
Keduanya masih mematung terdiam dalam fikiran masing-masing
**Mata ini aku sangat mengenalinya** batin adam
"Apa yg kalian lakukan..!!!"
Flasback on
"Kemana adam kenapa dia belum juga mengangkat telponku" kata sherin.
Hari ini sherin berfikir untuk makan siang bersama adam.
Diapun menghubungi asisten wayan,, namun sama tak ada jawaban juga .
"Mereka kompak sekali tidak menjawab panggilanku" akhirnya sherin langsung menuju kantor adam.
Sesampainya disana dia langsung menuju lantai 20, mencoba menghubungi adam lagi namun tetap saja adam tak menjawab panggilan sherin.
Tanpa permisi sherin langsung membuka pintu ruangan adam.
Betapa terkejutnya ia menyaksikan kekasihnya tengah berdua dengan wanita. Saling berhadapan dan terlihat sangat mesrah. Bagaimana tidak adam memegang pinggang melia dan mereka saling menatap.
"Apa yg kalian lakukan" teriak sherin membuat keduanya terkejut
Flasback off
Adam segera melepas kamelia.
Dan dengan cepet melia membalikkan tubuhnya.
"Sherin" ucap melia.
"Kamu...!" Sherin terkejut ternyata yg tengah bersama kekasihnya adalah kamelia
"Apa yg kalian lakukan?? Sedang bermesraan??" Tanya sherin mencoba bertanya setenang mungkin
"Sayang...kenapa kamu tidak menghubungiku" tanya adam
"Lihat ponselmu, berapa kali aku menghubungimu... Bahkan aku juga menghubungi asistenmu.. tapi sepertinya kalian tengah kompak untuk mengabaikan panggilanku" jelas sherin.
Adampun mengambil ponselnya dan melihat ada banyak panggilan dari sherin. Dari ia rapat hingga selesai.
"Maaf sayang, ponselku tadi aku silent karena ada rapat penting" jelas adam
"Rapat penting??? Cihh!" Kini sherin menatap sinis kepada melia.
"Maaf sherin, kamu jangan salah faham tadi tidak seperti yg kamu lihat..." Melia mencoba menjelaskan
"Tidak perlu menjelaskan apapun padaku, aku percaya dengan kekasihku.. dia tidak akan menghianatiku sekalipun banyak yg menggodanya" kata-kata sherin seolah menegaskan sesuatu kepada melia.
"Baiklah kalau begitu saya permisi" meliapun keluar dari ruangan adam
Namun ia masih berdiri di luar pintu ruangan adam.
Ia masih terkejut dengan apa yg baru saja terjadi.
"Apa kamu menyukainya?" Tanya sherin pada adam
"Pertanyaan macam apa itu" jawab adam
"Aku bertanya dan kamu harus menjawabnya adam"
"Tidak, aku tidak suka padanya" kata adam
"Lalu tadi kenapa kalian sangat dekat??" Tanya sherin kini nadanya mulai emosi
"Haii kenapa kamu marah seperti itu, kamu dengar ya.. aku sama sekali tidak menyukai gadis seperti dia. Justru aku membencinya" jelas adam
"Banci??" Tanya sherin lagi.
Kemudian adam menjelaskan pertemuan pertamanya dengan melia waktu di cafe dari A sampai Z.
"Kebetulan dia bekerja disini,, dan aku akan membalas semua perbuatan dia padaku" jelas adam kepada sherin.
Sedangkan di luar sana melia mendengar semua ucapan adam.
Tanpa terasa air matanya pun jatuh membasahi pipinya.
Ia berjalan menuju ruangannya.
Meletakkan kepalanya di atas meja.
**Ternyata hanya untuk balas dendam, aku pikir dia sudah menjadi seseorang yg cukup baik padaku,, ternyata hanya untuk balas dendam.. tapi matanya tadi seperti ada sesuatu pada dirinya. Apa itu juga bentuk dari balas dendam** batin melia, lagi-lagi ia menangis tanpa suara.
Kring...kring...
Ponsel melia berbunyi, di lahatnya nama atnan di poselnya.. ia segera menghapus air matanya dan mengangkat panggilan dari atnan.
📞Melia : hallo assalamualaikum mas.
📞Atnan : waalaikumsalam melia, apa kamu baik-baik saja?
Di dengarnya suara melia yg seperti habis menangis
📞Melia : iyaa aku baik-baik saja mas .
__ADS_1
📞Atnan : kamu tidak bisa membohongiku mel, kamu tidak pandai berkilah.. katakan padaku kenapa kamu menangis??
📞Melia : iya baiklah, aku hanya rindu pada orangtuaku mas..
📞Atnan : kalau begitu nanti sepulang kerja aku akan mengantar kemakam orangtuamu. Bagaimana??
📞Melia : baiklah makasih mas
📞Atnan : kalau begitu lanjutkan pekerjaanmu dan jangan lupa makan siangnya. Nanti aku akan menjemputmu assalamualaikum
📞Melia : iya mas.. waalaikumslam
Merekapun mengakhiri panggilannya.
Dan melia melanjutkan pekerjaannya.
Melia sudah tidak memiliki nafsu makan lagi sehingga memutuskan tidak makan siang..
Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore kini saatnya seluruh kariyawan Brawijaya Grup menghentikan aktifitasnya..
Kamelia sudah bersiap-siap untuk pulang dan dia sudah menghubungi atnan untuk menjemputnya.. namun atnan sedang ada urusan sehingga melia di jemput oleh asistennya
Itu sama sekali tidak masalah baginya..
Melia segera turun dan menghampiri asisten yg sudah menjemputnya.
Dilihatnya adam dan sherin juga akan pulang.
Sherin sengaja menggandeng tangan adam,, menunjukkan kemesraannya.
"Tunggu melia" teriak sherin yg menghentikan langkah kaki melia.
Kameliapun membalikkan badannya melihat ke arah sherin.
Sherin dan adam pun menghampirinya.
"Kamu pulang bareng kita aja" ajak sherin
"Makasih sher, tapi aku sudah dijemput" sherin melihat mobil yg berada di belakang melia.
"Ohhh jadi kamu sudah di jemput yaa,, tapi sepertinya bukan pria yg kemarin ya" kata sherin.
Adam juga melihat siapa yg berada di dalam mobil itu.
Namun melia hanya diam tak menghiraukan.
"Kamu hebat mel,, dengan mudah berganti-ganti pria " melia terkejut dengan apa yg di ucapkan sherin namun ia tak ambil pusing
"Kalau tidak ada sesuatu yg penting aku pulang dulu" melia berlalu memasuki mobil dan meninggalkan sherin..
"Sudahlah sayang ayo kita pulang" jawab sherin.
"Nona apa kita langsung ke pemakaman?" Tanya asisten Kim
"Iya tuan"jawab melia.
Setelah 15 menit mereka sudah sampai ke pemakaman orang tua melia.
Tak lupa melia membeli 2 kantung bunga.
"Tuan tunggu disini ya, saya tidak akan lama" ucap melia, yg menyuruh asisten kim untuk menunggu di mobil dan hanya di angguki oleh Kim.
Melia berjalan memasuki gerbang pemakaman, sesampainya disana dilihatnya seorang wanita paruhbaya tengah duduk di pusaran orang tuanya.
Wanita itu tengah menabur bunga di pemakaman orang tua melia.
Melia mencoba mendekati.
"Permisi" sapa melia.
Wanita itupun berdiri dari duduknya dan memperhatikan melia dari atas sampai bawah.
"Permisi nyonya" sapa melia lagi, karena wanita itu tak kunjung menjawabnya.
"Iya nak" jawab wanita itu.
"Maaf apa nyonya salah satu saudara atau rekan dari orang tua saya?? Karena sepertinya saya belum pernah bertemu anda" tanya melia
"Apa makam ini adalah makam orang tuamu?" Wanita itu bertanya balik dan hanya di angguki oleh melia.
Wanita itu tersenyum ramah, dan mengulurkan tangannya kepada melia.
"Kenalin saya ratna, teman lama sekaligus sahabat orang tua kamu" melia pun bersalaman dengan ratna.
"Saya kamelia nyonya" jawab melia.
Ratna adalah orang tua adam sekaligus sahabat dari orang tua melia, tak menyangka bisa bertemu dengan melia di makam orang tuanya.
"Panggil aja tante nak, kalau begitu kamu lanjutkan dulu ya, tante akan menunggu di sana" ratna menunjuk kursi yg berada di bawah pohon di luar makam tersebut.
"Baik tante"jawab melia
Ratna pergi menuju kursi yg berada di luar makam, sedangkan melia terduduk di samping makam orang tuanya ia menabur bunga dan mendokan orang tuanya.
10 menit kemudian melia menghampiri ratna yg tengah terduduk santai.
__ADS_1
"Tante" kata melia.
"Ohh iya duduk sini sayang" melia duduk di sebelah ratna.
"Apa tante juga yg selalu mengganti bunga pemakaman ayah dan ibu melia?" Tanya melia.
"Iya sayang, tante meluangkan waktu untuk mengunjungi mereka, tante sangat menyesal pada saat mereka tiada tante tidak bisa menemuinya karena berada di luar kota"
Melia menatap wajah wanita itu yg berubah sendu.
Dan mereka mulai menceritakan persahabatannya yg begitu harmonis,, tak terasa sudah hampir 1 jam melia berbicara dengan ratna.
"Tante maaf ya melia harus segera pulang." Kata melia
"Iya gakpapa sayang, sangking asik cerita tante jadi lupa waktu"
"Oh ya, tante minta nomer kamu yaa" kata ratna lagi, melia langsung mencatat nomernya di ponsel ratna.
"Ini tante"
"Makasih ya sayang. Kamu hati\-hati ya di jalan" ratna memberikan pelukan kepada melia,, entah mengapa melia begitu nyaman di peluk wanita itu. Teringat akan sosok ibunya yg telah tiada.
"Iya tante, tante juga hati\-hati ya.. assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" merekapun masuk kedalam mobil masing\-masing.
"Maaf tuan lama menunggu" sapa melia kepada asisten kim..
"Tidak masalah nona, apa kita langsung pulang?" Tanya kim kepada melia.
"Iya tuan". Melia pun naik kedalam mobil atnan, dan pulang menuju rumahnya.
"Terimakasih tuan" melia keluar dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumahnya.
Dilihat kakeknya sedang duduk dan membaca koran
"Asslamualaikum kek" sapa melia
"Waalaikumsalam, kok baru pulang?" Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 6
"Iya tadi masih ke makam ibu kek, ayo masuk kek sudah magrib" melia mengajak kakeknya untuk masuk ke dalam rumah.
"Tadi pulang sama siapa nak?" Tanya kakek.
"Itu sama temen aku kek, lebih tepatnya asisten mas atnan" jawab melia.
"Sepertinya atnan sangat perhatian sama kamu, yakin kalian hanya berteman??"
"Iya , aku sama mas atnan cuma berteman kek.. iya udah melia masuk kekamar dulu ya soalnya mau mandi" meliapun berlalu menuju kamarnya..
Sebelum mandi ia memberikan pesan kepada atnan bahwa dirinya sudah sampai dirumah.
Setelah itu melia segera mandi.
Di rumah keluarga Brawijaya.
"Pa..papa" ratna mencari keberadaan suaminya.
"Iya ma,,kenapa teriak\-teriak?" Jawab papa adam.
"Papa tau gak..."
"Enggak papa gak tau ma"
"Astaga...!!! Mama belum selesai pa"
Papa adam pun tertawa melihat istrinya yg ngambek.
"Iya iya ma ada apa?? Coba sini duduk dulu" ratna pun duduk di sebelah suaminya
"Pa, mama tadi ke makam sofi... Terus ternyata mama ketemu sama anaknya sofi" mama ratna mulai bercerita
"Yg bener ma?"
"Iya bener pa,, mama seneng banget pa.. akhirnya mama bisa menemukan putrinya sofi yg akan kita jodohkan sama adam".
\*\*\*\*\*
**happy reading🥰🥰**
__ADS_1