PENGANTIN DADAKAN

PENGANTIN DADAKAN
Tania


__ADS_3

Ia turuni tangga pesawat dengan langkah yang anggun. menghirup udara kota Jakarta yang Sudah hampir 5 tahun ia tinggalkan. Rasanya seperti kembali ke kampung halaman sendiri.


Bandara Soekarno Hatta, masih tetap sibuk seperti biasa. Ia menyunggingkan seulas senyum saat namanya terpampang dalam sebuah kertas karton putih.


TANIA.


Ia menghampiri orang yang menjemputnya. Seorang lelaki yang sudah tidak muda lagi.


" Nona Tania?" tanyanya.


Tania mengangguk.


" Mari Nona." Pria itu membawa koper Tania menuju mobil avanza hitam yang sudah menunggu untuk membawanya bertemu seseorang.


" Supir baru Madam?"


" Bukan nona, saya sudah bekerja 3 tahun sama Madam." jawab pria itu.


Ternyata bukan supir itu yang baru, melainkan dia yang baru tahu kalau supir yang lama sudah pensiun.


Ah, sudah terlalu lama ia meninggalkan kota ini. Sudah terlalu banyak perubahan yang terjadi.


Mudah-mudahan laki laki itu tidak ikut berubah.


Tania menyunggingkan senyum manisnya. Supir itu mencuri pandang dari kaca spion di atas kepalanya.


Cantik, memang pantas kalau dia jadi super model kelas dunia. Gumamnya dalam hati.


" Hallo babe,,, apa kabar sayang?" Madam Soraya memeluk Tania yang baru saja sampai di rumahnya.


" Lama tidak berjumpa, kamu makin cantik aja sweety." Madam Soraya mencubit pipi Tania yang tirus.


" Pindah rumah ya Mam?" Tania mengedarkan pandangannya ke ruang tamu rumah yang lumayan megah itu.


" Iya dong sayang, gimana? kamu suka?" Madam Soraya terlihat bangga dengan rumah miliknya.


" Suka Mam, lebih besar dari yang dulu." jawab Tania yang langsung duduk di atas sofa.


Madam Soraya menelusuri setiap lekuk tubuh indah Tania yang terbalut jamsuit warna krem dengan pandangannya. Makin terlihat anggun dan elegan, tidak seperti lima tahun yang lalu yang masih polos dan malu malu.

__ADS_1


" Bagaimana kehidupanmu di LA sayang?" tanya Madam Soraya menyalakan sebatang rokok di tangannya.


" Cukup menyenangkan Mam." jawab Tania.


" Bagaimana hubunganmu dengan bule itu,,,eeemm siapa namanya?" Madam Soraya mengerutkan alisnya.


" Bryan"


" Nah itu,,, bagaimana kabarnya?"


" Sudah bubar Mam, dia tidak serius cuma mau main main saja Denganku." Tania tersenyum getir.


" Ck... Bule memang begitu." Madam Soraya membuang abu rokok ke dalam asbak di atas meja.


" Aku sudah ada job buat kamu sayang." Madam Soraya tersenyum.


Tania masih terdiam.


" Apa kamu sudah siap kembali bekerja?"


" Sebuah iklan sabun mandi menawarimu kontrak eksklusif. fee nya tidak main main loh... cukup untuk hidup foya foya bertahun-tahun." Madam Soraya tersenyum dan terlihat antusias.


" Apa masih bisa di tunda? Aku ingin liburan dulu sebentar." desah Tania.


" Sayang, ini kesempatan besar, tidak akan datang dua kali. Jangan lewatkan, liburan bisa nanti. " Madam Soraya menepuk pundak Tania.


" Pikirkan baik baik sebelum menyesal."


Tania menarik nafas, baru saja datang ia sudah di suguhi persoalan kerja.


" Oke Madam, aku tunda dulu liburanku kali ini." Ucap Tania setelah beberapa saat berpikir.


Madam Soraya tersenyum, ia puas dengan dedikasi anak buahnya. Tania kini jadi primadona di agencynya. Tania yang notabene super model dunia, tentu tidak akan sulit mencarikannya job. Bahkan sudah ada beberapa kontrak yang antri untuk di tanda tangani. Tania mnjadi ladang pundi pundi rupiahnya kini.


" Nah gitu dong sayang." Madam Soraya menepuk bahu Tania lagi.


" Kamu mau tinggal disini atau di apartemen? Aku sudah siapkan apartemen buat kamu." tanya Madam Soraya.


" Aku langsung ke apartemen aja deh."

__ADS_1


" Tapi makan dulu ya babe, si bibi udah siapin makanan buat kamu." tawar Madam Soraya.


" Oke." Tania menjawab dengan santai. Lalu menuju ke ruangan makan rumah besar itu.


" Babe, Arkan aktor ganteng itu minta nomor telepon kamu loh,,, kasih jangan?" tanya Madam Soraya meminta persetujuan Tania disela makan mereka.


Tania mengingat sosok laki laki tampan yang tengah naik daun saat ini. Walaupun ia tidak tinggal di lndonesia tapi ia selalu mengikuti perkembangan dunia showbiz negeri ini.


" Gak usah lah Mam, aku gak niat nyari cowok." jawab Tania malas.


" Tapi kayaknya dia ngebet banget sama kamu deh."


Tania tidak menjawab, dia tidak tertarik soal yang lain, di pikirannya sekarang hanya ada satu nama yang sangat ingin ia temui. Mengingatnya membuatnya ingin segera menyelesaikan semua pekerjaan ini dan segera pergi ke Bandung.


" Aku kasih ya." Madam Soraya nyengir.


" Ya, terserahlah Mam" Tania tidak ingin berdebat lebih panjang dengan Madam Soraya.


Perempuan itu paling tidak bisa mengalah. Apapun keinginannya harus selalu di turuti. Dia juga cukup tegas pada semua artisnya. Hingga tidak ada satupun artis binaannya yang berani melawan. Kalau melawan maka sudah pasti akan di keluarkan dari manajemennya.


Tania tidak ingin membuat masalah untuk kepulangannya kali ini. Maka dari itu ia memilih menuruti apa kata Madam Soraya.


Tepat pukul Delapan malam Tania diantar Pak Jono supir yang menjemputnya tadi ke Bandara pergi menuju apartemen yang sudah di sediakan Madam Soraya. Tidak gratis karena biaya sewanya nanti di potong dari fee yang dia dapat dari setiap job yang di beri Madam Soraya.


Apartment ini cukup bagus, tapi tidak terlalu besar. Lumayanlah kalau untuk ditinggali sendirian.


Tania merebahkan badannya di atas tempat tidur. Membuka ponselnya dan melihat file lamanya yang berisi foto fotonya dengan pria itu.


Tania tersenyum saat mengingat setiap momen dalam foto tersebut.


Sedan ingetg apa kamu mas, masih aku tidak? Aku rindu mas.


Tania menatap langit langit kamar yang bercat putih bersih. Pikirannya terbang ke beberapa tahun silam. Saat masih kuliah, saat ia masih polos.


Laki laki tampan, yang sangat sabar meladeni dirinya yang manja dan suka ngambek tidak jelas.


Ah, Kangen aku mas.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2