
Melia sudah puas mencoba segala jenis permainan disana, dan adam hanya menyaksikan sekertarisnya yg seperti anak kecil itu.
"Lelah?" tanya adam, melihat melia yg mulai berkeringat.
"Tentu tuan, memangnya kamu yg hanya menonton.. benar benar payah" jawab melia.
Adam memberikan botol minuman kepada melia, kini mereka duduk di kursi yg terletak di bawah pohon.
Mereka menyaksikan anak anak yg bermain di sana.
"Semua sudah kamu coba?" tanya adam
"Ada 1 yg belum tuan, aku tidak ahli memainkannya" jawab melia.
"Memang yg mana?" tanya adam lagi, kemudian melia menunjuk permainan lempar kaleng. yg hadiahnya boneka boneka lucu.
Dengan segera adam menarik lengan melia, membawanya ke arena permainan yg di inginkan oleh gadis itu.
dengan teliti adam melihat beberapa orang yg mencoba bermain, ada yg hanya menjatuhkan 1 kaleng, ada juga yg 1 susun.
"Hei aku mau mencobanya" teriak adam kepada bapak penjaga stand tersebut.
"Memangnya tuan bisa?" tanya melia sedikit meledek.
"Tidak bisa, makannya aku mau mencobanya. kamu tunggu sini dan lihat caraku melempar bola itu" kata adam sambil mengedipkan sebelah matanya.
Adam pun mulai mencobanya, dia membeli 5 bola.
"Lihat ini ya" ucap adam kepada melia, melia hanya mengangguk saja.
Prang...
Lemparan pertama mendarat dengan sempurna. membuat melia membulatkan matanya..
Kini di lanjutkan lemparang ke dua,
Prang...
Prang...
Prang...
Prang...
"Waaahhhhhh!" teriak melia girang, semua bola yg di lempar adam mendarat dengan sempurna, ia menjatuhkan semua kaleng kaleng itu sampai tak tersisa.
"Silahkan tuan anda bisa mengambil 5 hadiah" ucap si bapak penjaga stand.
Belum adam menjawab, melia sudah terlebih dahulu mengambil 5 boneka, ada jerapah, gajah, beruang, panda, dan bebek. semua boneka itu sudah berada di pelukan melia.
"Wahh wahh wahh kamu mengambil semua hadiahku" ucap adam sambil menggelengkan kepalanya.
"Memangnya tuan suka boneka?" tanya melia.
"Tidak, yaa baiklah semua itu milikmu" jawab adam.
saat melia dan adam akan meninggalkan tempat itu seorang anak kecil berdiri melihat boneka yg di pegang melia.
"Hai cantik, apa kamu mau?" tanya melia menawari anak kecil itu. ia hanya menganggukan kepalanya.
Akhirnya melia memberikan satu boneka kepadanya. setelah menerima anak itu berlari meninggalkan melia.
"Eh kenapa tidak berterimakasih" kata adam. "gakpapa tuan namanya juga anak kecil" sahut melia.
"kakak" beberapa anak kecil memanggilnya dari belakang, melia memutar tubuhnya melihat siapa yg memanggilnya.
dilihatnya 3 anak kecil sedang berdiri.
"Iya ada apa?" tanyak melia ramah.
"bolehkah boneka itu untuk kami?" tanya 3 anak kecil itu.
__ADS_1
"Tadi satu, sekarang tiga. kenapa kalian tidak main saja disana" kata adam yg sedikit kesal.
"Hhsssstt " tegur melia, menandakan agar adam diam.
Melia memberikan anak itu boneka satu per satu. kini melia hanya memegang 1 boneka beruang.
"Terimakasih kakak cantik" ucap mereka bebarengan.
"Sama sama" jawab melia.
anak itu segera pergi meninggalkan melia.
"Kenapa kamu kasih semua bonekanya?" tanya adam. padahal ia telah susah payah mendapatkannya hanya utuk sekertarisnya itu.
"Tidak semua tuan, ini aku masih punya 1 boneka, ini kembaran kamu" kata melia sambil menunjukkan boneka beruang yg ber ukuran sedang.
"Apa maksudmu kembaranku?" tanya adam tidak terima.
"Jika ini boneka beruang, kalau kamu.."
"Kalau aku apa?"
"Kamu tuan beruang kutub hahahah" ledek melia dan berlalu meninggalkan adam.
"Apa maksudnya aku beruang kutub" gumam adam dan segera menyusul melia.
"Tunggu" teriak adam
"Kenapa tuan?" tanya melia.
Adam membungkukkan tubuhnya di depan melia.
"Cepat naik!" kata adam
"Untuk apa tuan?" tanya melia
"Sesuai perjanjian, yg kalah akan menggendong yg menang. disini aku yg kalah" jelas adam .
"Baiklah, berarti kamu yg menggendongku" ancam adam "Tidak mau, aku tidak akan kuat menggendongmu" tolak melia lagi
"Sekarang pilih, kamu yg menggendong atau aku?" tanya adam.
Melia baru ingat jika ia dilarang membantah omongan bosnya itu.
"Ya baiklah, lebih baik anda saja yg menggendongku" jawab melia tidak ada pilihan lain.
Dengan segera melia naik ke punggung adam.
adam segera berjalan mengelilingi lapangan itu.
**kenapa badan dia ringan sekali? apa yg dia makan** batin adam, setelah merasakan bahwa tubuh melia sangat ringan.
Adam sangat menikmati malamnya bersama sekertarisnya itu, entah kenapa ia sangat bahagia bisa menghabiskan waktunya bersama gadis itu.
"Tuan" panggil melia
"iya" jawab adam
"Kenapa kamu memukul sherin? bukankah jika kita menyayangi seseorang, maka kita akan takut menyakitinya?" tanya melia yg masih di gendong di punggung adam.
"Karena dia bersalah" jawab adam, ia sama sekali tidak memikirkan apa yg di rasakan sherin. yg ia tau hanya sherin telah menghianatinya.
"Aku pun pernah melakukan kesalahan, bahkan aku pernah menamparmu tapi kenapa kamu tidak pernah memukulku?" tanya melia lagi. Adam hanya diam tanpa bisa menjawab.
"Tuan kenapa tidak menjawab?"
"Diamlah, aku tengah fokus menggendong tubuhmu yg berat" jawab adam
"Kamu saja yg lemah, jelas jelas aku ringan gini" sahut melia sambil memukul punggung adam.
"Makannya diam, semakin kamu bicara akan semakin berat" kata adam, membuat melia langsung menutup mulutnya.
__ADS_1
Tidak beberapa lama melia meletakkan kepalanya di atas pundak adam.
**apa ini? apa yg menempel di punggungku? astaga gadis ini benar benar menguji ku** batin adam
Ia merasakan sesuatu menempel di punggungnya.
Apa lagi jika bukan gundukan kembar milik melia, karena melia mendekatkan tubuhnya.
Tanpa terasa melia tertidur di punggung adam, deruh nafasnya bergemuruh di telinga adam. membuat tubuhnya merinding dan keringat dingin, bagaimanapun juga adam adalah pria normal.
bahkan usianya sudah tidak muda lagi. tetapi ia belum saja menikah.
Yang sabar adam ini godaan..
Adam sudah sampai di mobilnya, dengan susah payah adam membuka pintu mobilnya dan meletakkan tubuh melia perlahan, agar gadis itu tidak terbangun.
setelah itu adam segera berlari di kursi kemudi.
Setelah membayar parkir adam melajukan mobilnya menuju rumah melia.
sepanjang jalan adam melihat wajah sekertarisnya yg tengah tertidur pulas.
diberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Enak sekali dia tidur, dan menggodaku sepanjang jalan. kamu harus mendapat hukuman" grutu adam dengan senyum liciknya.
segera di dekatkan wajah adam di hadapan melia.
dan lagi lagi adam mencuri ciuman dari bibir mungil melia.
Kenapa ia harus selalu saja mencuri ciuman itu? karena jika si empuhnya bangun adam tidak akan bisa melakukan apapun..
"Astaga apa yg aku lakukan, ini salah salah!!!" kata adam mengerutuki dirinya sendiri.
"Dia hanya sekertarisku, untuk apa aku melakukan semua ini? menciumnya di saat dia tidur Aaaghh benar benar memalukan" kesal adam sambil mengacak rambutnya.
Adam segera malajukan mobilnya kembali.
beberapa menit kemudian adam sudah sampai di depan rumah melia.
Adam melihat seorang pria tengah berdiri di depan rumah melia.
Ia segera keluar dari mobilnya, dan pria itu menghampiri adam.
"Dimana kamelia?" tanya atnan kepada adam, ternyata atnan telah menunggu kedatangan adam sedari tadi.
Atnan menjemput melia di ke acara reoni, tetapi melia tidak ada disana. sita memberitahukan jika melia di bawa seorang pria yg merupakan kekasih sherin.
"Di mobil sedang tertidur" jawab adam santai.
"Kenapa kamu membawa kekasihku?" tanya atnan lagi dengan pandangan yg susah di artikan.
"Dia sekertarisku, sudah menjadi kewajibanku membantunya. aku tau kamu kekasihnya, tapi sepertinya kamu tidak tau apa saja yg di alami kekasihmu itu" cecar adam kepada atnan.
"Mas atnan disini?" tanya melia yg sudah terbangun dari tidurnya.
"Kamu sudah bangun?" tanya adam
"Sudah tuan, terimakasih telah mengantar saya" ujar melia. adam hanya mengangguk dan segera pergi meninggalkan melia dan atnan disana.
"Mas atnan maaf ya, aku tadi pulang gak ngabarin kamu" kata melia, ia merasa tidak enak dengan atnan.
"Gakpapa mel, yg penting kamu sudah pulang dan baik baik saja"
"Makasih ya mas, maaf membuatmu khawatir" kata melia lagi, sambil menundukkan kepalanya
"Sudahlah, sekarang kamu masuk dan istirahat yaa. besok pagi aku kesini untuk mengantarmu" ucap atnan sambil mengelus pucuk kepala melia.
*****
happy reading, maaf jika masih ada typo yaa🙏🥰
__ADS_1