Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Penolakan Kamelia


__ADS_3

Dengan perasaan gelisah adam terus melajukan motornya.


Kini mereka sudah sampai.


Adam memarkirkan motornya di halaman rumahnya dan melia segera turun dari atas motor.


Mereka memasuki rumah besar itu.


Di lihatnya mama dan papa adam masih mengobrol di depan tv.


"Belum tidur ma pa?" Tanya adam yg baru saja masuk bersama istrinya.


"Iya nungguin kalian sayang, udah sana cepet istirahat ya" kata ratna.


"Melia kekamar dulu ya ma" kata melia.


Melia dan adam masuk ke dalam kamarnya.


Nampak adam terburu buru masuk kedalam kamar mandi.


Adam mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Sudah tidak tahan sedari tadi menahan panas di sekujur tubuhnya.


"Kok mas adam lama ya" ucap melia, ia juga ingin berganti baju.


Karena adam masih di kamar mandi melia segera melepas pakaiannya dan berganti pakaian tidur.


Ceklek...


Adam membuka pintu kamar mandi dan hendak keluar.


Adam mematung bahkan matanya tak berkedip melihat istrinya hanya menggunakan pakaian dalam.


Terlihat jelas punggung putih mulus melia.


Dan kaki jenjangnya.


**Seharian ini kamu sangat menyiksaku** batin adam.


Adam masuk lagi kedalam kamar mandi.


Lagi lagi ia mengguyur tubuhnya dengan air dingin.


Dirasa sudah cukup adam keluar dari kamar mandi.


"Mas kamu kok lama di kamar mandi?" Tanya melia.


"I..iya aku tadi masih mandi" jawab adam tubuhnya sedikit menggigil.


"Udah malem gini kamu mandi?" Tanya melia, dan adam hanya mengangguk.


Melia segera masuk kedalam kamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi.


Sedangkan adam langsung naik ke tempat tidur, menyelimuti seluruh tubuhnya. Dan mematikan AC kamarnya.


Setelah menyelesaikan aktifitasnya di kamar mandi, melia segera keluar.


Melia melihat suaminya sudah tertidur, ia pun segera naik ke atas tempat tidur.


Di letakkan guling di bagian tengah.


"Mas kamu udah tidur?" Tanya melia, namun tak ada jawaban dari suaminya.


Sebenarnya adam belum tidur, hanya saja badannya terasa lemas bahkan untuk menjawab pertanyaan istrinya adam sudah tidak mampu.


Melia membolak balikkan tubuhnya ia belum juga bisa tidur. Ini yg ke dua kalinya ia tidur dengan adam perasaannya masih saja tidak nyaman.


Melia membuka ponselnya, di buka galeri fotonya bersama atnan.


Beberapa foto terlihat mereka tengah tertawa lepas.


"Aku rindu kamu mas, maaf aku tidak bisa datang ke pemakamanmu. Semoga kamu memaafkanku" ucap melia dan mencium foto di dalam ponselnya.


Melia meletakkan kembali ponselnya di atas tempat tidur.

__ADS_1


**Apa aku benar benar tidak ada didalam hatimu??** Batin adam, ia belum tertidur jadi masih bisa mendengar ucapan istrinya.


adam berfikir melia sudah bisa menerima dirinya, karena sikap melia yg sudah mulai hangat kepada adam.


Tengah malam melia terbangun dari tidurnya, ia mendengar suara rintih seseorang.


Melia segera mendekati tubuh adam, dipegangnya dahi adam dengan telapak tangannya.


"Panas" ucap melia.


"Mas kamu sakit?" Tanya melia pada suaminya. Namun adam tidak menjawab, ia hanya merintih kesakitan.


Melia segera keluar dari kamarnya, dilihat jam menunjukkan pukul 01.00 dini hari.


Melia mengambil air hangat dan handuk kecil untuk mengompres adam.


Diletakkan handuk kecil di kening adam.


"Mas adam minum obat ya" kata melia.


"Hmmm" jawab adam.


Melia segera turun lagi untuk mengambil beberapa makanan di dapur, dan mengambil kotak obat.


"Mas adam makan dulu ya" kata melia.


"Ti..dak" adam menggeleng tidak mau.


"Badan kamu panas mas, biar cepet sembuh" ucap melia terus membujuk suaminya. Tapi adam tetap menolaknya.


Adam menarik tangan istrinya, membuat melia terhuyung jatuh di atas dada adam, dengan cepat adam memeluk tubuh istrinya.


"Mas..." Sahut melia, ia menatap wajah pucat suaminya.


Dan degup jantung melia yg seakan tidak bisa di kondisikan.


"Aku tidak membutuhkan obat, aku hanya butuh kamu" ucap adam yg masih memeluk tubuh melia.


Segera di tarik tubuh istrinya, kini posisi melia berada di samping adam. Adam terus memeluknya.


Wajah mereka saling bertatapan.


Dengan detak jantung yg terus berpacu, adam mendekatkan wajahnya dan hendak mencium bibir ranum melia.


"Jangan!" Sahut melia mendorong tubuh adam.


"Kenapa?" Tanya adam yg tak menyangka istrinya akan mendorongnya seperti itu.


Di tarik lagi tubuh melia untuk lebih dekat dengannya.


Cup...


Dengan cepat adam mencium bibir istrinya.


"Apa yg kamu lakukan" ucap melia, mendorong tubuh adam sekuat tenaganya.


Melia segera berdiri dan turun dari tempat tidur.


"Kenapa? Kenapa aku tidak boleh melakukannya?" Tanya adam dengan suara pelan dan lirih.


"Maaf mas, tapi aku mohon jangan melewati batasanmu" ucap melia, ia segera keluar meninggalkan adam sendiri di dalam kamar.


"Batasan?? Bukankah aku suaminya" ucap adam.


Melia merebahkan tubuhnya di atas sofa di ruang TV.


Gadis itu belum bisa melupakan atnan, begitu sulit menerima kenyataan bahwa ia telah menikah dengan adam.


Melia memutuskan untuk tidur di depan tv, membiarkan adam sendirian di kamarnya. Tak lama melia sudah terlelap dalam tidurnya dengan mata yg sembab.


Adam menuruni tangga, dilihat melia sudah tertidur.


Adam menyadari mungkin terlalu cepat memaksakan istrinya untuk menerima pernikahan mereka.

__ADS_1


Di angkat tubuh mungil melia, sekalipun kondisinya masih lemah.


Karena jika orang tuanya tau melia tidur di luar, maka akan membuat mereka cemas.


Di bawa istrinya masuk kembali kedalam kamar.


Di letakkan tubuh melia di atas tempat tidur secara perlahan dan menyelimutinya.


Sedangkan adam merebahkan tubuhnya di sofa dekat tempat tidurnya.


Sampai kapan ia harus menunggu istrinya akan menerimanya.


Melia sudah berbeda, jika dulu adam masih bisa menggodanya, menciumnya saat tertidur. Kini saat sudah menjadi istrinya adam tidak bisa melakukan apa apa.


Tidak berapa lama adam pun tertidur di atas sofa.


Pagi harinya melia terbangun lebih dulu, saat membuka mata ia terkejut karena sudah berada di dalam kamarnya.


Dilihat suaminya yg tertidur disofa.


"Apa mas adam yg membawaku? Lalu kenapa dia tidur disana?" Tanya melia.


Ia segera masuk kedalam kamar mandi setelah selesai semua, melia menghampiri suaminya.


Dipegang kening adam yg masih panas.


Melia merasa tidak tega, mungkinkah sikapnya semalam terlalu berlebihan.


"Mas.. bangun" melia mengoyangkan tubuh adam pelan.


Adam membuka matanya sedikit demi sedikit.


"Mas kok kamu tidur disini?" Tanya melia.


"Iya aku ketiduran" jawab adam.


"Ya udah kamu pindah ke tempat tidur ya, aku buatkan bubur dulu" ucap melia sambil membopong tubuh suaminya.


Melia segera pergi kedapur untuk membuat bubur dan susu hangat.


"Bubur buat siapa nak?" tanya ratna.


"Buat mas adam ma, mas adam sedang sakit" jawab melia.


"Bukannya semalam masih gakpapa" gumam ratna.


Setelah setengah jam bubur yg di buat melia pun jadi, ia hendak membawa bubur itu ke kamarnya.


saat membalikkan tubuhnya di lihat adam menuruni tangga dengan baju kerjanya.


"Loh mas, kamu mau kerja" tanya melia.


"Iya" jawab adam singkat.


"Tapi kan kamu masih sakit mas" ucap melia


"Gakpapa, ada miting mendadak"


"Makan dulu ya mas" melia memberikan nampan berisi bubur dan susu hangat.


"Aku makan di kantor aja" ucap adam, ia pun melangkahkan kakinya masuk kedalam mobil. dan segera melajukan mobilnya menuju kantor.


**kenapa mas adam? bahkan dia belum memakan buburnya. apa dia marah** batin melia.


Hari ini melia tidak bekerja, karena sebelumnya ia telah mengambil cuti.


*****


happy reading, jangan lupa like n vote ya🥰🥰


maaf jika masih ada typo


 

__ADS_1


__ADS_2