Pemilik Hati Kamelia

Pemilik Hati Kamelia
Amarah Adam


__ADS_3

"Diam !" Bentak adam pada melia. seketika melia terdiam.


Adam menarik tangan melia, hingga melia sedikit berlari kecil.


Adam membawa melia masuk kedalam lift.


"Lepaskan" melia melepas tangan adam yg memegang tangannya sangat kuat.


"Kamu memang wanita pembuat onar yaa. Aku belum memaafkanmu masalah di cafe, sekarang berani-beraninya kamu membentakku" kata adam dia terus menatap tajam melia.


Sampai melia mundur hingga di dinding. Adam terus menatapnya.


"Iya me..memang aku pembuat onar. Aku juga tak butuh maafmu siapa kamu sehingga aku tak berani denganmu" jawab melia jantungnya benar-benar berdebar . Sebenarnya dia takut hanya saja dia tidak ingin terlihat lemah.


Adam yg mendengar itu terus mendekati melia, sehingga jaraknya hanya 10 centi saja.


"Apa kamu bilang? Tidak takut padaku??"


Adam mengurung melia dengan tangannya yg di tempelkan pada dinding lift.


"Mundurlah aku sama sekali tidak takut padamu" seketika pintu lift terbuka


Ting..


Setelah pintu terbuka dengan posisi meraka yg sangat dekat membuat karyawan disana kaget karena disuguhkan pemandangan dimana bossnya tengah berdua dengan gadis yg jarak wajahnya sangat dekat.


Melia yg menyadari itu seketika mendorong tubuh adam ia keluar dari lift dan berlari menuju parkiran dimana motornya terparkir.


"Minggir!" Adam menatap seluruh karyawannya yg tengah bergerombol. Seketika meraka memberi jalan untuk adam. Adam baru sadar jika lift yg ia gunakan adalah lift kusus karyawan.


Adam berjalan menuju parkiran wajahnya sangat marah.


Dilihatnya melia sudah mengendarai motornya dan melaju meninggalkannya.


"Kaburlah nona, belum tau dia siapa diriku" ucap adam sambil tersenyum licik


Adam segera menelfon asistennya untuk segera mengambil mobil karena adam akan pergi miting diluar. Ia sangat malas harus kembali lagi kedalam kantornya.


"Aghh menyebalkan!!!" Teriak melia ia mengendarai motornya dengan sangat kesal, masih mengingat kejadian tadi di kantor "kenapa harus bertemu dengannya lagi, aku membencinya dia mengikutiku hingga ke kantor" ucap melia pada dirinya sendiri. Hingga dia tak sadar bahwa di depannya ada pedagang asongan yg tengah menyebrang.


"Aaaahhh minggir" teriak melia.


Gubrakkk!!!!!


Melia membanting stir hingga ia menabrak trotoar, untungnya pedagang asongan tidak terluka sedikitpun, melia mencoba mengangkat tubuhnya namun kakinya terluka parah ia sulit menggerakkan tubuhnya.


Banyak orang yg bergerombol ingin membantu melia.


Cittt..... Suara mobil mewah berhenti


"Permisi..permisi" pria itu menerobos orang² yg bergerombol.


Tanpa menunggu ia menggendong tubuh melia menuju mobilnya.


Melia sedikit membuka matanya.

__ADS_1


**Siapa dia** ucap melia dalam hati lalu ia pingsan.


Pria itu masuk kedalam mobilnya sambil menggendong melia.


"Kerumah sekarang" ucap pria itu kepada sopirnya. Mobil itupun melaju dengan kecepatan sedang.


~~


"Kemana melia kenapa telfonku tidak di angkat"ucap naufal, ia terus menelfon melia karena sedikit khawatir dari pagi melia tidak ada kabar.


"Gimana bro udah ada kabar?" Tanya burhan pada naufal , dia juga teman satu kelas melia.


"Belum ada bro,, gak tau aku khawatir banget sama dia" jawab naufal terlihat wajahnya sangat panik.


"Udahh doain aja gak ada apa-apa sama melia, kita pulang aja dulu nanti malam kita hubungi lagi" ucap burhan yg diangguki oleh naufal mereka pun pulang.


Sesampai dirumah yg sangat mewah, pintu rumah itu terbuka semua pelayan yg ada disana memberi hormat kepada tuannya.


Ia terus berjalan menuju lantai 3 dengan terus menggendong melia yg kaki dan tangannya berlumuran darah.


Di letakkan melia di atas tempat tidur yg ukurannya sangat besar dan mewah.


Tak berapa lama dokter datang , sebelumnya dokter tersebut sudah di hubungi.


"Permisi tuan saya sedikit terlambat" kata dokter itu. Di lihatnya dokter dengan 3perawatnya sudah berada di kamar.


"Segera periksa dan obati dia, aku akan pergi sebentar. Lakukan yg terbaik untuknya" ucap pria itu. Ia pun membiarkan dokter dan perawat mengobatinya ia keluar karena ada urusan.


"Terus berjaga, kabari aku jika dia sadar" ucapnya pada seorang pelayan.


Tepat jam 5 sore "bagaimana kondisinya" tanya pria itu pada dokter yg mengobati melia. Sebut saja namanya wahyu.


"Kakinya terluka cukup parah tuan, namun kami sudah mengobatinya. Mungkin untuk sementara nona muda tidak bisa berjalan dengan sempurna" jelas dokter wahyu.


"Berapa lama?" Tanyanya lagi


"Satu bulan tuan, selama itu nona menggunakan alat bantu tongkat, sekalipun ia sudah sembuh nona belum bisa berlari atau menendang dan sebagainya, lengannya hanya lecet, sebentar lagi nona akan sadar" jelas dokter wahyu lagi.


"Baiklah kau boleh pergi, dan datanglah besok untuk memeriksanya lagi"


"Baik tuan saya pamit dulu, hubungi jika ada sesuatu yg terjadi pada nona" dokter wahyu pun pergi meninggalkan rumah mewah tersebut.


Tak berapa lama melia tersadar, ia sedikit demi sedikit membuka matanya dan mengkerutkan dahi.


Melia melihat ke semua penjuru.


"Awwhh dimana aku" tanya melia lirih ia terus memperhatikan semua ruangan .


Matanya terhenti pada seorang pria tampan berdiri di ujung pintu sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celananya.


"Kau sudah sadar?" Tanya pria itu yg membuat melia tersadar dari lamunnya.


Karena melia tak menjawab ia segera berjalan dan duduk di sebelah melia.


"Kamu siapa?" Tanya melia

__ADS_1


"Atnan" jawab pria itu


Atnan adalah seorang pengusaha yg sangat terkenal, sama dengan adam namun atnan sangat hangat dan ramah, soal ketampanan tak perlu di ragukan lagi.


"Kenapa aku disini atnan? Maaf maksudku pak atnan" kata melia, dia melihat bahwa pria itu lebih tua darinya.


"Tadi aku menemukanmu di pinggir jalan kamu abis akrobat ya" kata atnan sambil tersenyum


Melia mencoba mengingat semua kejadian sehingga dia bisa terjatuh.


"Ahh sial"umpat melia pelan


"Apa?" Tanya atnan karena dia bisa mendengar suara melia yg mengumpat.


"Aahh bukan pak atnan maksudku terimakasih sudah menolongku, aku kamelia anda bisa memanggilku melia" jelas melia


"Baiklah milea kamu jangan memanggilku bapak, apa aku terlihat tua" tanya atnan


"Melia bukan milea pak atnan" jelas melia karena atnan salah menyebut namanya.


"Hahaha iya melia maksudku" kata antan sambil tertawa.


"Makasih ya mas atnan karna udah membantu, dan maaf merepotkanmu" melia hendak beranjak dari tidurnya.


"Apa yg mau kamu lakukan?" Tanya atnan pada melia


"Aku mau pulang mas, sepertinya ini sudah sore. Ohh iya untuk semua biayanya maaf ya mas melia belum bisa...." Kata-kata melia terhenti karena jari atnan menyentuh bibir melia.


Degg... Jantung melia mulai tidak karuan.


"Kamu akan tinggal disini sampai kakimu sembuh dan untuk biaya berobatmu tidak perlu di ganti, aku tidak akan jatuh miskin karena telah membantumu" kata atnan. Melia bingung kenapa ada pria seperti dia padahal baru saja bertemu.


"Tidak mas, aku harus pulang lagi pula besok aku harus bekerja itu hari pertamaku" melia tertunduk dia sedih jika harus kehilangan pekerjaannya.


Flasback on


"Dirga cari tau tentang wanita ini, beri tau pada orang tuannya bahwa putrinya kecelakaan dan berada dirumahku" perintah atnan pada asistennya.


"Baik tuan" jawab dirga


Tak berapa lama dirga kembali


"Tuan nona bernama kamelia, orang tuanya meninggal tuan, dia hanya tinggal sendiri saja" kata dirga memberi informasi pada atnan.


Flasback off


"Jangan khawatir besok kamu akan bekerja, aku akan mengantarmu dan aku tau kamu hanya tinggal sendirian kan jadi tidak akan ada yg menghawatirkanmu. Sementara kamu pakai ini untuk berjalan" atnan menunjukkan tongkat yg akan di pakai melia.


**Bagaimana dia tau aku sendirian.. ya benar memang tidak ada yg menghawatirkanku kecuali... ** Melia teringat pada seseorang.


"Mas atnan apa anda tau dimana ponselku?" Tanya melia


"Ponselmu sudah berpulang" jawab atnan secara asal-asalan. Melia masih tak mengerti maksut atnan.


*****

__ADS_1


__ADS_2