Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)

Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)
Bab 36 ( Nasib yang sama )


__ADS_3

Dita dan Rizki berpamitan untuk kembali ke Rumah Sakit, karena Dita harus menjaga Kasih, sedangkan Rizki hari ini ada jadwal praktek.


"Dita sayang, kapan-kapan main lagi ke sini ya," ujar Mama Lisa dengan memeluk tubuh Dita.


"Insyaallah Ma, kalau begitu Dita pamit dulu ya," ucap Dita dengan bergantian mencium punggung tangan kedua orangtua Rizki dan juga Kakaknya.


Rizki merasa bahagia karena semua keluarganya mendukung hubungannya dengan Dita.


"Sayang, aku bahagia sekali karena semua keluargaku merestui hubungan kita," ucap Rizki dengan terus mengembangkan senyuman.


"Semoga semuanya berjalan lancar ya, aku akan terus berusaha melupakan masalaluku bersama Rangga," meski pun semua itu sangat sulit, lanjut Dita dalam hati.


"Aku pasti akan membantumu supaya bisa melupakan Rangga. Terimakasih ya, kamu sudah berusaha membuka hatimu untukku," ucap Rizki dengan mencium tangan Dita.


"Seharusnya aku yang berterimakasih, karena kamu selalu sabar menungguku. Ya sudah kalau begitu sekarang kita turun, kasihan Kasih pasti kesusahan apabila ingin pergi ke kamar mandi."


Rizki terus menggenggam erat tangan Dita dengan berjalan beriringan menuju kamar perawatan Kasih.


Setelah keduanya mengetuk pintu dan mengucap Salam, Dita dan Rizki masuk ke dalam kamar perawatan Kasih, dan di sana terlihat Ahmad yang sedang menunggu Kasih dengan terus menggenggam erat tangan Kasih yang sedang tertidur pulas.


"Lho, Om belum pulang?" tanya Dita.


"Belum sayang, kasihan Kasih gak ada yang nemenin," jawab Ahmad.


"Memangnya Rangga kemana?"


"Rangga tadi ada meeting penting yang tidak bisa diwakilkan, makanya tadi Om menyuruh Rangga untuk pergi."


Dita melihat tangan Ahmad yang terus menggenggam erat tangan Kasih, dan Dita melihat tatapan penuh cinta dari mata Ahmad kepada Kasih.


Kenapa aku merasa kalau Om Ahmad memiliki perasaan lebih kepada Kasih ya? dari tadi juga tangan Om Ahmad terus menggenggam erat tangan Kasih, dan tatapan mata Om Ahmad mengingatkanku pada Rangga saat dia memandang wajahku, ucap Dita dalam hati.


"Dita sayang, Om Ahmad, kalau begitu Rizki ke ruang praktek dulu ya," ujar Rizki yang berpamitan untuk bekerja.

__ADS_1


Dita mengantar Rizki sampai depan pintu kamar perawatan Kasih, kemudian Rizki melangkahkan kakinya menuju ruang praktek Dokter kandungan.


"Om, apa Om sudah tau tentang semuanya?" tanya Dita dengan duduk di samping Ahmad.


Ahmad secara perlahan melepaskan pegangannya kepada Kasih, kemudian Ahmad mengajak Dita pindah duduk di sopa supaya tidak mengganggu Kasih yang sedang tidur.


"Sayang, Dita yang sabar ya, jodoh adalah rahasia Allah SWT, maaf kalau Om baru mengetahui semuanya sekarang. Om harap Dita bisa ikhlas menerima takdir yang sudah digariskan oleh Allah SWT untuk kehidupan Dita," ucap Ahmad dengan memeluk tubuh Dita.


Dita menangis dalam pelukan Ahmad, karena Dita masih belum bisa melupakan Rangga.


"Om, Dita sudah berusaha untuk ikhlas, tapi ternyata ikhlas tidak semudah yang di ucapkan, karena pada kenyataannya Dita masih belum bisa melupakan Rangga. Dita tau kalau Dita salah karena masih memiliki perasaan ini."


"Kita tidak bisa memilih ingin jatuh cinta pada siapa, karena cinta adalah sebuah anugerah."


"Tapi Dita salah karena masih memiliki perasaan cinta kepada lelaki yang sudah memiliki istri, bahkan laki-laki itu sudah menjadi Suami dari saudara Dita sendiri."


"Om sangat mengerti dengan perasaan Dita, karena Om sendiri mengalaminya," ucap Ahmad dengan lirih.


Dita begitu terkejut mendengar perkataan Ahmad, karena selama ini Ahmad belum pernah memiliki seorang kekasih.


Ahmad beberapa kali mengembuskan nafas secara kasar, karena memang itulah kenyataan yang sebenarnya.


"Iya, kamu benar, sudah lama Om memiliki perasaan itu, dan sampai saat ini Om masih belum bisa melupakan Kasih."


"Kenapa Om tidak pernah jujur tentang perasaan Om? seandainya saja dulu Om jujur kepada Kasih, Dita yakin kalau Kasih mau menjadi istri Om."


"Om takut kalau semuanya tidak setuju dengan perasaan yang Om miliki, karena kita sudah sama-sama dibesarkan oleh Kak Cinta, Kak Dika dan juga Kak Ilham. Om dan Kasih sudah seperti keluarga kandung, jadi Om tidak mau merusak hubungan kekeluargaan yang terjalin di antara kita."


"Tapi Om dan Kasih tidak memiliki hubungan darah, jadi kalian masih bisa menikah, dan Dita yakin kalau Ayah dan Bunda mengetahuinya, mereka pasti akan mendukung Om Ahmad."


"Tapi sekarang semuanya sudah terlambat, karena Kasih sudah menikah dengan Rangga."


Dita merasa prihatin terhadap Ahmad, tapi Dita tidak bisa berbuat apa pun untuk Ahmad, karena dirinya sendiri mengalami nasib yang sama.

__ADS_1


"Om yang sabar ya, maaf Dita tidak bisa membantu apa pun. Semoga saja Om mendapatkan pengganti yang lebih baik segala-galanya dibandingkan dengan Kasih."


"Iya Amin. Tidak apa-apa sayang, tapi Om minta, Dita merahasiakan semuanya dari yang lain, karena Om tidak mau sampai merusak hubungan keluarga kita."


Kasih yang baru saja terbangun langsung menanyakan kepada Dita dan Ahmad tentang percakapan mereka, sehingga membuat Dita dan Ahmad merasa terkejut karena takut Kasih sudah mendengar semua pembicaraan mereka.


"Apa kalian tidak mau mengatakan rahasia kalian kepada Kasih?" tanya Kasih.


"Kami tidak memiliki rahasia apa pun. Kasih pasti salah dengar."


"Om, Kasih tidak salah dengar, tadi samar-samar Kasih mendengar percakapan Om dan Dita. Jadi ceritanya sekarang kalian mau main rahasia-rahasiahan dengan Kasih?"


"Sebenarnya kami sedang membicarakan tentang rencana Rizki yang ingin secepatnya menikahi Dita, rencananya bulan depan Rizki dan Dita akan menikah," jawab Ahmad.


Kasih memicingkan matanya karena merasa tidak percaya dengan perkataan Ahmad.


"Om Ahmad tidak bohong kan sama Kasih?"


"Mana mungkin Om bohong sama kamu sayang. Sekarang sebaiknya Kasih makan, terus minum obat, biar Om yang suapi," ujar Ahmad dengan mengambil bubur, kemudian menyuapi Kasih dengan telaten.


Kasihan Om Ahmad, padahal Om Ahmad terlihat sangat mencintai Kasih, tapi Om Ahmad harus mengubur rasa cintanya, sama seperti aku yang harus mengubur dalam-dalam rasa cintaku kepada Rangga. Kenapa nasib percintaan kami begitu tragis? ucap Dita dalam hati.


Setelah selesai menyuapi Kasih, Ahmad memberikan obat untuk Kasih, dan Kasih tersenyum bahagia karena merasa disayangi dan diperhatikan oleh seseorang, apalagi sejak kecil Kasih selalu kagum terhadap sosok Ahmad yang Saleh, bahkan Kasih juga selalu berharap memiliki imam seperti Ahmad.


"Om, makasih banyak ya, karena Om sudah perhatian sama Kasih. Semoga Mas Rangga bisa seperti Om Ahmad, karena dari dulu Kasih selalu kagum terhadap sosok Om Ahmad yang Saleh, bahkan Kasih selalu berharap mendapatkan seorang imam yang saleh seperti Om Ahmad."


"Om hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa dan kesalahan, dan sebagai manusia kita hanya bisa berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi."


"Dan itu semua yang selalu membuat Kasih kagum terhadap Om Ahmad," ujar Kasih dengan menggenggam erat tangan Ahmad juga tersenyum manis, sehingga membuat jantung Ahmad berdegup kencang.


Kasih menghela napas panjang dengan keputusan Dita, karena Kasih masih menginginkan Dita dan Rangga bersatu.


"Dita, apa kamu sudah yakin akan menikah dengan Rizki?" tanya Kasih.

__ADS_1


"Kasih, harus berapa kali aku katakan sama kamu, kalau hubungan aku dan Rangga sudah berakhir, dan aku akan membuka lembaran baru dengan Rizki. Asal kamu tau kalau semua itu aku lakukan demi kebahagiaan kamu."


"Dita, kalau kamu memang tidak mau dipoligami, aku akan meminta cerai kepada Mas Rangga supaya kamu dan Mas Rangga bisa bersatu," ucap Kasih, sehingga membuat Dita dan Ahmad semakin terkejut.


__ADS_2