
Beberapa minggu kemudian....
Pagi ini sepasang sejoli enggan bangun dari tidurnya, dipeluknya tubuh sang istri dengan sangat erat. ia pun mengeliat masuk ke dada bidang suaminya.
semalaman mereka memadu kasih meluapkan api cinta yg membara:'.
Seoalah tidak puas dan tidak mengenal lelah mereka sanggup melakukannya setiap hari.. bahkan yg awalnya malu malu kini sudah menjadi candu ke duanya.
Sinar matahari mulai memasuki cela cela jendela, membuat mereka harus mengercitkan matanya dan terbangun.
bersiap untuk memulai aktifitasnya.
"Mas bangun" melia menggoyangkan tubuh suaminya pelan.
"Iya sayang" jawab adam dengan suara khas bangun tidur.
"Mas cepet bangun aku harus kuliah" kata melia kesal yg melihat suaminya tak kunjung bangun.
"Morning kiss" sahut adam sambil menunjuk bibirnya.
"Gak mau!" sungut melia.
"Ya udah aku gak bangun" adam kembali merebahkan tubuhnya dan menutup dengan selimut.
"Ihh"
dibuka selimut itu, dan satu kecupan mendarat di bibir adam.
"Oke ayo kita mandi" kata adam dan memboyong tubuh istrinya ke dalam kamar mandi.
beberapa hari ini mereka kerap mandi bersama, bagaimana lagi. suami beruang kutubnya itu telah menjelma menjadi bayi gede yg selalu manja kepada istrinya.
seharusnya mandi hanya membutuhkan waktu 15 menit, bisa berganti sampai 30/40 menitan.
Setelah menyelesaikan aktifitasnya adam dan melia turun menuju meja makan.
karena mereka sudah memiliki asisten rumah tangga, jadi melia tidak perlu memasak lagi.
Merekapun menikmati sarapannya.
"Bik sarapan juga ayo" ajak melia kepada 2 wanita paruh baya itu.
"Silahkan nyonya, nanti kita bisa makan di belakang" kata bik sarmi yg usianya sekitar 50 an.
Setelah selesai sarapan, adam segera mengantar istrinya menuju kampus.
"Sayang aku berencana mengadakan resepsi, bagaimana menurutmu?" tanya adam sambil mengemudi.
"Aku terserah kamu aja mas, tapi kalau bisa jangan mendadak ya. karena kan aku harus ngatur jadwal kuliahku" jawab melia.
"Iya sayang, rencananya minggu depan. gimana?" tanya adam lagi.
"Boleh mas" jawab melia sambil tersenyum.
Mobil pun sudah sampai di halaman kampus melia.
sebelum turun melia mencium punggung tangan suaminya. dan adam mencium kening serta bibir sang istri.
"Nanti aku jemput ya"
"Iya mas, Kamu hati hati yaa assalamualaikum"
"Waalaikumsalam sayang"
Melia pun masuk ke dalam kampus, dan adam melajukan mobilnya menuju kantornya.
"Melia..." panggil salah seorang wanita.
melia menoleh ke arah sumber suara.
"Eh ema" sahut melia.
Ema adalah teman satu jurusan bersama melia dan naufal. ema sempat menyukai naufal, tapi karena ema tidak terlalu dekat dengan mereka akhirnya ema memilih untuk menghindar.
__ADS_1
"Ya ampun mel lama kita gak ketemu yaa, kamu makin cantik aja" kata ema yg baru saja memeluk malia.
"Kamu juga makin cantik ma" sahut melia.
"Aku pikir kamu pindah juga kayak naufal"
"Enggak, aku tetep kuliah disini tapi online karena aku kerja" jelas melia.
"ya udah masuk yuk"
Akhirnya mereka masuk kedalam kelas dan memulai kuliahnya.
Di kantor adam, ia tengah sibuk menyiapkan miting dengan beberapa klien di bantu wayan dan sekertaris barunya yaitu thania.
"Pak ini laporan yg sudah saya buat bisa di cek terlebih dahulu" kata thania.
Thania gadis yg cantik namun tidak secantik melia.
ia memiliki tubuh yg ramping, dan diam diam rupanya thania mencoba untuk mendekati adam. dengan menjadi sekertarisnya itu akan membuat thania leluasa mendekati bosnya itu.
ia sengaja menggunakan pakaian yg seksi setiap kali bekerja. guna menarik perhatian adam.
Sedangkan adam hanya cuek bebek, ia sama sekali tidak tertarik dengan penampilan thania. bahkan tidak kepikiran bahwa sekertarisnya itu memiliki niat terselubung.
"Bagian yg ini salah, segera di perbaiki" ucap adam menyerahkan kembali laporannya kepada thania.
"Baik akan segera saya perbaiki pak" jawab thania dan pergi ke ruangannya.
"Tuan ada yg ingin saya sampaikan" kata wayan.
"Ada apa?" tanya adam.
"Setelah di selidiki ternyata tuan kim menemukan rekaman CCTV dirumah mendiang tuan atnan" jelas wayan.
selama ini diam diam adam wayan dan kim bekerja sama mencari dalang dari pembunuhan atnan dan pelaku teror melia.
Wayan memberikan flasdisk kepada adam, dan adam menerimanya.
dan ia membuka rekaman CCTV itu.
Ternyata benar seorang pria menggunakan topi menyelinap masuk ke dalam pekarangan rumah atnan di saat para penjaga lengah.
setelah melakukan aksinya pria itu pergi dan masuk ke dalam mobil berwarna putih.
Adam mencoba memutar ingatannya kembali.
"Mereka sangat ceroboh" ucap adam.
"Ada apa tuan?" tanya wayan.
"Mobil ini adalah mobil yg sama saat mengintai rumah melia, dan yg telah membawa kabur anak buahnya waktu itu, ternyata dia tidak mengganti mobilnya. wayan lakukan penyelidikan ini diam diam, jangan sampai membuat mereka curiga jika kita menyelidikinya" jelas adam panjang lebar.
"Baik tuan"
Jam menunjukkan pukul 11 siang. melia sudah selesai dengan kuliahnya.
"Hmm ini masih jam 11, mas adam pasti masih kerja" gumam melia.
"Mel aku antar pulang ya" kata ema.
"Aku masih mau ke kantor suamiku ma" kata melia, melia sudah menceritakan kepada ema kalau dirinya sudah menikah, namun bukan dengan naufal.
"Ya udah gakpapa aku anter ayo" ajak ema. akhirnya melia setuju.
ema dan melia berjalan menuju parkiran.
tak disengaja melia bertemu dengan sosok yg di kenalnya.
"Sherin" sapa melia.
serin menatap ke arah melia, "Hai mel" jawab sherin.
"Kamu kuliah disini sher?" tanya melia.
__ADS_1
"Iya. mel duluan ya aku buru buru" jawab sherin dan berjalan meninggalkan melia.
sebenarnya sherin masih sungkan bertemu dengan melia, ia takut jika melia tau dirinya sudah berbuat jahat selama ini.
Melia dan ema pun masuk ke dalam mobil, dan ema melajukan mobilnya menuju kantor yg di beri tau melia.
15 menit akhirnya mobil ema telah sampai di depan kantor adam.
"Makasi ya ma" kata melia.
"Sama sama, ya udah aku duluan ya mel"
"Iya hati hati ya ma"
Setelah ema pergi melia masuk ke gedung yg besar itu.
semuanya memberi salam kepada melia.
melia sedikit canggung, ia berusaha memberikan senyuman terbaiknya.
Melia sengaja tidak memberi tahu adam akan kedatangannya, karena ingin memberikan kejutan kepada adam.
Melia sudah sampai di lantai 20.
dengan pelan pelan melia membuka pintu ruangan adam.
Betapa terkejutnya ia saat melihat sekertaris baru itu berada di samping suaminya yg tengah terduduk, dan gadis itu sedikit membungkukkan tubuhnya.
melia melihat dari belakang, pakaian yg di gunakan gadis itu membuat melia menggelengkan kepalanya.
**aku dulu juga menjadi sekertaris, tapi tidak pernah menggunakan pakaian balita untuk bekerja** batin melia kesal.
"Sayang..." panggil melia mencoba bersikap biasa.
sontak membuat thania terkejut.
melia melihat kancing kemeja yg digunakan thania sengaja tidak di pasang di bagian atasnya, yg membuat orang bisa salah fokus.
Adam terkejut, baru saja istrinya memanggilnya sayang.
"Sayang kamu disini?" tanya adam, ia membuka tangannya memberi tanda agar istrinya masuk ke dalam pelukannya.
dengan senang hati melia menghampiri suaminya.
Adam mencium kening dan pipi melia, dan melia duduk di pangkuan adam.
Tentunya adam kegirangan melihat istrinya yg manja itu.
sedangkan thania mulai mengepalkan tangannya.
"Apa aku mengganggumu?" tanya melia bergelayut manja, ia melingkarkan tangannya di leher adam.
"Tentu tidak sayang, aku sangat bahagia kamu kemari. tapi dengan siapa tadi?" Adam bertanya balik.
"Temenku mas"
"Laki laki atau perempuan?"
"Perempuan sayang" jawab melia.
Melia melihat gadis di sebelahnya itu sudah mulai memerah. melia merasakan sesuatu yg tidak beres dengan gadis itu.
"Thania kamu bisa keluar, dan jangan biarkan siapapun masuk ke dalam ruanganku" perintah adam.
"Baik tuan, saya permisi" jawab tania yg langsung membuang muka dan dia pergi meninggalkan ruangan adam.
melia melihat gadis itu dengan menyelidik.
*****
happy reading, jangan lupa like n vote ya🥰
maaf kalau masih ada typo🙏🙏
__ADS_1