
Pagi ini melia sudah bersiap² untuk pergi kuliah, ia juga berencana pergi kemakam orang tuanya.
Melia keluar dari kamarnya dia hanya meminum 1gelas susu, karena ia harus berhemat.
Selama belum mendapatkan pekerjaan melia harus benar² menghemat uangnya.
**Coba aja aku tidak bertemu pria itu, pasti uang 1jutaku tidak akan melayang begitu saja** batin melia
Melia pun berangkat menuju kampusnya dengan mengendarai motor metic kesayangannya.
Masih dalam perjalanan melia menghentikan motornya, ia berhenti di sebuah tempat fotocopy, karna dia harus mengcopy beberapa tugas kuliahnya.
"Bukankah dia wanita bar-bar" adam yg berada di dalam mobil tidak sengaja melihat wanita yg sama persis yg ia temui di cafe beberapa minggu yg lalu, wayanpun yg mendengar tuannya berbica langsung melihat dimana arah adam tertuju.
"Benar tuan, apa perlu saya hampiri dia agar meminta maaf pada anda?" Tanya wayan.
"Tidak perlu, kita ikuti saja dia akan pergi kemana" jawabnya.
Setelah selesai kamelia segera menaiki motornya lagi, ia mengendarai motornya menuju kampus dengan kecepatan sedang. Melia tak sadar jika sebuah mobil tengah mengikutinya.
Sesampainya di kampus melia segera memarkirkan motornya, dan dia berjalan masuk menuju loby kampus,
"Hyy cantik" sapa naufal, yg sedari tadi menunggu melia
"Haii fall, jangan memanggilku seperti itu, atau mahasiswa yg mendengarkan akan salah paham" jawab melia sambil menatap naufal sedikit tidak suka.
"Hahaha.... Iya ya baiklah maafkan aku, ayo kita masuk" melia dan naufalpun masuk menuju kelasnya.
Adam memperhatikan itu dari kejauhan.
"Ternyata wanita itu kuliah di kampus yg cukup bagus, cihh tapi sayang kenapa dia harus naik motor bututnya itu" gumam adam
"Bagaimana tuan?" Tanya wayan
"Kita langsung ke kantor" jawab adam, wayanpun segera menjalankan mobilnya menuju kantor BRAWIJAYA
sesampainya di kantor...
Banyak pasang mata yg melihat ke arah presdir dan asistennya itu, karyawan disanapun tak lupa memberikan salam kepada adam, mereka menundukkan kepalanya karena memang tidak berani menatap adam secara langsung.
Selamat pagi tuan... Sapa mereka secara bersamaan.
Seperti biasa adam hanya berlalu pergi tanpa membalas karyawannya tersebut, memang benar² pria yg sangat angkuh.
Adam berjalan memasuki lift kusus untuk menuju ruangannya, ruangan adam terletak di lantai 20.
Wayan pun mempersilahkan tuannya untuk masuk ke dalam ruangannya.
__ADS_1
"Silahkan tuan" yg hanya di balas anggukan oleh adam
"Suprice..!!!" Kata seorang wanita yg tengah duduk di kursi kebesaran adam, wanita cantik yg menggunakan baju sexy dan membiarkan rambut bergelombangnya terurai .
"Sherin" kata adam
"Iya sayang, kenapa kok ekspresimu seperti itu? Kamu tidak suka bertemu denganku" kata sherin yg sudah mulai manja memegang bahu adam.
Wayanpun yg melihat itu segera keluar untuk kembali ke ruangannya.
"Tuan saya akan kembali ke ruangan saya" pamit wayan. "Baiklah" jawab adam
"Bukan begitu sayang, aku hanya terkejut kamu datang kesini tidak memberitahuku" adam pun mencium cepat bibir kekasihnya itu...
"Aku sengaja ingin memberikanmu kejutan adam, kemari duduklah" sherinpun berpindah di kursi yg ada di depan meja adam.
Adam melepas jasnya dan segera duduk di kursinya.
"Apa kamu sudah sarapan?" Tanya adam sambil membuka leptopnya.
"Sudah sayang, ada yg ingin aku tanyakan kepadamu"
"Ada apa sayang? Katakan" tanya adam
"Adam kapan kamu akan melamarku? Bukankah hubungan kita sudah 2 tahun" tanya sherin lagi. Adam memegang tangan sherin dan menatapnya dengan serius.
"Ya baiklah sayang, aku akan menunggu.. oh ya minggu depan aku harus pergi ke jerman sayang, karena akan ada pemotretan di sana" kata sherin
"Apa aku perlu ikut ?" Tanya adam
"Aah tidak perlu sayang, kamu kan harus bekerja. Kamu juga harus sering² ngobrol sama orang tuamu tentang hubungan kita".
"Oke.. aku mengijinkanmu pergi, tapi ingat jaga dirimu baik² kamu sudah berjanji untuk tidak melakukan pemotretan dengan laki² " jelas adam kepada kekasihnya itu, karena sherin sudah berjanji untuk tidak melakukan pemotretan dengan laki² manapun.
"B...baik sayang" kata sherin.
~~
Jam 11 siang melia dan naufal sudah keluar kelas, mereka sudah tidak ada jam kuliah lagi.
"Mel, kita jalan² dulu yukk" ajak naufal
"Gak bisa fal, aku berniat mengunjungi makam ayah dan ibu" tolak melia.
"Kalau begitu aku ikut yaa. Aku juga lama tidak ke makam om dan tante" yg di balas anggukan oleh melia.
Kamelia dan naufalpun pergi menuju parkiran mereka mengendarai motornya sendiri² karena melia menolak untuk boncengan bareng naufal. Merekapun melaju menuju pemakaman umum yg jaraknya lumayan jauh dari kampus.
__ADS_1
Sesampainya di pemakaman melia sedikit terkejut karena ia melihat rangkaian bunga berada di atas makam orang tuanya.
"Apa ada yg mengunjungi makan ibu dan ayah? Apa tante lisa" tanya melia yg di dengar oleh naufal
"Sepertinya bunganya masih baru mel" jawab naufal.
Tapi melia tak ambil pusing, ia menabur bunga yg sudah di bawanya. Tak lupa juga berdoa disana, tak sengaja air mata meliapun menetes.
**Aku sangat merindukan kalian, satu bulan lebih ayah ibu meninggalkanku apa kalian tidak rindu? Bahkan ayah dan ibu tidak pernah datang di dalam mimpiku** batin melia sambil menangis
Naufal yg melihat itu tidak tega. Diapun menepuk pelan pundak melia.
"Sudah mel.. jangan nangis, orangtuamu sudah bahagia disana tugas kita adalah mendoakannya.. jangan merasa sendiri mel, masih ada aku dan sahabat² mu" kata naufal mencoba menghibur melia
"Makasih" jawab melia sambil menghapus airmatanya.
"Ya udah ayo kita pulang, kamu harus istirahat" ajak naufal
"Iya fal, makasih ya sudah nemenin aku" merekapun berjalan menuju motornya.
Mereka pulang kerumah masing-masing.
Naufal dan melia berpisah di simpang 3.
Melia berhenti di sebuah warung ia ingin membeli makanan karena sedari pagi perutnya itu belum terisi makanan hanya segelas susu.
Ting... Ponsel melia berbunyi ada pesan grup yg masuk di hpnya. Segera melia membuka dan membaca pesan tersebut.
**Ada lowongan pekerjaan di BRAWIJAYA GROUP. Wahh ini peluangku aku benar² butuh pekerjaan** batin melia
Seketika meliapun langsung menaiki motornya lagi, ia tidak jadi membeli makanan. Rasanya perutnya sudah tidak lapar lagi,
Melia segera melajukan motornya di kantor Brawijaya.
Citttt........ Suara motor melia berhenti tepat di depan gedung Brawijaya
"Wahh kantornya gede banget, apa iya aku bisa kerja disini ya" gumam melia
Di loby adam dan asisten wayan akan keluar kantor, karena ada miting sekaligus makan siang bersama kliennya di sebuah lestoran ternama.
Melia segera masuk ke dalam gedung brawijaya..
Seketika dia berpapasan dengan adam yg hendak keluar kantor.
Setelah melewati melia langkah adam terhenti.
*****
__ADS_1
selamat membaca, jangan lupa likenya ya🥰