PENGANTIN DADAKAN

PENGANTIN DADAKAN
Dikejar Fans


__ADS_3

" Cut."


Tania mengeringkan badannya dengan handuk putih yang di berikan asisten pribadinya.


Ia duduk di sebuah kursi di ruangan yang sudah di sulap menyerupai kamar mandi, lengkap dengan shower yang terpasang.


Wanita muda yang menjadi asisten pribadi Tania memberikan sebuah kimono handuk kepadanya.


" Tolong bikinkan aku teh hangat,,, aku kedinginan." ujarnya, wanita itu mengangguk dan segera ke bagian logistik untuk meminta segelas teh hangat.


" Bagus Tania, aku suka kinerja kamu." Sutradara itu tersenyum puas.


Tania tidak menjawab ia masih sibuk merapikan rambutnya yang tergulung ke atas. Mengibaskannya agar kembali tergerai indah.


" Setelah ini ada job apalagi Tan?" tanya laki laki itu tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Tania yang justru terkesan judes.


" Belum tahu, kata Momy Soraya ada beberapa kontrak yang menunggu." jawab Tania datar. Gadis itu berdiri kemudian meninggalkan ruangan itu menuju ruang ganti.


Sutradara yang masih terbilang muda itu tersenyum getir. Tania yang dulu masih polos, sekarang sudah berubah sikap menjadi sedikit jumawa.


" Ini tehnya mbak Tania." Siska sang asisten pribadi masuk ke ruang ganti dengan membawa segelas teh hangat di tangannya.


Tania melirik dan segera mengambil gelas teh dan meminumnya sedikit. Terasa hangat di tenggorokan. Setelah mengulang adegan di bawah shower beberapa kali ia merasa kalau badannya mulai kedinginan dan terasa masuk angin.


" Siapkan aku baju ganti."


" Baik mbak." Siska segera mengambil baju dari dalam koper yang berisi perlengkapan Tania.


Selesai mengganti bajunya, gadis cantik itupun keluar dari dalam ruangan dan berniat untuk segera pulang ke apartemen. Kerjaannya hari ini sudah selesai, setelah menjalani proses syuting selama dua hari.


" Tania tunggu."


Sebuah suara laki laki menghentikan langkahnya menuju mobil. Tania mengerutkan alisnya melihat orang yang manggilnya.


" Tunggu dong, aku sudah menunggu kamu selesai syuting masa di tinggal begitu saja."


" Kenapa lagi Arkan?" tanya Tania acuh.


Pria yang di panggil Arkan itu tersenyum. Wajahnya terlihat tampan. Dengan penampilan yang cukup santai.


" Makan siang yuk." Ajaknya dengan menggenggam jemari Tania.


Tania melepaskan tangan Arkan perlahan. Pria itu terlihat kikuk mendapat penolakan dari Tania seperti itu.


" Lain kali saja ya." tolaknya halus dan tanpa berpaling lagi ia segera masuk ke dalam mobilnya.


Arkan tersenyum jengah menerima penolakan Tania. Baru kali ini ia di tolak mentah-mentah oleh seorang cewek. Tapi cewek secantik Tania tidak akan membuat Arkan menyerah. Bukan Arkan namanya kalau ia tidak bisa mendapatkan cewek yang ia incar.


" Babe kamu menolak Arkan ya?" suara nyaring madam Soraya terdengar di telepon.


Tania memutar bola matanya. Ternyata laki laki manja itu tukang ngadu juga.


" Tania cape mom pengen istirahat." jawab Tania mencari alasan.


" Oke, tapi lain kali jangan kaya gitu ya, Arkan aktor yang lagi naik daun, kalau kamu dekat dengan dia otomatis popularitas kamu akan ikut naik." Madam Soraya memberi instruksi.

__ADS_1


Tania terdiam. Ternyata itu maksud Madam Soraya ngotot menyuruh dia dekat dengan Arkan. Tania tersenyum getir, ternyata semuanya demi uang.


Tania menghentikan mobilnya di sebuah Cafe. Gadis itu turun kemudian memasuki cafe tersebut.


Beberapa pasang mata tertuju ke arahnya. Tania tidak perduli. la duduk di kursi yang masih kosong, memesan beberapa menu makanan dan minuman untuk makan siangnya.


Aku paling tidak suka seperti ini. Hidup seakan tidak punya privasi sama sekali.


Tania semakin menurunkan topi hitam yang ia pakai untuk menutupi wajahnya.


" Aaahhh,,, minta fotonya dong,,,"


" Arkan minta fotonya sebentar."


Terdengar suara ribut-ribut di luar cafe. Tania melirik sebentar. Terlihat Arkan sedang berusaha keluar dari kerumunan para ABG yang entah datang dari mana.


Tania berdecak kesal. Kenapa Arkan mengikutinya sampai ke cafe ini? Sial.


Tania makin berusaha untuk menyembunyikan dirinya. Ia berharap Arkan tidak melihatnya. Tapi ternyata usahanya sia sia. Arkan dengan langkah cepat menghampiri mejanya.


Dua orang security menahan gerombolan ABG wanita yang menjerit jerit histeris di luar Cafe agar tidak memasuki dalam cafe dan membuat keributan.


" Ngapain kamu kesini?" tanya Tania ketus.


" Jangan judes judes dong." Arkan malah cengengesan.


Tania makin geram di buatnya. Tapi ia tidak bisa berkutik lagi. Kalau ia keluar dari cafe tersebut pasti cewek cewek remaja itupun akan mengejarnya.


Tania mendelik ke arah Arkan yang tidak merasa bersalah sama sekali.


" Pesen dong." Arkan merajuk.


" Pesen sendiri." Cetus Tania.


Arkan memanggil pelayan cafe dan memesan makanan persis seperti Tania. Terlihat sekali kalau laki laki itu sangat terobsesi padanya.


Tania melanjutkan makannya dengan perasaan dongkol. Arkan yang duduk di depannya malah terus saja memandanginya tanpa berkedip. Tania merasa risih di buatnya. Walaupun berusaha untuk tetap cuek tapi akhirnya Tania tidak tahan juga.


" Ngapain sih ngeliatin terus." Tania melotot.


" Cantik."


Tania mendengus kesal.


" Tuhan menciptakan kamu dengan begitu sempurna."


Tania menyebikan bibirnya. Arkan yang terkenal playboy tidak akan bisa mengelabuinya dengan gombalan gombalan receh seperti itu.


" Gemes." Arkan tersenyum gemas.


Tania sudah selesai makan siang, sementara makan siang Arkan masih utuh karena sejak tadi ia hanya memperhatikan wajah Tania.


" Aku pulang duluan." Tania berdiri dan bersiap untuk pergi. Arkan menahan tangannya.


" Nanti dulu, temani aku makan dulu." rengeknya.

__ADS_1


Tania mendengus kesal. " Ogah."


Dasar cowok manja.


Tania berjalan menuju pintu keluar. Tapi ternyata remaja remaja itu masih berkerumun di luar. Ada yang melihatnya berdiri di depan pintu.


" Tania....cewek yang di gosipkan pacarnya Arkan ya." teriak salah satu remaja itu.


Tania terkejut karena ternyata gosip itu sudah beredar dengan cepat. Ia menoleh ke belakang ke arah Arkan duduk. Laki laki itu melambaikan tangan ke arahnya.


Shit, gara gara cowok manja itu hidupku jadi ribet kaya gini.


Tania mundur dan kembali ke mejanya. Arkan menyambutnya dengan sebuah senyum manis.


" Memang takdir sudah menghendaki kita bersatu." Arkan terkekeh


Tania menahan kesal di hatinya. Kalau sudah seperti ini bagaimana dia bisa keluar dengan aman coba.


Arkan menelpon seseorang. Terdengar dia memberi perintah seseorang untuk datang.


" Tunggu sebentar, aku pastikan akan bawa kamu keluar dengan aman." Seolah tahu kegelisahan Tania, Arkan mencoba menenangkan Tania.


Selang sepuluh menit seorang laki laki muda masuk dan menghampiri Arkan.


" Kamu bawa bajunya?" tanya Arkan.


" Bawa Bos." laki laki itu menggangguk. Arkan dan laki laki itu pergi ke toilet.


Tania melongo. Dasar laki laki tidak berperasaan seenaknya saja ninggalin orang, tidak bertanggung jawab. Tania menggerutu dalam hati


" Ayo bersiap kita pergi." Tania yang sedang melamun terkejut.


" Arkan, dasar laki laki tidak bertanggung jawab." Tania kesal melihat Arkan keluar begitu saja dari dalam cafe, padahal tadi dia berjanji akan membawanya keluar dengan aman.


" Hei,,, ini aku Arkan."


Tania terkejut saat melihat laki laki di sampingnya mengangkat sedikit topi yabg di pakainya.


Terlihat wajah Arkan yang tampan menyunggingkan seulas senyum yang manis. Remaja remaja tadi sudah berhamburan mengikuti Arkan palsu. Ternyata laki laki muda yang tadi telah bertukar baju dengan Arkan dan berhasil mengelabui fans garis keras Arkan yang menunggunya di luar.


" Ayo kita pergi. " Arkan mengajak Tania yang masih bengong untuk segera keluar dari cafe. Tania hanya bisa mengikuti Arkan dari belakang.


" Hei tunggu, mobilku kan sudah di pakai Leo, jadi kamu harus anterin aku pulang." Arkan nyengir saat Tania hendak masuk ke mobilnya tanpa mengajak Arkan.


" Kamu bisa naik taxi." Tania cuek.


" Tega kamu Tan, aku kan udah bantu kamu." Arkan memonyongkan bibirnya


" Kamu sendiri yang bikin masalah." Dengus Tania.


" Ayolah jangan pelit." Arkan memelas.


" Ya sudah naik." Tania geram.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2