
Sudah cukup lama melia berada di toilet namun ia belum juga muncul.
Adam terus saja clingak clinguk mencari keberadaan sekertarisnya.
"Tuan adam kalau begitu saya permisi kembali ke kantor" pamit maulana
"Ya baiklah" jawab adam.
"Yan kenapa gadis itu belum juga balik?" tanya adam kepada wayan.
"Apa perlu kita cek ke sana tuan?" tanya wayan. tanpa menjawab adam segera pergi ke toilet dilihatnya tidak ada siapapun disana. hanya 1 kamar mandi yg belum di cek, kamar mandi yg rusak. karena ada tulisan yg menempel di pintu jika kamar mandi sedang dalam perbaikan.
"Haduhh kemana dia" adam mulai kebingungan.
"Tuan coba hubungi ponsel nona"
"Iya kamu benar" adam segera menelpon nomer melia.
Terdengar suara dering ponsel di sekitar sana, adam dan wayan mencoba mencari dimana sumber suara itu.
Adam dan wayan saling bertatapan.
"Apa mungkin di dalam sini?" tanya adam sambil menunjuk toilet yg rusak
"Sepertinya benar tuan"
Adam mencoba membuka pintunya, namun tidak bisa dibuka karena terkunci.
"Saya akan mendobraknya tuan" kata wayan
"Tidak perlu, biar aku saja" ucap adam, ia segera mendobrak pintu itu hingga beberapa kali dan akhirnya pintu terbuka.
Adam dan wayan segera masuk, dilihatnya melia tengah tergeletak di lantai.
dengan segera adam menggendong melia, membawanya ke dalam mobil dan menuju ke perusahaannya.
flasback on
Melia baru saja buang air kecil, sebentar ia bercermin menata ulang rambutnya.
Melia tak langsung keluar karena malas bertemu dengan maulana.
Dirasa sudah cukup lama ia di dalam kamar mandi, melia segera keluar. pada saat akan melangkahkan kakinya seseorang mendekap wajahnya dengan sapu tangan
"Eemmm heii siapa...hei" ucap melia meronta. dalam hitungan menit melia pingsan akibat obat bius yg ada di sapu tangan tersebut.
Orang itu segera membawa melia masuk kembali ke dalam kamar mandi. diletakkan meliah di lantai.
mengunci pintu toilet dan memberikan tulisan jika kamar mandi dalam perbaikan.
dan orang itu segera pergi meninggalkan melia.
flasback off
Mobil adam sudah sampai di depan perusahaannya, segera di gendong tubuh melia menuju ruangannya.
banyak pasang mata karyawan yg menyaksikan itu.
ada yg bertanya melia kenapa?? apa yg terjadi?? bahkan ada yg berteriak histeriss,, wahh enak ya melia pengen dehh... seperti itu kurang lebihnya.
Setelah sampai di ruangannya, adam meletakkan melia di atas sofa,, dan segera menelpon marry. tidak berapa lama dokter marry pun datang.
"Kenapa dam?" tanya marry panik
__ADS_1
"Cepat periksa dia" perintah adam
marry melihat seorang wanita tergulai di sofa ruangan adam.
siapa dia? apakah kekasih baru adam? begitu pikir dokter marry.
"Siapa dia?" tanya marry
"Nanti saja bertanya, cepat sekarang priksa dia" kesal adam kepada sahabatnya itu.
Dengan cepat marry memeriksa keadaan melia.
"Bagaimana?" tanya adam tidak sabar.
"Dia gakpapa hanya pingsan, efek obat bius" jawab marry.
"Hah?? obat bius?" tanya ulang adam. yg di angguki oleh marry.
Adam membisikkan sesuatu pada wayan.. wayan mengangguk tanda mengerti kemudian ia segera pergi dari ruangan adam.
"Kapan dia sadar?" tanya adam
"Sebentar lagi" jawab marry
"Oh ya mumpung aku disini, aku akan cek lukamu" kata marry
"Iya kamu benar" adam melepas kemejanya dan membiarkan marry memeriksanya.
tanpa mereka sadari melia mulai sadar dari pingsannya, saat membuka mata di lihat adam tengah bersama wanita.
lalau melia kembali menutup matanya pura pura belum sadar.
**aku sudah berada di ruangan tuan adam, kepalaku sangat pusing.. hmm sepertinya dia dokter** batin melia dengan mata tertutup
"Siapa dia dam?" tanya marry
"Kamu begitu perhatian padanya" kata marry
"Diamlah !!" sahut adam
"Boleh aku menebak sesuatu??" tanya marry lagi.
"Terserah kamu marry" jawab adam, seolah tak perduli dengan apapun yg dikatakan marry.
"Apa luka ini juga karena wanita itu??" Tebak marry, membuat adam membulatkan matanya. adam tidak menjawab.
"Kenapa tidak menjawab?? berarti benar ya" sindir marry
"Iya" jawab adam singkat
**apa!! lukanya gara gara aku?? apa yg sudah dia lakukan??** batin melia dengan mata yg masih tetap di tutup
"Huufff.... setauku kamu tidak pernah melakukan hal hal bodoh, apa lagi sampai membuat dirimu sendiri terluka" kata marry.
Memang benar, dari dulu adam tidak pernah perduli dengan siapapun. selain orang orang yg di sayanginya. bahkan sherin kekasihnya yg sudah 2 tahun di pacarinya tidak pernah ia mambahayakan dirinya sendiri.
"Sudah?? jika sudah kamu boleh pergi,, dan uangmu akan aku transfer" usir adam kepada marry
"Semangat sekali kamu mengusirku. baiklah aku pergi,, jaga dirimu" marry pun pergi meninggalkan adam.
Adam memakai lagi kemejanya, hendak melihat kondisi melia..
Betapa terkejutnya dia, melihat sekertarisnya sudah duduk di atas sofa.
__ADS_1
"Astaga kamu membuatku terkejut" kata adam "Gimana kondisimu? sudah mambaik?" tanya adam
Melia hanya mengangguk.
"Kamu mau minum sesuatu?" tanya adam lagi, dan melia menggelengkan kepala.
"Istirahatlah aku akan membuat teh hangat untukmu" ucap adam dan pergi meninggalkan melia.
Melia masih duduk termenung di ruangan adam.
Tak berapa lama adam pun kembali keruangannya dengan membawa secangkir teh hangat..
"Minumlah" diletakkan teh itu di depan melia.
"Tuan" panggil melia
"Apa?" jawab adam, dan mendekati kamelia.
"Terimakasih sudah menolongku" ucap melia
"Iya sama sama, sudah cepat minum"
"Tuan" panggil melia lagi
"Apa?" jawab adam
"Apa ini sakit?" melia memegang lengan adam yg baru saja di obati.
"S..sedikit" jawab adam
"Kenapa bisa luka?" tanya melia sambil meminum tehnya.
"Kan sudah aku bilang" jawab adam tanpa menjelaskan.
"Bergulat?" tanya melia polos, yg membuat adam tertawa.
"Kamu pikir aku sumo hah" Sahut adam
Sebenarnya melia ingin bertanya, apa yg sudah adam lakukan untuk menyelamatkan dirinya,, karena selama kejadian buruk yg menimpa nya adam hanya membantunya satu kali pada saat dia di culik,, tidak tidak tapi 2 kali, dengan hari ini yg sudah menolongnya dari sekapan di toilet lestoran.
"Apa yg kamu rasakan sekarang?" tanya adam.
"Hanya pusing tuan" melia memegang kepalanya.
Tanpa sengaja adam melihat cincin yg melingkar di jari melia.
**cincin apa itu?? apa itu dari kekasihnya?? jika benar selera laki laki itu sangat payah.. mengapa ia memberikan cincin jelek kepada kekasihnya.. sangat tidak bermodal** batin adam
"Tuan" panggil melia menyadarkan adam dari lamunannya.
"Eh. iya.. kamu istirahat dulu saja disini" kata adam
"Tidak tuan, saya akan beristirahat di ruangan saya saja" tolak melia.
"Kenapa kamu selalu membantah? duduk disini dan jangan kemana mana!!" bentak adam, membuat melia terduduk pasrah tanpa melawannya lagi
Melia beristirahat di ruangan adam, dan adam melanjutkan pekerjaannya.
sesekali melia merebahkan kepalanya di sofa..iya sangat ngantuk, tapi sungkan untuk tidur.
"Sana masuk ke kamarku dan tidurlah" kata adam sambil menunjuk kamar pribadinya .
Kali ini melia tidak menolak. ia segera masuk ke kamar adam dan merebahkan tubuhnya disana.
__ADS_1
*****
happy reading, maaf kalo masih ada typo🙏🥰🥰