Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)

Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)
Bab 35 ( Kenapa Dita mirip Tia? )


__ADS_3

Ahmad tersenyum mendengar pertanyaan Kasih, karena Ahmad tidak percaya jika Kasih akan menikah dengan Kekasih saudaranya sendiri.


"Kasih, kamu kalau bercanda jangan keterlaluan, Om sangat tau kalau kamu dan Dita saling menyayangi melebihi saudara kandung, jadi Om tidak percaya jika kamu akan merebut kekasih saudara kamu sendiri."


Rangga akhirnya angkat suara, karena bagaimanapun juga Ahmad harus mengetahui kejadian yang sebenarnya.


"Om, maafin Rangga. Dulu Rangga pernah berjanji kepada Om kalau Rangga akan menjaga Dita hingga nafas terakhir Rangga, tapi ternyata takdir berkata lain, karena saat Rangga pulang dari luar negeri, orangtua Rangga memaksa Rangga untuk menikahi Kasih," ucap Rangga dengan lirih.


Degg


Ahmad begitu terkejut karena suara Rangga begitu familiar.


"Tidak, tidak mungkin kamu Rangga kekasih Dita," ujar Ahmad dengan mengacak rambutnya secara kasar.


"Rangga terpaksa menikahi Kasih, karena Mama mengancam akan bunuh diri jika Rangga tidak mau menuruti kemauannya."


"Apa sebelum menikahi Kasih, kamu memutuskan hubungan kamu terlebih dahulu dengan Dita?"


"Tidak Om, karena saat pulang dari luar negeri Rangga dirampok, dan semua barang-barang Rangga hilang termasuk handphone. Rangga seperti orang gila karena Rangga tidak bisa menghubungi Dita."


Ahmad merasa kasihan dengan nasib percintaan Rangga dan Dita, tapi Ahmad juga merasa kasihan terhadap Kasih.


"Rangga, Om tau ini semua berat untuk kamu, dan pastinya lebih berat lagi untuk Dita, karena perempuan yang kamu nikahi adalah saudara Dita sendiri, tapi Om sangat yakin, jika rencana Tuhan selalu indah. Mungkin kamu dan Dita memang tidak ditakdirkan untuk hidup bersama," ucap Ahmad yang selalu bijak dalam berbicara.


"Tapi sampai saat ini Rangga masih mencintai Dita, Om."


"Rangga, bisa-bisanya kamu berbicara seperti itu di depan Kasih, apa kamu tidak memikirkan perasaannya?" ucap Ahmad yang tidak rela jika sampai Kasih merasa terluka dengan perkataan Rangga.


"Om, Kasih tau perasaan Mas Rangga dan Dita yang masih saling mencintai, makanya Kasih mengusulkan kepada Mas Rangga supaya melakukan poligami, tapi Dita menolaknya."


Ahmad semakin terkejut karena mendengar Kasih rela dipoligami dengan Dita.

__ADS_1


"Kasih, apa kamu sadar dengan yang kamu katakan? tidak ada seorang pun wanita di Dunia ini yang rela dipoligami, karena tidak akan ada lelaki yang bisa adil. Dita sayang sama kamu, jadi Dita tidak akan mungkin mau menerima usul kamu karena kamu pasti akan terluka jika sampai Dita dan Rangga menikah."


"Tapi sekarang Kasih adalah perempuan cacat yang tidak akan pernah bisa memberikan keturunan untuk Mas Rangga, padahal kedua orangtua Mas Rangga sangat mengharapkan Cucu dari kami, apalagi Mas Rangga adalah Anak tunggal," ujar Kasih dengan menumpahkan airmatanya dalam pelukan Ahmad.


"Om sangat mengerti perasaan kamu, tapi Om tidak mau kalau Kasih sampai terluka," ucap Ahmad dengan mengelus lembut kepala Kasih.


Ahmad bisa melihat jika dalam mata Rangga sama sekali tidak ada rasa cinta untuk Kasih, bahkan Rangga tidak terlihat cemburu sama sekali kepada Kasih yang terus memeluk tubuh Ahmad.


Apa yang harus aku lakukan? pada kenyataannya Rangga tidak mencintai Kasih, dan Rangga hanya mencintai Dita. Jika aku mengijinkan Rangga menikahi Dita, pasti Kasih akan semakin tersakiti, karena Rangga sama sekali tidak peduli kepada Kasih, tapi jika Dita menikah dengan Rizki, aku juga takut kalau Dita tidak bahagia, karena menikah dengan lelaki yang tidak dia cintai, batin Ahmad yang saat ini berada dalam dilema.


......................


Dita dan Rizki saat ini telah sampai di rumah keluarga Rizki, dan di sana sudah terlihat Mama serta Kakak perempuan Rizki beserta Anak dan juga Suaminya.


"Assalamu'alaikum," ucap Dita dan Rizki secara bersamaan.


"Wa'alaikumsalam," jawab semua keluarga Rizki.


"Ma, Kak Adel, kenalin ini Dita calon istri Rizki."


Sepertinya wajah Dita tidak asing untukku, rasanya aku pernah bertemu dengan seseorang yang sangat mirip dengan Dita, tapi aku lupa siapa orang tersebut, ucap Mama Lisa dalam hati.


"Dita, selamat datang di keluarga kami ya. Rizki, bawa Ditanya masuk," ujar Mama Lisa.


Mama Lisa yang merasa penasaran dengan sosok Dita, mengajak Adel berbicara terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam rumah.


"Ada apa sih Ma? kenapa dari tadi Mama terlihat bingung?" tanya Adel.


"Adel, Mama rasanya pernah melihat perempuan yang memiliki wajah sangat mirip dengan Dita, tapi siapa ya?"


"Adel juga merasa kalau wajah Dita tidak asing. Oh iya, Adel ingat Ma, wajah Dita mirip dengan Tia si Ja*lang simpanan Papa."

__ADS_1


"Iya benar, tapi tidak mungkin kan kalau Dita adalah Anak si Ja*lang pelakor itu? soalnya setahu Mama, Dita adalah Putri dari keluarga Pratama yang terhormat, bahkan Rizki saja bekerja di Rumah Sakit milik Orangtua Dita."


"Jelas tidak mungkin lah Ma, Dita saja berprofesi sebagai Dokter, jadi sudah jelas kalau Dita berasal dari keluarga terhormat. Mungkin mereka hanya mirip saja, di Dunia ini katanya kan ada tujuh orang yang memiliki wajah yang mirip, tapi kenapa Dita harus mirip si ja*lang sih."


"Ya sudah gak usah dipikirin, sebaiknya sekarang kita masuk, gak enak ada tamu, tapi kita malah di luar," ujar Mama Lisa.


Mama Lisa dan Adel masuk menyusul Dita dan Rizki yang saat ini sedang mengobrol dengan Suami Adel.


"Maaf ya Dita sayang, kami barusan ada perlu dulu."


"Tidak apa-apa kok Tante," ucap Dita tersenyum.


"Panggilnya jangan Tante ya, panggil Mama saja. Sebentar lagi Dita kan bakalan jadi Anak Tante juga," ujar Mama Lisa, dan Dita hanya tersenyum serta menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Mama Lisa menyuruh Asisten rumah tangga untuk membawakan minuman dan cemilan untuk Dita, dan keluarga Rizki terlihat ramah kepada Dita.


"Dita, Rizki, kapan kalian akan menikah?" tanya Mama Lisa.


"Rencananya bulan depan Ma, minggu depan sebaiknya kita mengadakan acara lamaran dulu ke rumah Dita sekalian menentukan tanggal pernikahan kami."


"Baiklah kalau begitu, nanti kita bicarakan terlebih dahulu dengan Papa kamu, karena sekarang Papa masih berada di kamar mandi."


Beberapa saat kemudian Papanya Rizki ke luar dari dalam kamarnya, dan Papa Dewo begitu terkejut melihat wajah Dita yang begitu mirip dengan Tia.


Kenapa calon istri Rizki begitu mirip dengan Tia simpananku dulu? tidak mungkin kan kalau Dita Anak Tia? karena jika Dita adalah Anak Tia, berarti Dita dan Rizki adalah saudara satu Ayah, ucap Papa Dewo dalam hati.


Saat Dita mencium punggung tangan Papa Dewo, Dita merasakan kehangatan seperti pada saat dia berada di dekat Ayah Ilham dan Ayah Dika.


Kenapa wajah Papanya Rizki mirip sekali dengan wajah Ayah kandungku yang pernah aku lihat di dalam fhoto ya? bahkan hatiku terasa menghangat ketika mencium punggung tangannya. Perasaan ini seperti saat aku berada di dekat Ayah Dika dan Ayah Ilham, ucap Dita dalam hati.


Mama Lisa mengajak semuanya untuk sarapan, tapi mata Papa Dewo terus saja melihat ke arah Dita, sehingga membuat Mama Lisa merasa geram.

__ADS_1


"Kenapa Papa lihatin Dita terus? apa Papa teringat dengan si Ja*lang simpanan Papa dulu?" bisik Mama Lisa.


Jadi Mama juga mempunyai pendapat yang sama kalau Dita mirip dengan Tia? Dimana kamu Tia? aku merasa berdosa karena dulu aku telah membiarkan Mama memberikan pelajaran kepadamu, hingga kamu menghilang tanpa jejak, ucap Papa Dewo dalam hati.


__ADS_2