Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Berbelanja


__ADS_3

Mereka mengelilingi seluruh tempat yg ada di mall itu, melia sudah membeli kebutuhannya.


"Ada lagi?" tanya adam kepada istrinya.


"Kayaknya sih udah mas" jawab melia sambil melihat isi trolinya.


Adam segera membawa troli itu ke meja kasir.


"Yahhh antriannya panjang mas" ucap melia sambil mengerucutkan bibirnya.


"Yan..." panggil adam kepada asistennya itu.


"Baik tuan" jawab wayan.


Wayan segera berjalan menuju meja kasir dan berbisik sesuatu kepada salah satu pegawainya.


"Silahkan nona" ucap wayan kepada melia.


Kamelia hanya melongo, melihat customer yg lain memberikan ruang kepada melia di bagian depan.


"Ayo" ajak adam


"Tunggu mas. bukannya harusnya kita antri dulu?" tanya melia.


Wayan segera mendorong troli milik melia menuju meja kasir.


"Ayo sayang" ajak adam kepada istrinya, karena melia masih mematung.


"Mas adam, kenapa kita gak antri aja? lihat belanjaan kita sangat banyak kan. kasihan mereka" bisik melia kepada adam.


"Aku lebih kasihan sama kamu jika kamu antri sepanjang itu" jawab adam.


"Huh.. jangan bilang mall ini juga punya kamu" gerutu melia


"Betul sekali" sahut adam.


Membuat istrinya kaget tak percaya. melia terus menatap suaminya, dia sangat beruntung memiliki suami yg sigap dan bisa melakukan apapun untuk dirinya.


Tapi mencuri antrian seperti ini membuat melia merasa tidak nyaman.


beberapa kali melia melihat ibu ibu yg antri di belakangnya dengan perasaan tidak suka.


Adam yg menyadari itu langsung melihat ibu ibu yg berada di belakangnya.


"Jangan menatap istriku seperti itu" sahut adam, membuat mereka mengalihkan pandangannya.


"Mas adam.. husstt" ucap melia kepada suaminya.


Akhirnya seluruh barang melia sudah di masukkan ke dalam kantung kresek berukuran besar, dan kedalam beberapa kardus yg ukurannya juga sangat besar.


"Totalnya semua 19 juta tuan" ucap si kasir.


"Kok banyak banget ya mas?" tanya melia.


"Mungkin kamu lagi khilaf, lihat apa yg sudah kamu beli" jawab adam sambil melirik ke barang belanjaan istrinya.


Melia melihat seluruh belanjaannya yg sudah menumpuk disana.


"Maaf aku gak sadar mas, sangking semangatnya" kata melia sambil menggaruk tengkuknya yg tidak gatal


Adam segera membayar tagihan milik istrinya.


Setelah melakukan pembayaran adam membisikkan sesuatu kepada kasir tersebut.


"Berikan voucher belanja kepada mereka yg sudah setia mengantri untuk istriku" bisik adam.


"Baik tuan, terimakasih" kasir itu membungkukkan tubuhnya, tanda ia berterima kasih kepada adam.

__ADS_1


**Ternyata suaminku masih perduli terhadap orang lain** batin melia, ia mendengar apa yg di ucapkan suaminya.


"Wayan segera minta bantuan seseorang untuk membawa semua ini kerumah, jika di masukkan ke dalam mobil tidak akan muat" perintah adam kepada asistennya itu.


"Baik tuan" Wayan segera memanggil beberapa staf untuk membantunya.


Sedangkan adam membawa istrinya menuju mobil.


"Aku capek banget" kata melia.


dengan cepat adam menggendong tubuh istrinya.


"Mas.. apa yg kamu lakukan?? turunkan aku turunkan!!" omel melia sambil memukul dada bidang suaminya.


"Katanya capek" adam terus menggendong tubuh melia menuju mobilnya.


sepanjang jalan melia menyembunyikan wajahnya di dada adam. ia sangat malu menjadi bahan tontonan banyak orang.


Adam sudah sampai, segera di turunkan tubuh istrinya.


melia masuk ke dalam mobil dengan perasaan kesal.


"Kenapa?" tanya adam.


"Memalukan" sungut melia, yg memalingkan wajahnya.


Adam tertawa melihat wajah kesal istrinya yg semakin menggemaskan.


"Kok kamu malah ketawa?"


"Kamu lucu" jawab adam, mencubit pelan pipi istrinya.


Beberapa menit kemudian wayan masuk ke dalam mobil.


"Gimana?" tanya adam


"Apa mau makan dulu?" tanya adam kepada istrinya.


"Tidak mas, aku ingin memasak sendiri" jawab melia menggelengkan kepalanya.


Akhirnya wayan segera melajukan mobilnya menuju rumah baru mereka.


"Apa kamu sudah menemukan pelayan untuk rumahku?" tanya adam kepada wayan.


"Sudah tuan, besok saya akan membawa mereka menemui anda. untuk sekertaris pengganti nona saya sudah memiliki 2 kandidat yg sudah di seleksi" jelas wayan, yg hanya di balas anggukan oleh adam.


Adam sangat puas dengan kinerja wayan, ia sangat bisa di andalkan.


bahkan adam ingin wayan menikah dengan adik satu satunya.


hanya saja, belum saatnya bagi adam untuk mengungkapkan keinginannya.


"Mas.. aku besok ikut ke kantor ya" rengek melia


"Iya boleh" jawab adam.


Mobil adam sudah sampai di depan rumah barunya.


melia dan adam segera turun dari mobil.


"Mas belanjaanya kapan nyampek?" tanya melia.


Belum sempat menjawab, sebuah mobil box sudah sampai dirumah mereka.


wayan segera menghampiri, tenyata barang belanjaan milik tuannya.


Mereka segera membawa semuanya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Di letakkan semuanya di ruangan dekat dapur, ruangan itu kebetulan masih kosong.


"Pak wayan tinggal disini dulu aja, nanti makan bareng kita" ajak melia kepada asisten suaminya itu.


"Terimakasih nona, tapi saya lebih baik pulang saja" tolak wayan secara halus.


"Udah gapp, kamu pasti capek. lebih baik istirahat aja nanti kita makan bareng" kata adam.


jika sudah adam yg memerintah wayan tidak dapat menolaknya.


"Baik tuan"


Adam dan melia masuk ke dalam kamarnya.


karena jam sudah menunjukkan pukul 17.00 melia segera bergegas mandi, sedangkan adam membuka leptopnya untuk melihat beberapa laporan yg masuk ke dalam emailnya.


20 menit kemudian melia keluar dari dalam kamar mandi, sudah lengkap dengan baju santainya.


ia mengenakan kaos yg sedikit menunjukkan lekuk tubuhnya, dan celana pendek di atas lutut. melia menjepit rambut panjangnya ke atas.


Gleg...


Adam menelan salivanya dengan kasar, ia melihat istrinya yg menurutnya sedikit seksi.


padahal selama berpacaran dengan sherin, adam nampak biasa melihat sherin menggunakan baju baju mini seperti kurang bahan.


entah kenapa melihat istrinya yg menggunakan baju santai seperti itu seolah adam tidak tahan.


"Ehem.. ganti celananya" kata adam kepada melia yg tengah bersolek di depan meja riasnya.


"Kenapa mas? kan aku mau masak" tanya melia.


"Ehh di rumah ini kan ada wayan, aku tidak ingin wayan melihat... emm pokok ganti celananya" jawab adam gelagapan.


Melia tersenyum, ia tau maksud suaminya.


akhirnya melia berganti baju. ia masuk lagi ke dalam kamar mandi menganti pakaiannya dengan dress yg panjangnya menutupi lututnya.


"Gini mas?" tanya melia yg baru saja keluar dari kamar mandi.


"Sempurna" jawab adam sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ya udah sekarang mas adam mandi dulu, aku ke dapur dulu" kata melia yg hendak keluar dari kamarnya.


"Tunggu. kita makan di luar aja ya, aku pengen makan di luar" ajak adam.


"Terus gak jadi masak mas?" tanya melia.


"Besok aja deh. gakpapa kan?"


"Iya udah mas gakpapa, kamu mandi dulu gih aku tunggu sini" melia duduk di atas tempat tidurnya, sedangkan adam masuk ke dalam kamar mandi.


Sejenak melia termenung di atas tempat tidurnya, sudah 1 bulan ia menikah dan menjadi istri adam.


dan melia tidak pernah mengeluh dengan takdirnya. ia sudah nyaman berada di samping suaminya.


Melia melepaskan kalung yg melingkar di lehernya selama ini. mungkin sudah waktunya melia melupakan seluruh masa lalunya. Naufal akan tetap menjadi sahabatnya sampai kapanpun.


Melia menatap cincin pemberian atnan.


akankah ia juga melepasnya.


*****


happy reading, jangan lupa like n vote ya.


terus dukung author 🥰🥰🥰

__ADS_1


maafkan jika masih ada typo🙏


__ADS_2