Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)

Pengorbanan Cinta 2 (Istri Untuk Suamiku)
Bab 17 ( Calon istri untuk Rangga )


__ADS_3

Saat perjalanan pulang dari Rumah Sakit, Kasih terlihat melamun, meski pun Kasih sudah berusaha untuk ikhlas menerima cobaan yang menimpa dirinya, tapi Kasih hanyalah manusia biasa yang akan sulit untuk menerima kenyataan pahit, apalagi Kasih harus menghadapi dua kenyataan sekaligus karena ketika Kasih mengetahui penyakitnya, Kasih juga harus mengetahui jika Dita adalah perempuan yang Suaminya cintai.


"Kasih, kamu baik-baik saja kan?" tanya Rangga yang terlihat khawatir.


"Kasih baik-baik saja Mas, hanya saja saat ini Kasih sedang memikirkan sesuatu."


"Apa yang sedang Kasih pikirkan?"


"Saat pertama kali Kasih mengetahui jika Kasih mandul, hari itu juga Dita pulang ke Indonesia. Mungkin semuanya memang sudah takdir, dan Dita memang ditakdirkan untuk menjadi istri dan Ibu dari Anak-anak Mas Rangga," ucap Kasih dengan tersenyum.


"Semua itu tidak mungkin terjadi Kasih, kamu tadi lihat sendiri jika Dita sudah mengembalikan kalung separuh hati yang Mas berikan kepadanya saat pertama kali kami berdua jadian, padahal hari ini bertepatan dengan empat tahun kami berdua jadian," ucap Rangga tertunduk sedih.


Mas Rangga masih saja mengingat hari jadinya dengan Dita, padahal itu sudah empat tahun yang lalu. Cinta Mas Rangga kepada Dita ternyata begitu besar lebih dari yang aku bayangkan, padahal Mas Rangga sepertinya lupa tentang tanggal pernikahan kami, ucap Kasih dalam hati.


"Kasih, maaf, tidak seharusnya aku membicarakan semua itu kepadamu."


"Tidak apa-apa Mas, Kasih tau kalau Dita sangat berarti untuk Mas Rangga."


Seharusnya aku bisa menahan diri untuk tidak mengatakan tentang Dita kepada Kasih, karena bagaimanapun juga Kasih adalah istriku, tapi entah kenapa aku selalu bersemangat jika membahas Dita. Maafkan aku Kasih, karena aku selalu menyakitimu, ucap Rangga dalam hati.


Sesampainya Rangga dan Kasih di kediaman Argadana, Mama Wita sedang terlihat berbincang dengan perempuan cantik dan seksi bernama Mayang, dan Mama Wita langsung mengenalkan perempuan itu kepada Rangga.


"Rangga sayang, kenalin ini Mayang, dan Mayang ini adalah Anak Tante Sintia temannya Mama."


"Apa maksud Mama mengenalkan dia kepada Rangga?"


"Mama tidak akan basa basi, karena Mama ingin kamu segera menikahi Mayang supaya kamu bisa memiliki keturunan."


"Ma, Rangga sudah memiliki istri, dan Rangga tidak mungkin menikahi perempuan lain. Bukannya dulu, Mama yang sudah memaksa Rangga untuk menikahi Kasih? padahal Rangga jelas-jelas sudah menolaknya, karena Rangga sudah memiliki kekasih, dan sekarang Mama ingin Rangga menyakiti Kasih dengan menikahi perempuan lain? dimana hati nurani Mama sebagai seorang perempuan?"


"Rangga, bisa-bisanya kamu menolak keinginan Mama, dulu Mama menyuruh kamu menikahi Kasih karena Mama tidak tau kalau Kasih itu perempuan mandul. Sekarang tidak ada yang bisa kita harapkan dari perempuan mandul seperti Kasih."


Kasih tiba-tiba merasakan sakit pada perutnya.


"Kasih, kamu kenapa?"


"Perut Kasih sakit Mas."


"Kalau begitu sekarang kita pergi ke Rumah Sakit."

__ADS_1


"Tidak Mas, Mas telpon Dita saja, suruh Dita ke sini," ujar Kasih, kemudian pingsan.


Rangga yang panik langsung mencoba menelpon Dita menggunakan handphone Kasih, karena Rangga tidak mempunyai nomor handphone Dita.


......................


Saat ini Dika, Dita, dan Dokter Asyifa sudah berada di parkiran untuk pulang.


"Pak Dika, makasih banyak ya traktirannya, saya jadi gak enak Pak Dika sampai bungkusin makanan segala," ucap Dokter Asyifa, karena tadi Dokter Asyifa meminta ijin untuk membungkus makanan yang masih banyak sisanya supaya bisa dimakan oleh Adik-adiknya di rumah, dan Dika menambah beberapa porsi makanan untuk Dokter Asyifa bawa pulang.


"Tidak apa-apa Dok, kebetulan saya ada rezeki lebih," ujar Dika.


"Dita, Pak Dika, kalau begitu saya pulang duluan ya," ujar Dokter Asyifa dengan mengucapkan Salam setelah ojek online yang dipesannya datang.


"Kasihan ya Dokter Asyifa, padahal penghasilan yang dia dapatkan cukup besar saat bekerja di luar negeri, tapi semuanya selalu habis oleh keluarganya," ujar Dita.


"Iya, Ayah juga merasa kasihan, karena di balik keceriaannya, ternyata Syifa memiliki kehidupan yang menyedihkan. Ya sudah kalau begitu sekarang kita pulang, Ayah Ilham sama Bunda Cinta juga pasti sudah berada di rumah, dan Iqbal pasti sudah mencari keberadaan Ayah," ujar Dika, tapi handphone Dita tiba-tiba berbunyi, dan Dita begitu terkejut saat mengangkat telpon, karena ternyata itu adalah Rangga, apalagi Rangga memberitahukan jika Kasih saat ini pingsan.


"Sayang, siapa yang telpon?" tanya Dika.


"Rangga Yah, dan Rangga meminta Dita supaya cepat datang ke rumahnya, karena saat ini Kasih sedang pingsan."


Ketika sampai di kediaman Argadana, Rangga sudah terlihat menunggu Dita di teras rumahnya, dan ketika Dita bersalaman dengan Mama Wita, Mama Wita begitu terkejut karena dulu Mama Wita pernah menemukan banyak fhoto kebersamaan Rangga dan Dita, bahkan Mama Wita membakar semua fhoto tersebut sehingga membuat Rangga murka kepadanya.


"A_apa kamu kekasih Rangga?" tanya Mama Wita dengan tergagap.


"Maaf Tante, saya harus memeriksa kondisi Kasih terlebih dahulu," ucap Dita yang mengikuti Rangga masuk ke dalam kamarnya.


Mama Wita langsung menyapa Dika yang baru tiba setelah memarkir motor terlebih dahulu.


"Selamat datang di rumah kami Tuan Dika," ucap Mama Wita dengan ramah.


Mayang terus merengek kepada Mama Wita tentang perjodohannya dengan Rangga di depan Dika.


"Tante, bagaimana perjodohan Mayang dengan Rangga?"


Dika merasa terkejut dengan perkataan Mayang yang menanyakan tentang perjodohannya dengan Rangga.


"Apa maksud kamu?" tanya Dika kepada Mayang.

__ADS_1


"Kamu tidak tau kalau aku adalah calon istrinya Rangga?" ucap Mayang kepada Dika.


"Mayang, kamu yang sopan kalau berbicara dengan Tuan Dika," bisik Mama Wita.


"Memangnya dia siapa Tante? kenapa Mayang harus sopan kepada dia?"


"Dia adalah pengusaha sukses Andhika Pratama, kamu tau kan Pratama Grup, itu adalah perusahaan miliknya," ucap Mama Wita, dan Mayang langsung membulatkan matanya, karena Mayang mengira jika Dika adalah orang miskin, karena Dika datang dengan menggunakan sepeda motor.


......................


Saat ini Dita memeriksa kondisi Kasih dengan seksama, dan Dita memberikan suntikan anti nyeri kepada Kasih.


"Kita harus secepatnya melakukan operasi pengangkatan rahim kepada Kasih, karena aku takut jika sel tumor yang ada pada rahimnya merupakan tumor ganas," ucap Dita, tapi Rangga terlihat tidak fokus dan terus memandangi wajah Dita.


"Rangga, kamu baik-baik saja kan?" tanya Dita dengan melambaikan tangannya di depan wajah Rangga.


"A_aku baik-baik saja," jawab Rangga yang terlihat gugup.


"Kalau begitu kita biarkan Kasih istirahat dulu, aku juga sudah memberikan suntikan anti nyeri. Oh iya, jangan lupa nanti kamu berikan obat kalau Kasih bangun, kalau ada apa-apa, kamu bisa menghubungiku," ujar Dita dengan melangkahkan kaki ke luar dari kamar Rangga dan Kasih, dan Dita lagi-lagi merasakan sesak dalam dadanya ketika melihat banyak fhoto pernikahan Rangga dan Kasih yang dipajang di kediaman Argadana.


"Dita, aku benar-benar minta maaf karena aku tidak menepati janjiku, tapi kamu harus tau sampai kapan pun, hanya kamu perempuan yang aku cintai," ucap Rangga yang mengikuti langkah Dita.


Dita menghela nafas panjang sebelum angkat suara.


"Rangga, tidak sepantasnya kamu mengatakan semua itu kepadaku, karena sekarang kamu adalah iparku, kamu sekarang sudah menjadi Suami Kasih, dan sejak kamu memutuskan untuk menikahinya, maka sejak itu juga hubungan kita berdua berakhir."


"Tidak Dita, saat itu aku dipaksa oleh orangtuaku untuk menikahi Kasih, bahkan Mamaku mengancam akan bunuh diri jika aku tidak bersedia menuruti kemauannya"


"Rangga, mungkin kita memang tidak ditakdirkan untuk hidup bersama, tapi aku akan selalu berdo'a untuk kebahagiaan kamu dan Kasih. Kasih itu perempuan yang baik, jangan sampai kamu melukai hatinya."


"Aku tau kalau Kasih adalah perempuan yang baik, tapi aku masih belum bisa mencintainya, karena di hatiku hanya ada kamu."


Dita tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena dalam lubuk hati Dita masih terukir nama Rangga, sehingga Dita memutuskan untuk bergegas ke luar menghampiri Dika dan yang lainnya.


"Sayang, bagaimana kondisi Kasih?" tanya Dika saat melihat Dita menghampirinya.


"Nanti kita bicarakan di rumah."


Mama Wita yang merasa penasaran dengan sosok Dita memutuskan untuk kembali bertanya, apalagi ketika mendengar Dika memanggil Dita sayang.

__ADS_1


"Kamu Dita Kekasih Rangga kan?"


__ADS_2