Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)

Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)
Bab 43 ( Pernikahan yang gagal )


__ADS_3

Setelah Dita dan Ahmad turun, semuanya berangkat menuju tempat acara akan digelar.


Dita satu mobil bersama Ayah Ilham, Bunda Cinta, dan juga Ahmad, tapi saat ini perasaan Dita terus saja merasa gelisah.


"Sayang, Dita baik-baik saja kan?" tanya Bunda Cinta yang saat ini berada di samping Dita, karena Bunda Cinta merasakan tubuh Dita bergetar.


"Dita hanya gugup saja Bunda," jawab Dita mencoba untuk tersenyum supaya Bunda Cinta merasa lebih tenang.


Setelah semuanya tiba di tempat acara, Dika sudah menunggu Dita turun dari mobil, karena Dika yang akan mengantar Dita menuju pelaminan.


"Anak Ayah cantik sekali," puji Dika, kemudian menggandeng tangan Dita.


Semua mata kini menatap kagum pada sosok Dita, karena Dita terlihat cantik dan Anggun, sampai-samapi Rizki tidak mengedipkan matanya karena mengagumi kecantikan calon istrinya tersebut.


Dika mengantar Dita duduk di samping Rizki, dan Rangga yang melihat Dita dan Rizki sudah duduk berdampingan, kembali merasakan sesak dalam dadanya.


"Bagaimana Nak Rizki, apa Nak Rizki sudah siap?" tanya Pak Penghulu.


"Insyaallah saya sudah siap Pak," jawab Rizki dengan lantang, sedangkan Dita terus memaksakan diri untuk tersenyum, meski pun saat ini perasaannya tidak menentu.


Rizki menjabat tangan Pak Penghulu untuk mengucap ijab kabul, kemudian acara ijab kabul pun dimulai.


"Bismillahirrahmanirrahim, Ananda Rizki Aditya, Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Adinda Dita Pratama Bin Dewo dengan mas Kawin uang tunai sebesar lima milyar rupiah, dan perhiasan emas seberat Seratus gram dibayar Tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Dita Pratama Bin Dewo dengan mas kawin tersebut dibayar Tu_"


"Tunggu !!" teriak Papa Dewo yang baru saja datang ke tempat acara pernikahan, karena sebelumnya Papa Dewo menemui Anak buahnya terlebih dahulu yang menyerahkan bukti tentang Dita yang sebenarnya adalah Anak dari mendiang Tia dan dirinya.


Semua mata kini menatap ke arah Papa Dewo yang berjalan menghampiri Dita dan Rizki.


"Pa, ada apa ini? kenapa Papa menghentikan pernikahan Dita dan Rizki?" tanya Rizki yang merasa kesal, padahal sedikit lagi Rizki berhasil mengucap ijab kabul pernikahan.


"Rizki, kamu tidak bisa menikahi Dita Nak," jawab Papa Dewo dengan lirih, dan semuanya merasa terkejut dengan perkataan Papa Dewo.

__ADS_1


"Ke_kenapa seperti itu? Rizki sangat mencintai Dita Pa, dan Rizki ingin menjadikan Dita sebagai pendamping hidup Rizki."


"Maaf Nak, tapi Rizki dan Dita tidak bisa menikah, karena kalian masih satu darah, dan Dita adalah Adik Rizki," ujar Papa Dewo, dan semuanya semakin merasa terkejut mendengar pernyataan Papa Dewo tersebut.


"Tidak, tidak mungkin seperti itu, bagaimana bisa Dita menjadi Adik Rizki? Papa jangan bercanda !!" teriak Rizki yang tidak bisa menerima kenyataan tersebut.


"Dita adalah Anak Papa juga Nak, dan Dita adalah Adik satu Ayah Rizki, jadi kalian tidak akan pernah bisa menikah. Maafkan Papa Nak, tapi itu kenyataan yang sebenarnya."


Papa Dewo memperlihatkan surat keterangan lahir Dita, dan juga fhoto dirinya saat bersama dengan mendiang Tia, dan Dika yang berada di dekat Dita langsung menghampiri Dita dan memeluknya.


Dita langsung menumpahkan tangisannya dalam pelukan Dika ketika melihat bukti yang diberikan oleh Papa Dewo.


"Maafkan Papa, Rizki. Papa tidak bermaksud membatalkan pernikahan kalian, tapi Papa tidak mau kalian berdua berdosa karena melakukan pernikahan satu darah. Maafkan Papa, karena Dulu Papa telah melakukan kesalahan, Papa sudah berselingkuh dengan mendiang Tia, sehingga Tia melahirkan Dita kemudian meninggal dunia."


"Tidak Pa, Rizki akan tetap menikahi Dita, dan Rizki tidak akan pernah terima semua ini !!" teriak Rizki kemudian kembali menarik Dita untuk duduk di depan Penghulu.


"Rizki, jangan seperti ini, kalian tidak bisa menikah," ujar Dika.


Suasana di tempat acara menjadi ricuh, apalagi Mama Lisa menghampiri Papa Dewo dan marah-marah kepada Papa Dewo dan juga Dita, sehingga Dita terlihat ketakutan.


Rangga yang melihat Mama Lisa hendak melayangkan tangannya kepada Dita, langsung saja menghalanginya sehingga Rangga yang terkena tamparan Mama Lisa.


Plak


Tamparan keras kini mendarat pada pipi Rangga.


"Rangga," teriak Dita dengan langsung menghampirinya.


"Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Dita ketika melihat pipi Rangga memerah.


"Aku tidak apa-apa, kamu tidak perlu khawatir, yang penting kamu baik-baik saja," ujar Rangga.


"Ibu dan Anak sama-sama ja*lang, laki-laki ini selingkuhan kamu kan?" teriak Mama Lisa.

__ADS_1


Keluarga Pratama merasa geram mendengar perkataan Mama Lisa, dan Rangga yang mendengarnya langsung saja angkat suara.


"Tutup mulut Anda, sekali lagi Anda menghina Dita, saya tidak akan segan-segan untuk membuat perhitungan. Dita tidak seperti yang Anda katakan, Dita adalah perempuan baik-baik, jadi Anda jangan bicara sembarangan," ujar Rangga.


Mama Lisa semakin merasa geram dan mengamuk di tempat acara, dan Rizki yang merasa tidak enak kepada semuanya langsung menghampiri Mama Lisa.


"Ma, jangan seperti ini, Dita adalah perempuan baik, dan Mama tidak boleh menghinanya. Meski pun Dita adalah Anak dari Pelakor yang dulu sudah merebut Papa, tapi Dita tidak bersalah, dan Dita tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian di masalalu," ujar Rizki dengan airmata yang menetes pada pipinya, karena Rizki tidak pernah mengira jika pernikahannya akan berakhir dengan ricuh.


Papa Dewo menghampiri Dita yang saat ini berada dalam pelukan Bunda Cinta dan Syifa.


"Nak, maafin Papa, selama ini Papa tidak mengetahui kehadiran Dita di Dunia ini, dan semua ini adalah dosa Papa, karena Dita sama sekali tidak memiliki dosa apa pun atas perbuatan Papa dan juga mendiang Mama kamu. Semoga Dita selalu bahagia. Apa boleh Papa memeluk Dita?" tanya Papa Dewo, dan Dita langsung berhambur ke dalam pelukannya.


"Terimakasih semuanya karena telah membesarkan Dita dengan baik, dan Papa bangga karena Dita telah berhasil menjadi seorang Dokter."


"Pa_pa," ucap Dita dengan lirih.


"Iya Nak, ini adalah Papa Dita. Maafin Papa Nak, maafin Papa," ucap Papa Dewo dengan airmata yang mengalir pada pipinya.


Mama Lisa yang tidak terima melihat Papa Dewo memeluk Dita langsung saja menarik tubuh Papa Dewo untuk menjauh dari Dita.


"Mama tidak sudi Papa mengakui Anak si ja*lang, karena Dia adalah Anak ha*ram !!" teriak Mama Lisa sehingga kembali memancing amarah keluarga Pratama.


"Tutup mulut Anda !! Dita bukan Anak ha*ram, karena bagi saya Dita adalah Anak kandung saya. Jadi, jangan pernah Anda menghina Anak saya. Sebaiknya sekarang juga Anda pergi dari tempat ini sebelum kesabaran saya habis," teriak Dika yang begitu murka terhadap Mama Lisa.


Papa Dewo akhirnya membawa Mama Lisa ke luar dari tempat acara, begitu juga dengan keluarga besar Rizki yang ikut pulang juga, sedangkan Rizki berpamitan terlebih dahulu, dan meminta maaf atas nama Mamanya.


"Om, semuanya, atas nama Mama, Rizki meminta maaf yang sebesar-besarnya," ucap Rizki.


"Rizki, semua itu bukan kesalahan kamu, jadi kamu tidak perlu merasa bersalah," ujar Dika dengan menepuk bahu Rizki.


Rizki secara perlahan menghampiri Dita, dan Rizki rasanya berat untuk mengakui Dita sebagai Adiknya.


"Dita, meski pun kita tidak bisa hidup bersama menjadi pasangan Suami istri, tapi aku harap kamu akan menganggap aku sebagai Kakak kamu," ucap Rizki dengan menahan sesak dalam dadanya.

__ADS_1


"Kakak," ucap Dita, kemudian berhambur memeluk Rizki, dan semua yang berada di sana merasa prihatin atas pernikahan yang gagal tersebut.


__ADS_2