Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Melia menolak


__ADS_3

"Hahahahahah" membuat ratna bagas dan kakek wili tertawa bersama.


"Astaga sayang, kamu ini bagaimana sih kenapa bisa sepayah ini" ledek ratna kepada putranya.


Adam hanya bingung apa maksud mamanya.


"Adam cucu kakek baik baik saja, bahkan dia sudah menjadi gadis yg sangat cantik" kata kakek.


"Oh ya, apa kamu juga lupa jika kakek pernah bekerja sama di perusahaan kamu?" Tanya kakek willi.


Membuat adam harus memutar otaknya, jangan sampai ia malu lagi karena melupakan kakek wili yg pernah bekerja sama dengannya.


Tetap saja, sekalipun sudah berusaha, adam masih tidak ingat.


Adam hanya menggelengkan kepalanya.


"Sesibuk apa kamu sampai lupa dam?" Tanya bagas.


"Apa kamu kenal dengan William Adipati?" Tanya bagas.


"William adipati... Kalau tidak salah dulu investor di perusahaan adam pa, sekaligus kakek kamelia" jawab adam, jika berhubungan dengan sekertarisnya itu ia pasti akan selalu ingat.


"Hahahahah adam adam, william adipati ya kekek wili ini nak, kakeknya Kamelia pratiwi. Sekertarismu itu" jelas ratna.


Membuat adam terkejut, adam membulatkan matanya, ia mencoba menyusun semua nama nama itu di memorinya.


"Itu berarti kamelia itu tiwi ma? Tiwinya adam??" Tanya adam sambil memegang tangan mamanya.


"Iya bener sayang" jawab ratna sambil mengelus punggung tangan putranya.


Tentu saja adam sangat bahagia, ternyata selama ini sosok gadis kecil yg ia sayangi sedari bayi ada di dekatnya.


Pantas saja ia selalu merasa berdebar saat di samping melia. Dan pantas saja adam seperti mengenal mata bulat melia.


"Sudah dulu ya nostalgia nya, ini ada yg lebih penting" kata ratna membuat adam tampak serius.


"Adam.. sebenarnya dulu saat melia masih di dalam kandungan, mama sama sofi ibunya melia sudah menjodohkan kalian nak, bagai mana? Apa kamu bersedia jika harus melanjutkan perjodohan dengan melia??" Tanya ratna.


Perjodohan ini sekaligus sebagai mempererat silaturahmi antara keluarga tersebut, meskipun sahabatnya telah tiada. setidaknya meraka masih memiliki ikatan dengan putrinya.


Entah apa yg ada di benak adam, disatu sisi ia sangat bahagia jika bersama dengan melia, disisi lain ia tidak tau perasaan apa yg ia miliki untuk melia ditambah adam tau jika melia telah memiliki kekasih.


Kamelia memang cinta pertama adam sedari kecil, karena perpisahan membuat ia harus memikirkan banyak hal jika harus melanjutkan perjodohan ini.


"Ma pa kakek, maaf adam belum bisa menjawabnya saat ini. Akan lebih baik jika menjelaskan semua ini kepada melia juga" jawab adam, sesungguhnya adam tidak menolak perjodohan ini.


Hanya saja ia takut jika melia tidak mencintainya, dan jika di paksa akan membuat dirinya kehilangan sekertarisnya itu.


Akan lebih baik jika melia mengetahui semua, dan menunggu keputusan apa yg akan di pilih melia.


"Tentu nak, kakek akan segera memberi tau melia." Kata kakek wili.


Mereka pun melanjutkan dengan obrolan santai.


Siang ini melia akan makan siang bersama atnan, bagaimanapun juga melia merasa bersalah karena pergi meninggalkan acara semalam tanpa memberitahunya.


Mereka memilih cafe yg dekat dengan kantor melia.

__ADS_1


Kini mereka sudah berada di cafe dengan menikmati makan siangnya.


"Kakek kapan datang?" Tanya atnan.


"Tadi pagi mas, maaf ya mas tadi pagi aku bareng kakek" kata melia, sambil menunjukkan wajah bersalahnya.


"Gakpapa sayang, oh ya nanti malam aku ke rumah kamu ya" kata atnan, ia berniat membicarakan kelangsungan hubungannya dengan melia.


Melia pun mengijinkan, berharap kakek akan merestui hubungan mereka.


"Ternyata kamu masih saja berani mendekati pria lain, dasar gadis nakal.. tapi tenanglah sayang, aku akan menyingkirkan pria itu dari hidup kita" kata seorang pria yg sedari tadi berada di dalam mobil, menyaksikan melia yg tengah asik makan bersama atnan.


Tanpa melia ketahui, pria itu selalu saja mengikuti kemanapun melia pergi. Dan tidak segan untuk menyingkirkan pria mana saja yg akan dekat dengan melia..


 


Malam ini melia dan kakek wili tengah berada di ruang tamu.


Melia bermaksud ingin memberi tau jika atnan akan datang untuk menemui nya.


"Nak ada yg ingin kakek katakan kepadamu" kata kakek memulai keheningan.


"Iya kek, ada apa?" tanya melia yg melihat raut wajah kakeknya tampak serius.


"Nak sekarang kamu sudah dewasa, dan ini saatnya kakek menceritakan semua kepadamu" kata kakek, melia hanya mendengarkan dengan sangat serius.


Kakek mulai menceritakan kisah ibunya 20 tahun yg lalu.


Dimana dia memiliki sahabat yg sudah seperti saudara. Yang menyayangi ibunya beserta dirinya, bahkan merawat dirinya di saat ibunya tengah bekerja.


kakek menceritakan semuanya tanpa terlewati.


"Apa tante ratna kek?" jawab melia, karena saat bertemu dengan ratna ia mengatakan jika dirinya adalah sahabat dari ibunya.


"Iya nak ratna adalah sahabat ibumu, dan dulu kakek ibu dan ayahmu sudah menjodohkan kamu dengan anak laki laki ratna" jelas kakek, memberi tahukan kebenarannya.


Melia terkejut dengan penjelasan kakeknya, selama ini dia tidak tau tentang perjodohan itu. sedangkan dia sudah menerima lamaran dari atnan.


Melia tidak menjawab sepatah katapun ia hanya terdiam dan terus memikirkan bagaimana ini bisa terjadi.


"Nak, kamu pasti sudah tau kan jika laki laki yg kakek maksud adalah Adam. dia juga bekerja di Brawijaya grup, kakek rasa kamu sudah tau"


"Kakek, perjodohan ini sudah lama, bahkan saat melia belum mengerti apapun dan lagi..." kata kata melia terhenti.


"Tapi adam sangat menyayangi kamu nak, dulu dia selalu menjagamu. bahkan tidak ingin melihat kamu menangis. almarhum ibumu juga sangat menginginkan kalian bersama" sambung kakek wili.


di antara obrolan mereka terdengar suara mobil yg berhenti di halaman rumah melia.


Melia segera keluar, di lihatnya atnan baru saja turun dari mobilnya.


Melia masih mematung, ia bingung bagaimana menjelaskan ini semua kepada kakeknya.


"Mas atnan, silahkan masuk mas" kata melia.


"Kamu kenapa? kok gugup gitu?" tanya atnan, yg melihat wajah kekasihnya sedikit pucat.


"gakpapa mas, kakek udah nunggu kamu di dalam" melia segera membawa atnan menemui kakenya.

__ADS_1


"Kek, ada mas atnan" kata melia, kakek segera berdiri dari duduknya.


"Apa kabar kek?" tanya atnan sambil bersalaman dengan kakek wili.


"Alhamdulillah baik, silahkan duduk" jawab kakek wili, sebisa mungkin bersikap ramah kepada atnan.


Melia sangat bingung, bagaimana ia menceritakan hubungannya kepada kakek wili.. Atnan tampak memperhatikan gadis di sebelahnya itu.


"Kakek maaf sebelumnya, kedatangan saya kesini karena ada suatu hal yg penting ingin saya sampaikan kepada anda" atnan mencoba membuka pembicaraan.


Melia mulai gelisah, hatinya tidak tenang bagai mana jika kakeknya tidak merestui. dan bahkan membenci atnan.


Tapi bagaimana pun juga harus segera di selesaikan, agar kakeknya tidak memaksa perjodohan di antara melia dan adam.


"Iya silahkan" ucap kakek kepada atnan.


"Sebenarnya saya datang kemari ingin bermaksud baik kepada melia, selama ini kita sudah dekat dan cukup mengenal" kata atnan, mata kakek wili tidak pernah lepas dari wajah atnan.


"Maka dari itu saya bermaksud ingin meminang Kamelia untuk menjadi istri saya" sambung atnan.


Kakek wili yg mendengar itu sontak langsung berdiri dari duduknya, begitu juga dengan melia dan atnan.


"Maaf nak atnan, tapi saya tidak bisa menerima lamaran anda, karena cucu saya sudah di jodohkan dengan orang lain" tolak kakek wili.


Atnan menatap melia, seolah ingin bertanya kenapa melia tidak menceritakan ini?? siapa laki laki itu?? jika memang sudah di jodohkan kenapa menerima lamarannya?? pertanyaan itu seolah muncul di sorot mata atnan.


Membuat melia tau jika pria di sebelahnya tengah menunggu penjelasannya.


"Tapi melia tidak mau di jodohkan kek, sebelum hari ini mas atnan sudah melamar melia, dan melia sudah menerimanya." sahut melia sambil memperlihatkan cincin yg ia pakai.


Bruk...


Kakek willi langsung terduduk, bagaimana ia menjelaskan ini kepada keluarga adam. mereka sudah menunggu selama 20 tahun.


"Kakek gakpapa?" tanya melia khawatir.


"Kenapa kamu tidak pernah cerita dengan kakek?? apa kakek bukan orang yg penting untukmu?" tanya kakek willi sambil memegang kepalanya.


"Maaf, sebelumnya saya tidak tau jika melia telah di jodohkan, karena selama saya bersama dengannya tidak ada satu pun pria yg mendekati melia" kata atnan, ia tidak ingin jika pernikahan ini di batalkan. orang tuanya sudah sangat bahagia mengetahui jika melia menerima lamaran putranya.


"Kakek melia mohon, batalkan perjodohan ini kek. itu perjodohan sangat lama, dan melia sama sekali tidak menyukai adam" sambung melia.


Tanpa menjawab kakek willi beranjak dari duduknya dan berjalan meninggalkan melia dan atnan, kakek willi masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan kecewa.


"Mas atnan maafin melia ya, melia juga baru tau kalau di jodohkan. melia tidak menerima perjodohan ini" kata melia, ia bingung bagaimana menjelaskan kepada atnan.


Perjodohan ini terlalu rumit baginya.


"Sudahlah, lebih baik kamu istirahat ya. bicarakan besok dengan kakek, sekarang kakek sedang butuh waktu" ucap atnan, ia tidak ingin membuat melia semakin merasa bersalah.


Atnan memutuskan untuk pulang, dan kembali lagi besok. dan melia akan menjelaskan kepada kakeknya..


*****


happy reading, maaf jika typo bertebaran🙏


jangan lupa like n vote yaa🥰🥰

__ADS_1


 


__ADS_2