tuan adam.
📨melia : boleh tau kemana?
📩wayan : danau
📨melia : danau mana?
setelah beberapa lama ternyata wayan tak kunjung membalas pesan terakhir malia.
"Di danau mana pak wayan?? kenapa dia tidak membalasnya" gerutu melia karena pesannya tidak di balas oleh wayan.
Melia segera mengambil tasnya, dan menuju ke ruangan rahma.
"Mbak rahma" panggil melia.
"Iya kenapa mbak?" tanya rahma.
"Emm aku boleh pinjam motornya? sebentar saja gak lama" kata melia, ia bermaksud menyusul bosnya itu.
"Boleh mbak"
"Ini kunci motornya, mbak melia tau kan motor rahma?" tanya rahma sambil menyerahkan kunci kepada melia.
"Iya tau mbak, aku pinjem dulu ya mbak" melia segera berlari menuju parkiran.
Sampai di parkiran melia segera menaiki motor yg di pinjemnya, tidak lupa melia mencari di google danau mana yg dekat dengan kantornya. ternyata ada sebuah danau hijau yg jaraknya 7km dari kantor.
ia segera berangkat menuju danau tersebut.
*****
happy reading🥰 jangan lupa like setiap eps.nya yaa
maaf jika masih ada typo🙏
__ADS_1