Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Siapa pelakunya?


__ADS_3

"Ehem.." suara adam mengejutkan melia.


"Eh mas adam udah selesai mandinya?" tanya melia gugup.


"Udah. kamu aja yg kelamaan ngelamun" jawab adam sambil tersenyum masam.


"Maaf" ucap melia


"Udah gakpapa, berangkat yuk"


Adam dan melia segera keluar dari kamarnya, ia menuju lantai bawah untuk membangunkan wayan.


"Tuan" sapa wayan


"Baru saja aku akan membangunkanmu" kata adam.


"Ada apa tuan? ada sesuatu yg anda butuhkan?"


"Tidak. aku hanya akan makan bersama istriku di luar, ikutlah bersamaku" ajak adam kepada asistennya.


seperti biasa, wayan akan menurut tanpa menolak.


Mereka sedang perjalanan menuju lestoran MY.


20 menit kemudian mereka sudah sampai.


adam segera menggandeng istrinya. dan wayan mengikuti dari belakang.


"Selamat datang tuan" sapa salah satu pelayan.


Melia tersenyum manis kepada pelayan itu.


sedangkan pelayan yg lain menunjukkan meja yg sudah di pesan adam.


"Silahkan tuan dan nyonya, kami akan menyiapkan makan malam istimewanya" ucar pelayan itu.


"Makan malam istimewa?" tanya melia sambil melongo.


"Iya, makan malam kita" jawab adam


"T...tapi mas, bukankah di sini ada pak wayan?" tanya melia sambil berbisik


"Jangan khawatir nona, saya akan makan di meja yg lain" sahut wayan.


"Terimakasih anda sangat pengertian" kata melia sambil tersenyum menunjukkan gigi putihnya.


"Ehem!! jangan tersenyum seperti itu kepadanya" kata adam yg mulai kesal.


tidak berapa lama, pelayan datang dengan membawa semua makanan yg sudah di pesan adam lebih dulu.


di letakkan semua itu di atas meja.


melia hanya tercengang, melihat banyaknya makanan yg menggugah selera.


Sebelum memulai makannya, adam mengeluarkan sebuah kotak.


"Aku pasangkan ya" kata adam yg mengeluarkan isi dari kotak itu.


ternyata sebuah kalung yg tadi ia beli bersama istrinya.


Melia pun mengangguk gembira.


Adam melihat kalung pemberian sahabatnya sudah tidak digunakan lagi.


"Kamu melepasnya?" tanya adam sambil memakaikan kalung di leher istrinya.


"I..iya mas" jawab melia terbata.


Setelah selesai memasangkan kalung, adam hendak memasangkan cincin pernikahan yg juga baru di belinya.


"Aku harus memasangnya dimana?" tanya adam.


melia melihat ke dua tangannya, yg kanan sudah ada cincin pernikahannya yg diberikan ratna kepadanya.

__ADS_1


sedangkan yg kiri masih melingkar cincin pemberian atnan di jari manisnya.


Akhirnya melia melepas cincin pemberian atnan.


"Kenapa di lepas?" tanya adam.


"Gakpapa mas, biar aku simpan saja" jawab melia.


ia segera mengulurkan tangannya, dan adam memakaikan cincin di jari manis melia.


Begitu pun sebaliknya, melia memakaikan cincin di jari manis adam.


dan meletakkan cincin atnan di dalam kotak itu.


"Ini baru sempurna" ucap adam sambil membelai wajah istrinya. melia pun tersenyum bahagia.


melia berharap semoga sampai kapan pun ia bisa merasakan kebahagiaan itu bersama suaminya.


"Selamat malam tuan adam" sapa seorang pria yg berada di dekat meja adam.


"Anda" sahut adam.


**tuan maulana** batin melia.


Melia sebenarnya tidak nyaman setiap kali bertemu dengan pria itu.


"Maaf saya menganggu makan malam anda" kata maulana.


"Tidak tuan, saya hanya makan malam bersama istri saya" jawab adam jujur.


"Istri?? jadi nona melia adalah istri anda?" tanya maulana memastikan.


"Iya benar, kita menikah sudah 1 bulan" jawab adam.


"Kalau begitu selamat tuan adam dan nona malia, nampaknya saya melewatkan momen bahagia kalian. emm tapi bukankah nona melia memiliki kekasih?" tanya maulana kepada melia.


Melia terdiam, apa yg harus ia katakan.


haruskah ia bilang jika calon suaminya meninggal dan di gantikan oleh adam.


"Maaf kan atas kelancangan saya tuan" kata wayan.


Mereka pun menghentikan pembicaraan.


**apa dia tidak bisa pergi, ini sangat membuatku tidak nyaman** batin melia.


"Permisi saya ke toilet dulu" kata melia, ia segera pergi ke toilet meninggalkan mereka berdua.


Di dalam toilet, melia membasuh wajahnya dengan air.


"Apa yg ia tau tentang aku dan mas atnan??" gumam melia.


Melia mengingat kembali kejadian dimana ia bisa batal menikah dengan atnan.


atnan kecelakaan karena dirinya..


"Tidak aku tidak boleh memikirkan ini lagi" sahut melia.


Ceklek.. ceklek


Melia mencoba membuka pintu kamar mandi itu.


"Kok tidak bisa dibuka" ucap melia.


ia memundurkan tubuhnya.


Melia seperti merasakan kejadian yg sama. dimana ia disekap dan di kunci di dalam kamar mandi.


"Aku harus menghubungi mas adam" kata melia, ia lupa jika tasnya merada di meja di mana ia makan bersama adam tadi.


"Astaga, aku tidak membawa tas. bagaimana ini? apa aku harus berteriak??"


Dorr.. dor.. dorrr

__ADS_1


Melia menggedor pintu kamar mandi itu.


"Ada orang di luar!" teriak melia. tapi tidak ada satu pun yg menjawab.


"Tolong!!! apa ada orang di luar?? bisa bantu saya!! saya terkunci" teriak melia lagi.


melia mulai panik, ia trauma dengan teror teror yg pernah menimpa dirinya.


Ceklek...


suara pintu terbuka, seseorang telah membukanya dari luar.


"Terimaka....." ucapan melia terhenti melihat seseorang yg membukakan pintu untuknya.


"Sherin"


"Kamu kenapa bisa disini?" tanya sherin.


"Tadi aku sedang buang air kecil, dan pintunya terkunci" jawab melia.


Ia terkejut mengapa ia bisa ada di sini, mungkinkah sherin yg menguncinya??


"Lain kali hati hati, kamar mandi ini memang sedang rusak" jelas sherin sambil menunjuk papan pegumuman yg menempel di dinding luar kamar mandi.


"I..iya aku tidak sadar. makasih sher" ucap melia, sherin hanya mengangguk dan pergi meninggalkan melia.


sebenarnya sherin memang berada di lestoran yg sama, ia tengah makan malam dengan naufal. hubungan mereka memang tidak dekat, namun karena sudah beberapa kali bertemu. akhirnya naufal memutuskan untuk makan malam bersama sherin, sekaligus menghapus salah paham di antara mereka.


"Kenapa lama?" tanya naufal kepada sherin yg baru sampai.


"Maaf" jawab singkat sherin.


entah kenapa setelah perpisahannya dengan adam, sherin menjadi sosok yg cuek, dan dingin.


Melia segera kembali menemui suaminya.


"Sayang kamu gakpapa?" tanya adam yg melihat wajah istrinya tampak berbeda.


"Gakpapa mas, aku ingin pulang sekarang" jawab melia, dan sekilas menatap ke arah maulana.


Adam melihat sesuatu telah terjadi kepada istrinya.


"Baiklah kita pulang" jawab adam sambil merangkul pundak melia.


"Tuan maulana, saya pamit dulu. senang bisa bertemu dengan anda"


"Baik tuan adam, semoga kita bisa bertemu lagi" jawab maulana sambi menatap ke arah melia.


Adam segera membawa melia keluar dari lestoran itu, dan wayan segera mengikuti mereka dari belakang.


"Kamu kenapa?" tanya adam saat sudah berada di dalam mobil.


"Gakpapa mas" jawab melia.


"Kamu tidak pandai berbohong, katakan ada apa?" tanya adam lagi sambil memegang wajah istrinya.


"Tadi aku terkunci di dalam kamar mandi mas, sebenarnya aku yg salah. cuman aku sedikit trauma dengan keadaan itu" jawab melia.


"Lalu? kenapa kamu bisa keluar?"


"Tadi sherin membantuku, kebetulan dia juga berada di tempat yg sama" jawab melia lagi.


"Sherin??" adam mengepalkan tangannya. adam menduga bahwa sherin lah yg melakukannya, pasti ia belum bisa terima karena adam memutuskan dirinya.


"Mas.. kamu jangan salah paham, aku yakin bukan sherin yg sengaja mengunciku. kamar mandi itu rusak, dan hanya bisa di buka dari luar" jelas melia, ia melihat wajah suaminya yg sedikit murka.


"Baiklah kita pulang" adam mencoba meredam emosinya.


dan wayan segera melajukan mobilnya.


*****


happy reading, jangan lupa like n vote yaa🄰

__ADS_1


maaf jika masih ada typošŸ™


__ADS_2