PENGANTIN DADAKAN

PENGANTIN DADAKAN
Sebuah Rahasia


__ADS_3

" Bagaimana sudah ada kabar?" tanya Vino diujung telepon


Kedua dahinya mengkerut. Terlihat rahangnya mengeras tiba tiba.


" Setengah jam lagi tunggu aku di cafe dekat kantor."


Vino membanting gagang telepon. Dia mengusap mukanya kasar. Hari ini detektif suruhannya membawa kabar. Meski sebenarnya ia sudah tidak perduli lagi dengan semua ini. Tapi tetap saja dia merasa penasaran siapa orang yang sudah menjebaknya.


Sebenarnya Vino merasa sedikit gugup dan bingung dengan langkah apa yang akan dia ambil selanjutnya. Haruskah ia melaporkan hal ini ke polisi tapi mungkin akibatnya Anindya bisa kembali ke Rio. Aah benar benar pusing. Vino mengacak rambutnya sendiri.


Dia meraih kunci mobilnya yang tergeletak di atas meja. Bersiap menemui detektif suruhannya.


" Angel saya keluar dulu sebentar." ucap Vino pamit pada sekretarisnya.


" Iya pak." Wanita cantik bertubuh ramping itu mengangguk hormat.


Vino melangkah santai menuju lift direksi. Wajahnya nyaris tanpa ekspresi,dingin. Padahal dalam otaknya kini tersusun banyak rencana yang membuat Vino sendiri pusing setengah mati.


Seorang laki laki memakai jaket dan topi hitam menghampiri Vino yang tengah duduk di dalam sebuah cafe kecil yang berada tidak jauh dari kantor. Laki laki itu kemudian duduk di kursi depan Vino.


" Siang bos." sapa lelaki itu dengan senyum tipis tersungging di bibirnya.

__ADS_1


Vino tidak menjawab ia hanya mengangguk.


" Kamu mau pesan minum dulu?"


" Tidak usah Pak, saya tidak lama kok."


" Oke."


Laki laki itu mengeluarkan sebuah amplop coklat dari dalamnya tas gendong yang ia bawa.


" Ini pak." Laki laki itu lantas menyodorkan amplop tersebut ke arah Vino.


Vino mengamati foto seorang wanita dari dalam amplop itu. Ia mengerutkan alisnya.


" Dia salah satu karyawan Bapak. Berdasarkan informasi yang saya dapat dia merasa dendam kepada Anindya." Jelas laki laki tersebut


Pantas saja Vino merasa tidak asing dengan wajah yang ada di foto tersebut. Ternyata dia memang salah satu karyawannya. Tapi Vino lupa tepatnya di bagian apa wanita tersebut bekerja.


" Dia dendam pada Anindya yang menurutnya telah merebut cinta Rio. Sementara wanita itu sangat mencintai Rio. " tutur laki laki tersebut meneruskan ceritanya.


Vino menahan geram. Dia tidak habis pikir dengan keberanian wanita itu untuk melibatkan dirinya dalam rencana busuknya itu. Bisa bisanya wanita itu memakai dirinya sebagai alat untuk mencapai tujuannya. Apa dia tidak sadar kalau Vino direktur tempat dia bekerja? Huh Vino merasa kehilangan wibawanya sekarang.

__ADS_1


" Semua bukti sudah saya sertakan semua disitu. Saya yakin itu semua cukup untuk menyeret dia ke kantor polisi Pak."


Vino mengangguk dan menutup kembali amplop coklat itu. Dia percaya laki-laki suruhannya itu tidak mungkin berbohong dan mencoreng reputasinya sendiri sebagai detektif kenamaan kota ini.


" Baiklah,,, uangnya aku kirim ke rekening mu sekarang,sebutkan nomor rekeningnya." Vino mengeluarkan ponselnya. Dia akan mentransfer sejumlah uang ke rekeningnya lelaki itu sebagai upah atas kerja kerasnya melalu mobile banking.


Laki-laki itu menyebutkan sederet angka, dan Vino mengetik ulang di ponselnya. Sejumlah uang telah masuk ke rekening lelaki itu.


Lelaki berperawakan tinggi besar itu tersenyum melihat sederet angka yang terlihat dilayar ponselnya sebagai notif m- banking yang ia terima.


" Terima kasih atas kerjasamanya Pak. Senang berbisnis dengan anda. Untuk selanjutnya saya siap kapan saja Bapak butuhkan." Laki laki itu pamit undur diri setelah semua urusannya selesai.


Vino menerima jabatan tangan lelaki itu dan membiarkan dia pergi meninggalkannya sendiri di cafe.


Vino masih tercenung dengan menimbang amplop coklat itu di tangannya. Sesekali tampak wajahnya menegang dan terlihat berpikir keras. Sesekali dia juga menggelengkan kepalanya berkali kali.


Vino melangkah pergi meninggalkan cafe dengan pikiran yang masih bimbang. Tapi raut wajahnya tetap terlihat tenang. Tak nampak sama sekali kalau ia menyimpan keresahan yang sangat di hatinya.


**BERSAMBUNG


Hai readers,,,maaf ya baru lanjut lagi,,,ini episode pendek,,, author mau ngumpulin like dulu,,,ayo dong likenya kok makin menurun, padahal yang baca banyak loh. Like itu gratis jadi jangan pelit like ya😁😁biar author tambah semangat buat lanjutin novel ini😘**

__ADS_1


__ADS_2