
Adam sudah sampai di dalam kantornya, ia melangkahkan kaki memasuki gedung kantornya dengan langkah gontai. Di pegang kepalanya yg terasa sakit.
"Tuan baik baik saja?" Tanya wayan yg baru saja tiba.
"Aku baik baik saja" jawab adam
Wayan sebenarnya ingin menanyakan, tentang pernikahannya yg dilaksanakan secara mendadak.
Namun melihat kondisi tuannya yg tidak sehat membuat wayan mengurungkan niatnya.
Wayan membantu adam memasuki ruangannya.
"Tuan kenapa ke kantor jika sakit?" Tanya wayan.
"Aku baik baik saja, lanjutkan pekerjaanmu" kata adam kepada asistennya itu.
Wayan pun keluar dari ruangan adam.
Adam menyandarkan tubuhnya dan menutup matanya.
Kenapa dia bisa sangat lemah seperti ini, adam jarang sakit bahkan sampai tubuhnya lemas.
Ia terus saja memikirkan ucapan istrinya semalam.
Kenapa melia bersedia menikah dengannya jika memang tidak mencintai adam.
Namun bagaimana pun juga adam akan berusaha membuat gadis itu mencintainya.
Ditempat lain sherin melajukan mobilnya untuk pergi membeli beberapa pakain di sebuah butik.
Sherin sudah tidak lagi bekerja sebagai model. Ia memilih untuk melanjutkan kuliahnya.
CIIIITTTT....
Sherin menghentikan mobilnya, ia keluar dan melihat ban mobilnya yg bocor.
"Pakek acara bocor lagi" kata sherin.
Ia mengedarkan pandangannya mencari bengkel.
Ternyata tidak ada bengkel di sana.
"Perlu bantuan?" Tanya seorang pria yg baru saja turun dari mobilnya.
"Kamu" ucap sherin, melihat ternyata pria itu adalah pria yg hampir di tabraknya beberapa hari yg lalu.
"Aku naufal" kata naufal mengulurkan tangannya.
Dengan ragu ragu sherin menjabat tangan pria di depannya.
"Sherin"
"Mobil kamu kenapa?" Tanya naufal
"Bannya bocor" jawab sherin sambil menendang ban mobilnya.
Naufal melihat itu ternyata memang benar bocor.
"Kalau gitu aku telpon bengkel dulu biar benerin mobil kamu, dan untuk sementara aku bisa mengantarmu" ucap naufal.
"Yakin kamu mau nganter? Bukannya mau bawa aku ke kantor polisi?" Tanya sherin dengan tatapan penuh selidik.
"Hahaha tidak, kemarin aku hanya bercanda" jawab naufal "gimana. Mau di antar?" Tanya naufal lagi.
Tidak ada pilihan lain, akhirnya sherin bersedia di antar oleh naufal.
Naufal segera mengantar sherin menuju sebuah butik.
tidak berapa lama mereka berdua sudah sampai.
"Eh kamu mau ngapain?" Tanya sherin yg melihat naufal juga turun dari mobil
"Aku mau masuk juga, mau beli sesuatu buat temenku" jawab naufal.
"Baiklah"
Akhirnya mereka masuk ke dalam butik itu, naufal mencari sebuah dres untuk di berikan kepada melia. Pada saat menikah naufal belum sempat memberikan kado untuk sahabatnya itu.
Naufal sudah mendapatkan apa yg di cari, begitupun juga dengan sherin.
"Kamu mau aku antar kemana?" Tanya naufal
"Ke apartemenku" jawab sherin.
Akhirnya naufal mengantarkan sherin sesuai alamat.
Dijalan sesekali naufal melihat gadis di sebelahnya, apa dia ada masalah? karena melihat raut wajah sherin yg muram.
tak berapa lama akhirnya mereka sampai di depan apartemen sherin.
"Makasih" kata sherin dan turun dari mobil naufal.
"Sama sama, oh ya nanti mobil kamu di atar kesini" jelas naufal.
"Oke bye" sherin berjalan meninggalkan naufal.
"Cuek banget" gumam naufal.
__ADS_1
Naufal mengambil ponselnya ia berencana untuk menemui melia hari ini.
Ia mencari nama kamelia diponselnya, dan segera menelpon gadis itu.
📞Melia : Assalamualaikum fall
📞Naufal : waalaikumsalam mel, kamu dimana?
📞Melia : dirumahnya mas adam, kenapa?
📞Naufal : boleh ketemu? Aku ingin memberikan sesuatu
📞Melia : kapan dan dimana? Nanti biar enak aku ijinnya.
📞Naufal : 20 menit lagi di cafe JOY
📞Melia : iya udah ketemu disana ya fal, assalamualaikum
📞Naufal : waalaikumsalam.
Naufal mengakhiri panggilannya, dan menuju ke cafe JOY.
Sedangkan melia tengah bersiap.
Tidak lupa ia mengirim pesan kepada suaminya bahwa dirinya akan keluar menemui temannya.
Namun adam tak kunjung membalas pesan melia.
Karena sudah terlalu lama menunggu balasan dari adam, melia langsung pergi menemui naufal.
Kebetulan mertuanya juga tidak ada dirumah.
Melia pergi menggunakan taksi.
Setelah 10 menit akhirnya melia sampai di cafe JOY.
ia segera masuk menghampiri naufal yg sudah datang lebih dulu.
"Fal" panggil melia.
"Iya mel, sini duduk" kata naufal, melia pun duduk di depan naufal.
"Kamu mau pesen apa?" Tanya naufal sambil membuka buku menu.
"Aku jus apukat aja" jawab melia.
Pelayan sgera menyiapkan pesanan mereka.
"Oh ya ada apa fal?" Tanya melia tanpa basa basi.
Naufal menyerahkan paper bag kepada melia.
"Itu hadiah dari aku buat pernikahan kamu" jawab naufal.
"Kamu gak perlu repot repot fal" kata melia.
"Gakpapa mel, lagian kan kamu sahabat aku" sahut naufal.
Mereka pun mengobrol santai, dan menikmati minuman masing masing.
Tak sengaja naufal melihat kalung pemberiannya masih melekat di leher melia.
"Mel"
"Iya?"
"Kenapa kamu masih pakai kalung itu?" Tanya naufal
"Gakpapa fal, ini kan kenang kenangan dari kamu" jawab melia jujur.
"Maaf sebelumnya mel, tapi kamu kan sudah menikah. Akan lebih baik kalau kamu melepas kalung itu, mungkin buat kamu itu gak masalah, tapi kamu juga harus memikirkan perasaan suamimu" jelas naufal.
Naufal tau bahwa adam sangat mencintai melia, ia tidak ingin pernikahan sahabatnya menjadi tidak harmonis karena masa lalu melia.
Melia tampak memikirkan perkataan naufal.
"Iya fal, makasih untuk sarannya" ucap melia
Setelah urusannya dengan naufal selesai melia langsung kembali ke rumahnya.
Saat ia sudah sampai, dilihatnya mobil adam sudah terparkir didepan rumah.
Melia segera berlari menuju kamarnya.
"Dari mana?" Tanya adam yg melihat istrinya masuk ke dalam kamarnya.
"Aku bertemu naufal, tapi aku sudah mengirim pesan untumu" jawab melia ia takut jika suaminya akan marah.
"Apa aku mengijinkanmu?" Tanya adam
"Tapi aku sudah mengabarimu mas"
"Apa kamu tidak tau jika suami belum mengijinkan itu tandanya kamu belum boleh pergi, apa sebegitu tidak pentingnya diriku. Sampai kamu memaksa bertemu dengan pria lain tanpa ijinku?" Tanya adam yg mulai dengan nada emosi.
"T..tapi mas aku hanya...." ucapan melia terhenti.
"Sudahlah sekarang lebih baik kamu mandi" kata adam.
__ADS_1
adam berusaha meredam emosi dan amarahnya.
Karena ia sedang berusaha membuat gadis itu nyaman bersamanya dan kemudian bisa mencintainya.
Melia meletakkan paper bag di atas meja riasnya, dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Adam penasaran dengan isi paper bag itu.
dilangkahkan kakinya menuju meja rias istrinya, dan segera membuka paper bag tersebut.
Adam mulai membukanya, ternyata sebuah dres berwarna pink dan sebuah kotak yg ber isikan jam tangan laki laki. secarik kertas terlipat di dalam sana.
Karena istrinya masih berada didalam kamar mandi adam segera melihat apa isi kertas itu.
"surat" kata adam, dengan cepat adam membuka suratnya.
"**happy weding kamelia pratiwi, doa terbaik untuk pernikahanmu.. semoga kamu selalu bahagia, hidup sakinah mawadah dan warohma. Aku yakin kamu akan bahagia karena memiliki suami yg sangat mencintaimu melebihi siapapun.. bahkan ia rela mengorbankan hidup dan kebahagiannya untukmu.
Naufal**"
Begitulah isi surat dari naufal, adam tersenyum tulus. akhirnya pria jadi jadian itu mendoakan kebahagiaan pernikahan mereka. bahkan memberikan sebuah jam tangan yg cukup mahal.
Adam meletakkan kembali surat itu, dan ia segera kembali ke atas tempat tidur.
Ceklek....
Melia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju santai, setelah itu pergi ke meja riasnya untuk merapikan rambutnya.
"Gimana kondisimu mas?" tanya melia yg berjalan mendekati suaminya.
"Sudah membaik, wayan merawatku tadi di kantor" jawab adam
"Apa kamu mau makan sesuatu?" tanya melia yg masih berdiri di sebelah suaminya.
"Tidak, sini duduklah aku ingin berbicara" kata adam.
Melia segera naik ke atas tempat tidur dan duduk di samping suaminya.
"Maaf jika aku tadi sedikit marah padamu" kata adam. melia menatap suaminya dengan rasa bersalah.
Sekalipun ia belum mencintai adam, tapi ia sadar bahwa bagaimana pun adam tetap suaminya.
"Aku yg minta maaf mas, karena tidak seharusnya aku berkata seperti itu padamu, dan seharusnya aku menunggu ijinmu" ucap melia sambil menundukkan kepalanya.
"Aku sudah memafkanmu, mungkin aku yg terlalu cepat.... sudahlah, oh ya apa yg kamu bawa tadi? apa itu pemberian sahabatmu?" tanya adam
"I..iya mas tadi naufal memberikan hadiah untukku karena...." ucapan melia terhenti.
"Cepat ambil aku ingin melihatnya" kata adam. padahal ia sudah lebih dulu tau apa isi paper bag itu.
Melia turun dan mengambil paper bag di atas meja riasnya.
ia kembali lagi duduk di samping suaminya dan membuka apa isi paper bag itu.
"Dia memberikan aku sebuah dres mas" kata melia "Eh ada lagi" sambung melia
"Bukankah ini jam tangan pria?" tanya melia, dan adam mencoba melihat jam tangan itu.
"Sepertinya ini untukku" ucap adam dengan PD nya. melia tersenyum karena adam tidak marah dengan pemberian sahabatnya itu.
Diberikan jam tangan itu kepada adam.
"surat" melia memegang surat pemberian naufal, ia menatap pada suaminya takut jika isi surat itu bisa menyinggung perasaan adam.
"Buka dan baca dengan keras" kata adam.
"Nanti saja aku baca" sahut melia.
"Buka dan baca sekarang" perintah adam dengan memajukan sedikit wajahnya.
mau tak mau melia membuka surat itu dan membacanya.
Tiba tiba air matanya menetes, ia tidak menyangka naufal sudah mengikhlaskannya.. seharusnya melia bisa belajar ikhlas dari naufal. Kenyataan dan takdirnya sekarang adalah menjadi istri Adam.
**mengorbankan hidupnya? apa yg sudah mas adam lakukan untukku? kenapa hanya aku yg tidak tau** batin melia
Adam mengusap lembut air mata istrinya.
"Kenapa menangis?" tanya adam.
Dengan cepat melia memeluk tubuh suaminya.
ia menangis di dalam dada adam.
Tenang... kenapa ia selalu merasa tenang di dalam pelukan adam.
Bukan hanya sekali ia merasakan ketenangan saat dipeluk adam.
**Mas atnan.. bolehkah aku membuka hatiku untuk pria yg sekarang sudah menjadi suamiku? bolehkan aku bahagia dengannya??** batin melia.
Lagi lagi ia bertanya kepada kenyataan.
ia sangat takut jika dirinya mulai mencintai adam, dan adam juga akan pergi seperti cinta cintanya yg sebelumnya..
*****
happy reading, jangan lupa like n vote ya🥰🥰
__ADS_1
maaf jika masih ada typo🙏🙏