
Atnan melihat jika pria yg tadi berbicara dengan melia sudah pergi, namun kenapa melia tidak kunjung keluar menemuinya.
Atnan khawatir ia memutuskan untuk masuk kedalam cafe tersebut.
Atnan sedikit berlari .
"Melia" panggil atnan, namun melia tak menjawab.
"Mel kita pulang yuk" atnan mencoba memegang pundak melia namun melia tetap tak memperdulikannya.
Atnan mencoba mengangkat kepala melia dilihatnya melia sedang tak sadarkan diri.
"Astaga apa yg terjadi padamu mel, bangunlah" atnan mulai panik ia segera menggendong melia.
"Mbak tolong bawakan tas dan tongkat teman saya kedalam mobil ya" atnan memerintah salah satu pelayan di cafe tersebut, karena dirinya menggendong melia.
Di letakkan melia di kursi depan secara hati-hati. Atnan segera menelfon dokter wahyu untuk segera datang kerumahnya.
Atnanpun segera mengendarai mobilnya dengan sedikit ngebut.
~~
Selesai rapat adam segera kembali keruangannya, ia sedikit mengantuk jadi memutuskan untuk beristirahat dikamar yg berada di ruangan adam.
Adam merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Aww" pekik adam karena seperti ada yg mengganjal di punggungnya.
Adam melihat botol parfum berbentuk kotak, isinya sudah hampir habis. Mungkin 3x semprot sudah habis.
"Apakah ini milik melia" adam mencium botol parfumnya dengan sangat khusuk
"Enak sekali aromanya" adam segera menyimpan botol itu di dalam kantung celananya.
**apa benar dia terluka karena aku, padahal aku tidak melakukan apapun** batin adam
ia masih memikirkan bagai mana bisa sekertarisnya terluka karena dirinya.
karena terus saja kepikiran, akhirnya adam memilih untuk melanjutkan pekerjaanya.
Kini atnan sudah sampai dirumahnya, segera dia membawa melia kekamarnya dengan sangat hati². Pelayan disana sangat cemas karena melihat melia tak sadarkan diri.
Mereka tau bahwa melia adalah wanita sepesial bagi tuannya.
Atnan meletakkan melia di atas tempat tidur dan menutupinya dengan selimut.
"Bik buatkan dia bubur dan susu hangat ya"
"Baik tuan" pelayan atnan segera membuat bubur dan susu hangat
5 menit kemudian dokter wahyu telah sampai, ia langsung masuk ke kamar dimana melia berada.
"Kenapa dengan nona tuan?" Tanya wahyu
__ADS_1
"Dia pingsan sepertinya dia habis menangis" jelas atnan
"Saya akan memeriksa nona terlebih dahulu tuan".
5 menit kemudian....
"Tuan nona tidak apa-apa dia hanya tertekan di tambah lagi kondisi kakinya yg belum pulih" ucap wahyu
"Apa yg harus aku lakukan" tanya atnan jujur saya ia sangat khawatir.
"Jaga nona muda, jangan sampai ia memikirkan sesuatu yg berat tuan, entah apa yg ada di pikirannya sepertinya ia sangat tertekan"jelas wahyu lagi.
"Baiklah aku akan menjaganya, terimakasih wahyu maaf telah merepotkanmu." Kata atnan.
"Tidak apa-apa tuan ini sudah menjadi tugas saya, hubungi saya bila terjadi sesuatu pada nona" kata wahyu , dan dokter wahyupun pergi meninggalkan kediaman atnan.
"Apa yg terjadi denganmu, kenapa kamu sangat menderita seperti ini" atnan memegang tangan melia tanpa sadar air mata atnan menetes, dengan cepat ia segera menghapus air matanya.
"Mas atnan" melia tersadar
"Iyaa melia, kamu sudah sadar " tanya atnan
"Aku kok sudah disini mas" melia mencoba mengingat.
"Kamu tadi pingsan, sudah jangan memikirkan apapun ya. Mulai sekarang aku akan menjagamu."
"Naufal" lirih melia ia memegang kalung yg melingkar di lehernya.
"Mas atnan, maaf ya beberapa hari aku bersamamu aku hanya merepotkanmu. Aku janji tidak akan seperti ini lagi" ucap melia yg kini mulai tidak enak dengan atnan . Pria yg baru ia kenal namun sangat perhatian padanya.
"Sudah tak apa, aku senang melakukannya. Makannya lekaslah sembuh dan jangan kamu menangis lagi yaa"
"Oya melia apa kamu memiliki saudara" sambung atnan lagi.
"Ada mas aku punya tante, dan kakek yg ada di bandung" jawab melia
"Apa gak sebaiknya kamu hubungi tantemu agar dia tau kondisimu" atnan khawatir jika saudaranya mencari melia.
Tantenya memang tidak pernah memikirkan melia lagi, sedangkan kakeknya jauh. Melia tak ingin membuat kakeknya khawatir.
"Gak usah mas biar besok pagi saja aku menelfon kakek. Oya mas apa mas atnan yg membelikan semua pakaian yg ada di lemari itu?" Tanya melia .sebenarnya tadi pagi saat akan ke kantor melia hendak ingin bertanya hanya saja ia lupa.
"Iya aku sengaja membelikannya untukmu, kenapa ? Apa bajunya tak cocok untukmu?" Atnan bertannya balik
"Bukan mas, malahan aku suka bajunya. Tapi kan sayang banget kalo beli baju mahal sebanyak itu, aku masih punya banyak baju dirumah mas"
"Sudah gak apa-apa melia aku memang sengaja membelikannya buat kamu" jawab atnan.
Atnan sudah tau pakaian apa yg cocok untuk melia, bahkan ukurannya sudah pas.
Atnan melihat melia seperti ingin bertanya sesuatu, namun atnan diam saja menunggu melia bertanya langsung padanya.
"Mas "
__ADS_1
"Hmm" jawab singkat atnan sambil membereskan piring bekas bubur tadi.
"Mas apa disini ada mukenah?" Tanya melia karena dari kemarin ia tidak sholat.
Atnan memandang lekat pada melia.
"Mas atnan..." Panggil melia lagi
"Iya, sebentar yaa aku ambilkan dulu di bawah" yg hanya di angguki oleh melia.
Tak berapa lama atnanpun sampai dikamar melia dengan membawa seperangkat alat sholat.
"Ini mel pakailah" atnan memberikan mukenah kepada melia.
"Mas ini masih baru yaa?"
Mukenah yg diberikan atnan sebenarnya adalah milik kekasihnya, mereka akan menikah namun kekasih atnan meninggal karena kecelakaan.
"Itu udah lama cuman belum di pakai aja, sekarang mukenah itu milikmu" ucap atnan
"Makasih ya ma"
Melia pun bersiap untuk sholat meskipun ia harus duduk.
"Wayan tolong cari parfum yg sama persis seperti ini" adam memberikan botol parfum kepada wayan. Wayanpun menerimanya.
"Kalau ada carilah yg ukurannya lebih besar dari itu" perintah adam lagi.
"Baik tuan" jawab wayan. Ia pun pergi meninggalkan ruangan adam.
\*\*Dia cantik dan manis,, seandainya aku bertemu dia sebelum aku bertemu sherin pasti dia sudah menjadi milik ku\*\* batin adam
Wanita yg dimaksud adam adalah melia, sebenarnya adam terpesona dengan melia.
Hanya saja karena pertemuan pertama mereka yg tidak baik dari situ adam memutuskan untuk tak memperlihatkan sikap lembutnya kepada melia..
adam segera menepis pikirannya.
"kenapa sherin tidak menghubungiku apa dia baik\-baik saja" ucap adam, ia memikirkan kekasihnya karena setelah keberangkatannya sherin belum juga memberikan kabar.
\*\*\*\*\*
**selamat membaca guys🥰🥰🥰 jangan lupa terus dukung author yaa**
__ADS_1