Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Teror #1


__ADS_3

Pagi ini adam sudah berada di kantor, ia mulai bergelut dengan beberapa pekerjaannya.. maskipun fikirannya sangat tidak fokus entah kemana.


Hari ini ratna datang ke kantor adam, setelah kejadian semalam ia menghawatirkan keadaan putranya.


sekaligus ingin memberitahukan sesuatu yg penting.


"Pagi sayang" ratna masuk ke dalam ruangan adam.


"Loh mama ada apa kesini?" tanya adam


"Mama bawakan sarapan buat kamu, mama tau tadi kamu gak sarapan kan" jawab ratna, dan menaruh kotak makan di meja putranya.


"Adam nanti bisa beli ma, mama gak perlu repot repot" ujar adam.


Ratna melihat putranya sangat sibuk, jadi ia berinisiatif untuk menyuapi adam.


"Kamu sibuk banget ya nak?" tanya ratna, adam mengangguk. "Kalau gitu mama suapin ya" membuat adam menatap mamanya.


"Ma adam sudah bukan anak kecil, adam bisa makan sendiri" sahut adam.


"Ya udah ayok makan dulu, tinggal dulu pekerjaannya" kata ratna.


Akhirnya adam menuruti kemauan mamanya, dari pada ia harus di suapin.


Adam dan ratna segera duduk disofa, dibukanya kotak makan itu.


Dan benar saja karena semalaman tidak makan, mambuat adam menjadi sangat lapar.


"Adam" panggil ratna


"Hmm" jawab adam sambil mengunyah makanannya.


"Hubungan kamu sama sherin gimana?" tanya ratna.


"Baik ma" jawab adam singkat.


"Nak kamu beneran segitu cintanya ya sama sherin?" tanya ratna lagi.


"Kenapa ma?" adam menimpali pertanyaan mamanya.


"Sherin bukan wanita yg baik nak, dia hanya ingin memanfaatkan kamu.. mama memang belum punya bukti tapi mama tau itu semua" kata ratna dengan raut sedih.


"Mama jangan khawatir, adam bisa mengatasi semua ma, termasuk sherin" jelas adam.


Sebenarnya adam sudah tau bagaimana sherin selama ini kepadanya.. namun adam ingin membalas semuanya setelah bukti bukti terkumpul.


"Oh iya dam, besok ikut mama sama papa ya" ajak ratna kepada putranya.


"Kemana ma?" tanya adam


"Bertemu dengan seseorang nak, kamu kenal kok sama orangnya" jawab ratna.


"Baik ma" adam mengangguk..


Diruangan yg berbeda Kamelia tengah sibuk dengan pekerjaannya, hari ini ia sama sekali tidak menemui adam, begitupun sebaliknya adam sama sekali tidak mencari melia.


Ting....


Ponsel melia berdering, sebuah pesan masuk diponselnya.


Ternyata dari nomer yg tidak di kenal.


๐Ÿ“ฉ088xx : Assalamualaikum, gimana kabar kamu??


Deg...


Jantung melia seakan berhenti berdetak.


**siapa ini?? mungkinkah Naufal??** batin melia


Tanpa pikir panjang melia langsung menghubungi nomer tersebut.

__ADS_1


๐Ÿ“žmelia : haa..halo


๐Ÿ“ž088xx : iya hallo


๐Ÿ“žmelia : ini siapa?


๐Ÿ“ž088xx : apa kamu tidak mengenal suaraku??


**siapa ini??? dari suaranya seperti bukan naufal** batin melia


๐Ÿ“žmelia : sama sekali tidak


๐Ÿ“ž088xx : kamu melupakan aku begitu cepat hahahahah apa karena kamu sudah bertunangan dengan bos itu??


tut...


Melia mematikan panggilannya.


"Siapa dia, bukan dia bukan naufal. aku sangat tau suara naufal.. bagaimana dia bisa tau tentang pertunangan" gerutu melia, ia mulai bingung apa yg harus ia lakukan.


Haruskah memberi tau kepada atnan, mungkinkah ini salah satu dari yg meneror melia, atau yg mencoba membunuhnya??


"Ya udah mama balik dulu ya dam" ratna berpamitan kepada putranya.


"Iya ma, mama hati hati ya"


Ratna pun keluar dari ruangan adam.


"Mampir ke melia dulu ahh, kangen sama anak itu" ratna menuju ruangan melia.


Dibukalah pintu ruangan melia, di lihatnya melia tengah merebahkan kepalanya di atas meja kerjanya.


"Melia" sapa ratna. melia mengangkat kepalanya.


"Ehh tante" melia berdiri "Masuk sini tan" ratna masuk keruangan melia ia sama sama duduk di sofa yg berada di ruangan tersebut.


"Kamu kenapa nak? kok tante liyat lesu banget?" tanya ratna sambil membenarkan rambut melia.


"Gakpapa kok tante, cuman lagi banyak kerjaan aja" jawab melia.


"Enggak tante, kan emang tugas melia banyak hehe".


"Yaudah tante pulang dulu ya, mampir kesini soalnya kangen sama kamu" ratna pun berpamitan kepada melia.


Melia mengantar ratna hingga pintu ruangannya. setelah ratna pergi melia kembali lagi melanjutkan pekerjaannya.


Jam sudah menunjuk kan pukul 12.00


Adam berencana makan di luar bersama wayan, ia juga akan mengajak sekertarisnya itu.


"Wayan, aku tunggu mobil ya. cepat ke ruangan melia ajak dia sekalian" kata adam kepada asistennya.


"Baik tuan" wayan menemui melia dan adam menunggu di mobilnya.


Tak berapa lama wayan dan melia sudah berada di parkiran.


wayan membukakan pintu untuk melia, kini melia duduk di belakang bersama adam.


"Kenapa kamu lama sekali?" tanya adam, karena tadi ia harus menunggu selama 5menit.


"Cuman 5 menit tuan" jawab melia santai.


"Kamu bilang cuman 5 menit!!!" ketus adam, sambil menatap melia.


Melia menutup telinganya karena suara adam membuat telinganya sakit.


"Tidak perlu berteriak, jika anda tidak mau menunggu kenapa tidak berangkat sendiri" kata melia dengan wajah sewot.


"T...tuan bisakah kita berangkat?" tanya wayan yg sedari tadi pusing mendengar perdebatan mereka.


"Apa kamu mau kita seharian di sini" jawab adam.

__ADS_1


"I..iya kita berangkat tuan" wayan segera menyalakan mesin mobilnya dan melaju menuju lestoran yg sudah di pesan adam.


"Bagaimana tidurmu semalam?" tanya adam.


"Haih pertanyaan macam apa itu" kata melia.


"Aku hanya bertanya, bagaimana tidurmu semalam??" tanya adam lagi


"Nyenyak tuan, malahan sangat nyenyak dari biasanya" jawab melia, bagaimana tidak nyenyak hatinya baru saja berbunga bunga.


"Ini tidak adil, kamu tau,, semalam aku bahkan tidak bisa tidur sampai jam 2 malam" kata adam


**kenapa dengan tuan adam?? sejak kapan dia jadi konyol gini** batin wayan yg mendengarkan sedari tadi.


"Kenapa tuan tidak bisa tidur?" tanya melia


"Entah, aku pikir kamu juga tidak bisa tidur" jawab adam


"Hah!! apa hubungannya denganku tuan?" kata melia, dia benar benar tidak mengerti pikiran bosnya itu.


"Memang tidak ada hubungan apapun denganmu" ucap adam, dan dia langsung menghadap ke jendela mobilnya.


**ada apa dengannya? apa aku salah bicara** batin melia.


Melia terus memandang adam.


Kini mereka sudah sampai di lestoran yg telah di pesan. mereka duduk di meja nomor 29.


"Yan duduk sini, kamu juga ikut makan" kata adam, Wayan segera duduk di sebelah adam.


"Selamat siang tuan, silahkan" seorang pelayan memberikan buku menu.


Adam melia dan wayan telah memilih menu mereka masing masing.


"Siang tuan adam" sapa seseorang yg tiba tiba datang.


"Tuan Maulana" jawab adam.


"Ada nona melia juga" maulana bersalaman dengan adam dan melia serta wayan.


"Boleh saya bergabung?" tanya maulana.


"Silahkan tuan maulana" jawab adam mempersilahkan.


Maulana duduk disebelah melia.


"Bagaimana kabar anda nona?" tanya maulana.


"B..Baik tuan" jawab melia gugup


Entah kenapa melia tidak begitu nyaman bertemu dengan maulana.


Adam seolah tau jika sekertarisnya tidak nyaman dengan pria yg berada di sebelahnya.


"Bagaimana perkembangan perusahaan anda tuan?" tanya adam, mengalihkan perhatian maulana


"Berkat kerja sama dengan perusahaan anda, membuat perusahaan saya semakin naik pesat tuan. sepertinya akan berada di atas anda hahahahah" jawab maulana membuat mereka semua tertawa.


"Nona melia kenapa diam saja? apa hari hari anda tidak menyenangkan?" tanya maula kepada kamelia. membuat melia menatap ke arah adam.


"Maaf tuan, saya permisi ke toilet dulu" melia segera pergi menuju toilet, adam terus saja memperhatikan langkah melia yg mulai menghilang di balik tembok.


"Tuan, apakah nona melia memiliki kekasih?" tanya maulana


"uhukk uhukk uhukk" adam tersedak, wayan segera memberikan minum untuk tuannya.


"Maaf apa pertannya saya berlebihan?" tanya maulana lagi


"Maaf tuan tapi saya tidak tau kehidupan pribadi sekertaris saya" jawab adam dengan menatap maulana.


*****

__ADS_1


happy reading, maaf kalo masih typo ๐Ÿ™


jangan lupa like rite n vote ya๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


__ADS_2