Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)

Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)
Bab 10 ( Antara Kasih dan Dita )


__ADS_3

Kasih menghela nafas panjang mendengar pertanyaan dari Rangga, sampai akhirnya Kasih menjawab pertanyaan Suaminya tersebut, karena Kasih tidak mungkin terus berpura-pura tidak tau tentang hubungan Rangga dan Dita.


"Perempuan itu adalah Dita kan Mas?"


Degg


Jantung Rangga berdetak kencang mendengar jawaban Kasih yang menyebut nama perempuan yang dia cintai.


"Da_darimana kamu mengetahui tentang semua itu Kasih?" tanya Rangga dengan suara tergagap.


"Tadi Kasih tidak sengaja mendengar percakapan Mas dan Dita, setelah Mas mencium Dita," jawab Kasih dengan lirih.


"Apa kamu marah kepada kami?"


"Kenapa Kasih harus marah kepada kalian? justru seharusnya Kasih meminta maaf karena telah menjadi orang ketiga dalam hubungan Mas dan Dita. Seandainya Kasih tidak menikah dengan Mas Rangga, Kasih tidak mungkin menyakiti hati Dita, dan Dita tidak akan sedih karena harus mengorbankan perasaannya demi Kasih, karena Kasih tau kalau kalian masih saling mencintai."


Rangga mengacak rambutnya secara kasar, karena saat ini dia sudah berada di antara Kasih dan Dita, bahkan Rangga sudah terlanjur menyakiti hati keduanya.


"Kasih, kamu tidak perlu meminta maaf karena kamu bukan pelakor atau pun orang ketiga yang telah merebut Mas dari Dita, karena Mas sendiri tidak pernah mengira jika selama ini perempuan yang Mas cintai adalah saudara kamu sendiri. Mungkin Mas dan Dita memang tidak ditakdirkan untuk hidup bersama, dan sekarang Mas harus bisa mengikhlaskan Dita untuk hidup dengan lelaki lain pilihannya," ucap Rangga dengan tertunduk sedih.


"Mas, sekarang semuanya belum terlambat, karena Dita masih belum menikah dengan lelaki lain."


"Tapi Mas tidak mau menyakiti hati perempuan sebaik kamu Kasih."


"Kasih akan bahagia jika bisa melihat Dita bahagia dengan lelaki yang Dita cintai, meski pun lelaki itu adalah Suami Kasih sendiri, karena dari awal Mas memang sudah lebih dulu mengenal Dita. Nikahi Dita Mas, Kasih ikhlas lilahi ta'ala."


Rangga merasa terharu dengan perkataan Kasih, kemudian Rangga menangkup kedua pipi Kasih dan membawa Kasih ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Kamu memang perempuan baik Kasih, terimakasih karena kamu sudah sangat mengerti perasaan Mas, tapi sekarang Dita pasti tidak akan mau menerima Mas lagi, karena dia tidak mau menyakiti hati kamu."


"Mas Rangga tenang saja, karena Kasih akan membantu Mas Rangga supaya bisa bersatu dengan Dita, dan nanti Mas Rangga bisa memiliki keturunan dari Dita, dan Kasih akan menjadi Ibu dari Anak kalian juga," ucap Kasih dengan tersenyum, serta berusaha untuk mengikhlaskan semuanya.


Mobil yang saat ini Dika dan Dita tumpangi tidak sengaja melewati Taman tempat Kasih dan Rangga duduk.


Hati Dita kembali berdenyut pedih ketika melihat Rangga dan Kasih berpelukan, sehingga Dita kembali menangis.


"Menangislah jika semua itu bisa membuat kamu merasa lebih baik," ujar Dika dengan menghela nafas panjang, karena Dika sangat memahami perasaan yang saat ini Dita rasakan.


Ternyata kamu pembohong Rangga, kamu bilang hanya aku yang kamu cintai, dan kamu masih belum bisa melupakanku, tapi sekarang kamu bermesraan dengan Kasih, bahkan di tempat umum. Mulai sekarang aku akan benar-benar berusaha untuk melupakan kamu, dan aku harus bisa mengikhlaskan kamu bahagia dengan Kasih. Seharusnya dari awal aku sadar jika semua itu memang sudah seharusnya terjadi, karena Kasih adalah istri kamu, dan aku tidak mau menjadi seorang Pelakor, ucap Dita dalam hati.


Setelah sampai di Restoran, Dita menelpon Dokter Asyifa untuk mengatakan jika dirinya telah sampai di Restoran, dan ternyata Dokter Asyifa juga sudah sampai, tapi saat ini Dokter Asyifa sedang pergi ke kamar mandi.


"Dita sayang, Ayah ke kamar mandi dulu ya."


"Ya sudah, kalau begitu Dita tunggu di sini saja."


Dokter Asyifa yang baru ke luar dari dalam bilik toilet langsung berteriak ketika melihat Dika berada di dalam Toilet perempuan.


"Dasar lelaki mesum, mau apa kamu masuk ke dalam Toilet perempuan?" teriak Dokter Asyifa kemudian meminta tolong, sehingga Dika terpaksa membungkam mulut Dokter Asyifa menggunakan tangannya, karena Dika takut jika oranglain mengira dirinya sudah berbuat macam-macam.


"Tutup mulut kamu perempuan bawel, aku bukan lelaki mesum, mana mungkin aku berselera dengan perempuan seperti kamu. Aku hanya salah masuk Toilet saja," ujar Dika, kemudian berlari ke luar dari dalam Toilet Perempuan sebelum ada orang lain yang melihatnya.


Dokter Asyifa merasa geram terhadap Dika, karena Dika sudah menyebut dirinya bawel.


"Dasar lelaki mesum, sudah salah bukannya minta maaf. Lihat saja nanti kalau kita bertemu lagi, aku akan memberikan kamu pelajaran," gumam Dokter Asyifa kemudian melangkahkan kaki ke luar dari dalam toilet untuk menghampiri Dita yang saat ini sudah menunggunya.

__ADS_1


"Dita sayang, maaf ya udah nunggu lama," ucap Dokter Asyifa.


"Tidak apa-apa Dok, Dita juga baru datang kok," ujar Dita, kemudian melakukan cipika cipiki dengan Dokter Asyifa.


"Kalau di luar Rumah Sakit, sebaiknya jangan panggil Dokter, enaknya panggil apa ya?" gumam Dokter Asyifa dengan mengetuk-ngetuk telunjuk pada dagunya.


"Bagaimana kalau Dita panggil Tante saja, tidak mungkin kan kalau Dita panggil Kakak," ujar Dita yang sudah berencana untuk menjodohkan Dika dengan Dokter Asyifa.


"Boleh deh, gimana Dita saja. Oh iya, katanya pemilik Rumah Sakit Pratama Grup menerima Tante untuk bekerja di sana. Memangnya Tuan Andhika siapanya Dita?"


"Kebetulan Dita adalah Anak angkat di Keluarga Pratama Tante, jadi Dita merekomendasikan Tante kepada Om Dika."


"Makasih banyak ya Dita sudah membantu Tante, soalnya Tante sedang membutuhkan pekerjaan, apalagi selama ini Tante yang sudah menjadi tulang punggung keluarga, makanya sampai saat ini Tante masih melajang."


"Yang sabar ya Tante, nanti Dita bakal kenalin Tante dengan lelaki paling hebat yang pernah Dita kenal di dunia ini, siapa tau Tante berjodoh dengannya."


"Jadi rencananya Dita mau jodohin Tante? boleh juga. Nanti kita lihat apa lelaki tersebut memang benar-benar hebat, tapi Tante jadi penasaran juga sih dengan orangnya."


"Dia ikut ke sini juga kok, tapi sekarang lagi ke Toilet dulu, sebentar lagi juga pasti datang. Kalau begitu sekarang kita pilih makanan dulu, dan Tante boleh memilih apa pun yang Tante mau, karena kita akan ditraktir oleh dia," ujar Dita.


Dita dan Dokter Asyifa saat ini sedang memilih menu makanan yang akan mereka pesan, dan beberapa saat kemudian, Dika datang menghampiri mereka berdua.


"Dita sayang, maaf ya Ayah lama di kamar mandi, soalnya Ayah sakit perut. Dita udah pesan makanan belum?" tanya Dika dengan duduk di samping Dita, dan Dika belum menyadari keberadaan Dokter Asyifa di sana.


"Dita lagi milih beberapa menu Yah. Ayah mau pesan apa?"


"Terserah kamu saja sayang, Ayah pasti akan makan apa pun yang Dita pilihkan."

__ADS_1


"Oh iya Dita sampai lupa. Yah, kenalin ini Dokter Asyifa, dan Dokter Asyifa kenalin ini_," perkataan Dita terputus karena saat ini Dika dan Dokter Asyifa sama-sama terkejut.


"Kamu?" ucap Dokter Asyifa dan Dika secara bersamaan.


__ADS_2