Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Kebenaran


__ADS_3

Kini adam sudah berada di rumahnya, dilihat ke dua orang tuanya masih berada di ruang keluarga.


"Ma.. pa kok belum tidur?" Tanya adam. Membuat ratna dan bagas melihat ke arah putranya.


"Kamu dari mana dam? Ini udah jam 12 malam kok baru pulang?" Tanya ratna.


Adam segera duduk di samping mamanya.


"Ada apa ma?" Tanya balik adam, karena melihat ekspresi mama dan papanya yg tidak biasa.


"Tadi sherin ke sini, dia nyari kamu sambil marah marah" jawab bagas.


Flasback on


Sherin baru sampai di rumah adam, sebelumnya ia telah datang ke apartemen adam, namun adam tidak ada disana.


Sherin melangkahkan kakinya memasuki rumah adam.


"Adam.... Dam adam" teriak sherin tanpa sopan santun


"Maaf kakak kenapa teriak teriak gitu ya?" Tanya selvi, yg sedari tadi tengah menonton tv dan terganggu dengan kedatangan sherin.


"Mana kakak kamu?" Tanya sherin


"Gak ada" jawab selvi ketus


"Bohong! Pasti adam ada disini kan. Adam... Adam..." Sherin terus saja memanggil adam tanpa menghiraukan selvi.


"Ihh di bilangin gak ada ya gak ada!" Bentak selvi.


Sebenarnya selvi adalah anak yg baik dan sopan, ia selalu menghormati kepada siapa saja yg lebih tua darinya.


Karena sherin bersikap tidak sopan maka dari itu selvi tidak akan sungkan lagi kepadanya.


"Aduh kamu masih kecil udah kurang ajar ya, nanti kalau aku nikah sama adam kamu bakal aku kirim ke luar negeri kalau nakal nakal" kata sherin dengan sombongnya.


"Ada apa ini?" Tanya ratna yg baru saja turun dari kamarnya, di lihatnya putrinya tengah adu mulut dengan sherin.


"Ngapain kesini?" Tanya ratna lagi.


"Tante saya cari adam" kata sherin kepada ratna.


"Gak ada, adam belum pulang lihat aja mobilnya gak ada kan" jelas ratna.


Memang tadi sebelum masuk sherin tidak melihat mobil adam terparkir di rumahnya. Namun ia tetap memaksa masuk.


"Ini semua pasti karena tante yg berusaha jodohin gadis miskin itu dengan adam"


"Gadis miskin siapa yg kamu maksud?" Tanya ratna.


"Siapa lagi kalau bulan kamelia, bahkan anak tante berani menampar saya karena gadis miskin itu. Semua ini gara gara tante!!" Kata sherin dengan sangat kesal.


Ratna dan selvi terkejut, karena mereka tau adam tidak akan melukai seorang wanita. Terlebih lagi yg mereka tau adam dan sherin telah berpacaran selama 2 tahun.


"Tante rasa adam tidak mungkin melakukan itu, tapi jika itu benar tante minta maaf ya sherin. Nanti kalau adam sudah pulang, tante akan tanyakan sama dia" kata ratna memberikan penjelasan pada sherin.


Tanpa menjawab sherin langsung pergi meninggalkan ratna dan selvi dalam ke adaan marah


Flasback off


"Sebenarnya ada apa dam?" Tanya ratna.


Adam pun menjelaskan kejadian di acara reoni tersebut, mereka sangat terkejut mengapa seorang sherin model yg terkenal tidak dapat menjaga ucapannya.


Adam juga menceritakan jika dirinya membawa melia ke pasar malam guna menghibur gadis itu agar tidak larut dalam kesedihannya.


Tentu itu membuat ratna dan suaminya menjadi sangat senang.


Ternyata putranya sudah mulai menyukai melia, hanya saja ia terlalu bodoh untuk menyadarinya.


"Iya udah sayang, kalau gitu kamu istirahat ya, jangan lupa besok pagi ikut mama ketemu sama seseorang" kata ratna mengingatkan putranya.


"Adam ke kamar dulu ya ma.. pa" pamit adam dan meninggalkan orang tuanya disana.

__ADS_1


"Pa kayaknya adam udah mulai ada rasa sama melia" kata ratna kepada suaminya


"Bener ma, pokoknya kita harus cepet cepet jelasin sama mereka ma." Ucap bagas yg tak kalah senang dari istrinya.


 


Dikamar melia belum juga bisa tidur, ia mengingat kejadian dari sherin yg menghinanya sampai adam yg mengantar ia pulang.


Dilihatnya boneka beruang itu, sesekali melia tersenyum.


"Terimakasih beruang kutub" guman melia sambil melihat bonekanya.


Di letakkan boneka itu di sampingnya, di beri selimut agar tidak kedinginan juga. Begitu pikirnya.


Tak butuh waktu lama melia sudah terlelap.


Pagi harinya....


Melia segera bangun dari tidurnya pergi ke kamar mandi, dan tidak lupa menjalankan kewajibannya.


Setelah itu ia pergi kedapur, karena kakek wili akan datang kerumahnya.


Melia jarang sekali sarapan, ia selalu makan di siang hari dan malam saja, itu sebabnya semakin hari berat badannya semakin turun.


Di saat tengah bergulat di dapur, sebuah mobil terparkir di dipan rumahnya.


Dengan cepat melia berlari, melihat siapa yg datang.


"Kakek..." Teriak melia sambil berlari memeluk kakeknya.


"Assalamualaikum nak" salam kakek wili, dan membalas pelukan cucunya.


"Waalaikumslam kek" jawab melia.


Mereka berdua masuk ke dalam rumah, dan melia langsung membawa kakeknya ke meja makan.


"Gimana kabar kamu nak?" Tanya kakek


"Alhamdulillah nak. Oh ya apa tantemu masih belum mengunjungimu?" Tanya kekek.


Setiap datang ke rumah melia, kakek pasti akan bertanya lisa. Karena ia tau bahwa lisa pasti akan melupakan janjinya.


"Belum kek, mungkin tante masih repot. Ayo kakek sarapan dulu" melia mengambilkan piring untuk kakeknya.


"Oh ya, kamu masih bekerja?" Tanya kakek.


"Iya, ini melia sebentar lagi berangkat kek" jawab melia.


"Perlu kakek antar?" Tawar kakek wili.


Melia tampak bingung, ia belum menceritakan jika dirinya sudah dilamar oleh atnan.


Yg kakek tau melia hanya berteman dengan pria itu.


"Kakek kan baru saja sampai" kata melia.


"Gakpapa kakek sekalian juga mau ketemu sama temen lama kakek, jadi sekalian kakek antar ya" paksa kakek wili.


Melia pun tidak bisa menolak.


Ia mengirim pesan kepada atnan, untuk tidak mengantarnya hari ini. Karena kakek datang dan berniat untuk mengantar melia kerja.


Atnan pun tidak masalah akan hal itu, padahal beberapa menit lagi atnan sudah sampai di rumah melia, akhirnya atnan harus putar balik.


Setelah sarapan kakek wili segera mengantar melia kekantornya.


"Kakek hati hati yaa, nanti melia pulang sama temen" kata melia saat ia sudah sampai di depan kantornya.


"Iya sudah kakek tinggal ya nak, assalamualaikum"


"Waalaikumslaam"


Kakek wili segera pergi dari kantor melia menuju lestoran yg sudah di pesan ratna.

__ADS_1


Sedangkan melia segera masuk ke dalam kantornya.


Ia mendapatkan kabar jika bosnya tidak bisa kekantor, itu membuat melia akan sangat sibuk karena mengurus pekerjaan itu sendirian.


 


"Ma kita mau ketemu siapa sih?" Tanya adam di dalam mobil, mereka tengah berjalan menuju lestoran.


"Nanti kamu juga tau sayang" jawab ratna tanpa mau menjelaskan.


Sesampainya dilestoran ratna bagas dan adam segera masuk, tampak kakek wili sudah menunggunya.


"Assalamualaikum" salam ratna dan bagas, sedangkan adam masih sibuk dengan ponselnya.


"Waalaikumsalam" balas kakek wili.


"Adam" panggil ratna


"Eh iya ma maaf" adam segera memasukkan ponselnya kembali.


"Ini kakek wili" kata ratna memperkenalkan kakek kepada adam.


Adam melihat kakek wili, sepertinya wajahnya sangat familiar baginya.


"Maaf apa sebelumnya kita pernah bertemu?" Tanya adam kepada kakek wili.


Membuat kakek tertawa.


"Tentu saja nak, ternyata kamu sudah dewasa ya.. tampan sekali kamu nak" jawab kakek wili.


Membuat adam mengerutkan dahinya.


Sekeras mungkin adam mengingat siapa pria ini.


"Masih belum ingat?" Tanya bagas.


"Maaf tapi adam benar benar lupa" jawab adam.


"Kalau dengan kakek kamu lupa, tapi dengan cucu kakek apa kamu juga lupa?" Tanya kakek wili sambil tersenyum


"Cucu??" Tanya adam


"Iya cucu kakek yg sangat kamu cintai itu" ledek kakek wili.


Adam masih mencoba mengingat, tapi tetap saja memori 20 tahun itu tidak bisa di ingatnya.


"Beri tau saja pak, siapa cucu bapak yg paling di cintai putraku" kata ratna, karena melihat adam yg masih saja tak ingat.


"Hahahah kamu sudah melupakan cinta pertamamu rupanya" hardik kakek wili


"Ayo duduk dulu" kata bagas, merekapun duduk.


"Adam, kakek willi adalah kakeknya tiwi" kata ratna .


Deg..


Seketika membuat jantung adam hampir saja lompat dari tempatnya, tiwi gadis Kecil yg selalu ia gendong kemana mana, bermain bersama, menjaganya bahkan tidak ada waktu untuk bermain dengan teman temannya.


Seolah semua memori melintas di kepala adam, gadis kecil yg membuat adam menjadi dingin dan cuek kepada siapapun.


Tanpa terasa mata adam berkaca kaca, ia mengingat semuanya sampai akhirnya ia harus di pisahkan oleh gadis itu.


"Nak kamu gakpapa?" Tanya ratna yg melihat putranya terdiam


"Maaf kek jika adam melupakan kakek" kata adam sambil memeluk kakek wili.


"Iya gakpapa nak" kata kekek sambil menepuk nepuk punggung adam.


"Lalu bagaimana kabar tiwi kek? Apa dia baik baik saja? Pasti anak itu sudah tumbuh dewasa" kata adam, dia tidak sadar jika gadis yg ia maksud berada di kota yg sama dengannya, bahkan bekerja dikantornya.


*****


happy reading🥰🥰 jangan lupa like ya

__ADS_1


__ADS_2