Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Kemarahan Sherin


__ADS_3

Kini adam mulai mengendarai motornya, sudah lama ia tidak pernah naik motor.


Walaupun sedikit kaku, adam menikmati perjalanan bersama sekertarisnya.


Kali ini melia akan membuat tuannya merasa sedikit bahagia sebelum ia akan menikah dengan atnan.


"Tuan ternyata kamu sangat jago naik motor ya" puji melia.


"Bukankah sudah aku katakan, aku itu pembalap dulunya" sahut adam sombong.


"Iya ya aku percaya, meski tuan berbohong"


"Hahahahahah" mereka tertawa bersama sama, melia mengambil ponselnya.


"Mau ngapain?" Tanya adam, saat melia menghadapkan kamera di depan wajah adam.


"Aku sedang live tuan, ini momen langka. presdir terkenal tengah mengendarai motor" kata melia sambil mengarahkan kamera ke arah mereka berdua.


"Kamu sangat norak, matikan!" Perintah adam.


"Tidak mau! Eh tuan liyat ada yg komen. Mereka bilang kamu tampan" kata melia membaca beberapa komen.


"Iya aku memang tampan" sahut adam membuat mereka semua berlomba lomba mengirimkan komen di live story melia.


"Tuan tuan ada yg bertanya, apa aku kekasihmu?" Kata melia.


"Bukan, dia sekertaris bodohku. Mana mungkin aku mau punya kekasih seperti dia" sahut adam.


"Kau jahat tuan"


"Eh kenapa di matikan?" Tanya adam


"Mereka semua memujimu" jawab melia.


"Kenapa jika mereka memujiku? Kamu cemburu?"


"Tidak, tapi kan ini sosmedku mereka malah memujimu.. huhhh"


Adam kembali fokus menyetir, 15 menit kemudian mereka sudah sampai di kantor.


Adam memberikan kunci motornya kepada melia.


"Terimakasih tuan" kata melia.


"Untuk apa?" Tanya adam


"Untuk semua" jawab melia. Adam hanya menganggukkan kepalanya.


Kemudian mereka masuk ke dalam kantor.


Tidak lupa melia menuju ruangan rahma untuk mengembalikan kunci motornya.


"Mbak rahma ini kuncinya, maksih ya mbak" kata melia.


"Sama sama mbak, duh kayaknya lagi happy nih" celetuk rahma, karena melihat raut melia yg berbeda dari pada tadi saat tadi meminjam motor.


"Sama aja kok mbak hehe, ya udah aku balik ke ruanganku dulu ya mbak" melia kembali ke ruangannya.


Melia meregangkan ototnya yg sedikit lelah.


Brak..!!!


Pintu ruangan melia di buka dengan sangat kasar oleh seseorang.


"Sherin" kata melia terkejut.

__ADS_1


Plak..!!!


Dengan cepat sherin menampar melia membuat tubuh melia terhuyung ke sofa.


"Kamu kenapa sher?" Tanya melia yg masih memegang pipinya.


"Kamu yg kenapa!! Kenapa kamu masih saja menggoda adam hah? Bukankah aku sudah memperingatkanmu?" Sahut sherin dengan wajah penuh amarah.


"Aku sama sekali tidak melakukan itu" kata melia mencoba menjelaskan.


"Berhenti berpura pura!!! Aku sangat membencimu" sherin menarik rambut melia dengan sekuat kuatnya.


"Lepas sher.. aaaww" teriak melia.


Namun sherin yg sudah terlanjur emosi tidak mendengarkan itu. Ia terus menjambak rambut melia menariknya hingga melia bersimpuh di lantai.


"Hentikan !!!!" Teriak adam


Sherin yg mendengar itu langsung melepas rambut melia.


Sedangkan melia masih merintih kesakitan.


"A..adam aku hanya..." Kata kata sherin terhenti


"Cukup!! Kamu memang keterlaluan sherin. Aku tidak akan memaafkanmu" adam segera membantu melia, mengangkat tubuh melia ke atas sofa.


"Kamu gakpapa?" Tanya adam kepada melia. Melia hanya mengangguk


"Pergi kamu dari sini!!" Usir adam kepada sherin.


"Sayang kamu salah paham"kata sherin


"Cukup!!! Kita putus" sahut adam.


"Kamu salah, aku memutuskanmu karena kamu sendiri. Aku tau apa yg kamu lakukan di belakangku, bahkan setiap kamu pemotretan di luar negeri aku tau apa saja yg kamu lakukan disana, dan berapa banyak lelaki yg kamu bawa untuk menemani tidurmu" jelas adam. Membuat sherin terkejut bukan main


Selama ini sherin sudah bermain sangat rapi, tapi bagaimana adam bisa mengetahui semuanya. Sherin selingkuh karena ia tidak pernah mendapatkan kepuasan dari adam.


Adam selalu menolak ajakan sherin, maka dari itu sherin mencari pelampiasan dengan pria lain.


"Kamu salah paham sayang" sherin memegang tangan adam mencoba untuk membujuknya lagi.


"Cukup!!! Keluarlah dari sini sekarang juga"


Sherin sudah tidak bisa menjelaskan apa apa lagi, kini dirinya sudah di campakan oleh adam.


Sherin segera pergi dari ruangan melia.


Adam kembali melihat keadaan melia, di perhatikan wajahnya apakah ada yg luka.


"Apa ini sakit?" Tanya adam yg melihat pipi melia memerah bekas tamparan sherin.


"Sedikit tuan" jawab melia, menundukkan wajahnya.


"Maafkan aku ya, karena wanita itu kamu jadi seperti ini" kata adam.


"Gakpapa tuan, nanti akan sembuh" jelas melia.


"Tunggu sini aku akan memanggil wayan untuk mengambilkan kompres untukmu" kata adam, dan hendak menelpon wayan.


"T...tuan tidak perlu, ini akan baik baik saja. Anda tidak perlu khawatir." Tolak melia lembut.


"Baiklah jika masih sakit cepat kompres ya"


"Iya tuan"

__ADS_1


 


Sherin masih berada di parkiran kantor adam, ia masih sangat kesal karena adam memutuskannya.


"Semua ini karena wanita sialan itu, lihat saja aku akan membuat hidupmu menderita" ancam sherin.


Sherin segera melajukan mobilnya meninggalkan kantor adam.


Sherin mengendarai mobilnya dengan sangat ngebut..


Sampai ia menerobos lampu merah.


CIIITTTTTT.......


Sherin mengerem mobilnya dengan sangat mendadak, ia hampir saja bertabrakan dengan mobil seseorang.


Seseorang itu keluar dari mobil tersebut dan menghampiri mobil sherin.


Tuk.. tuk.. tuk..


Orang itu mengetuk kaca mobil sherin.


Sherin yg masih terkejut tidak sadar jika ada orang yg mengetuk kaca mobilnya.


Tuk.. tuk.. tukk


Diketuknya lagi kaca mobil sherin.


Sherin segera keluar dari mobilnya.


"Haii nona apa kamu tidak bisa mengendarai mobil?" Tanya seorang pria yg hampir saja bertabrakan dengan sherin.


"Sory" jawab sherin singkat.


Sherin hendak masuk lagi ke dalam mobilnya.


"Heii " pria itu menarik tangan sherin.


"Ada apa lagi?" Tanya sherin.


"Kamu sudah membahayakan orang lain, kenapa tidak bertanggung jawab?" Tanya pria itu.


"Bukan kah kamu dan mobilmu baik baik saja, lagi pula aku sudah meminta maaf" sahut sherin.


"Tidak bisa, kamu harus aku bawa ke kantor polisi karena sudah ngawur dalam berkendara" ancam pria itu.


"Oke, kita damai aja. Berapa yg kamu minta?" Tanya sherin.


"Tidak nona, aku tidak butuh uangmu. kamu harus di bawa ke kantor polisi sekarang juga"


"Tidak aku tidak mau, kamu saja yg ke kantor polisi." Sherin segera masuk ke mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan pria itu.


"Dasar wanita aneh" ucap pria itu.


padahal dia hanya mengancam sherin, agar ia mau meminta maaf dengan benar. pria itupun segera pergi.


"Aghhh... kenapa aku sangat sial hari ini!! pertama harus ber urusan dengan melia, kemudian di putuskan adam dan barusan hampir menabrak mobil orang.. ini semua karena melia" kesal sherin di dalam mobilnya.


*****


happr reading🥰🥰 jangan lupa like vote n rate 5 ya, biar author makin semangat


maaf kalo masih ada typo🙏🥰


 

__ADS_1


__ADS_2