Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Sah menjadi istri Adam


__ADS_3

Taksi melia berhenti di depan rumahnya, melia turun dari taksi dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumahnya.


Kakek dan lisa melihat melia yg sudah datang langsung menghampirinya.


Di lihat wajah melia yg mulai kacau.


"Nak gimana keadaannya atnan?" Tanya kakek willi.


"Mel kok kamu diem? Gimana keadaan atnan?" Tanya lisa


Namun melia hanya terdiam, ia terus melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumahnya.


Disana masih ada tamu undangan dan pak penghulu yg menunggu kedatangan melia.


Melia duduk di depan pak penghulu.


Membuat mereka semua kebingungan, apa pernikahan ini akan di batalkan atau tetap di laksanakan.


"Nak ada apa sayang?" Tanya kakek willi, dan melia hanya terdiam dengan pandangan kosong.


Sebuah mobil terhenti di rumah melia, ternyata keluarga adam kembali ke rumah melia, ia ingin memberitahukan jika atnan sudah meninggal. Dan melia sedang tidak tau dimana.


"Kakek melia..." Ucap adam terhenti melihat wanita yg tengah duduk di depan pak penghulu.


Naufal juga masuk ke dalam rumah melia, ia terkejut melihat melia ternyata pulang ke rumahnya.


"Melia kamu disini?" Tanya naufal.


"Ini ada apa sebenarnya? Kenapa melia jadi begini?" Tanya lisa yg ikut khawatir.


Tidak ada yg bisa menjelaskan, kejadian ini begitu sangat cepat.


"Pak willi saya ingin memberitahukan kalau


... Atnan sudah meninggal" ucap bagas.


"Innalillahi..." Sahut mereka semua


Lisa langsung berlari dan memeluk tubuh melia. Memang lisa tidak perduli terhadap keponakannya itu selama ini, tapi melihat melia bersedih karena kehilangan calon suaminya. Membuat mereka yg ada disana turut merasakan kesedihan itu.


"Melia sabar ya sayang" ucap lisa sambil menangis.


Seolah sudah tidak dapat melihat, berbicara dan mendengar melia terdiam seperti patung.


Ratna mulai menceritakan kejadian di rumah sakit, termasuk keinginan terakhir atnan.


"Tapi kek adam tidak akan menikahi melia, jika memang melia tidak mau" kata adam, ia sadar jika gadis itu tidak mencintainya.


"Aku bersedia" sahut melia yg sedari tadi tak bersuara.


Mereka semua melihat ke arah gadis itu.


Kakek willi menghampiri melia.


"Nak jika kamu tidak siap jangan memaksa, gakpapa pernikahan ini kita batalkan sampai kamu benar benar tenang" jelas kakek willi.


"Melia ingin pernikahan ini di laksanakan sekarang" ucap melia.


Sekarang? Bahkan mereka belum menyiapkan apapun, cincin bahkan mas kawin mereka tidak menyiapkannya.


"Bagaimana kalau besok saja nak, kami akan mempersiapkannya" ucap ratna kepada melia.


"Tidak tante, melia ingin sekarang" ucap melia, ia sudah tidak ingin menundanya lagi.


Akhirnya ratna memberikan cincin turun temurun yg ia pakai. Dan adam membuka dompetnya untuk mengambil sejumlah uang.

__ADS_1


Ia duduk di samping melia, dan kakek willi memberikan peci untuk di pakaikan kepada adam.


Adam menatap wajah melia yg tampak sulit untuk di artikan.


Setelah semua sudah siap acara ijab qobul pun di mulai.


Adam menjabat tangan pak penghulu.


Ia mengucap ijab qobul dengan 1 kali nafas.


Dan akhirnya meraka sah menjadi pasangan suami istri.


Saat adam hendak memakaikan cincin di jari melia, ia melihat cincin pemberian atnan masih terpasang di jarinya.


"Apa kamu bisa memberikan tangan yg satunya?" Tanya adam.


Melia pun memberikan sebelah tangannya. Dan cincin dari adam pun terpasang di jari melia.


**Mas atnan, apa sekarang kamu bahagia? Aku berjanji tidak akan menangis mas, aku akan tetap mencintaimu sampai kapan pun aku mencintaimu mas sangat mencintaimu**


Melia dan adam bersalaman dan meminta restu kepada keluarganya.


Suasana haru dan sedih menjadi satu disana.


"Sayang selamat ya" ucap ratna kepada adam.


Adam mencium wajah mamanya.


"Nak ikhlaskan semuanya ya sayang, tugas kita sekarang mendoakan" ucap ratna kepada melia.


Melia langsung memeluk tubuh ratna, ia menangis di pelukan ratna.


Melia merasa tenang di pelukan ratna yg sekarang menjadi mertuanya.


Kini giliran melia bersalaman dengan naufal.


"Semoga kamu selalu bahagia ya mel" kata naufal.


"Makasih banyak ya fal" jawab melia.


Adam yg melihat kedekatan istrinya dengan pria lain merasa panas di dalam dadanya.


"Ehem.." sahut adam.


Naufal segera melepas pelukan melia.


"Nak kamu jaga diri ya kakek sementara waktu akan tinggal disini" ucap kakek willi.


Mereka pun berpamitan untuk pulang ke rumah brawijaya, begitu pun dengan melia yg akan ikut dengan adam. Ia akan tinggal di rumah suaminya.


Kini mobil mereka telah sampai, adam membawa istrinya masuk ke kedalam rumahnya.


"Sementara tinggal di sini dulu ya sayang" kata ratna.


"Iya tante" ucap melia.


"Kok tante? Panggil mama ya"


"Iya mama"


Adam segera membawa melia masuk kedalam kamarnya, adam meletakkan pakaian melia di dalam lemari.


"Kamu mandi dulu aja" ucap adam kepada melia.


"Iya tuan.. maksudku mas " melia segera masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


Melia merendamkan tubuhnya di bathup.


Tak terasa air matanya lagi lagi menetes.


"Apa ini tidak terlalu kejam? Calon suamiku baru saja meninggal dan aku langsung menikah. Mas atnan maafkan aku" gumam melia di dalam kamar mandi.


"Kenapa dia lama sekali, apa dia baik baik saja" kata adam.


Melia belum juga keluar dari kamar mandi.


"Mas adam" panggil melia dari dalam kamar mandi.


"I..iya ada apa?" Tanya adam


"Bisakah kamu mengambilkan handukku, aku lupa membawanya" kata melia.


"Apa handuk" adam mulai gugup membayangkan tubuh istrinya hanya memakai handuk.


"Mas..." Teriak melia


"I..iya tunggu sebentar" adam segera mengambilkan handuk dan memberikan kepada melia.


Ceklek...


Pintu terbuka, melia keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan pakaiannya.


"Kamu sudah pakai baju?" Tanya adam


"Iya mas, kenapa mas? Tanya balik melia.


"Gakpapa, kalau gitu aku mandi dulu" adam segera masuk kekamar mandi dengan perasaan tak karuan.


Ia sudah membayangkan istrinya keluar tanpa mengenakan baju..


Dan pikiran adam mulai melayang kemana mana.


Setelah selesai melia turun untuk menemui mama mertuanya.


"Ma" sapa melia, yg di lihat mertuanya tengah terduduk santai.


"Eh sayang, sini duduk sini nak" kata ratna.


Melia segera duduk di samping ratna.


"Mana adam nak?" Tanya ratna


"Masih mandi ma" jawab melia


Tidak berapa lama adam juga turun menemui mama dan istrinya.


Di lihatnya melia tengah ngobrol bersama mamanya.


Ia sangat bahagia bisa menikah bersama melia, meskipun melia belum mencintainya.


"Aku berjanji akan membahagiakan kamu" ucap adam kepada dirinya sendiri..


Di tempat yg lain Naufal tengah termenung.


Awalnya dia sudah mengikhlaskan jika melia akan menikah dengan orang yg ia cintai.


Dan sekarang lebih menyakitkan mengetahui melia menikah dengan orang yg tidak di cintanya.


"Apa aku hanya bisa menjadi temanmu mel? Bahkan dari dulu sampai sekarang aku tidak di ijinkan untuk memiliki hatimu" ucap naufal sambil memandang foto melia.


*****

__ADS_1


happy reading, maaf kalo masih ada typo🙏🥰


__ADS_2