Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Adam si Penggoda


__ADS_3

Pagi menjelang.


sinar mentari memasuki sela-sela cendela.


kehangatan menyelimuti dua insan yg tengah tertidur pulas..


tidur mereka terasa sangat nyenyak dari biasanya.


gadis itu mengeliat, merasakan seperti ada yg memeluknya.. sangat enggan untuk terbangun.


sangat nyaman, itulah yg di rasakan.


dibuka matanya sedikit demi sedikit.


terlihat sosok pria tampan yg tengah tertidur pulas, wajahnya sangat menenangkan.


tanpa di sadari gadis itu tersenyum menatap sosok yg sangat tampan sedang berhadapan dengannya.


"sudah puas menatap ku" ucap pria itu sambil tersenyum.


"aaaggghhhhhhh !!!!!" teriak kamelia


"masih pagi kenapa haru berisik?" tanya adam santai.


ia menoleh kekanan kekiri mencari sesuatu.


"cari apa?" tanya adam lagi


"dimana?? kenapa gak ada??"


"apanya?? apa yg gak ada?" adam ikutan bingung.


"tembok pembatas,, maksutku guling. seharusnya kan ada disini" kata melia .


"ini dia ! kenapa bisa jatuh.. jangan-jangan tuan membuangnya agar bisa melakukan sesuatu yg buruk padaku yaa" ucap melia sambil mengambil guling yg jatuh.


"chh bukankah kamu yg bilang kalau tidak bisa tidur jika tidak di peluk" kilah adam


padahal sang guling memang sengaja di buang agar tidak mengganggu pria itu dalam mengambil kesempatan.


Dasar si Adam !


"mana mungkin aku bicara seperti itu" kamelia mencoba mengingat kapan dia bicara begitu


"iya kamu telah melupakan nya,. atau jangan-jangan kamu juga melupakan apa yg semalam kamu lakukan padaku??" goda adam


mata melia terbelalak mendengar ucapan adam.


memang apa yg terjadi semalam, dia sama sekali tidak ingat.


"a..apa yg sudah terjadi tuan? apa aku...." kata-kata melia terhenti saat melihat bossnya tengah menahan tawa


melia terduduk,, dia benar-benar takut jika terjadi sesuatu padanya semalam.


seharusnya semalam ia memaksa pulang. tapi karena larut dan tentu adam tidak akan mengijinkannya.


adam yg melihat wajah melia mulai sedih ia nampak sangat puas.


"jangan berfikiran yg tidak-tidak, tidak terjadi apapun.. dan lagi pula aku tidak berselera padamu" jelas adam


**ooohh ternyata kamu mengerjaiku yaa,, dasar tidak tau malu.** batin melia


dilemparnya guling yg ia pegang ke wajah adam..


dan dia segera berlalu memasuki kamar mandi.


"hyy apa perlu aku bantu??" tanya adam di balik pintu.


"berhenti menggodaku !!!!" teriak melia di dalam kamar mandi


setelah melakukan ritualnya melia segera keluar dari kamar mandi dengan pakaian rapi..

__ADS_1


ia segera menuju meja rias untuk menata rambutnya dan mekai makeup tipis.


di ambil tasnya yg tergeletak di atas meja.


"mau kemana?" tanya adam


"pulang tuan" jawab melia


"tunggu aku akan mengantarmu, aku akan mandi sebentar" ucap adam


"tidak bisa tuan aku harus segera pulang pasti kakek sangat menghawatirkan aku" tolak melia.


sekarang memang hari libur.. adam juga ingin bermalas-malasan. tapi mengingat kejadian kemarin membuat adam tidak bisa membiarkan melia pulang sendiri.


"tunggu sini sebentar aku akan menelfon wayan, kebetulan dia juga tinggal disini" kata adam.


melia pun setuju.


adam segera menelfon wayan.


wayan juga tinggal di apartemen yg sama dengan adam, hanya saja dia berada di lantai bawah.


"wayan sudah menunggu di parkiran.. kamu segera kesana dan hati-hati" kata adam lagi.


yg hanya di angguki oleh melia.


ia pun melangkahkan kakinya untuk keluar dari apartemen itu.


saat tangan nya akan memegang gagang pintu, di balik sana sudah ada yg membukanya terlebih dahulu.


Ceklek...


mata mereka saling bertatapan.


"sherin" kata melia


ia terkejut ternyata dia harus bertemu sherin di waktu yg tidak tepat.


"kenapa kamu ada disini?!!" tanya sherin


"aa..akuu" melia terbata


"dia mengambil berkas" jawab adam


adam tengah berdiri di pintu kamarnya


"cepatlah keluar kamu harus segera menyelesaikannya" kata adam kepada melia.


"iya tuan" jawab melia


melia segera pergi meninggalkan sherin disana.


tentu saja sherin tidak akan percaya.


harus mengambil berkas sepagi ini ditambah hari ini adalah hari libur.


"adam mengapa wanita itu kemari?" tanya sherin


"bukankah sudah aku bilang dia hanya mengambil berkas" jawab adam


"sepagi ini?"


"iya karena aku yg menyuruhnya".


diparkiran melia sudah naik kedalam mobil.


"pak wayan maaf ya saya jadi merepotkan anda" kata melia


"tidak apa-apa nona, selagi tuan adam tidak keberatan. maka saya akan tetap menjalankannya" jawab wayan


wayan menghidupkan mesin mobilnya dan segera menuju rumah melia.

__ADS_1


didalam mobil melia hanya terdiam menatap kaca jendela.


ia memikirkan kejadian kemarin yg menimpa dirinya.


melia berfikir para penjahat itu akan memperkosanya, tak disangka yg mereka inginkan adalah nyawa melia.


musuh?? melia berfikir apa dia memiliki musuh sampai tega harus membunuhnya?? tapi siapa??


belum lagi apa yg harus dikatakan kepada kakeknya. ia pasti sangat khawatir .


sepanjang perjalan melia hanya berfikir dan berfikir.


sampai tidak menyadari bahwa mobilnya sudah sampai di depan rumah.


"nona sudah sampai" kata wayan.


"iya, terimakasih pak wayan" melia segera turun dari mobilnya.


"saya permisi nona" yg hanya di balas anggukan oleh melia.


ia segera masuk kedalam rumahnya


"Assalamualaikum" salam melia.


"Waalaikumsalam" jawab kakek.


"sudah pulang nak" tanya kakek wili.


"kek maaf melia semalam tidak pulang. pasti kakek sangat khawatir yaa" melia cemas jika kakeknya akan marah padanya jika tau melia bermalam di tempat seorang laki-laki.


"iya tadinya kakek memang khawatir, tapi setelah tau bahwa kamu bermalam di rumah teman kerjamu kakek jadi lega" kata kakek wili sambil memegang pundak melia.


"teman??" tanya melia kebingungan.


"iya kemarin atnan mencari kamu nak, ia datang kemari. terus dia bilang kalau kamu udah nelpon dan bermalam di rumah teman" jelas kakek.


**jadi mas atnan mencariku?? dia pasti sangat khawatir.. karena ponselku mati jadi tidak bisa mengabari mas atnan** batin melia.


"ya udah sana kamu cepet istirahat, kakek mau ke makam ayah ibumu dulu" kata kakek


"perlu malia antar kek?"


"gak usah nak, kakek bisa bawa mobil sendiri"


kakek pun segera berangkat ke makam.


dan melia bergegas menuju kamarnya untuk mencarger ponselnya yg sudah seharian mati.


dinyalakan ponselnya.


dan benar saja banyak panggilan dan pesan dari atnan.


melia merasa sangat bersalah kepada atnan. ia segera menghubungi nomer atnan.


📞atnan : hallo melia kamu kemana saja?? kamu baik-baik aja kan?


📞melia: iya mas melia baik-baik aja, maaf ponsel melia semalam mati mas.


📞atnan: terus kamu kemana mel?


melia pun menjelaskan bahwa semalam ia tidur di rumah temannya. atnan tak ingin mempermasalahkan yg penting sekarang melia baik-baik saja.


atnan juga akan membawa melia berkunjung kerumahnya untuk bertemu orang tua atnan.


awalnya melia menolak karena malu.. tapi karena atnan memaksa akhirnya melia menyetujui.


melia tengah bersiap-siap karena 1 jam lagi atnan akan menjemputnya.


*****


happy reading🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2