Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Babak ke Dua


__ADS_3

Melia duduk di sofa yg berada di dalam ruangan adam.


sudah lama ia tak berkunjung kekantornya.


rindu miting, menyelesaikan laporan, dan yg paling ia rindukan saat bertengkar dengan bosnya yg sekarang sudah menjadi istrinya.


"Kenapa?" tanya adam menghampiri istrinya.


"Gakpapa mas, cuman pengen kerja aja" jawab melia.


"Kamu tidak perlu bekerja, cukup temani aku sampai akhir hidup ini" kata adam lembut sambil mengusap kepala istrinya.


Melia memeluk suaminya.


"Permisi tuan" sapa wayan yg memasuki ruangan. melia langsung melepas pelukannya.


"Ishh... seharusnya kamu mengetuk pintu dulu" sahut adam.


"Maaf tuan" kata wayan sambil tersenyum.


Baru kali ini wayan merasakan kehangatan diruangan bosnya.


"Tuan mereka sudah berada di ruangan saya" kata wayan sambil menyerahkan berkas kepada adam.


"Langsung bawa kemari, aku ingin menginterviewnya disini" kata adam.


Wayan pun keluar untuk memanggil 2 kandidat yg akan menjadi sekertaris adam.


Tak berapa lama wayan datang dan membawa 2 wanita.


wayan memberikan kode agar mereka memberi salam kepada adam.


"Selamat pagi pak" sapa mereka berdua.


"Iya pagi" jawab adam.


Melia memperhatikan dua wanita itu.


yg satunya manis dan yg satunya berwajah cantik.


penampilan mereka pun juga berbeda.


"Duduklah" kata adam.


mereka segera duduk, dan adam mulai memberikan beberapa pertanyaan kepada mereka.


Sedangkan melia memainkan ponselnya, dan sesekali ia melihat gadis gadis itu.


"Baiklah, nanti malam asistenku akan menghubungi kalian. siapa yg akan terpilih menjadi sekertarisku" ucap adam menutup interviewnya.


"Baik pak terimakasih" sahut mereka berdua.


setelah bersalaman mereka pun keluar dari ruangan adam.


"Bagaimana menurutmu sayang?" tanya adam pada istrinya.


"Emm mereka semua memiliki kelebihan masing masing mas, kalau aku suka ke duanya" jawab melia.


karena istrinya tidak ada masalah, maka adam memutuskan untuk memilih gadis yg bernama Thania sebagai sekertarisnya, dan melia setuju dengan keputusan adam.


Melia berharap sekertaris baru itu akan mampu membantu pekerjaan suaminya di kantor.


"Mas besok aku udah mulai kuliah lagi" kata melia .


"Benarkah, semangat ya sayang. mulai besok aku akan mengantar jemput kamu" jawab adam, ia bahagia karena istrinya akan melanjutkan pendidikannya tanpa adanya gangguan pekerjaan.


Adam memeluk tubuh istrinya dan sekilas mencium bibirnya.


"Ini di kantor mas!" ucap melia kesal, bisa bisanya suaminya mengambil kesempatan.

__ADS_1


"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya melia kepada adam.


di lihatnya adam menatap dirinya dengan tatapan yg sulit di artikan.


"Boleh ya?" tanya adam sambil memegang tangan istinya.


"B..boleh apa?" tanya balik melia.


"Ehem.. ehem" kode adam sambil melihat tubuh istrinya.


Dengan sigap melia menutup bagian dadanya dengan ke dua tangannya, dan matanya mulai melotot ke arah adam.


"Kenapa melihatku seperti itu sayang? apa itu tandanya boleh?" tanya adam.


"Tidak!! ini di kantor kamu harus bekerja" sungut melia, ia berdiri hendak meninggalkan ruangan suaminya yg terasa panas.


Dengan cepat adam menggendong tubuh mungil melia.


"Ehh mas lepasin!!" melia meronta.


namun adam tak menghiraukannya.


Ia membawa istrinya masuk ke dalam kamar dan di letakkan tubuh istrinya di atas tempat tidur.


"Baru semalam kita melakukannya mas, aku gak mau lagi!" teriak melia sambil mengacak rambut suaminya.


"Hahaha bahkan aku ingin setiap saat melakukannya" sahut adam. yg membuat bulu kuduk melia berdiri.


**siapa pun tolong!!!** jerit melia membatin.


Tapi tentu tidak ada yg bisa menolongnya, wayan tangah sibuk dengan laporan laporan. dan tidak ada yg bisa masuk keruangan itu lagi tanpa ijin adam.


Pertempuran di antara pasangan itu pun terjadi. awalnya meronta, karena tidak mampu menahan suaminya akhirnya melia pasrah.


Melia juga menikmati permainan suaminya. untung saja ruangan itu kedap suara, sehingga tidak ada yg bisa mendengar aktifitas yg sedang di lakukan mereka.


Di luar kamar itu...


ia sengaja datang ke kantor adam untuk mengunjungi putranya.


Ratna pun menunggu di sofa, mungkin putranya masih miting.. begitu pikirnya.


Sedangkan di dalam kamar, adam sudah bercucuran keringat bersama istrinya.


akhirnya ia pun tumbang dan merebahkan tubuhnya di sebelah melia.


Melia segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, dan di susul oleh adam.


Setelah mereka sudah rapi, adam dan istrinya keluar dari kamar itu.


betapa terkejutnya melihat wanita paruh baya tengah duduk santai di atas sofa.


"Mama" sahut adam.


Ratna segera melihat putra dan menantunya yg baru saja keluar dari kamar.


"Ehem.. ngapain mama kesini?" tanya adam gugup.


"Aduhh pertanyaan kamu kok gitu banget sama mama?" tanya ratna yg tersenyum menggoda putranya.


karena malu melia menutup wajahnya dengan satu tangan.


"Bukan gitu ma, kita....." jawab adam terputus.


"Gakpapa kok, tadinya mama pikir kamu miting makannya mama nunggu. kalo tau kamu lagi miting sama istrimu mama kan bisa langsung pulang" jelas ratna.


"Ma..ma dari tadi?" tanya melia dan menghampiri ibu mertuanya.


"Iya dari tadi sayang, tapi mama gak denger apa apa kok" jawab ratna cekikikan.

__ADS_1


"Mama!!" sungut adam


**semua ini karena mas adam, astaga kan aku jadi malu** batin melia.


tiba tiba ratna memeluk tubuh melia, ia bahagia akhirnya gadis itu sudah menerima adam sebagai suaminya. Ratna berharap agar melia segera hamil.


dengan begitu akan menambah kebahagiaan di keluarga kecil mereka.


"Mama kenapa?" tanya melia.


"Gakpapa sayang, mama seneng kayaknya abis ini mama bakalan punya cucu" jawab ratna.


"Mama!!" sungut adam lagi. dan ratna pun tertawa.


Akhirnya adam melanjutkan pekerjaannya, dan ratna mengobrol santai bersama menantunya sekalian menunggu jam makan siang.


Di tempat lain.


seorang pria duduk di sebuah cafe, sepertinya ia sedang menunggu seseorang.


"Udah lama?" sapa sherin yg baru saja tiba.


"Enggak kok" jawab Naufal.


Naufal akhir akhir ini memang tengah dekat dengan sherin.


meskipun sherin masih sangat cuek, tapi itu membuat naufal semakin penasaran dengan gadis itu.


"Kamu mau minum apa?" tanya naufal.


"Apa aja deh" jawab sherin


Akhirnya naufal memesankan minuman yg sama dengan dirinya.


"Kamu jadi kuliah dimana?" tanya naufal.


"Di kampus yg kamu rekomin" jawab sherin.


ternyata sherin akan berkuliah di kampus yg sama dengan naufal dan melia dulu.


meskipun naufal sudah tidak lagi berkuliah di sana.


"Syukurlah, kebetulan disana juga ada sahabatku" kata naufal.


Naufal belum mengetahui jika sherin sudah kenal dengan melia.


"Oh ya?" tanya sherin


"Iya, tapi dia udah semester 7" jawab naufal


"Memang siapa namanya? siapa tau nanti kita bertemu" tanya sherin lagi.


"Namanya kamelia, dia gadis yg baik" jawab naufal. membuat sherin terkejut dengan nama yg di sebutkannya.


"Kamelia?"


"Iya. kenapa?"


"Gakpapa aku kira sahabatmu seorang pria" jawab sherin .


Sherin belum mengetahui jika melia sudah menikah dengan mantan kekasihnya.


semenjak di putuskan oleh adam, sherin tidak lagi menghubungi adam sekalipun, sebenarnya dia rindu.


Sherin lebih memfokuskan kuliah yg akan di jalaninya.


*****


happy reading🥰

__ADS_1


maafkan jika masih ada typo🙏


__ADS_2