Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Adam si Pencuri


__ADS_3

"lebih baik serahkan wanita itu, sebelum aku benar-benar gelap mata" kata adam yg mengancam para penculik itu


"hahahahaha" mereka tertawa terbahak-bahak.


hanya 1 orang pria tidak mungkin bisa melawan mereka yg ber enam.


begitulah pikir para penculik itu.


Buggg !!


salah satu dari mereka memukul wajah adam, karena merasa belum siap. tubuh adam terhuyung kebelang.


di usapnya darah segar yg keluar dari sudut bibirnya.


adam berdiri kembali,, ia mengeratkan besi yg sedari tadi di genggamnya.


dengan langkah pasti adam menghampiri mereka.


sekarang posisinya adam tengah di kepung oleh para penculik.


dengan sigap langsung di layangkan pukulan kepada mereka satu persatu.


Buggg !! Buggg!! Bugg!!


mereka sudah terkapar tak berdaya.


kini masih tersisa ketua dari penculik itu.


dikeluarkan sebilah pisau dari celana bagian belakangnya di hadapkan ke arah adam.


di sisi yg lain melia hanya bisa menyaksikan, ia khawatir bagaimana jika adam akan terluka.


tubuhnya bergetar kakinya serasa lemas.


melia kini duduk bersimpuh masih dengan tangan dan mulut terikat.


ini yg terakhir... pikir adam


segera ia mumukul lengan laki-laki itu, membuat pisau yg di pegangnya terjatuh.


di tarik dan di plintirkan tangannya.


membuat ketua penculik mendengus kesakitan.


tak sampai disitu.


adam segera memukul punggung penculik itu dengan siku nya.


membuat tubuh si penculik terkapar di tanah. masih di pegangi tanganya kuat agar tidak bisa memberontak.


adam segera mengeluarkan ponsel yg berada di kantung celananya.


dia menelfon seseorang.


"kau bisa keluar" printah adam kepada orang yg tengah di telfonnya.


dari balik semak-semak dan pepohonan mereke semua menghampiri adam.


"tuan" sapa wayan


sedari tadi wayan dan beberapa polisi hanya melihatnya dari kejauhan.


itu semua atas dasar perintah adam.


karena jika gegabah akan membuat nyawa melia dalam bahaya.


"tuan adam serahkan mereka semua pada kami" ucap salah satu polisi.


polisi segera memborgol tangan para penculik itu dan segera membawanya.


"cari tau siapa dalang sebenarnya, pasti ada yg menyuruhnya" ucap adam kepada salah satu polisi.


adam segera berlari menghampiri melia.


segera dibuka ikatan tangan dan mulut melia.


dengan cepat melia langsung memeluk tubuh adam,, dan tentunya adam membalas pelukan melia.


melia menangis di dalam pelukan adam.


"sudah semuanya baik-baik saja. ada aku di sini yang akan menjagamu" kata adam refleks


**apa yg barusan kukatakan.. ahh sudalah**


melia masih memangis di dada bidang adam.


segera adam menggendong tubuh mungil melia.


wayan membuka pintu mobil, adam segera masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


adam duduk di kursi belakang bersama melia yg masih tak melepas pelukannya.


"kemana kita tuan?" tanya wayan


"apartemen" jawab adam


wayan segera menjalankan mobilnya menuju apartemen adam.


masih setengah perjalanan dilihat gadis disebelahnya sudah tertidur dengan posisi masih memeluk adam.


untung saja adam datang tepat waktu.


flasback on


"kenapa dia belum pulang" ucap adam.


adam masih melihat melia tengah duduk di bawah pohon. seperti menunggu seseoarang


adam segera masuk kedam mobilnya.


sudah 2 jam melia belum beranjak dari duduknya.


adam juga masih memperhatikannya di dalam mobil.


"mau kemana dia, kenapa jalan kaki" ucap adam lagi saat melihat melia mulai melangkahkan kakinya.


di ikutinya pelan-pelan sampai melia terduduk kembali di pinggir jalan.


karena melia masih belum beranjak segera adam memasuki mini market untuk membeli minum.


selesainya saat keluar dari mini market.


melia sudah tidak ada .


adam mencoba mengedarkan pandangannya di sudut-sudut jalan.


pandangannya terhenti saat melihat melia dibawa oleh gerombolan lelaki dan masuk kedalam mobil tersebut.


Brakkkk


kantong kresek yg di pegang adam terjatuh. adam segera naik ke mobilnya dan mengikuti mobil yg membawa melia.


ia segera menelfon wayan untuk segera membantunya. dan membawa beberapa polisi.


flasback off


digendongnya lagi tubuh melia.


"aku akan bermalam disini. katakan pada mama aku tidak bisa pulang untuk malam ini" ucap adam pada wayan.


"baik tuan"jawab wayan.


adam segera berjalan masuk menuju apartemennya.


setelah sampai diletakkan melia di atas tempat tidur.


dilihat lagi melia masih tertidur. entah benar-benar tidur atau pingsan.


dilepaskan sepatu melia yg masih melakat di kakinya.


dan adam segera masuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


selesai mandi dan berganti pakaian, adam segera melihat kondisi melia.


ternyata gadis itu belum juga bangun.


ia duduk di sebelah melia.


dilihatnya wajah melia dengan mata


sembab pasca menangis.


pandangannya terhenti di bibir pucat melia.


tangannya membelai wajah melia dengan lembut.


Cup..


adam mencium singkat bibir melia.


entah setan apa yg mendarat di kepala pria itu.


lagi-lagi adam mencium bibir melia.


ia merasakan sesuatu yg beda saat mencium gadis itu.


tangannya mulai mendarar di pinggang ramping melia.


melihat gadis itu tak kunjung bangun adam melanjutkan aksinya.

__ADS_1


melia mengeliat, membuat adam tersadar dengan tingkah konyolnya.


"tidak tidak tidak!!! apa yg aku lakukan. aku menciumnya saat dia tertidur.. bukankah itu seperti aku tengah mencuri sesuatu" adam mengacak-acak rambutnya, ia sangat mengutuk dirinya.


adam segera pergi ke dapur untuk mengambil minum.. perasaannya benar-benar tidak karuan.


di tempat yg lain atnan menghawatirkan kamelia, berkali kali di telfon namun tak terhubung.


dia sudah kekantornya namun sudah sepi tidak ada orang satupun.


ia pun pergi ke rumah melia, memberanikan diri untuk menemui kakek wili dan menanyakan kamelia.


namun kakeknya mengatakan jika melia belum pulang dari kerjanya


membuat kakek wili juga ikut khawatir.


"maaf kek barusan melia menelfon katanya dia akan bermalam dirumah temannya" kata atnan membohongi kakek wili.


tidak ada cara lain, terpaksa atnan harus berbohong agar kakeknya tidak khawatir.


kini atnan bingung harus mencari melia kemana lagi.


ia menyalahkan dirinya karena sudah lalai menjaga melia


atnan segera meyuruh kim dan anak buahnya untuk mencari kamelia.


"Aaaaghhhhh......" teriak kamelia, ia melihat adam tengah tidur di sebelahnya.


adam yg tengah tertidur pulas terpaksa bangun.


"bisakah kamu tidak berteriak" kata adam


"ka..kamu ngapain disini?" tanya melia terbata


"tidur" jawab adam singkat. adam bermaksud ingin tidur lagi karena di lihatnya jam menujukkan pukul 12 malam.


"kenapa harus tidur disini?" tanya melia lagi


"karena ini kamarku"


mata melia segera melihat seluruh kamar itu, dan benar saja dia sedang berada dikamar adam. dilihatnya bajunya masih lengkap melekat di tubuhnya.


dia mengingat-ingat lagi semua kejadian yg membuat dia tertidur di samping adam.


"apa yg sudah anda lakukan padaku tuan?" tanya melia


"tidak ada"


"jangan bohong.. terlihat jika anda sudah melakukan kejahatan " kini mata melia memperhatikan wajah adam baik-baik. seperti ingin mengintrogasinya..


"aku tidak melakukan apa-apa, sudah cepat tidur" kata adam


"tuannn..."


"hmm" jawab adam


"bisakah anda tidur di tempat lain? ini sangat tidak nyaman." kata melia


"kamarnya hanya satu, jangan bicara dan cepat tidur. aku tidak akan melakukan hal buruk padamu" jelas adam


yg membuat melia sedikit lega.


melia meletakkan guling di tengah-tengah meraka. ia berusaha sejauh mungkin agar tidak berdekatan dengan adam.


"kamu bisa jatuh kalau tidurmu terlalu kepinggir" kata adam


"ini sudah lebih baik dari pada harus ketengah" jawab melia.


mereka berdua pun tidur dengan saling membelakangi.


tapi di antara mereka belum juga ada yg tertidur.


mereka sedang mengatur jantungnya masing-masing yg sudah hampir lepas.


sesekali adam membalikkan tubuhnya. melihat apa gadis itu sudah tidur atau belum.


sedangkan melia tetap pada posisinya.


tubuhnya seakan membatu...


*****


happy reading🥰🥰


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2