
Kamelia sudah berada di ruangan Adam.
"permisi tuan" sapa melia
"duduk" perintah adam
melia segera duduk dikursi yg berhadapan dengan adam.
"ada yg ingin aku tanyakan mengenai penculikan kamu yg kemarin" adam memulai percakapan.
"kenapa tuan?" tanya melia
"apa kamu punya musuh?" adam balik bertanya.
"setau saya tidak ada tuan,, dan saya mencoba untuk tidak bermusuhan dengan siapapun.. tuan adam saya mohon jangan membahas ini lagi. dan ini sama sekali tidak ada hubungan dengan anda" jelas melia
"aku hanya ingin membantumu.." kata kata adam terhenti
"jika anda benar benar ingin membantu saya, hentikan semua ini jangan mencoba menyelidiki apapun.. dan tolong jaga batasan tuan kepada saya, karena saya takut orang yg berteman dengan saya menjadi benci" jelas melia lagi.. yg di maksud adalah sherin
"maksudmu siapa?"
"baiklah tuan jika sudah selesai saya harus kembali" kata melia yg berdiri dari duduknya
"tunggu !!" adam menahan melia..
"kenapa kamu menghindariku??" tanya adam dengan tatapan menyelidik
"karena saya tidak mau ada kesalah pahaman lagi tuan" kata melia.
dan diapun pergi dari ruangan adam dan kembali keruangannya sendiri.
"mbak mel" sapa rahma
"iya mbak ada apa?" balas melia
"makan siang bareng yuk,, di cafe depan" ajak rahma yg di setujui oleh melia.
mereka ber dua segera turun dan menuju cafe.
namun pada saat sampai di loby ponsel rahma berdering.
"mbak melia kesana dulu ya, sekalian pesenin aku juga.. aku mau balik ke atas dulu mau nganter berkas.. sebentar aja kok"
"iya udah aku tunggu sana ya" melia menunjuk cafe yg berada di seberang kantor..
melia pun melangkahkan kakinya menuju cafe tersebut,,. di saat tengah menyebrang dari arah lain sebuah mobil putih melaju dengan kecepatan tinggi.
"Aaaaaa....." teriak melia
seorang pria dengan gesit menarik tubuh melia. membuat melia lolos dari tabrakan tersebut.
"kamu gakpapa?" tanya pria itu
"aku baik... tuan maulana" kaget melia, ternyata yg menolongnya adalah maulana rekan bisnis adam.
"iya ini saya nona, hati hati jika menyebrang" kata maulana
"iya tuan maaf saya tidak melihat ada mobil yg melaju" kata melia.
"kamu mau ke cafe?" tanya maulana
"iya tuan,, sebenarnya saya bersama dengan rahma" jawab melia.
tak berapa lama rahma pun menghampiri ke duanya.
"maaf mbak mel lama ya"
"enggak kok, oh ya kenalin ini tuan maulana rekan bisnis perusahaan kita" melia mengenalkan maulana kepada rahma.
"rahma"
"maulana"
"kalau gitu, pak maulana ikut kita aja makan siang bareng" ajak rahma, dengan senang hati maulana menyetujuinya.
mereka segera masuk ke dalam cafe dan duduk di tempat favorit melia.
merekapun memesan makanan dan bercerita sekilas mengenai pekerjaannya.
~~~~
di tempat yg lain...
kim menunjukkan beberapa foto kepada atnan.
foto pada saat melia hendak di tabrak dan di bantu oleh seorang pria.
sebenarnya atnan menurunkan anak buahnya untuk memantau dan menjaga gadis kecilnya itu..
namun lagi lagi atnan kecolongan.
__ADS_1
"ini kecelakaan atau kesengajaan?" tanya atnan kepada kim
"menurut mereka yg ada disana mobil itu sudah terparkir dari pagi tuan.. saat mendapati nona kamelia ia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi" jelas kim
"mereka benar benar berbahaya.. ini tidak bisa di biarkan kim. dan siapa pria yg sudah menolongnya?" tanya atnan lagi
"seorang pengusaha yg merupakan rekan bisnis Brawijaya grup tuan"
"cari tau tentang pria itu. dan semua yg berhubungan dengan kecelakaan yg menimpa melia" perintah atnan.
"baik tuan. lalu bagai mana sekarang tuan?" tanya kim
"kita kembali ke surabaya, siapkan keberangkatanku 1 jam lagi" atnan ingin segera pulang karena ia sangat khawatir dengan kondisi melia.
kim segera mengurus kepulangan tuannya yg mendadak, dan harus menunda beberapa kerja sama yg akan di jalankan.
"baiklah tuan sekali lagi terimakasi telah membantu saya" ucap melia
"tidak apa nona.. kalau gitu saya permisi. sampai jumpa" maulana keluar dari cafe tersebut.
"mbak mel kita balik lagi yuk" ajak rahma
"iya udah ayo" melia dan rahma kembali ke kantornya.
kini melia sudah berada di lantai 20 dan hendak masuk ke dalam ruangannya.
"eh tuan adam ada apa?" kaget melia tangannya langsung di tarik oleh adam dan di bawa ke ruangannya.
"ada apa tuan?" tanya melia
adam memutar mutar tubuh melia, di perhatikannya dari atas sampai bawah.
"tuan.. anda sedang apa??" melia bertanya lagi.
"apa kamu baik baik aja?" tanya adam panik
"iya aku baik baik saja tuan"
"syukurlah..." kata adam dengan lega
"ada apa tuan??"
"wayan bilang kamu hampir tertabrak" kata adam
"iya tadinya tuan, tapi tiba tiba tuan maulana membantu saya" jelas melia
"melia apa kamu tidak melihat siapa yg berada di dalam mobil itu? atau kamu mengenali mobilnya??" tanya adam
**tuan adam memanggil namaku?? biasanya dia tidak pernah menyebut namaku.. apa tadi siang dia salah makan???** batin melia,, ia sama sekali tidak mendengarkan ucapan adam
"heii !!!!"
"eh iya bagaimana tuan??"
"aghh kamu gak denger aku ngomong apa??" kesal adam
"maaf tadi agak ngeblur tuan.. bisa ulangi lagi" ucap melia yg cengengesan karena salah tingkah.
"apa kamu tidak melihat siapa yg berada di dalam mobil itu? atau kamu mengenali mobilnya??" adam mengulang pertanyaannya.
"tidak terlihat tuan, kacanya sangat gelap. dan mobilnya saya tidak pernah..." ucapan melia terhenti. ia seperti mengingat sesuatu
"saya ingat tuan" sahut melia.
"apa ?!!" tanya adam
"kemarin malam saat saya akan masuk ke dalam rumah saya melihat sebuah mobil terparkir di halaman seberang rumah saya,, karena penasaran saya coba menghampiri namun tiba tiba mobilnya melaju.. entah sengaja atau kebetulan mobil yg hampir menabrak saya warnanya juga putih dan mobilnya mirip.. tapi gak sempet liyat plat nomernya" jelas melia panjang kali lebar.
"apa?? kenapa kamu tidak cerita padaku?" kata adam
"hah.. untuk apa aku menceritakannya padamu tuan??" sahut melia
"iya karena kamu..kamu.. kamu sekertarisku, jika terjadi apapun dengan dirimu aku juga yg susah" kilah adam
dasar adam masih aja malu malu kucing.
"iya tuan tidak perlu khawatir" kata melia.
"nanti aku akan mengantarmu pulang"
"tidak perlu tuan saya bisa naik taksi" tolak melia
"jangan membantah. sekarang situasinya sedang buruk.. kamu juga harus waspada, bagaimana kalau supir taksi itu membawa mu ke hutan hutan, jadi jangan menolak.. aku akan mengantarmu pulang,, sekarang kembalilah bekerja" jelas adam.
melia sangat kesal, bagaimana jika sherin akan salah paham lagi.. ia segera pergi dari ruangan adam .
"apa dia tidak tau jika kekasihnya itu lebih menakutkan dari penculik.. tapi jika yg di katakan tuan adam beneran gimana?? aaghhh....." melia mengacak acak rambutnya dengan frustasi
**mas atnan cepat pulang** batin melia
__ADS_1
melia belum memberi tau masalah kecelakaan itu. karena ia takut jika atnan akan khawatir.
melia mulai bergulat dengan pekerjaannya..
sampai tepat pukul 16.00
adam memasuki ruangan melia, dilihatnya gadis itu tengah menyelesaikan laporannya
"ayo pulang" ajak adam yg membuat melia terkejut.
"bisa kah tuan mengetuk pintu" kesal melia sambil memonyongkan bibirnya.
"ini kantorku,, aku bebas masuk kemanapun. cepat bereskan itu semua aku tidak suka menunggu lama" perintah adam
melia segera membereskan pekerjaannya.
mereka ber dua jalan menuju parkiran.
selama berjalan melia menundukkan kepalanya, sesekali menutupi wajahnya dengan sebagian rambutnya..
"kau bisa tersandung jika berjalan seperti itu" kata adam. namun tak di hiraukan melia.
ia terus saja berjalan seperti itu, menoleh ke kanan ke kiri,, sesekali memutar tubuhnya
"heh kamu kenapa sih? berjalan seperti detektif." kata adam lagi
"hsssstt udah jalan aja tuan jangan banyak nanya" bisik melia di telinga adam
"heh dengar ya para penjahat itu tidak akan mengganggumu selagi kamu bersamaku" kata adam.
**bukan penjahat bodoh.. aku takut jika kekasihmu melihat ini.. aghh dasar adam kenapa mulut dia gak mau diam** batin melia.
sampai di parkiran melia langsung berlari dan masuk ke dalam mobil adam, ia duduk di kursi bagian belakang.
adam membuka pintunya saat hendak masuk dilihat sekertarisnya tengah duduk santai di belakang.
"wahh dasar kamu yaa,, ngapain duduk belakang?? cepet pindah kedepan" bentak adam
"tidak mau" tolak melia
"cepet pindah !!!"
"tidak mau !! sudahlah tuan sama saja saya duduk di belakang atau di depan"
"kamu pikir aku supirmu!! cepat pindah atau aku akan keluar dan menyeretmu secara paksa" ancam adam
"aghh iya ya baiklah.. selalu saja begitu" karena melia takut untuk keluar mobil akhirnya dia pindah ke kursi depan. melewati sela sela bangku adam. dia sedikit kesusahan karena memakai rok
"astaga kenapa kamu selalu mempersulit hidupmu, kamu kan bisa keluar dan masuk lewat pintu depan" ucap adam tak habis pikir
"sudahlah tuan ini semua karena kamu yg memaksa" kata melia sambil kesusahan melangkahkan kakinya.
"aww" pekik melia karena kepalanya kepentok atap mobil.. membuat adam tertawa terpingkal
"ehh tuan tuan tolong roknya nyangkut" kata melia
"astaga ternyata dibalik kepolosanmu kamu pecicilan juga ya.. lihat rokmu sobek" ia segera membantu melia. dengan susah payah akhirnya melia sudah duduk di posisi depan
"aaaaa lihat tuan rokku jadi rusak" kata melia kesal
adam pun melihat ke arah yg di tunjuk melia, tapi bukan rok yg di lihat adam ia tak sengaja melihat paha mulus melia seketika membuat adan menelan salivanya.
"eeehh kenapa anda melihat ini" kata melia yg sadar dimana arah pandang adam.
"cihh bukannya kamu tadi yg menyuruhku melihatnya.." jawab adam
"maksudku... ah sudahlah tuan ayo kita jalan" merekapun segera melajukan mobilnya.
ditengah jalan perut adam mengeluarkan suara suara misterius
kruukkk... kruukk..
"anda lapar??" tanya melia
"iya dari siang aku belum makan" jawab melia
"kita makan dulu saja tuan" ajak melia kebetulan ia juga lapar.
karena pada saat di cafe dia hanya minum jus.
"boleh dimana??" tanya adam
melia memilih rumah makan yg pernah dikunjunginya bersama tante ratna dan sherin.. karena ia berpikir jika sherin tidak akan berkeliyaran di tempat seperti itu.
*****
happy reading.
jangan lupa terus dukung author ya
like n rate,, jangan lupa vote 🥰🥰🥰
__ADS_1