
Kini pernikahan Adam dan melia sudah memasuki usia 1 bulan. hubungan mereka semakin hari semakin membaik.
Melia sudah menjalankan tugasnya sebagai istri adam.
Mulai dari menyiapkan makanan, pakaian kantor, menyiapkan air saat mandi, dan membuat teh.
Hanya saja adam belum mendapatkan haknya sebagai suami. Adam tetap menunggu istrinya untuk benar benar siap. ia tidak memaksakan sang istri.
Melia juga sudah tidak bekerja di perusahaan adam.
Karena adam ingin istrinya kembali fokus kepada kuliahnya. di usianya yg masih muda adam ingin sang istri menikmati masa mudanya.
"Sudah siap semua?" tanya adam kepada istrinya.
Adam sudah membeli sebuah rumah yg akan di tempati bersama istrinya.
"Sudah mas, tapi mampir ke rumahku dulu ya, sekalian kakek mau kembali ke bandung" kata melia.
Pelayan sudah membawa beberapa koper milik adam dan melia, di letakkan di bagasi mobil adam.
"Jaga diri disana ya sayang, sering sering main ke sini" ucap mama ratna yg memeluk tubuh menantunya itu.
"Iya ma, pasti melia sama mas adam akan sering main kesini" jawab melia.
Setelah berpamitan mereka segera masuk ke dalam mobil, wayan melajukan mobilnya menuju rumah melia.
Sesampainya disana kakek willi berpamitan untuk kembali ke bandung, dan rumah melia sementara waktu akan di tempati lisa dan suaminya.
setelah kepulangan kakek, adam membawa istrinya menuju rumah baru mereka.
"Mas masih jauh?" tanya melia.
"Sebentar lagi nyampek kok" jawab adam sambil mengelus pipi istrinya.
setelah 10 menit akhirnya mobil adam berhenti di sebuah rumah yg sangat mewah, dan tampak nyaman.
Adam mendesain rumah itu sesuai keinginan istrinya.
Melia segera turun dari mobil, matanya tampak terpanah melihat rumah barunya.
"Waaaahhh" ucap melia.
"Kamu suka?" tanya adam.
"Suka mas, suka banget" melia langsung memeluk tubuh suaminya.
Adam pun segera membawa masuk istrinya ke dalam rumah mereka.
adam menunjukkan seluruh ruangan di rumah itu.
Semua sesuai dengan keinginan istrinya.
Kini mereka sudah masuk ke dalam kamar di lantai dua.
"Biar aku tata baju bajumu" kata adam.
"Biar aku saja mas, lebih baik kamu istirahat dulu" sahut melia.
Melia segera menata barang barangnya, dan adam merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
setelah selesai melia menghampiri suaminya.
"Mas" panggil melia.
"iya?" jawab adam.
"Terus yg gantiin aku jadi sekertaris kamu siapa?" tanya melia
"Aku sudah menyerahkan semua kepada wayan, dia juga akan mencari pelayan di rumah ini" jawab adam, dan melia mengangguk.
__ADS_1
"Apa aku boleh ikut memilih sekertaris untukmu?" tanya melia, ia tidak ingin jika suaminya salah memilih sekertaris.
"Boleh, besok kamu bisa datang ke kantor bersamaku" jawab adam.
Sore harinya melia berencana akan pergi ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan dapurnya.
tidak lupa adam meminta wayan untuk menemani mereka.
"Tuan maaf saya terlambat" kata wayan yg baru saja datang.
"Apa letak rumahku begitu susah hingga membuatmu terlambat" kata adam.
"Mas adam..." sahut melia. memberi tanda untuk suaminya tak memarahi wayan lagi.
"Iya iya baiklah ayo berangkat"
**nampaknya tuan sangat takut dengan istri kecilnya** batin wayan dan tersenyum sendiri.
"Kenapa kamu tersenyum sepeti itu?" tanya adam.
"Tidak tuan"
"Udah ayo berangkat"
mereka segera naik ke dalam mobil, dan wayan menjalankan mobilnya menuju MallXX.
15 menit kemudian mereka sudah sampai.
adam menggandeng tangan istrinya masuk ke dalam mall.
dan wayan berjalan di belakang mereka.
Sebelum berbelanja keperluan dapurnya adam membawa sang istri ke sebuah toko perhiasan.
"Mas kok kesini?" tanya melia.
"Selamat datang tuan" sapa seorang pegawai di toko itu.
"Aku ingin bertemu dengan manager oky" kata adam.
dan pelayan itu segera memanggil managernya.
"T..tuan adam" sapa oky, ia membungkukkan tubuhnya.
"Tuan kenapa repot repot kemari, anda bisa menghubungi saya jika butuh sesuatu" kata oky.
Melia tampak kebingungan melihat suaminya yg begitu di hormati oleh manager toko perhiasan itu.
"Tidak masalah, kebetulan aku sedang ingin berbelanja dengan istriku" jawab adam.
manager itu nampak kebingungan mengetahui adam yg sudah menikah.
"Baik tuan silahkan duduk, dan apa yg bisa saya bantu?"
Adam dan melia duduk di sebuah sofa yg sudah di sediakan.
"Aku ingin membeli sepasang cincin pernikahan, dan sebuah kalung yg paling bagus" kata adam.
"Mas untuk apa?" tanya melia.
"Untuk kita"
"Tapi bukannya aku sudah punya cincin nikah" kata melia sambi menunjukkan cincin di jarinya.
"Itu dari mama, dari aku kan belum."
"Tapi mas..."
"husssttt" adam memberi kode untuk istrinya tidak banyak bertanya.
__ADS_1
"Baiklah tuan saya akan segera mengambil beberapa pilihan" oky pergi untuk mengambil beberapa perhiasan terbaik di toko itu.
Di letakkan di atas meja beberapa pasang cincin pernikahan, dan kalung yg sangat cantik.
"Kamu lebih suka yg mana?" tanya adam
Melia tampak memperhatikan perhiasaan itu dengan sangat takjub.
semuanya indah, tapi ada satu yg mencuri perhatiannya.
"Ini bagus mas" melia menunjuk sepasang cincin "dan yg ini juga bagus" kata melia yg berganti menunjuk sebuah kalung dengan permata berwarna biru.
"Baiklah, siapkan semua yg di tunjuk istriku" ucap adam kepada oky.
"Mas kalungnya juga?" tanya melia.
"Iya, atau kamu mau yg lain lagi?"
"T..tidak mas itu sudah cukup" jawab melia.
Oky segera menyiapkan pesanan adam, dan menyerahkan beberapa sertifikat dan selembar nota pembayaran. Adam segera menandatangi kertas itu.
Melia tampak melihat berapa harga yg tertera disana.
ia tampak terkejut dan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
"Hah!" kata melia terkejut.
"Kenapa?" tanya ada.
"Kenapa mahal sekali mas" ucap melia.
"Ini tidak sebanding dengan apa yg aku dapatkan sekarang" jelas adam.
Adam segera melakukan pembayaran. oky memberikan tas kecil yg berisikan cincin dan kalung yg sudah di beli.
"Wayan" kata adam.
wayan segera mengambil tas kecil itu.
mereka pun keluar dari toko perhiasan tersebut.
"Mas"
"Iya?"
"Bukankah itu terlalu mahal?" tanya melia yg masih memikirkan harga perhiasan yg di belinya.
"Tidak, itung itung aku membantu diriku sendiri" jawab adam.
"Maksudnya?" tanya melia tidak mengerti.
"Maaf nona, toko perhiasan itu adalah milik tuan adam" sahut wayan.
yg membuat melia semakin terkejut.
"Astaga... sekaya apa suamiku ini" celetuk melia. yg membuat mereka tertawa.
"Sekaya apa pun diriku itu belum seberapa, dengan apa yg sudah aku dapatkan dengan memiliki istri sepertimu" ucap adam sambil mencium kening sang istri
dengan cepat wayan menundukkan kepalanya.
"Mas banyak orang" kata melia yg sudah mulai malu
"Tenang saja mereka tidak akan berani melihat kita" sahut adam dengan sombongnya.
*****
happy reading, jangan lupa like n vote yaa🥰🥰
__ADS_1