
Wayan mengingat kembali pertemuannya dengan adam.
"Yan. sekarang sudah saatnya kamu memikirkan masa depanmu.. kamu juga butuh pendamping untuk mengurusmu" kata adam.
"Iya tuan, saya akan memikirkannya nanti" jawab wayan. padahal ia sama sekali tidak memikirkan masalah percintaan, itu sebabnya wayan menjadi sosok yg dingin terhadap wanita.
Mereka pun segera melanjutkan makan siangnya.
"Sayang sepulang kerja ikut ya"
"Kemana mas?" tanya melia.
"Mama mengajak kita untuk fiting baju untuk acara resepsi. kamu gak capek kan?"
"Enggak kok mas. oh iya tadi di kampus aku bertemu sherin"
"Sherin?"
"Iya mas, dia kuliah disana juga" jawab melia.
"Terus apa yg di lakukan sherin padamu?" tanya adam memperhatikan istrinya.
"Gak ngelakuin apa apa mas, malahan abis nyapa dia langsung pergi.. hmm" jawab melia, sebenarnya ia masih ingin ngobrol bersama sherin.
ia ingin menjelaskan semua agar sherin tidak semakin membencinya.
"Sudah jangan memikirkan apapun yg tidak penting" kata adam yg menyadari istrinya sedang memikirkan sesuatu.
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore.
Adam segera membawa istrinya untuk menemui mama ratna yg sudah menunggu di butik.
15 menit kemudian mereka sudah sampai.
melia membulatkan matanya.
"Mas"
"Iya sayang?"
"Ini kan butiknya tante?" tanya melia memastikan.
"Iya. lebih tepatnya ini butik milikmu" jawab adam.
Adam segera membawa istrinya masuk ke dalam butik itu.
"Tante" panggil melia saat melihat lisa tengah mengobrol bersama ratna.
"Mel" lisa segera menghampiri melia dan memeluknya.
"Tante kangen banget sama kamu" kata lisa.
"Melia juga kangen sama tante" jawab melia.
kemudian melia ber alih menemui ibu mertuanya untuk bersalaman.
Kini lisa sudah berubah, ia sadar bahwa yg dimilikinya selama ini bukanlah miliknya.
namun melia sudah mengikhlaskan jika tantenya mengurus butik itu.
Tapi tetap kepemilikan butik itu ada di tangan melia.
__ADS_1
"Ya udah ayo kita coba dulu. mama udah siapin beberapa baju buat kalian" kata ratna.
Akhirnya melia dan adam mencoba beberapa pakaian untuk acara pernikahannya. #maksudnya resepsi:'
Melia memutuskan gaun berwarna putih yg cukup simple namun sangat cantik dan mewah di gunakannya.
dan adam memilih setelan jas berwarna navy. juga sangat cocok di gunakannya.
"Mama kenapa memilih baju disini?" tanya melia.
"Karena mama tau ini butiq ibumu, dan setau mama baju baju disini sangat bagus dan memuaskan sayang" jawab ratna.
Melia memeluk ibu mertuanya, ia bahagia karena ibu mertuanya selalu mengingat mendiang orang tuanya.
"Makasih ya ma" kata melia yg sudah mulai berkaca kaca.
"Sama sama sayang"
Setelah selesai adam dan melia segera kembali ke rumahnya.
sedangkan ratna masih berdiskusi bersama lisa mengenai acara itu, karena saudara melia yg dekat hanya lisa.
Tapi kakek wili juga sudah di beri tahu, sehingga kakek willi akan datang.
Sesampainya, melia langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Gak mandi dulu sayang?" tanya adam.
"Aku masih capek mas" jawab melia yg sudah hampir tertidur.
"Hmm ini udah hampir malam. ayo mandi dulu terus istirahat" ucap adam lagi.
"Gendong.." rengek melia sambil merentangkan tangannya.
Dengan senang hati adam menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam kamar mandi, sekalian adam juga ikut mandi bersama sang istri.
Di tempat lain...
"Sher kamu kenapa?" tanya naufal yg melihat sherin menangis di sebuah cafe.
Sebelumnya mereka memang sudah janjian untuk bertemu karena sherin ingin menceritakan sesuatu.
"Aku ketemu sama dia fall. tapi aku takut mau ngomong, aku ngerasa bersalah" kata sherin yg masih ter isak.
"Coba ceritain pelan pelan ada apa" naufal mencoba menenangkan sherin.
Sherin menghembuskan nafasnya pelan dan ia mulai menceritakan, tantang siapa yg ia maksud. dan juga kesalahan apa yg sudah ia lakukan dari A sampai Z.
Naufal terkejut, mengetahui jika gadis di hadapannya ternyata wanita yg jahat dan juga telah mencelaka melia.
"Kamu bener bener keterlaluan sherin!!" kata naufal
"Iya aku tau, tapi aku menyesal.. aku sudah kehilangan semuanya fal. aku ingin memperbaiki hubunganku dengan orang yg aku cintai" kata sherin yg di maksudnya adalah adam.
"Tidak bisa" sahut naufal
"Apa maksud kamu?" tanya sherin
"Pria yg kamu cintai itu, maksudku adam.." kata kata naufal terhenti.
"Dia sudah menikah" sambung naufal
__ADS_1
Sherin menggeleng tak percaya dengan kata kata naufal.
"Memangnya kamu tau sama adam? kenapa kamu bisa bilang gitu??" tanya sherin
"Iya aku mengenalnya, beberapa kali kita pernah bertemu, dan terakhir aku bertemu dia di pernikahannya" jelas naufal.
Sherin seolah tak percaya jika adam sudah menikah, pasalnya sherin tidak mendengar kabar itu sedikitpun.
yg ia tahu adam sangat mencintainya, bahkan menentang orang tuanya hanya untuk mempertahankan hubungannya dengan sherin. tapi itu dulu...
"Kenapa aku tidak tau masalah ini, aku gak percaya" ucap sherin, dan lagi lagi ia memangis.
"Lupakan dia sher, adam sudah bahagia" naufal menepuk pelan pundak sherin, seolah memberi semangat.
ia tau bagai mana rasanya di posisi sherin.
karena lebih dulu naufal merasakan kesedihan itu.
"Apa kamu tau dengan siapa adam menikah?" tanya sherin lagi.
"Tentu aku tau" jawab naufal
"Siapa?"
"Dengan melia. Kamelia Pratiwi" jawab naufal jujur
"Apa!!" sherin terkejut tak percaya.
seharusnya ia sudah tau dari awal jika hal ini pasti akan terjadi, melihat sikap adam yg sangat perhatian dengan melia.
"Aku pikir melia adalah gadis yg baik, sehingga aku merasa bersalah" racau sherin sambil mengelap sisa air matanya.
"Apa maksudmu?"
"Seharusnya aku membunuh melia saat itu, aku menyesal telah gagal menghabisinya. wanita jahat itu benar benar keterlaluan!!!" emosi sherin kini mulai menyulut.
BRAKK...
naufal menggebrak meja yg ada di depannya, membuat sherin menghentikan kata katanya.
"Tidak seharusnya kamu bicara seperti itu, melia bukan gadis seperti itu!!" bentak naufal.
"Itu memang benar, jangan karena dia sahabatmu lantas kamu melindunginya" kata sherin.
"Melia bukan seperti itu, kamu tidak tau apa yg sudah terjadi"
"Memangnya apa yg terjadi?"
Naufal mulai menjelaskan bagai mana melia bisa menikah dengan adam.
Raut wajah serin mulai berubah, yg tadinya nampak sangat marah kini terlihat raut menyesal di wajahnya.
"Kamu menganggap dirimu yg terluka. tapi tanpa kamu ketahui melia lebih terluka.. kehilangan orang yg di cintai dan menikah dengan orang yg sama sekali tidak di cintainya" lanjut naufal
**seandainya bisa, aku ingin posisi itu di gantikan olehku.. tapi melia bukan di takdirkan untukku, jauh sebelum ia terlahir hatinya sudah menjadi milik adam** batin naufal
Naufal dan sherin terdiam, mereka terhanyut dalam fikiran masing masing.
*****
happy reading🥰 jangan lupa like vote n komen yaa.
__ADS_1
maaf jika masih ada typo🙏